LIDIK ID

LIDIK ID Media Berita Online Lampung dan Nasional

13/05/2026

Lidik.id, Bekasi — Kecelakaan tragis yang melibatkan mobil operasional program Makanan Bergizi Gratis (MBG) terjadi di Jalan Pulau Kalimantan Raya, Bekasi Timur, Kota Bekasi, Jawa Barat, Selasa (12/5/2026). Dalam insiden tersebut, seorang pedagang tahu goreng bernama Sanoeri (41) meninggal dunia setelah gerobaknya tertabrak mobil operasional berstiker Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Akibat kejadian itu, korban mengalami luka serius di bagian kepala dan sempat dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan. Namun, nyawa Sanoeri tidak dapat diselamatkan.
Ketua RW 002 Kelurahan Aren Jaya, Sri Suryani, mengatakan Sanoeri dikenal sebagai sosok pekerja keras dan menjadi tulang punggung keluarga.
“Korban masih punya anak usia empat tahun. Dia tulang punggung keluarga,” ujar Sri saat ditemui di rumah duka.
Menurut Sri, sehari-hari korban berjualan tahu goreng di lokasi kejadian untuk memenuhi kebutuhan keluarganya. Di lingkungan tempat tinggalnya, Sanoeri juga dikenal sebagai pribadi yang ramah, sopan, dan mudah bergaul dengan warga sekitar.
Ia menjelaskan, korban tinggal bersama kedua orangtuanya di wilayah RT 007/RW 002 Kelurahan Aren Jaya. Sebelumnya, korban sempat tinggal di rumah kontrakan sebelum akhirnya memutuskan tinggal bersama orangtuanya.
“Tadinya dia ngontrak. Karena di sini ibu sama bapaknya cuma berdua, terus diajak tinggal bareng di rumah sini,” kata Sri.
Sementara itu, Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya, , menjelaskan kecelakaan bermula saat mobil Daihatsu Grandmax bernomor polisi B-9007-TXZ melaju dari arah Jalan Nusantara menuju Tambun.
Saat tiba di lokasi kejadian, pengemudi diduga panik setelah melihat sepeda motor melintas di depan kendaraan. Sopir kemudian membanting setir ke arah kiri hingga menabrak dua gerobak pedagang di pinggir jalan.
“Masih dalam proses penyelidikan. Saat ini masih ditangani Tim 1 Unit Laka Restro Bekasi Kota,” ujar Ojo.
Hingga kini, polisi masih mendalami penyebab pasti kecelakaan tersebut. Pemeriksaan terhadap pengemudi dan sejumlah saksi juga terus dilakukan guna mengetahui kronologi lengkap kejadian.
Peristiwa ini menjadi perhatian warga sekitar karena tidak hanya menimbulkan korban ji

