Harian Pagi Rakyat Aceh

Harian Pagi Rakyat Aceh Spirit Baru Membangun Nanggroe
Pemasangan Iklan : WA 085277859252

04/05/2026

Jemaah haji Aceh kelompok terbang (kloter) 1 dijadwalkan masuk ke Asrama Haji Embarkasi Banda Aceh (BTJ) pada Selasa, 5 Mei 2026, pukul 07.00 WIB.

Kloter pertama ini menjadi rombongan perdana yang memulai rangkaian keberangkatan haji dari Tanah Rencong tahun ini.

Ketua Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Banda Aceh yang juga Plt. Kepala Kanwil Kementerian Haji dan Umrah Aceh, Drs. H. Arijal, M.Si, mengatakan kloter 1 terdiri atas 387 jemaah haji dan enam petugas pendamping.

“Secara keseluruhan, jumlah jemaah haji Aceh tahun ini sebanyak 5.426 orang yang terbagi dalam 14 kloter. Insyaallah besok kloter pertama sudah masuk asrama, yang berasal dari Banda Aceh dan Aceh Besar,” ujar Arijal dalam konferensi pers di Media Center Embarkasi Banda Aceh 1447 H/2026 M, Senin (4/5).

Ia menjelaskan, kloter pertama termasuk dalam gelombang pertama yang akan diberangkatkan menuju Madinah. Sementara kloter berikutnya, mulai dari kloter 2 hingga kloter 14, tergabung dalam gelombang kedua yang akan langsung mendarat di Mekkah.

“Untuk kloter 1, jemaah akan masuk gelombang pertama dan turun di Madinah. Sedangkan kloter selanjutnya akan masuk gelombang kedua dengan tujuan langsung ke Mekkah,” jelasnya.

Arijal menambahkan, rombongan kloter pertama dijadwalkan lepas landas dari Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda (SIM), Aceh Besar, menggunakan maskapai Garuda Indonesia pada Rabu (6/5) sekitar pukul 01.05 WIB dan diperkirakan tiba di Madinah pukul 05.30 waktu Arab Saudi.

Sementara itu, Wakil Gubernur Aceh yang juga Wakil Koordinator PPIH Embarkasi Banda Aceh, Fadhlullah atau Dek Fadh, berharap seluruh jemaah haji Aceh dapat menjalankan ibadah dengan lancar serta mendapatkan pelayanan terbaik dari petugas.

“Kita doakan seluruh jemaah mendapatkan pelayanan yang baik, bisa menjalankan ibadah dengan nyaman dan aman, serta kembali ke Tanah Air dengan selamat dan memperoleh haji yang mabrur,” ujarnya.

Rakyat Aceh | Jantho – Warga Gampong Lampineung, Kecamatan Baitussalam, Kabupaten Aceh Besar, diresahkan oleh maraknya a...
04/05/2026

Rakyat Aceh | Jantho – Warga Gampong Lampineung, Kecamatan Baitussalam, Kabupaten Aceh Besar, diresahkan oleh maraknya aksi pencurian yang menyasar permukiman penduduk pada Senin (4/5/2026) dini hari. Kejadian tersebut menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat karena berlangsung dalam waktu hampir bersamaan dan menyasar banyak rumah warga.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, dalam satu malam sedikitnya hampir 10 rumah dan warung milik warga menjadi target pelaku. Modus yang digunakan diduga dengan cara mencongkel pintu dan jendela rumah saat penghuni sedang terlelap.

Setelah berhasil masuk, pelaku kemudian mengobrak-abrik lemari serta sudut rumah lainnya untuk mencari barang berharga seperti uang tunai, perhiasan, maupun barang elektronik dan handphone.

Sejumlah warga juga mengungkapkan bahwa aksi pelaku sempat terekam kamera pengawas (CCTV) milik salah satu rumah. Dalam rekaman tersebut terlihat seorang pria menggunakan senter yang dipasang di kepala, mengenakan celana pendek tanpa baju, masuk ke pekarangan rumah warga sambil memantau situasi sekitar. Meski demikian, dalam rekaman itu pelaku tidak terlihat masuk ke dalam rumah tersebut.

Menanggapi kondisi ini, Anggota DPRK Aceh Besar, Zulfikar Aziz, mendesak pihak kepolisian, khususnya Polsek Baitussalam, untuk segera meningkatkan pengamanan di wilayah tersebut. Ia meminta agar patroli rutin ditingkatkan, terutama pada jam-jam rawan, guna memberikan rasa aman kepada masyarakat.

