01/09/2026
Kasus HIV/AIDS di Kota Banda Aceh mencapai 931 kasus secara kumulatif sejak 2008 hingga Juli 2026. Dari jumlah tersebut, sebanyak 56 kasus merupakan kasus baru yang terkonfirmasi sepanjang Januari-Juli 2026.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh Wahyudi mengatakan, dari 929 kasus yang terdata, sekitar 21 persen merupakan warga Banda Aceh. Sedangkan 79 persen lainnya merupakan warga luar daerah yang mendapatkan layanan kesehatan atau terdata di wilayah Banda Aceh.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh, Supriadi, mengatakan kasus baru tersebut didominasi laki-laki. Dari 56 kasus, sebanyak 53 orang atau sekitar 95 persen merupakan laki-laki, sedangkan perempuan tiga orang atau sekitar lima persen.
Berdasarkan kelompok usia, kasus baru paling banyak ditemukan pada rentang 21-30 tahun dengan 21 kasus. Kemudian usia 31-40 tahun sebanyak 20 kasus dan usia 11-20 tahun sebanyak delapan kasus.
Sementara itu, empat kasus ditemukan pada kelompok usia 41-50 tahun, dua kasus pada usia 51-60 tahun dan satu kasus pada kelompok usia di atas 61 tahun. Tidak ditemukan kasus baru pada kelompok usia 0-10 tahun.
Secara kumulatif, kelompok usia 21-30 tahun juga menjadi kelompok dengan jumlah kasus HIV/AIDS terbanyak sejak 2008, yakni 414 kasus. Selanjutnya usia 31-40 tahun sebanyak 274 kasus, 41-50 tahun 94 kasus, 11-20 tahun 66 kasus, 51-60 tahun 39 kasus, 0-10 tahun 34 kasus dan di atas 61 tahun sebanyak 10 kasus.
“Dari sisi faktor risiko, data kumulatif menunjukkan kasus HIV/AIDS paling banyak terkait hubungan seksual sesama jenis (LSL/gay), yakni 684 kasus atau sekitar 73 persen,” kata Supriadi, Rabu, 26 Agustus 2026.
Selain itu, hubungan seksual berisiko lainnya tercatat sebanyak 133 kasus atau 14 persen. Kemudian penggunaan narkotika suntik sebanyak 30 kasus atau tiga persen, transfusi darah tujuh kasus atau satu persen, serta faktor lainnya atau tidak diketahui sebanyak 77 kasus atau delapan persen.
Supriadi menyebutkan jumlah kasus baru sempat mencapai angka tertinggi pada 2024 dengan 149 kasus. Angka tersebut kemudian turun menjadi 116 kasus pada 2025.
Selengkapnya di ajnn.net & nukilan.id