12/05/2026

Lidik.id, Sukabumi — Kasus temuan ulat di dalam wadah makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang sempat viral di media sosial akhirnya berbuntut panjang. Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang, langsung turun tangan melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Margaluyu, Kecamatan Sagaranten, Kabupaten Sukabumi.
Sidak ini dilakukan Nanik bersama tim BGN dan tim Wakil Presiden untuk melihat langsung apa yang sebenarnya terjadi di lapangan.
Dari luar, bangunan SPPG memang terlihat besar dan megah dengan cat khas BGN. Namun, begitu tim masuk ke dalam, kondisinya justru jauh dari standar petunjuk teknis yang sudah ditetapkan BGN.
Nanik mengungkapkan bahwa bangunan tersebut sebenarnya adalah rumah tinggal biasa yang direnovasi seadanya. Kondisi lantainya bahkan dinilai membahayakan karena tidak rata dan licin.
"Begitu masuk, saya bingung melihat alur kerjanya. Bahkan saya sempat hampir terjungkal karena lantainya licin, sepertinya kurang dibersihkan dari bekas minyak," cerita Nanik lewat unggahan di media sosialnya, Minggu (10/5/2026).
Kejanggalan tidak berhenti di situ. Tim menemukan bahwa proses memasak nasi masih menggunakan dandang tradisional karena alat steam rice utamanya rusak. Menurut Nanik, sebagai mitra resmi, mereka seharusnya punya alat cadangan agar kualitas pelayanan tidak drop.
Kondisi ruang pemorsian makanan juga bikin geleng-geleng kepala. Gudang penyimpanan posisinya langsung menghadap ke area pemorsian. Nanik menduga, tata letak yang buruk inilah yang menjadi pemicu munculnya ulat di makanan anak-anak.
• Masalah Buah: Buah-buahan hanya disimpan di bawah meja pemorsian. Diduga karena tidak dicuci bersih, ulat dari buah naik ke meja dan masuk ke wadah makanan.
• Fasilitas Pendingin: Gudang ber-AC sama sekali tidak terasa dingin, showcase makanan tidak berfungsi dengan baik, dan tidak ada chiller.
• Listrik & Sanitasi: Kapasitas genset terlalu kecil, dan tempat pencucian wadah makanannya sangat tidak layak karena lebih mirip tempat cuci motor.
Anehnya lagi, mess untuk Kepala SPPG, pengawas gizi, dan pengawas keuangan malah dibangun di luar a

12/05/2026

Lidik.id, Jakarta — Babak final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 tingkat Provinsi Kalimantan Barat yang seharusnya jadi ajang prestasi, justru berujung riuh. Gara-gara insiden salah penilaian oleh dewan juri yang videonya viral di media sosial, pimpinan MPR RI sampai turun tangan meminta maaf dan berjanji akan melakukan evaluasi total.
Ketegangan ini bermula saat babak final digelar di Pontianak, Sabtu (9/5/2026). Dari sembilan SMA se-Kalbar yang bertanding, tiga sekolah berhasil menembus final: SMAN 1 Pontianak, SMAN 1 Sambas, dan SMAN 1 Sanggau.
Suasana mulai memanas ketika Regu C dari SMAN 1 Pontianak mendapat pertanyaan tentang bagaimana mekanisme pemilihan anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
Dengan tegas, perwakilan Regu C menjawab:
"Anggota Badan Pemeriksa Keuangan dipilih oleh Dewan Perwakilan Rakyat dengan memperhatikan pertimbangan Dewan Perwakilan Daerah dan diresmikan oleh Presiden."
Anehnya, juri justru menyalahkan jawaban tersebut, memotong poin Regu C sebanyak lima angka, dan melemparkan pertanyaan ke regu lain.
Kesempatan emas ini diambil oleh Regu B dari SMAN 1 Sambas. Mereka memberikan jawaban yang sama persis dengan apa yang dikatakan Regu C sebelumnya. Namun kali ini, respons juri justru berbeda.
"Inti jawaban sudah benar. Nilai sepuluh," kata juri, meresmikan poin untuk Regu B.
Sontak, Regu C langsung melayangkan protes keras karena merasa jawaban mereka tidak ada bedanya. Juri sempat berdalih bahwa Regu C tadi lupa menyebutkan kata "pertimbangan DPD". Tak terima dengan alasan itu, peserta Regu C bahkan sampai meminta penonton di aula untuk menjadi saksi bahwa mereka sudah menyebutkannya.
Meski sempat diwarnai debat kusir, skor akhir tidak berubah. SMAN 1 Sambas tetap keluar sebagai juara provinsi karena unggul dalam akumulasi poin keseluruhan.
Melihat ramainya potongan video lomba yang memicu perdebatan netizen soal objektivitas juri, Sekretariat Jenderal (Setjen) MPR RI tidak tinggal diam.
Sekretaris Jenderal MPR RI, Siti Fauziah, mengonfirmasi bahwa pihaknya sedang mengusut tuntas masalah ini.
"Terkait ramainya pemberitaan di media sosial tentang LCC Empat Pilar 2026 tingkat Provinsi Kalimantan Barat mengenai penilai