“Ini sudah sangat meresahkan. Polsek harus segera turun tangan untuk mengatasi persoalan ini. Aparatur gampong juga perlu mengaktifkan kembali pageu gampong sebagai bentuk pengamanan berbasis masyarakat,” ujarnya.

Selain itu, ia juga mendesak perangkat gampong untuk segera melaporkan setiap kejadian ke Polsek terdekat agar penanganan dapat dilakukan dengan cepat dan terkoordinasi. Menurutnya, langkah responsif dari aparatur gampong sangat penting dalam mencegah meluasnya aksi kriminal di lingkungan masyarakat.

Ia turut menekankan pentingnya memperkuat sistem pageu gampong melalui penguatan aturan dan kelembagaan, serta didukung oleh sarana dan prasarana yang memadai seperti pemasangan portal dan kamera pengawas (CCTV) di titik-titik strategis.

Zulfikar juga menyebutkan bahwa berdasarkan informasi yang diterimanya, aksi serupa turut terjadi di beberapa gampong lain, seperti Lambuy dan Miruek, sehingga perlu penanganan serius secara menyeluruh. " Dua minggu lalu hampir 12 runah warga Miruek di bobol maling juga," ujarnya.

Ia mengimbau masyarakat agar tetap waspada serta segera melaporkan setiap kejadian mencurigakan kepada pihak kepolisian. Menurutnya, kerja sama antara warga dan aparat sangat penting untuk mencegah kejadian serupa terulang dan menjaga keamanan lingkungan tetap kondusif.(*)

03/05/2026

Warga Jonggol, Kabupaten Bogor, baru-baru ini dikejutkan oleh pemandangan langit yang unik—gumpalan awan dengan semburat warna-warni mirip pelangi. Meski sempat memicu kekhawatiran akan cuaca ekstrem, BMKG memastikan bahwa fenomena ini adalah gejala optik atmosfer yang lumrah.

​Mengapa Bisa Terjadi?
​Warna-warni tersebut muncul akibat pembiasan cahaya matahari oleh butiran air di udara, baik dari sisa hujan maupun hujan yang tengah berlangsung di wilayah sekitar.

​Penyebab Bentuk Unik: Pelangi tampak tidak utuh dan seolah menyatu dengan awan karena tertutup oleh awan jenis Towering Cumulus yang sedang tumbuh di lokasi tersebut.

​Bukan Sinyal Bahaya: BMKG menegaskan fenomena ini bukan pertanda badai besar. Ini hanyalah indikasi adanya aktivitas pembentukan awan hujan secara lokal.

​Imbauan untuk Warga
​Meski menakjubkan dan viral di media sosial, masyarakat diminta tetap tenang namun waspada. Munculnya fenomena ini menandakan potensi hujan masih bisa terjadi di sekitar wilayah tersebut, meskipun cuaca di lokasi pengamatan terpantau cerah.

02/05/2026

Rakyat Aceh | Bireuen - Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah, SE melakukan silaturrahmi dengan Muhammad Ali bin Abdul Muthaleb yang dikenal sebagai Abu Paya Pasi, Imam Besar Masjid Raya Baiturrahman, di Masjid Al-Falah, Gampong Namploh, Kecamatan Samalanga, Kabupaten Bireuen, Jumat (1/5/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Wakil Gubernur Aceh turut melaksanakan Shalat Jumat berjamaah bersama masyarakat di Masjid Al-Falah.

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya mempererat hubungan antara umara dan ulama dalam mendukung pembangunan Aceh yang berlandaskan nilai-nilai keislaman.

Dalam suasana penuh kehangatan, silaturrahmi berlangsung dengan dialog yang membahas peran ulama dalam menjaga harmoni sosial serta memperkuat nilai-nilai keagamaan di tengah masyarakat.

Wakil Gubernur Aceh menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah dan ulama sebagai pilar utama dalam membangun Aceh yang damai, religius, dan berkelanjutan.

“Peran ulama sangat strategis dalam membimbing masyarakat, sekaligus menjadi mitra pemerintah dalam menjaga nilai-nilai keislaman serta memperkuat persatuan di tengah kehidupan sosial,” ujar Wakil Gubernur.

