Clicky

Island durian aceh

Island durian aceh Media

Operating as usual

Diduga Menggelapkan Toyota Milik Anggota DPRK, Seorang IRT di Tangkap di PidieSigli | Seorang Ibu Rumah Tangga (IRT), YT...
22/06/2022

Diduga Menggelapkan Toyota Milik Anggota DPRK, Seorang IRT di Tangkap di Pidie

Sigli | Seorang Ibu Rumah Tangga (IRT), YT (38) warga Gampong Benteng, Kecamatan Kota Sigli, Pidie ditangkap karena diduga menggelapkan Toyota Innova BL 1918 AD yang diketahui milik Muhammad, anggota DPRK Pidie.

Kapolres Pidie melalui Kasat Reskrim Iptu Muhammad Rizal, Rabu (22/6/2022) menyebutkan, YT diciduk polisi di salah satu warkop di Jalan Keunire, Kecamatan Pidie, Kabupaten Pidie.

"Penyidik telah melakukan upaya penyelesaian perkara di luar pengadilan (Restorative Justice-red), tapi gagal," ujar Muhammad Rizal.

Muhammad sebelumnya melaporkan YT ke polisi karena merasa Toyota Innova itu dijual tanpa sepengetahuannya.

YT menjual mobil tersebut Rp 265 juta dengan dalih uang dari hasil penjualan kendaraan tersebut digunakan untuk melunasi utang-piutang Muhammad dengan tersangka YT.

"Tersangka masih dalam pemeriksaan penyidik Reskrim Polres Pidie," terang kasat.

Polisi juga telah menyita sejumlah barang bukti dalam kasus tersebut, satu unit mobil jenis Toyota Innova Tahun 2016, dengan nomor polisi BL 1918 AD beserta dua kunci mobil

Sumber : acehkini.co

Uang sebesar Rp 320 juta yang merupakan dana operasional Dayah MUDI Samalanga, Bireuen yang baru saja diambil dari BSI S...
22/06/2022

Uang sebesar Rp 320 juta yang merupakan dana operasional Dayah MUDI Samalanga, Bireuen yang baru saja diambil dari BSI Samalanga, Bireuen dirampok di Bireuen sekitar pukul 10.45 WIB, Rabu (22/06/2022).

Perampokan terjadi, setelah pelaku memecahkan kaca mobil Kijang Innova milik
Dayah MUDI.

Informasi diperoleh Serambinews.com, uang sebesar Rp 320 juta diambil dari BSI Samalanga, Bireuen oleh Supriadi S Sos selaku bendahara MUDI menggunakan Toyota Kijang warna hitam.

Setelah itu, korban karena buru-buru pergi ke Bireuen hendak ke Grapari tidak sempat singgah lagi ke dayah.

Uang kontan Rp 320 juta diletakkan di bagian alas kaki depan atau samping sopir.

Setiba di Bireuen, korban menghubungi Tgk Nainunis MA, salah seorang unsur pimpinan dayah karena ada hal yang dibicarakan.

Supriadi dengan kendaraan Kijang warna hitam BL 1258 ZP memarkirkan kendaraan di depan Meunasah Kulah Batee, Bandar, Bireuen.

Korban kemudian bertemu Tgk Nainunis yang datang dengan kendaraaan Honda Jazz.

Selanjutnya keduanya minum di salah satu café depan Meunasah Kulah Batee.

Berselang 15 menit kemudian, keduanya ke luar dan terkejut melihat kaca samping sebelah kiri sudah pecah dan uang sudah tidak lagi.

Melihat kondisi demikian, Supriadi maupun Tgk Nainunis nyaris pingsan.

Tgk Nainunis kepada Serambinews.com mengatakan, setelah melihat kaca mobil sudah pecah dan uang operasional dayah tidak ada lagi, ia segera menghubungi salah seorang anggota Intel Polsek Samalanga.

“Kebetulan saya kenal dan akrab dan saya langsung menghubungi seorang anggota
Polsek Samalanga, dari Samalanga melaporkan ke Polsek Kota Juang dan ke Polres Bireuen,” ujar Tgk Nainunis.