12/05/2026

Lidik.id, Palembang – Polisi akhirnya berhasil menangkap pria yang diduga melakukan pemerkosaan terhadap anak di bawah umur berinisial PS (12) di Palembang. Penangkapan ini dilakukan setelah pelaku sempat buron dan masuk daftar pencarian orang (DPO) selama hampir seminggu akibat kasusnya yang viral.
Kasat Reskrim Polrestabes Palembang, AKBP Musa Jedi Permana, membenarkan hal tersebut. "Iya, alhamdulillah pelaku sudah kita amankan," kata Musa, Senin (11/5/2026). Saat ini pelaku masih diperiksa secara intensif.
Kejadian kelam itu terjadi pada Minggu malam (3/5/2026). Saat itu, korban dan temannya sedang berjalan kaki untuk melihat acara di sekitar rumah mereka. Tiba-tiba, seorang pria berjaket ojol yang mengendarai motor datang menghampiri dan merayu korban dengan berbagai iming-iming.
Pelaku kemudian memaksa korban untuk ikut bersamanya. Karena takut, teman korban langsung berlari dan melapor ke orang tua korban. Korban akhirnya ditemukan dalam kondisi trauma berat sebelum kasus ini resmi dilaporkan ke polisi.
Menindaklanjuti laporan tersebut, polisi langsung melakukan olah TKP dan memeriksa para saksi. Di sisi lain, DPPPA Kota Palembang juga bergerak cepat mendampingi korban untuk memulihkan psikologisnya. Menurut Kepala DPPPA Palembang, Dewi Isnaini, kondisi korban kini berangsur-angsur membaik dan sudah mulai bisa merespons dengan baik.

11/05/2026

Lidik.id, Depok — Media sosial tengah diramaikan oleh video yang memicu amarah netizen. Seorang pria dengan kasarnya menghadang sebuah mobil ambulans yang sedang bertugas di kawasan Sukmajaya, Depok, pada Minggu (10/5/2026) siang.
Padahal, ambulans milik Al-Baari Foundation tersebut sedang terburu-buru melewati Jalan Adi Karya menuju Jalan Juanda Raya. Mereka sedang dalam misi kemanusiaan untuk menjemput seorang pasien yang terkena stroke ringan.
Dalam video yang viral di jagat maya, terlihat seorang pria berkaos putih berdiri di depan ambulans, sengaja menghentikan lajunya. Bukannya memberi jalan, pria tersebut malah melontarkan makian kasar kepada sopir, menunjuk-nunjuk wajahnya, hingga tega menendang pintu mobil ambulans.
Ketegangan pun tidak terhindarkan. Cekcok mulut sempat terjadi di lokasi kejadian dan membuat suasana di sekitar jalanan yang sempit itu mendadak mencekam.
Sang sopir ambulans, Musyaffa Kautsar, menceritakan kembali momen tidak menyenangkan itu pada Senin (11/5/2026). Ia menjelaskan bahwa saat itu timnya memang sedang menuju rumah pasien. Karena kondisi jalanan sempit dan ramai warga, mereka berkendara dengan sangat hati-hati.
"Memang kalau posisinya mau jemput, di dalam ambulans belum ada pasiennya," jelas Musyaffa.
"Makanya kami jalan pelan-pelan sekali, cuma sesekali bunyikan klakson dan menyalakan sirine kecil agar diberi jalan."
Sayangnya, niat baik itu disalahartikan. Di tengah jalan, pelaku tiba-tiba memotong jalur dan memaksa ambulans berhenti mendadak. Pria tersebut langsung mengamuk, memukul, dan menendang bodi mobil hingga mengalami kerusakan fisik.
Diduga kuat, pelaku emosi karena ambulans tersebut menyalakan sirine dan lampu rotator padahal kondisi di dalamnya masih kosong tanpa pasien.
"Sepertinya pelaku tidak terima kami menyalakan sirine dan rotator saat mobil masih kosong," tambah Musyaffa.
Tak cukup sampai di situ, setelah meluapkan emosinya, pelaku bahkan sempat mengancam kru ambulans agar tidak memviralkan rekaman kejadian tersebut ke media sosial.
Namun, tim ambulans memilih tidak tinggal diam. Berbekal rekaman video sebagai bukti kuat, Musyaffa dan Al-Baari Foundation telah melaporkan aksi premanisme, perusakan mobil

