31/03/2026
Kepemimpinan Bupati Rokan Hilir Disorot, Masyarakat Nilai Terjadi Kemunduran di Berbagai Sektor
Rokan Hilir – Gelombang kekecewaan terhadap kepemimpinan Bupati Rokan Hilir, H. Bistamam bersama Wakil Bupati Jhoni Carles, kian menguat. Sejumlah kalangan masyarakat secara terbuka menilai bahwa dalam periode kepemimpinan saat ini, Rokan Hilir justru mengalami kemunduran di berbagai sektor strategis.
Kritik paling mencolok tertuju pada mandeknya pembangunan daerah. Berbagai program yang sebelumnya digadang-gadang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi dinilai tidak berjalan maksimal, bahkan cenderung stagnan tanpa arah yang jelas.
Di sisi lain, kebijakan yang menyentuh masyarakat kecil justru menuai polemik. Sejumlah kasus penggusuran dinilai tidak berpihak kepada rakyat kecil dan terkesan mengabaikan aspek kemanusiaan, sehingga memicu keresahan dan ketidakpercayaan publik terhadap pemerintah daerah.
Situasi di internal pemerintahan pun tak luput dari sorotan. Berbagai persoalan yang berkembang disebut-sebut telah menjadi “rahasia umum”, mencerminkan lemahnya tata kelola serta buruknya koordinasi antar lembaga di lingkungan pemerintah daerah.
Permasalahan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) juga menjadi indikator lain yang memperkuat penilaian negatif publik. Alih-alih menjadi motor penggerak ekonomi daerah, BUMD justru dinilai belum mampu menunjukkan kinerja yang signifikan dan masih dibayangi berbagai persoalan internal.
Dampak dari kondisi tersebut mulai dirasakan langsung oleh masyarakat. Perekonomian daerah dinilai lesu, sementara di sektor ketenagakerjaan, sejumlah pekerja harus dirumahkan tanpa kejelasan, memperburuk kondisi sosial ekonomi warga.
Kekecewaan juga datang dari kalangan aparatur sipil negara. Hingga saat ini, Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) dan Tunjangan Hari Raya (THR) dilaporkan belum dibayarkan, memicu keresahan di kalangan pegawai yang selama ini menjadi tulang punggung pelayanan publik.
Akumulasi berbagai persoalan ini memperkuat persepsi publik bahwa arah kepemimpinan saat ini dinilai tidak mampu menjawab kebutuhan masyarakat.