HOT SULUT

Call Website

HOT SULUT Media Digital Independen Sulawesi Utara. Update tercepat berita Manado, politik, ekonomi, hingga kejadian viral di Sulut. Tidak ada

Kami menghadirkan kabar hangat dengan basis fakta dan keberimbangan.

📍 Manado, Sulawesi Utara
📧 Kerjasama & Lapor Warga

02/10/2026
HARI INI! Festival Literasi Sulut hadir di Museum Negeri Sulut, 2-4 Oktober 2026. GRATIS masuk, plus E-Book "Citra Posit...
02/10/2026

HARI INI! Festival Literasi Sulut hadir di Museum Negeri Sulut, 2-4 Oktober 2026.

GRATIS masuk, plus E-Book "Citra Positif di Era Digital", cek kesehatan citra digital, dan lisensi asisten AI. Edisi cetak 62% OFF!

Info lengkap: sulut08.id/buku

Hari Kesaktian Pancasila menjadi pengingat pentingnya menjaga persatuan di tengah keberagaman. Mari terus hidupkan seman...
01/10/2026

Hari Kesaktian Pancasila menjadi pengingat pentingnya menjaga persatuan di tengah keberagaman. Mari terus hidupkan semangat gotong royong dalam kehidupan sehari-hari.

WAGUB LEPAS JAKET PARTAI, KAPOLRI BARU DIDEDAK AKSELERASI DIGITALISASI & PPA, HINGGA PEMPROV SULUT BENAHI MANAJEMEN SEKO...
01/10/2026

WAGUB LEPAS JAKET PARTAI, KAPOLRI BARU DIDEDAK AKSELERASI DIGITALISASI & PPA, HINGGA PEMPROV SULUT BENAHI MANAJEMEN SEKOLAH

​HOTSULUT- Tiga dinamika strategis mewarnai lanskap politik dan birokrasi, baik di tingkat lokal Sulawesi Utara maupun nasional. Keputusan Wakil Gubernur Sulut melepas kepengurusan partai, estafet kepemimpinan Polri, serta langkah konsolidasi manajemen pendidikan daerah menjadi sorotan utama.

​1. Menakar Langkah Politik Wagub Sulut Pasca-Mundur dari NasDem
​Dinamika politik di Sulawesi Utara dihebohkan oleh pengunduran diri Wakil Gubernur Sulut, Dr. Johanis Victor Mailangkay, S.H., M.H., dari jabatannya sebagai Ketua DPW sekaligus kader Partai NasDem. Surat pengunduran diri tersebut diserahkan langsung kepada Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh, di NasDem Tower, Jakarta.

​Sebab Internal: Pengunduran diri dipicu oleh ketidaksesuaian irama dan cara kerja di internal kepengurusan.
​Keberlanjutan Pemerintahan: Secara hukum tata negara, status kepemimpinannya sebagai Wakil Gubernur Sulawesi Utara tetap kokoh. Mandat publik hasil Pilkada tidak terganggu oleh pengunduran diri dari partai pengusung.

​Arah Peta Politik: Keputusan melepas "jaket" partai politik ini berpotensi mengubah konstelasi kekuatan politik daerah jelang agenda-agenda politik mendatang.

​2. Ekspektasi Kepemimpinan Baru Polri: Digitalisasi dan Perlindungan Kelompok Rentan

​Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) menyampaikan harapan strategis kepada pimpinan anyar Polri, Jenderal Pol. Suyudi Ario Seto, untuk melanjutkan dan memperkuat program-program prioritas nasional.

​Akselerasi Digitalisasi Layanan: Kompolnas mendorong modernisasi sistem pelayanan publik berbasis digital guna memastikan transparansi, efisiensi, dan kemudahan akses hukum bagi masyarakat.

​Penguatan Unit PPA: Kompolnas menekankan perluasan serta penguatan struktur Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) hingga tingkat Polda dan Polres untuk penanganan kasus kekerasan berbasis gender dan anak yang berperspektif korban.

​3. Penataan Birokrasi Pendidikan Sulut: Kepastian Status 66 Kepsek Plt

​Di sektor pendidikan, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara bergerak membenahi tata kelola manajerial sekolah. Kendati kerja Dinas Pendidikan Sulut jarang tersorot media, arah kebijakan penataan birokrasi pendidikan daerah dinilai kian jelas.
​Fokus 66 Kepsek Plt: Pemprov Sulut telah membentuk Tim Khusus Seleksi Kepala Sekolah untuk jenjang SMA, SMK, dan SLB guna menyelesaikan kepastian status 66 Kepala Sekolah yang masih berstatus Pelaksana Tugas (Plt) menjadi definitif.
​Prinsip Meritokrasi: Tim independen yang melibatkan unsur Sekretaris Daerah, akademisi, hingga BKD bertugas melakukan seleksi secara objektif dan akuntabel sesuai standar kompetensi.