Supriadi selaku orang yang mengambil uang dan menyimpan uang dalam mobil shock berat,
Ia terlihat sangat gelisah duduk di musala Kulah Batee.

Amatan Serambinews.com, sebagian kaca mobil jatuh ke dalam dan sebagian kaca juga jatuh ke samping.

Sejumlah anggota Polsek Kota Juang, Polres Bireuen berada di lokasi sedang melihat kejadian
tersebut, sekaligus memintai keterangan beberapa saksi mata.

sumber: serambi News

Wanita Muda di Aceh Nekat Curi Emas Demi Beli iPhone dan LiburanSeorang wanita cantik, LAA (27) warga salah satu gampong...
22/06/2022

Wanita Muda di Aceh Nekat Curi Emas Demi Beli iPhone dan Liburan

Seorang wanita cantik, LAA (27) warga salah satu gampong di Aceh Besar harus berurusan dengan pihak kepolisian. Dimana LAA telah melakukan pencurian barang berharga berupa emas milik Putri Damayanti, (21) Warga Neusu Jaya, Banda Aceh, di sebuah rumah kost Kampung Baru, Banda Aceh, Rabu (15/6/2022).

Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Joko Krisdiyanto, S*K melalui Kasatreskrim Kompol M Ryan Citra Yudha, S*K mengatakan, pencurian yang dilakukan oleh pelaku dengan alasan faktor ekonomi.

Kompol Ryan menjelaskan, pencurian barang berharga yang dilakukan oleh pelaku berupa satu gelang emas dengan berat 3 mayam, satu kalung emas dengan berat 3 mayam, dan satu cincin emas dengan berat 2 mayam.

Jadi untuk semua barang dari hasil kejahatan yang dilakukan oleh LAA, sudah di jual kepada orang lain, dimana uang dari hasil penjualan itu dipergunakan untuk membeli HP, biaya liburan dan untuk kebutuhan sehari – hari, sebut Kasatreskrim.

Kompol M Ryan menjelaskan tentang kejadian, pada saat korban baru tiba dari tempat bekerja, ianya menuju ke kamar dan membuka lemari, dimana barang berharga disimpan ditempat tersebut.

“Disaat melihat barang berharga yang diletakkan dalam kotak telah raib, korban pun bergegas melaporkan ke Polresta Banda Aceh sesuai dengan Laporan Polisi Nomor LP-B/303/VI/2022/SPKT/Polresta Banda Aceh dengan kerugian sebesar Rp. 22,6 juta,” kata Kasatreskrim lagi.

Setelah dilakukan olah TKP, didapatkan bukti – bukti otentik diantaranya sidik jari oleh Innafis Satreskrim Polresta Banda Aceh dan kemudian mencocokkan data sehingga tertuju pada pelaku.

Nah, dari hasil penjualan hasil curian, pelaku LAA membelikan dua unit HP jenis Iphone XR yang dipergunakan oleh pelaku sendiri serta memberikan kepada pacarnya satu unit HP. Selain itu, biaya selama liburan ke Takengon, Aceh Tengah juga mempergunakan uang dari penjualan barang curiannya serta biaya kehidupan sehari – hari, tutur Kompol Ryan.

sumber : kumparan news

Pemerintah Bakal Tarik Biaya Akses NIK Rp1.000Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah berencana menerapkan tarif Rp1.000 se...
14/04/2022

Pemerintah Bakal Tarik Biaya Akses NIK Rp1.000

Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah berencana menerapkan tarif Rp1.000 setiap kali akses nomor induk kependudukan (NIK) di database kependudukan. Dirjen Kependudukan dan Catatan Sipil Kemendagri Zudan Arif Fakrulloh menyebut aturan akan berlaku bagi lembaga pengguna database kependudukan.
Biaya juga akan dikenakan jika suatu lembaga mengakses unsur data kependudukan lain. Detail biaya sedang dirumuskan dalam rancangan peraturan pemerintah penerimaan negara bukan pajak (RPP PNBP).