11/05/2026

Lidik.id, JAKARTA — Pasangan figur publik Alyssa Daguise dan Al Ghazali mengumumkan kelahiran buah hati pertama mereka yang bernama Soleil Zephora Ghazali pada Minggu (10/5/2026).
Kabar bahagia itu dibagikan Al Ghazali melalui akun Instagram pribadinya. Dalam unggahan tersebut, terlihat Alyssa tengah menggendong buah hati mereka di ruang perawatan rumah sakit, sementara Al mendampingi sang istri dengan penuh rasa haru.
“Selamat datang ke dunia, anak perempuan kami. Hari ini terasa lebih indah dan penuh makna karena akhirnya kamu hadir di pelukan kami,” tulis Al dalam unggahannya.
Al menyebut kehadiran Soleil sebagai berkah besar dan jawaban atas doa yang selama ini mereka harapkan. Nama Soleil sendiri berasal dari bahasa Prancis yang berarti matahari, simbol kehangatan dan cahaya.
“Soleil, kamu telah membawa cinta yang begitu besar dalam hidup kami. Kamu adalah berkah terindah dan cahaya bagi keluarga kecil kami. Mama dan Ayah sangat mencintaimu. Alhamdulillah,” tulisnya.
Alyssa turut membagikan momen bahagia kelahiran sang putri melalui akun Instagram pribadinya. Dalam unggahan itu, Al terlihat mendampingi dan menatap bayi mereka dengan penuh kasih.
Lewat Instagram Story, Alyssa mengapresiasi peran Al yang selalu memberikan semangat dan keyakinan selama dirinya menjalani proses persalinan.
“Tanpa suami saya yang selalu menenangkan dan meyakinkan bahwa semuanya akan baik-baik saja, saya tidak tahu bagaimana bisa melewati persalinan ini dengan begitu indah,” ungkap Alyssa.
Kelahiran Soleil turut mendapat ucapan selamat dari adik Al Ghazali, El Rumi. Melalui kolom komentar, El menyampaikan doa dan harapan terbaik untuk keluarga kecil kakaknya tersebut.
“Semoga selalu bahagia dan menikmati setiap momen indah bersama. Semoga keluarga kecil kalian dipenuhi cinta dan keberkahan,” tulis El.

08/05/2026

Lidik.id, Jakarta — Musibah kebakaran terjadi di kediaman Anggota IV BPK RI Haerul Saleh di Tanjung Barat, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Jumat (8/5/2026). Dalam peristiwa tersebut, Haerul Saleh dilaporkan meninggal dunia.
Kebakaran dilaporkan terjadi sekitar pukul 07.53 WIB di rumah korban yang berada di Jalan TB Simatupang No. 3. Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 08.46 WIB setelah petugas menerjunkan 12 unit mobil pemadam dan 48 personel ke lokasi.
Kasi Humas Polres Jakarta Selatan Joko Adi mengatakan api pertama kali muncul di lantai empat rumah korban yang diketahui merupakan ruang kerja Haerul Saleh.
“Jadi informasi, kebakaran adanya di lantai empat,” ujar Joko di lokasi kejadian.
Menurutnya, Haerul Saleh berada di lantai empat saat kebakaran terjadi. Korban ditemukan meninggal dunia di ruang kerjanya sebelum kemudian dievakuasi ke Rumah Sakit Pasar Minggu.
“Korban setelah kejadian tadi dilarikan ke rumah sakit terdekat, yaitu RS Pasar Minggu,” katanya.
Sementara itu, Kepala Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Selatan Asril Rizal menyebut kebakaran pertama kali diketahui warga setelah melihat kepulan asap hitam dari bagian atas rumah.
“Berdasarkan informasi dari RT setempat, terlihat asap hitam mengepul dari lantai tiga rumah yang terbakar,” ujar Asril.
Pihak damkar menduga api berasal dari sisa cairan tiner bekas renovasi rumah yang mudah terbakar. Meski demikian, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan aparat kepolisian.
Melalui unggahan di media sosial resminya, BPK RI turut menyampaikan duka cita atas wafatnya Haerul Saleh akibat musibah tersebut.