​Kewenangan Penuh: Penetapan pejabat definitif krusial agar pimpinan sekolah memiliki legalitas penuh dalam pengambilan keputusan strategis dan pengelolaan anggaran.

​Ketiga isu ini menunjukkan bahwa keberlanjutan tata kelola pemerintahan baik di tingkat politik, penegakan hukum, maupun pelayanan dasar sangat bergantung pada komitmen profesionalisme dan kepastian hukum demi kepentingan publik.

MANADO POLICE ISSUE NATIONWIDE APPEAL FOR CRITICAL WITNESS IN EMBEZZLEMENT CASE​Agnes Julenda Pangau Sought to Provide S...
01/10/2026

MANADO POLICE ISSUE NATIONWIDE APPEAL FOR CRITICAL WITNESS IN EMBEZZLEMENT CASE

​Agnes Julenda Pangau Sought to Provide Sworn Testimony in Minahasa Inquiry
​MANADO, NORTH SULAWESI Law enforcement authorities at the Manado City Resort Police (Polresta Manado) have officially issued a public notice searching for Agnes Julenda Pangau, a 55-year-old lawyer, who is sought as a vital witness in an ongoing criminal investigation.

​In an official Witness Search List bulletin (Daftar Pencarian Saksi / DPS) bearing reference number DPS/22/VI/RES.1.11/2026/Reskrim and marked under the legal seal "PRO JUSTITIA", police authorities confirmed that Ms. Pangau's testimony is considered essential for the official inquiry, prosecution, and court proceedings.

​Key Details of the Case & Subject:
​Subject Name: Agnes Julenda Pangau
​Occupation: Lawyer / Legal Practitioner
​Date of Birth / Age: Manado, August 15, 1970 / 55 Years Old

​Last Known Address: Malalayang Dua Sub-District, Lingkungan VII, Malalayang District, Manado City, North Sulawesi
​Distinguishing Features: Dark long hair, medium build, wears glasses
​Case Background: The investigation pertains to an alleged act of Embezzlement pursuant to Article 486 of the Indonesian Criminal Code (KUHPidana), which took place in February 2025 in Kalasey Jaga III Village, Mandolang District, Minahasa Regency.

​Authorities emphasize that Ms. Pangau is deemed competent to provide crucial first-hand information based on events she directly heard, saw, and experienced regarding the alleged crime.
​Public Assistance Requested
​The notice was officially signed by Police Commissioner Adjutant Elwin Kristanto, S.I.K., M.H., Head of the Criminal Investigation Unit (Kasat Reskrim) of Polresta Manado.
​Anyone with relevant information regarding the subject's whereabouts is urged to contact the investigator in charge:
​Contact Officer: Second Police Brigadier Juniwan F. Purba
​Phone / WhatsApp Hotline: 0813-4194-361
​Office: Sat Reskrim Polresta Manado, Jl. Pierre Tendean, Manado City, North Sulawesi

Sebuah dokumen bertanggal 29 September 2026 yang ditujukan langsung kepada Ketua Umum DPP Partai NasDem, Surya Paloh, me...
30/09/2026

Sebuah dokumen bertanggal 29 September 2026 yang ditujukan langsung kepada Ketua Umum DPP Partai NasDem, Surya Paloh, mendadak menggegerkan panggung politik Sulawesi Utara. DR. J. Victor Mailangkay, SH., MH., yang menjabat sebagai Ketua DPW Partai NasDem Sulut, secara resmi menyatakan pengunduran dirinya dari partai bernuansa biru-emas tersebut.

​Dalam surat bernomor 01- KHUSUS MUNDUR/IX/2026 itu, Victor mengungkapkan ketidakmampuannya lagi untuk mengikuti irama dan cara kerja Felly Estelita Runtuwene (Ketua DPP Partai NasDem / Kompemwil Partai NasDem Sulut). Pengunduran diri ini ditegaskan demi menjaga kekompakan dan menghindari perpecahan yang kian meluas di kalangan internal partai.