"Sudah disosialisasikan juga ke berbagai lembaga sesuai rapat terdahulu untuk akses NIK Rp1.000 per akses NIK," kata Zudan melalui pesan singkat, Rabu (13/4).

Zudan mengatakan selama ini biaya akses digratiskan. Pemerintah yang menanggung semua beban biaya itu lewat anggaran penerimaan dan belanja negara (APBN).

Selanjutnya, biaya akses akan diterapkan agar pemerintah memiliki dana untuk perawatan sistem data kependudukan. Selama ini, server data kependudukan belum pernah diperbaiki karena tak ada anggaran.

Zudan menyampaikan bahwa perangkat keras server data kependudukan sudah berusia sepuluh tahun dan sudah tidak punya garansi. Suku cadang perangkat keras itu pun sudah tak ada di pasaran.

"Memang sudah saatnya server-server ini diremajakan agar pelayanan publik menjadi lebih baik dan menjaga Pemilu Presiden dan Pilkada Serentak 2024 agar bisa berjalan baik dari sisi penyediaan daftar pemilih," tuturnya.

Sebelumnya, Zudan mengungkap server data kependudukan tak pernah diperbarui karena tak ada anggaran. Kemendagri sudah empat kali mengajukan anggaran, tetapi selalu ditolak Kementerian Keuangan.

Wakil Ketua Komisi II DPR Luqman Hakim juga menyoroti hal itu. Dia khawatir hal itu berdampak pada keamanan data penduduk Indonesia.

"Kita menghadapi ancaman serius mengenai data kependudukan. Hampir 200 juta data kependudukan yang tersimpan di data center Dukcapil Kementerian Dalam Negeri terancam hilang atau musnah," ungkapnya kepada CNNIndonesia.com, Selasa (12/4).

sumber: CNN Indonesia

Inilah uang baru kita indonesia. Apa komentar anda??
19/12/2016

Inilah uang baru kita indonesia.
Apa komentar anda??

SEULAWAH NAD AIRMungkin kita ada yang tidak tahu kalau pemerintah aceh dulu mempunyai maskapai penerbangan Seulawah NAD ...
04/11/2016

SEULAWAH NAD AIR
Mungkin kita ada yang tidak tahu kalau pemerintah aceh dulu mempunyai maskapai penerbangan Seulawah NAD Air. Ada nya maskapai ini Berawal dari keinginan pemerintah Aceh untuk mengulang kesuksesan dan kejayaan Maskapai yg menjadi bagian dari Kemerdekaan RI, setelah 54 tahun pembelian pesawat RI 001 Seulawah yang tinggal replikanya teronggok di Lapangan Blangpadang Banda Aceh, atau "bangkai" aslinya yang dipajang di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta, lahir kembali "Seulawah NAD Air," yang merupakan pengulangan sejarah.Maskapai penerbangan ini didirikan pada September 2002, tetapi mengakhiri penerbangannya pada 21 Maret 2003 karena masalah hutang….baru tw saya kalau aceh dulu nya pernah punya maskapai

ACEH DULU PUNYA 100 KAPAL PERANGDi ujung utara Ibu Kota Jakarta, tepatnya di kawasan kuno Pelabuhan Sunda Kelapa, berdir...
03/10/2016

ACEH DULU PUNYA 100 KAPAL PERANG

Di ujung utara Ibu Kota Jakarta, tepatnya di kawasan kuno Pelabuhan Sunda Kelapa, berdirilah Museum Maritim atau Museum Bahari. Salah satu obyek yang paling diminati pengunjung adalah lukisan Laksamana Malahayati, perempuan pejuang dari Kesultanan Aceh, di lantai dua. Konon, katanya, bagian matanya bisa melirik.
”Dari biasanya cuma 30 pengunjung per hari, melonjak jadi 200 pengunjung per hari. Saya sampai capek mengantar tamu ke atas melihat lukisan itu. Akhirnya lukisan itu saya sembunyikan saja,” kata Sukma, penjaga museum.