08/05/2026

Lidik.id, Pati — Polresta Pati menggelar jumpa pers setelah AS yang berusaha kabur berhasil ditangkap kemarin. Kini pendalaman sedang dilakukan dan tersangka sudah dalam penahanan.
Pengajar di Pondok Pesantren Ndholo Kusumo, Tlogowungu, Pati itu ditetapkan sebagai tersangka pada (28/4). Sebelumnya dia kooperatif saat dilakukan pemanggilan polisi. Namun setelah penetapan tersangka itu, dia mangkir.
Upaya jemput paksa dilakukan, tapi ternyata AS kabur dan sempat tidak diketahui keberadaannya. Namun pada hari Kamis (7/5/2026) dini hari kemarin, Sat Reskrim Polresta Pati yang dibackup Ditreskrimum Polda Jateng dan Resmob Polri berhasil melacak AS.
"Penyidik melakukan panggilan pemeriksaan, tapi pelaku mangkir dan melarikan diri. Tim Polresta dan Polda dan Resmob Mabes Polri melakukan penangkapan di masjid Agung Purwantoro Wonogiri hari Kamis," kata Kapolresta Pati Kombes Pol Jaka Wahyudi, Kamis (7/5/2026).
"Dua hari setelah mangkir dan melarikan diri, 2x24 jam tim Resmob melakukan penangkapan tersangka," imbuhnya.
Polisi juga mengamankan seorang pria berkaus putih. Polisi menyebut pria itu membantu AS untuk kabur setelah ditetapkan sebagai tersangka.
Jaka mengatakan saat ini tersangka hanya satu yaitu AS. Namun pihaknya memang menangkap satu orang lagi yang membantu pelarian AS.
"Itu orang yang diduga dalam pelarian tersangka, termasuk kegiatan, cara hapus jejaknya, dibantu sama yang tadi kita tangkap," kata Jaka.
Saat ini kasus yang didalami oleh polisi yaitu terhadap satu korban yang resmi melapor. Korban tersebut mengalami pencabulan sejak usia 15 tahun atau sejak tahun 2020 hingga 2024.
"Korban satu ini sejak Februari 2020 hingga Januari 2024," ujar Jaka.
Jaka menyebut pelaku sudah 10 kali melakukan pelecehan. Karena adanya relasi kuasa, maka korban baru berani lapor saat lulus.
"Tersangka mengakui perbuatannya," imbuh Kasat Reskrim Polresta Pati, Kompol Dika Hadian Widya Wiratama.
Jaka menjelaskan, AS memanfaatkan posisinya sebagai pengajar. AS mendoktrin santriwatinya agar tidak melawan saat melayani nafsu bejatnya. Para remaja perempuan itu didoktrin harus nurut ke pengajarnya agar ilmu terserap.
"Modus operandi mendoktrin korban, murid harus ikut apa kata