​Eksodus Tokoh Hebat dan Arah Kompas yang Hilang

​Pengunduran diri Victor Mailangkay bukan sekadar dinamika biasa, melainkan puncaknya "gempa politik" yang terus mengguncang NasDem Sulut. Publik mencatat, sebelum langkah drastis sang Ketua DPW, deretan figur penentu suara (vote getter) dan pilar kekuatan partai telah lebih dulu minggat. Nama-nama besar seperti politisi muda berdaya dongkrak tinggi Hillary Brigita Lasut hingga figur kepemimpinan strategis level Wakil Gubernur tercatat memilih angkat kaki dari barisan.

​Pola eksodus yang terus berulang ini mengindikasikan adanya penyakit kronis di tubuh internal organisasi. Figur-figur potensial yang membawa basis massa riil satu per satu pergi meninggalkan partai yang pernah berjaya di Bumi Nyiur Melambai tersebut.

​Analisis Pengamat Politik Jeffery Sorongan: "NasDem Sulut di Ambang Kehancuran"
​Melihat goncangan politik yang tak kunjung mereda ini, pengamat politik Sulawesi Utara, Jeffery Sorongan, memberikan analisis menohok. Menurutnya, NasDem Sulut saat ini tengah berada di ambang kehancuran organisasi.

​"Pola minggatnya orang-orang hebat di NasDem Sulut bukanlah kebetulan biasa, melainkan cerminan dari kegagalan tata kelola konflik internal," tegas Jeffery Sorongan.

​"Ketika nama-nama potensial mulai dari Hillary Brigita Lasut, para pilar di level eksekutif, hingga kini Ketua DPW Victor Mailangkay memilih mundur, semua fakta politik ini mengerucut pada satu titik sentral masalah: dominasi dan gaya komunikasi pimpinan pusat wilayah, yakni Felly Estelita Runtuwene," lanjutnya.

​Jeffery menilai, konflik kepentingan dan ketidakmampuan membangun harmoni politik lokal telah membuat roda organisasi berjalan tidak seirama. Elite partai di daerah merasa 'tercekik' oleh pola kepemimpinan yang restriktif dan tidak memberikan ruang gerak yang kondusif bagi pengembangan basis politik lokal.

​Siapa Felly Estelita Runtuwene di Mata Pimpinan Tertinggi?

​Satu pertanyaan besar yang mencuat di publik: Mengapa posisi Felly Estelita Runtuwene seolah tak tersentuh di mata Pimpinan Tertinggi Partai (Surya Paloh), meskipun dampaknya menggerus kekuatan partai di daerah?

​Dalam kacamata analisis politik, Felly dipandang sebagai sosok penjamin loyalitas murni (loyalist core) dan perpanjangan tangan efektif bagi DPP. Di mata elite Jakarta, Felly adalah figur eksekutif partai yang lugas, patuh pada garis komando, serta mampu menjaga agenda-agenda strategis pusat di daerah
​Namun, pengamat memberikan peringatan keras (warning) kepada Surya Paloh dan jajaran DPP NasDem:
​Ilusi Loyalitas vs. Realitas Elektoral: Menjaga satu figur yang loyal di tingkat atas tetapi mengorbankan belasan vote getter dan pimpinan daerah adalah strategi politik yang destruktif.

​Ancaman Kehilangan Kepercayaan Akar Rumput: Ketika figur-figur berpengaruh mundur, massa pendukung fanatik mereka akan ikut bergeser ke partai lain. NasDem Sulut berisiko kehilangan kursi signifikan pada pemilu mendatang.

​Krisis Kepemimpinan Terbuka: Pengunduran diri Victor Mailangkay secara terbuka dengan menyebutkan nama Felly Estelita Runtuwene sebagai penyebab ketidaksesuaian irama kerja merupakan sinyal bahaya paling nyata bahwa legitimasi kepemimpinan Kompemwil telah runtuh di mata kadernya sendiri.

​Merawat Partai atau Menjaga Elite?

​Surat pengunduran diri bernomor 01- KHUSUS MUNDUR/IX/2026 kini berada di meja Surya Paloh dan Prananda Surya Paloh. Akankah DPP NasDem tetap bertahan dengan pola komando yang memicu migrasi kader, ataukah langkah evaluasi total akan diambil sebelum kapal NasDem di Sulawesi Utara benar-benar karam?

​Satu hal yang pasti, publik Sulawesi Utara sedang menyaksikan babak penentuan dari masa depan Partai NasDem di daerah ini.

Penegakan hukum atas dugaan pemalsuan dokumen pertanahan SHM 631/Kel. Molas dan Surat Ukur Nomor 16/MOLAS/2002 di Sulawe...
29/09/2026

Penegakan hukum atas dugaan pemalsuan dokumen pertanahan SHM 631/Kel. Molas dan Surat Ukur Nomor 16/MOLAS/2002 di Sulawesi Utara kembali menyita perhatian publik.