Malahayati menjadi Panglima Angkatan Perang kerajaan Aceh pada masa pemerintahan Sultan Al Mukammil (1589-1604). Ia mendapat kepercayaan menjadi orang nomor satu dalam meliter dari Sultan karena keberhasilannya memimpin pasukan wanita, Inong Bale.

Ia berasal dari keturunan sultan. Ayahnya, Mahmud Syah, seorang laksamana. Kakeknya dari garis ayah, juga seorang laksamana bernama Muhammad Said Syah putra Sultan Salahuddin Syah yang memerintah tahun 1530-1539. Sultan Salahhuddin sendiri putera Sultan Ibrahim Ali Mughayat Syah (1513-1530), pendiri kerajaan Aceh Darussalam. Dilihat dari asal keturunannya, darah meliter berasal dari kakeknya.

Pembentukan pasukan wanita yang semuanya janda yang disebut Armada Inong Bale itu merupakan ide

Malahayati. Maksud dari pembentukan pasukan wanita tersebut adalah agar para janda tersebut dapat menuntut balas kematian suaminya. Pasukan tersebut mempunyai benteng pertahahanan. Sisa–sisa pangkalan Bale Inong masih ada di Teluk Kreung Raya.
Dalam satu catatan, John Davis, nakhoda kapal Belanda yang mengunjungi Kerajaan Aceh pada masa Malahayati menjadi laksamana, melaporkan, Kerajaan Aceh pada masa itu mempunyai perlengkapan armada laut terdiri dari 100 kapal perang, beberapa di antaranya berkapasitas 400-500 penumpang.

Masa itu Kerajaan Aceh memiliki angkatan perang yang kuat. Selain memiliki armada laut, di darat ada pasukan gajah. Kapal-kapal tersebut bahkan juga ditempatkan di daerah-daerah kekuasaan Aceh diberbagai tempat. Kekuatan Keumalahayati mendapat ujian pertamakalinya ketika terjadi kontak senjata antara Aceh dengan pihak Belanda.

Pada 21 Juni 1599, dua kapal Belanda yang dipimpin dua bersaudara Coernelis de Houtman dan Federick de Houtman berlabuh dengan tenang di Aceh. Laksamana Malahayati menyerang kedua kapal tersebut. Dalam penyerangan itu, Cornelis de Houtman dan beberapa anak buahnya terbunuh. Sedangkan Federick de Houtman ditawan dan dijebloskan ke tahanan kerajaan Aceh.

Sesuatu yang menggegerkan bangsa Eropa dan terutama Belanda sekaligus menunjukkan kewibawaan Laksamana Keumalahayati ketika Mahkamah Amsterdam menjatuhkan hukuman denda kepada van Caerden sebesar 50.000 gulden yang harus dibayarkan kepada Aceh.

Uang sejumlah itu benar-benar dibayarkan kepada yang berhak. Denda tersebut adalah buntut tindakan Paulus van Caerden ketika datang ke Aceh memakai dua kapal, menenggelamkan kapal dagang Aceh serta merampas muatannya berupa lada, lalu pergi meninggalkan Aceh.

Peristiwa penting lainnya selama Malahayati menjadi Laksama adalah ketika ia mengirim tiga utusan ke Belanda, yaitu Abdoelhamid, Sri Muhammad dan Mir Hasan ke Belanda. Ketiganya merupakan duta-duta pertama dari sebuah kerajaan di Asia yang mengunjungi negeri Belanda.

Banyak cacatan orang asing tentang Malahayati. Kehebatannya memimpin sebuah angkatan perang ketiga itu diakui oleh negara di Eropa, Arab, China dan India.(VIVA.co.id)

03/10/2016

Kisi misi dan progran cagub 2017-2020. Moga kali ini jangan salah pilih.

