29/08/2026
SATU GURU, TIGA JALAN: SOEKARNO, MUSSO, DAN KARTOSOEWIRJO❗
Di rumah H.O.S. Tjokroaminoto di Surabaya, pernah berkumpul sejumlah pemuda yang kelak menjadi tokoh penting dalam sejarah Indonesia. Di antara mereka adalah Soekarno, Musso, dan Kartosoewirjo. Mereka sama-sama berada dalam lingkungan pemikiran pergerakan yang menentang kolonialisme, tetapi perjalanan hidup kemudian membawa mereka ke arah politik yang sangat berbeda.
Soekarno berkembang menjadi tokoh yang menekankan nasionalisme dan persatuan berbagai golongan. Ia membayangkan Indonesia sebagai negara merdeka yang mampu menyatukan kelompok dengan latar belakang politik, agama, dan sosial yang beragam. Gagasannya kemudian berkembang menjadi konsep nasionalisme Indonesia yang menjadi salah satu fondasi perjuangannya.
Musso mengambil jalan yang berbeda. Ia kemudian dikenal sebagai tokoh komunis dan mengembangkan gagasan revolusi yang menekankan perjuangan kelas. Pandangannya semakin berseberangan dengan pemerintah Republik hingga akhirnya terlibat dalam Peristiwa Madiun 1948.
Sementara itu, S.M. Kartosoewirjo menempuh jalan yang berlandaskan gagasan negara Islam. Ia kemudian menjadi pemimpin DI/TII dan mendeklarasikan Negara Islam Indonesia pada 1949. Gerakannya berhadapan dengan pemerintah Republik dan berlangsung selama bertahun-tahun.
Menariknya, ketiganya pernah berada dalam lingkungan pendidikan politik yang sama. Satu guru tidak selalu melahirkan murid dengan pemikiran yang sama. Dari lingkungan Tjokroaminoto lahir berbagai gagasan tentang masa depan Indonesia—nasionalisme, komunisme, dan Islam politik. Perjalanan mereka menjadi gambaran bahwa sejarah Indonesia dibentuk bukan hanya oleh persamaan cita-cita, tetapi juga oleh perbedaan cara melihat seperti apa Indonesia seharusnya dibangun.
video video video