01/07/2026
PENDETA JANGAN MENGUKUR KEROHANIAN JEMAAT DARI BESARNYA PERSEMBAHAN
Ada sesuatu yang perlu direnungkan ketika mimbar lebih sering dipakai untuk menegur soal uang daripada mengarahkan hati kepada Kristus.
Tidak sedikit jemaat p**ang dengan hati yang terluka, bukan karena Firman menegur dosanya, tetapi karena merasa dipaksa, disindir, atau dihakimi hanya karena belum mampu memberi seperti yang diharapkan.
Padahal setiap jemaat datang membawa pergumulannya masing-masing.
Ada yang baru kehilangan pekerjaan. Ada yang sedang berjuang membayar biaya sekolah anak. Ada yang menahan lapar demi keluarganya. Ada yang diam-diam menangis karena kebutuhan hidup semakin berat.
Kita tidak selalu tahu beban yang mereka pikul.
Karena itu, seorang gembala dipanggil untuk memahami keadaan domba-dombanya, bukan terburu-buru menghakimi isi amplop mereka.
Alkitab mengajarkan bahwa memberi adalah bagian dari penyembahan. Namun penyembahan yang sejati tidak pernah lahir dari rasa takut, tekanan, atau rasa malu. Tuhan menghendaki hati yang rela, sebab "Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita" (2 Korintus 9:7).
Jika jemaat belum mengerti tentang memberi, ajarlah dengan Firman. Jika mereka masih bergumul, dampingilah dengan kasih. Jika iman mereka masih lemah, kuatkanlah dengan doa.
Jangan sampai mimbar berubah menjadi tempat yang membuat orang takut datang ke gereja hanya karena merasa akan ditekan soal uang.
Yang lebih menyedihkan bukanlah ketika persembahan berkurang, tetapi ketika kasih mulai berkurang di dalam pelayanan.
Seorang gembala sejati akan lebih gelisah melihat jemaat hidup dalam dosa daripada melihat persembahan yang sedikit. Ia akan lebih sibuk membawa jiwa mendekat kepada Kristus daripada menghitung siapa yang sudah memberi dan siapa yang belum.
Pelayanan bukan dibangun di atas paksaan, melainkan di atas kasih. Dan ketika kasih tetap menjadi dasar, jemaat tidak hanya belajar memberi uang, tetapi juga belajar memberikan seluruh hidupnya bagi Tuhan.
Mimbar adalah tempat menyampaikan kebenaran. Bukan tempat melampiaskan kekecewaan karena persembahan tidak memenuhi harapan. (YS)