Biodata cagub 2017-2020
03/10/2016

Biodata cagub 2017-2020

Tiba 11 tahun perdamaian Aceh R1/GAM, ternyata dunia maya (Media Sosial) terus berperang dengan bermacam opini, ini mena...
22/08/2016

Tiba 11 tahun perdamaian Aceh R1/GAM, ternyata dunia maya (Media Sosial) terus berperang dengan bermacam opini, ini menarik untuk kita ikuti.

Aceh memang nama yang tidak aseng bagi Indonesia, tampa Aceh maka tidak adalah Indonesia. Aceh sudah damai 11 tahun dengan Indonesia dan ini bukan hal baru perdamaian Aceh dangan Indoensia, tipu daya Indonesia dengan Aceh juga bukan hal baru bagi rakyat Aceh.

2016 memang Aceh beda dengan tahun2 sebelumnya, sekarang Aceh tidak seperti Aceh yang dulu, dulu Aceh dikenal dengan ke islamanya, keyajaanya dan kepahwalannya. 11 tahun perdamaian RI/GAM dalam dua hari ini terus telihat di dalam halaman Fecebook, twitte, dll yang di share dan terus di share oleh awak - awak media untuk menginfomasikan Aceh terkini, Aceh 2016 satu dekade lebih setelah damaian di negara 4 musim di Hilsinki sebuat kota Capital of Finland.

11 tahun perdamaian Aceh memang menjadi topik utama di media sosial banyak commentar dengan bermacam ragam, ada yang lucu, ada juga yang serius, ada juga yang marah-marah, memang aneh, media sosial ada keanehannya tersediri, yang berkommentar orang Aceh dan yang membalas kommentar orang Aceh juga, bagi penulis boleh disimpulkan dari keanehanya di media sosial.

Banyak pertanda dari kita semua yakin dengan ada perdamaian di Aceh, Aceh boleh membangun dan bisa berdiri sedirinya, memang generasi Aceh membutuhkan opini- opini yang mendidik dan yang bisa mendorong untuk kemajuan Aceh terkini, aceh terbaru dan Aceh yang diharapkan oleh orang Aceh.

Semua kita berharap semoga bisa dikanal lagi dengan ke islamanya, kejayaanny dan kepahlawannya.

meunan ile beuh***

Sumber : wareeh al-asyi

Tragis,,,,,Beginilah nasib Mertua Panglima GAM Teungku Abdullah SyafiiNasib Mertua Pangglima GAM     Namanya Puteh binti...
20/08/2016

