18/03/2026
Bab 3
🍁🍁🍁
Brian mengecek tiket tapi tidak ada yang tujuan ke Italia hari ini. Sementara kasusnya semakin menyeruak apalagi, kecelakaan mobil Seona ditemukan dan sedang dievakuasi oleh tim polisi.
"Semakin parah, Liem. Semua kejahatan kita terungkap. Seona ditemukan dan sedang dievakuasi!" ujar Brian mengepalkan tangan.
"Artinya hanya ini yang tersisa. Rumah dan ruang bawah tanah ini jangan sampai terendus aparat bedebah itu!" ujar Liem tak dapat menyembunyikan kegelisahan.
"Tetaplah di sini dan jangan keluar sebelum aku menemukan celah untukmu kabur ke luar negeri."
*
Di tempat kecelakaan yang terjadi, jam empat pagi sebuah mobil melintas dan merasa aneh saat melihat pohon mahoni terseret dan tergores dengan tajam. Meski pohon tidak terseret ke laut tapi ada yang aneh ketika lelaki itu menatap ke bawah ada plat mobil dan spion yang tersangkut.
Lelaki itu menelepon pihak polisi. Gegas polisi dan wartawan bergerak dengan melakukan penyelidikan. Tim penyelam melakukan penyelidikan dan bergerak bersama.
"Itu plat mobil Seona!" teriak wartawan membuat mereka histeris dan para fans yang melihat siaran langsung gegas menuju tempat kejadian perkara.
Seona Selina, gadis dua puluh lima tahun itu berakhir tragis sebab rasa cinta dan kecewanya kepada Liem. Lelaki yang pernah memakai jasanya saat melakukan kegiatan sosial bersama masyarakat. Seona yang berprofesi sebagai model itu berhasil membuat karier Liem di dunia politik melejit. Seona yang merasa tersanjung dan merasa spesial karena terus dihujani barang-barang mahal serta perhatian dari Liem luluh juga akhirnya.
Pertemuan mereka semakin intens karena Liem menunjukkan kepeduliannya. Seona luluh dan bertekuk lutut berharap cinta Liem yang saat itu tak pernah meng*takan cinta meski perlakuannya melebihi pasangan kekasih.
Kini mobil gadis itu ditemukan di dasar laut dengan Seona yang duduk lemah di bangku kemudi. Seat belt menahannya.
"Kami menemukan Seona di dalam mobil!" teriak penyelam muncul ke air, mengabarkan kepada semua orang.
Alat berat langsung dikerahkan, mobil Seona diangkat ke atas setelah hampir satu jam melakukan pencarian. Setiap detik yang berlangsung tak luput dari rekaman para masyarakat. Seona gadis berambut sebahu itu dikeluarkan dari mobil dengan kesusahan.
"Seona!"
"Seona!"
Histeris semua orang merasa miris menyaksikan idola mereka tak bernyawa. Polisi membawa jenazah Seona dengan ambulan menuju rumah sakit tentara. Semua barang bukti dan mobil akan dibawa ke kantor polisi karena mereka harus melakukan penyelidikan.
Liem yang menyaksikan itu melalui siaran langsung langsung panik dan berpikir keras. Dia melihat Seona dibopong menuju ambulan lalu mobil warna putih itu melejit meninggalkan TKP.
"Aku harus pergi sekarang, Brian. Jangan ke Italia. Ke Indonesia saja. Itu negara yang aman untuk melarikan diri!"
Brian mengangguk lalu mengecek tiket menuju Indonesia.
"Jadwal penerbangan nanti siang jam dua. Sebelum itu kamu harus menyamar agar tidak tertangkap di bandara," ujar Brian.
Liem menyiapkan keberangkatannya. Beberapa barang dan kartu atm-nya dibawa ke dalam koper kecil. Dia tidak akan membawa begitu banyak barang. Hanya sekedar saja karena nanti bisa dibeli.
Cukup bawa uang yang banyak.
Sementara itu di rumah sakit tempat Seona akan dilakukan autopsi. Matahari baru saja bersinar, sinarnya kekuningan membuat hang*t bagi beberapa jiwa yang baik-baik saja. Tapi bagi keluarga Seona itu adalah belati yang menghujam jantung.
"Siapa yang begitu keji menghabisi putri kami," isak ibunya dengan memukul dada.
"Kami akan selidiki. Untuk saat ini korban sedang di autopsi. Bersabarlah," jelas polisi meninggalkan keluarga korban.
Baca selengkapnya di KBM App
Judul: Di Langit Pariangan
Penulis: Siska Cahaya