18/06/2026
Jakarta - Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid, menegaskan, keberhasilan implementasi Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) menjadi salah satu contoh nyata interoperabilitas digital yang dapat memperkuat integrasi ekonomi digital di kawasan ASEAN.
Hal tersebut disampaikan Meutya dalam Indonesia Summit 2026 di Jakarta, Rabu (17/6/2026), saat memaparkan peluang dan strategi transformasi digital Indonesia menuju penguatan ekonomi digital regional.
Menurut Meutya, Indonesia memiliki posisi strategis sebagai penggerak ekonomi digital ASEAN karena didukung populasi besar, tingkat penetrasi internet yang tinggi, serta ekosistem digital yang terus berkembang.
“Ekonomi digital Indonesia saat ini bernilai sekitar 100 miliar dolar AS dan menjadi yang terbesar di ASEAN. Salah satu keberhasilan yang telah kita bangun adalah QRIS sebagai infrastruktur publik digital yang tidak hanya mempercepat inklusi keuangan di dalam negeri, tetapi juga mulai diadopsi di berbagai negara,” ujar Menkomdigi.
Meutya menjelaskan, QRIS menunjukkan bagaimana interoperabilitas dapat berjalan efektif antarnegara. Model tersebut dinilai dapat menjadi acuan dalam pengembangan kerja sama digital yang lebih luas di kawasan ASEAN.
“QRIS adalah contoh di mana interoperabilitas berjalan dengan baik di antara negara-negara ASEAN. Jika model seperti ini dapat diperluas ke sektor digital lainnya, maka posisi ASEAN sebagai kawasan ekonomi digital yang kuat akan semakin meningkat,” katanya.
Baca lengkapnya di: acehmediacenter.com