Tragis,,,,,Beginilah nasib Mertua Panglima GAM Teungku Abdullah Syafii

Nasib Mertua Pangglima GAM

Namanya Puteh binti Abbas. Usianya sudah mencapai 75 tahun. Penampilannya lusuh dengan kulit mengeriput. Jalannya sudah tidak lagi kuat. Dia mengaku sudah lama diserang sakit pinggang. Kini, dua anaknya juga sakit-sakitan.
Perempuan yang beralamat di Gampong Blang Sukon, Mukim Cubo, Kecamatan Bandar Baru, Pidie Jaya tersebut adalah mertua dari mantan Panglima AGAM, Teungku Abdullah Syafiie, yang meninggal dunia pada sebuah kontak senjata di kawasan hutan Cubo, 22 Januari 2002.
Saat itu Panglima AGAM –juga disebut TNA, yang low profile itu terjebak kepungan TNI dari satuan Linud 330 yang dipimpin oleh Serka I Ketut Muliaskra.
“Jangankan kepada saya. Kepada Teungku saja mereka tidak peduli. Saat pusaranya hendak dipugar oleh salah seorang Bupati dari Aceh Jaya, GAM di sini (Pijay-red) menolak. Namun setelah disebutkan bahwa keinginan memugar itu karena hajat, barulah mereka menerima,” Kata Nek Teh dengan kalimat terbata-bata, Sabtu (30/5/2015)
Usai membuka percakapan, perempuan yang sempat menjadi sandaran ekonomi Abdullah Syafiie ketika sedang memperjuangkan ideologi Aceh Merdeka, mengajak penulis masuk ke sebuah gubuk yang dibangun dari kayu-kayu bekas.
Di dalam gubuk itu tidak ada perabotan mewah. sebuah dipan kayu dengan beralas tikar dan berkelambu lusuh, menjadi tempat tidur. Dapur sederhana di sudut rumah tanpa makanan mewah. Hanya nasi putih dan ikan asin.
“Rumah saya sudah dibakar oleh tentara Indonesia. Mereka membabi buta dan menghabiskan apa saja. Termasuk rumah Aceh yang sudah saya berikan kepada anak saya yang menjadi istri Teungku Lah,”
Nek Teh mengaku tinggal di bagian dapur yang waktu kejadian pembakaran, tidak habis dilalap si jago merah.
“Saya tidak tahu mengapa mereka yang sudah duduk di jabatan, tidak memperdulikan keadaan saya. Bukan maksudnya hendak mengemis, namun rumah anak saya yang saya tempati sekarang, benar-benar dibakar, mereka tahu itu. Namun sampai sekarang tidak kunjung dibangun,”
Saat mengatakan hal tersebut, wajah perempuan yang sempat dibawa-bawa sebagai juru masak oleh Abdullah Syafiie, seperti menyimpan aura kecewa. Pandangan matanya lirih dan kehilangan cahaya. Dia seperti hendak mengatakan bahwa kondisi sekarang sudah tidak benar.
Kepada penulis, dia bercerita bahwa banyak mantan kombatan GAM yang datang padanya dan mengatakan bahwa Aceh sudah merdeka. Awalnya dia percaya. Namun setelah mengecap suasana lama-lama, dia menjadi tidak yakin.
“Kalau sudah merdeka, kenapa masih ada tentara yang naik turun gunung. Kemarin saya dengar, di Pidie tentara menembak orang gunung,”
Dia melanjutkan “Saya percaya Aceh sudah merdeka, tapi untuk mereka saja. Tidak untuk saya,” ujarnya lirih.
Kini, dia tidak lagi berharap agar mantan bawahan menantunya akan memperhatikan nasip dirinya dan dua anaknya yang lain yang kini mengidap kanker. Dia sudah apatis dan putus asa.
“Saya sudah tidak percaya lagi sama mereka. Semua memikirkan perut mereka semata,” katanya.
Untuk bertahan hidup, Puteh bergantung pada hasil kebun berupa pinang dan juga padi yang berasal dari sawah dia masih ikut turun ke sawah. walau sakit-sakitan, dia tetap harus bergerak. Sebab tanpa uang, mustahil dia bisa makan dan membelikan keperluan hidup lainnya.
***
Letak gubuk reot yang ditempati oleh mertua Abdullah Syafiie persis berada di depan makam sang martir. Kondisinya memprihatinkan. Tidak sebanding dengan bangunan makam, sebuah balai pertemuan dan bangunan WC yang dibangun sejajar dibelakang bekas rumah istri sang panglima yang dibakar oleh TNI saat mencari orang nomor satu di tubuh angkatan bersenjata GAM.
Bila hari-hari politik tiba, kuburan “syuhada” perang Aceh melawan Indonesia ramai dikunjungi oleh para eks kombatan dan simpatisan salah satu partai lokal.
Menurut cerita warga sekitar, penampilan mereka necis. Kontras sekali dengan gaya Abdullah Syafiie yang sederhana. Bahkan kehadiran mereka di komplek yang ditinggali oleh kelu

Address

Jalan Utama Desa Lam Jamee Kecamatan Ingin Baru Kota
Banda

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Island durian aceh posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Videos

Nearby media companies


Other Magazines in Banda

Show All
x

Other Magazines in Banda (show all)

Be'ja ti sepuh KNPBintanjayanews Freedom Fest KebumenPost Warta Komodo Awrstory.com Pemerintah Desa Bijawang Pemburu Balu Kawasan Sumbar Kebaikan Eba San Sulbar Kini ontime.id Kuningantoday.com GrahaNews Tekarang Mengaji