01/05/2026
30/04/2026

HARRISBURG – Komunitas perantau Aceh yang tergabung dalam Aceh Community Center (ACC) Harrisburg, Pennsylvania, resmi membeli sebuah bangunan bekas gereja Methodist untuk dialihfungsikan menjadi Meunasah Aceh. Proses pemindahan kepemilikan rampung pada Selasa (28/4/2026) waktu setempat.


Meunasah ini akan berfungsi sebagai tempat ibadah, pusat kebersamaan umat, dan ruang penguat persaudaraan bagi warga Aceh serta Indonesia di Amerika.


Presiden ACC, Musdar Arsyad, menegaskan bahwa pencapaian ini adalah hasil doa dan donasi bersama, bukan milik individu atau kelompok tertentu.

Keberhasilan ini turut didorong oleh kekompakan diaspora Indonesia, termasuk dukungan signifikan dari pengusaha asal Aceh, Teuku Malik dan Tiwi Wijaya.

Langkah ini menjadi sejarah baru bagi masyarakat Aceh di Pennsylvania dalam menjaga identitas budaya dan agama di tanah rantau.

28/04/2026

Banda Aceh – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Banda Aceh menyebutkan saat ini hanya terdapat enam tempat penitipan anak (TPA) atau daycare yang memiliki izin operasional resmi di Kota Banda Aceh. Sementara itu, seluruh TPA lainnya yang beroperasi tanpa izin dinyatakan ilegal.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Banda Aceh, Sulaiman Bakri, mengatakan keenam TPA atau daycare tersebut telah memenuhi persyaratan administrasi dan memperoleh rekomendasi resmi dari instansi terkait.

"Untuk saat ini ada enam TPA yang kita rekomendasikan dan telah melengkapi syarat-syarat administrasi. Jadi ada enam TPA di Kota Banda Aceh yang resmi beroperasi. Yang lain sampai sekarang ilegal semua," ujar Sulaiman dalam konferensi pers di Banda Aceh, Selasa (28/4).

Ia menegaskan, pemerintah kota akan menutup seluruh daycare atau TPA yang tidak memiliki izin operasional, termasuk lembaga yang saat ini menjadi sorotan publik akibat dugaan kasus kekerasan terhadap anak.

"Saya ingin menyampaikan bahwa untuk daycare atau TPA yang bermasalah ini akan ditutup. Sedangkan untuk TPA-TPA lain yang tidak mempunyai izin, kita akan tutup semuanya," tegasnya.

Menurutnya, pemerintah sebelumnya telah beberapa kali memberikan imbauan kepada masyarakat dan pemilik usaha agar mengurus perizinan sesuai ketentuan. Namun, masih ditemukan sejumlah tempat penitipan anak yang beroperasi tanpa izin, terutama yang berada di lokasi-lokasi yang sulit terjangkau pengawasan.

"Sudah beberapa kali kita lakukan imbauan. Ada tempat-tempat yang tidak bisa kita jangkau karena tidak berada di jalan utama, ada yang masuk lorong atau kawasan permukiman. Ini yang menjadi kendala bagi kita dalam pengawasan," jelasnya.

Karena itu, Sulaiman mengajak masyarakat untuk berperan aktif melaporkan keberadaan daycare yang tidak memiliki izin operasional agar dapat segera ditindaklanjuti.

"Mudah-mudahan dengan keterlibatan masyarakat untuk memberi informasi kepada kami, ini akan menjadi bagian penting bagi kami untuk menutup secara permanen tempat penitipan anak yang tidak memiliki izin," katanya.

Ia juga menambahkan, penertiban terhadap daycare ilegal akan dilakukan melalui koordinasi dengan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan instansi terkait lainnya.

"Nanti kami akan berkoordinasi dengan pihak Satpol PP dan pihak terkait untuk menertibkan semua yang tidak punya izin atau ilegal," ujarnya.

Adapun enam tempat penitipan anak (TPA) atau daycare yang saat ini tercatat memiliki izin operasional resmi di Kota Banda Aceh di antaranya:
1. TPA Annisa Arfah, beralamat di Jalan Chik Dipineung Raya Lorong Rukun Warisan Nomor 45 A
2. TPA Islam Al-Azhar Cairo, beralamat di Jalan Mutiara, Lamgugob
3. PAUD Cerdas Ceria, beralamat di Jalan T. ADB Rahman, Meunasah Meugap
4. TPA Islam Bustan As Sofa, beralamat di Jalan Prada Utama Lorong Mushalla Nomor 1
5. TPA Cinta Ananda, beralamat di Jalan Tgk. Chik Dipineung Raya Nomor 49
6. TPA Kiddy Kid Center, beralamat di Jalan Tgk. Blang Chiep. (sep)

28/04/2026

Bekasi - Jumlah korban luka akibat tabrakan kereta antara Commuter Line dengan Kereta Api Jarak Jauh Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur bertambah. Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, mengatakan bahwa jumlah korban yang dievakuasi ke rumah sakit telah mencapai sebanyak 74 orang.