​Berdasarkan SP2HP Ditreskrimum Polda Sulut tertanggal 19 Mei 2026, penyidik telah menetapkan SC T dan CA T sebagai tersangka pelanggaran Pasal 263 KUHP. Status penetapan tersangka ini juga telah diuji secara formal dan dinyatakan sah sepenuhnya oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Manado melalui penolakan seluruh permohonan Praperadilan tersangka.
​Secara Hukum Acara Pidana (KUHAP), putusan praperadilan bersifat final dan mengikat.

Namun, beredar perhatian publik terkait adanya upaya pengaduan masyarakat (Dumas) di tingkat pusat yang berpotensi menghambat proses pelimpahan berkas.

Praktisi hukum menekankan bahwa mekanisme administratif tidak sepatutnya membenturkan putusan peradilan (yudisial).
​Publik kini mendorong pengawasan melekat dari Komisi III DPR RI agar Ditreskrimum Polda Sulut dan Kejaksaan Tinggi segera menuntaskan pelimpahan Tahap II demi menjaga transparansi dan kepastian hukum.

Polemik SMAN 7 Manado, Alfon Pariaman: Masa Ekosistem Sekolah Mengalah dengan Mental "Perusak" Generasi, Hati-hati Janga...
29/09/2026

Polemik SMAN 7 Manado, Alfon Pariaman: Masa Ekosistem Sekolah Mengalah dengan Mental "Perusak" Generasi, Hati-hati Jangan Sampai Gubernur Turun Tangan!

​MANADO Polemik ancaman kekerasan antar-pelajar yang menyeret nama SMKN 2 dan SMAN 7 Manado kian meluas dan menyita perhatian publik. Ketakutan yang merambah hingga ke para orang tua muridsampai ada yang meminta anaknya pindah sekolah menandakan bahwa krisis keamanan di lingkungan pendidikan tersebut sudah berada pada taraf yang mengkhawatirkan.

​Aktivis sosial, Alfon Pariaman, kembali melontarkan sorotan tajam terkait sikap penanganan yang dinilai kurang tegas dan lambat dari pimpinan otoritas terkait. Menurutnya, sangat tidak masuk akal jika ekosistem pendidikan yang bertugas membentuk masa depan bangsa justru tunduk dan mengalah pada ulah oknum-oknum bermental perusak.

​"Masa ekosistem sekolah harus mengalah dengan mental 'perusak' generasi? Ini logika yang keliru. Ketika sekolah hanya bisa meliburkan siswa atau terkesan pasif saat orang tua ketakutan, itu artinya kita memberikan panggung kemenangan kepada para perusuh," tegas Alfon dengan nada keras.

​Ia mengingatkan para pemangku kepentingan di tingkat Dinas Pendidikan dan instansi sekolah untuk segera mengambil langkah nyata, terukur, dan berdampak. Alfon juga memberi peringatan keras agar penanganan masalah ini tidak ditarik-tarik hingga tingkat pimpinan daerah akibat ketidakmampuan pejabat di bawahnya.

​"Hati-hati, jangan sampai isu ini berlarut-larut dan membuat Gubernur turun tangan langsung untuk membereskan ketidaktegasan pejabat di bawahnya! Pendidikan di Sulawesi Utara harus dijaga kemurnian dan keamanannya dari aksi premanisme," tambahnya.

​Guna menyelesaikan polemik ini secara tuntas, Alfon mendesak beberapa tindakan darurat:

​Jaminan Keamanan Mutlak di Sekolah: Pihak sekolah dan aparatur kepolisian wajib hadir secara nyata di lapangan untuk menggaransi rasa aman para siswa dan orang tua.

​Sanksi dan Tindakan Hukum Tanpa Pandang Bulu: Oknum-oknum provokator dan pelaku ancaman kekerasan harus ditindak tegas secara hukum demi efek jera, bukan sekadar imbauan verbal.
​Evaluasi Manajemen Krisis Sekolah: Kepala sekolah dan jajaran dinas terkait harus membuktikan kapasitas kepemimpinannya dalam menyelesaikan ancaman keamanan tanpa merugikan hak belajar siswa.

​Jika penanganan tetap lambat dan berbelit-belit, keresahan masyarakat dikhawatirkan akan memicu krisis kepercayaan yang lebih luas terhadap tata kelola pendidikan di daerah.

Address

Hong Kong

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when HOT SULUT posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share