08/05/2026

Lidik.id, Cebu — Presiden RI Prabowo Subianto menghadiri rangkaian KTT ke-48 ASEAN di Cebu, Filipina, Jumat (8/5/2026). Prabowo tiba dengan kendaraan Maung putih sebelum disambut jajaran tuan rumah acara.
Dalam tayangan YouTube Sekretariat Presiden, Prabowo Subianto terlihat mengenakan jas hitam dipadukan dengan peci serta dasi biru muda. Setibanya di lokasi, Prabowo kemudian berjalan melewati karpet merah menuju area pelaksanaan KTT ASEAN.
Setibanya di lokasi, Presiden RI Prabowo Subianto langsung disambut Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr.. Keduanya berjabat tangan dan sempat foto bersama sebelum masuk ke ruang pertemuan.
Presiden RI Prabowo Subianto sudah berada di Filipina sejak Kamis (7/5/2026) untuk menghadiri rangkaian KTT ke-48 ASEAN. Selain ikut forum utama ASEAN, Prabowo juga hadir dalam KTT Khusus BIMP-EAGA.
Dalam pidatonya, Prabowo menekankan pentingnya kerja sama antarnegara di kawasan agar bisa menghadapi tantangan global dan memberi manfaat langsung bagi masyarakat.
“Dengan semangat itu, BIMP-EAGA harus terus berkembang. BIMP-EAGA harus lebih adaptif, lebih berdampak, dan lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat kita,” ujar Prabowo.
Prabowo juga mengapresiasi sambutan hangat dari Presiden Ferdinand Marcos Jr. dan menyebut forum BIMP-EAGA jadi momen penting untuk memperkuat kerja sama kawasan.

07/05/2026

Lidik.id, Jakarta — Ahmad Dhani menyampaikan kekecewaan mendalam bersama keluarganya terhadap Maia Estianty dalam rangkaian acara siraman pernikahan El Rumi dan Syifa Hadju. Dhani menegaskan, pihak keluarga besar sepakat untuk tidak lagi melakukan pertemuan dengan Maia, termasuk di pernikahan Dul Jaelani nantinya.
“Ke depannya, keluarga saya tidak mau bertemu dengan Maia Estianty lagi. The whole big family, keluarga besar saya tidak mau ketemu Maia Estianty lagi semenjak siraman kemarin,” kata Ahmad Dhani di Jakarta Selatan, Selasa (5/5).
Ia menjelaskan, ibundanya merasa tersinggung karena Maia Estianty disebut tidak memberikan sapaan kepada keluarga Dhani selama acara berlangsung. Hal tersebut menjadi salah satu pemicu kekecewaan yang dirasakan pihak keluarga.
“Ibu saya sangat tersinggung, Maia tidak pernah menyapa ibu saya, tidak say hello. Jadi ibu saya tersinggung banget, makanya kita tidak datang ke Bali,” ujarnya.
Dhani juga membandingkan sikapnya saat bertemu keluarga Maia Estianty di masa lalu. Ia mengaku tetap menunjukkan sikap sopan dengan mencium tangan orang tua Maia sebagai bentuk penghormatan.
“Saya ketemu bapak ibunya Maia saya cium tangannya kok. Itu kan basic daripada adab kan,” ucapnya.
Lebih lanjut, Dhani menegaskan bahwa ketegangan ini akan berdampak pada rencana pernikahan Dul Jaelani. Ia menyebut tidak akan ada lagi pertemuan langsung antara kedua keluarga di acara tersebut.
Menurutnya, masing-masing pihak akan menggelar acara secara terpisah.
“Nanti saya bikin unduh mantu sendiri, siraman sama ibunya terserahlah. Tidak akan ada lagi pertemuan antar keluarga,” tutup Dhani.

Address

Jalan Gunung Dieng No. 103 Perumnas Way Halim
Bandar
35132

Opening Hours

Monday 09:15 - 17:00
Tuesday 09:15 - 17:00
Wednesday 09:15 - 17:00
Thursday 09:15 - 17:00
Friday 09:15 - 17:00
Saturday 09:15 - 17:00

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when LIDIK ID posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to LIDIK ID:

Share