"Posisi terakhir 59 (korban luka) dirawat di RSUD, 12 RS Primaya, dan 3 di RS Bela," kata Tri, Selasa dini hari, 28 April 2026.

Tri menambahkan, sebanyak empat korban meninggal dunia telah dievakuasi ke dua rumah sakit yang berbeda. "Di RSUD tiga (korban tewas) dan RS Bela satu (jenazah)," ujar Tri, Selasa, 28 April 2026.

Vice President Corporate Communications KAI, Anne Purba, mengatakan bahwa seluruh korban penumpang Argo Bromo Anggrek dinyatakan selamat. Sementara itu, korban luka-luka dalam peristiwa tersebut merupakan penumpang CommuterLine.

27/04/2026

Menurut seorang pejabat AS dan dua sumber yang mengetahui pembahasan tersebut, proposal Iran berisi tawaran untuk membuka kembali Selat Hormuz serta mengakhiri perang lebih dulu. Sementara itu, negosiasi soal nuklir akan ditunda ke tahap berikutnya.

Strategi ini disebut-sebut sebagai upaya 'memotong jalur rumit' dalam perundingan, mengingat kepemimpinan Iran sendiri masih terpecah soal sejauh mana konsesi nuklir bisa diberikan.

Jika disetujui, skema ini akan memperpanjang gencatan senjata dalam jangka panjang, bahkan membuka peluang penghentian perang secara permanen.

Kunjungi Harian Rakyatrakyataceh.com Dapatkan berita Menarik lainnya

25/04/2026

Rakyat Aceh | Banda Aceh – Suara sirene peringatan dini bencana akan terdengar di sejumlah wilayah di Kota Banda Aceh pada Minggu, 26 April 2026, pukul 10.00 WIB. Masyarakat diimbau tidak panik karena bunyi sirene tersebut merupakan bagian dari simulasi bencana banjir dalam rangka peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) 2026.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Banda Aceh, C. Ahmad Putra, ST, M.Si, mengatakan pembunyian sirene akan dilakukan secara serentak di seluruh Indonesia sebagai bentuk latihan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana.

“Dalam rangka menyambut HKB 2026 yang akan dilaksanakan di Kota Banda Aceh tanggal 26 April 2026, maka tepat jam 10.00 WIB akan ada pembunyian Sirine Early Warning System (EWS) yang akan dipusatkan di Kecamatan Baiturrahman, tepatnya di depan Kantor Camat Baiturrahman, serta di Jalan T. Daud Beureueh, kawasan Car Free Day (CFD) Banda Aceh,” ujarnya kepada Harian Rakyat Aceh, Jum'at (24/3).

25/04/2026

Medan - Aksi nekat "rayap besi" di kawasan Tanjung Mulia Hilir, Medan Deli, berakhir di tangan kepolisian. Pelaku diringkus setelah kedapatan menghancurkan kijing makam warga demi mengambil besi tulangan di dalamnya untuk dijual seharga Rp15.000, (Jum'at 24/4/2026).

​Perbuatan tak manusiawi ini memicu kemarahan besar warga dan ahli waris yang mendapati makam nenek hingga kerabat mereka dalam kondisi hancur berantakan. Para pelaku sengaja memecahkan beton makam hanya untuk mengincar besi kiloan yang tertanam di sana demi keuntungan pribadi yang tak seberapa.
​Aksi ini dinilai sangat keterlaluan karena tidak hanya menimbulkan kerugian materi, tetapi juga merusak kehormatan tempat peristirahatan terakhir. Beruntung, pihak kepolisian bergerak cepat mengamankan pelaku guna meredam keresahan warga dan mempertanggungjawabkan perbuatannya yang telah melukai rasa kemanusiaan tersebut.

Address

Jalan Sultan Malikul Saleh, Lhong Raya, Kec. Banda Raya, Kota Banda Aceh
Banda Aceh
23117

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Harian Pagi Rakyat Aceh posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share