10/07/2023
Dikenal sebagai salah satu petinju terbaik di dunia. Bagaimana tidak, pada usia 20 tahun ia sudah menjadi Juara Dunia di kelas berat dengan memukul KO Trevor Berbick.
Memiliki pukulan mematikan di masa jayanya, kenapa ia dijuluki Si Leher Beton? Berapakah kekuatan pukulan Tyson?
Kekuatan yang Luar Biasa
Mengutip dari listofpopular.com, julukan internasional Mike Tyson adalah "Iron Mike". julukan ini mengacu pada fisiknya yang kuat seperti besi. Sedangkan beberapa media massa lain lebih s**a menyebutnya "The Baddest Man on Earth", yang mengacu pada temperamennya yang buruk, baik di dalam maupun di luar ring tinju.
Sementara pers Indonesia lebih s**a menyebut Tyson sebagai concrete neck atau "Si Leher Beton". Julukannya kali ini mengacu pada lingkar leher Tyson dalam ukurannya yang ekstra besar dari ukuran normal, dan terlihat begitu kokoh.
Dilansir dari laman South China Morning Post, Tyson memiliki bobot 86 kg dan leher setebal 20 inci (50 cm). kekuatan dan kemampuan alaminya sudah terlihat di usia 12 tahun. Diantara pelatih yang pernah menanganinya adalah Cus D’Amato dan Teddy Atlas.
Atlas menyaksikan bagaimana Tyson, memenangkan 50 dari 56 pertarungannya dengan 44 pertarungan melalui KO.
Sedangkan untuk mengukur kekuatan pukulan Si Leher Beton, sebuah studi pernah dilakukan dengan melibatkan berbagai model dan memperhitungkan tinggi dan jangkauan. Satuan yang digunakan dalam penelitian ini adalah joule yang merupakan satuan energi. Hasilinya, Mike Tyson diperkirakan memiliki kekuatan pukulan hingga 1.600 joule.
Rekor ini mengalahkan salah satu pemukul terberat, Rocky Marciano dengan 1.256 joule. Terungkap juga bahwa kekuatan pukulan Tyson setara dengan ditembak oleh 13 orang menggunakan pistol kaliber 22 menggunakan jaket antipeluru. Di sisi lain, pukulan Tyson terasa sama seperti jatuh dari ketinggian 2,1 meter. Hal ini sebagaimana dilansir dari essentiallysports.com. Dengan kekuatannya itu, ia jadi petinju terbaik dunia.
Sekilas Profil Mike Tyson
Michael Gerard Tyson alias Malik Abdul Aziz lahir pada 30 Juni 1966. Tyson pada awalnya dikenal sebagai berandalan dan penah mendekam di balik penjara saat masih anak-anak. Selain itu, Tyson juga pernah dikeluarkan dari sekolah akibat sifat berandalnya.
Namun, nasib Tyson berubah saat ia bersua dengan Cus D’Amato, pelatih tinju terkenal. Cus D’Amato yang melihat potensi Tyson pun mengeluarkan ia dari sekolah anak-anak nakal dan melatihnya tinju.
Tyson pun akhirnya mampu bersinar di atas ring tinju dan berhasil memperoleh gelar-gelar bergengsi dalam dunia tinju. Si Leher Beton juga berhasil menggabungkan tiga sabuk juara dunia versi IBF, WBC, dan WBA. Selain itu, Tyson juga pernah didaulat menjadi juara dunia termuda tinju kelas berat setelah berhasil mengalahkan Trevor Berbick dalam usia 20 tahun 5 bulan.
Sepanjang karirnya dalam dunia adu pukul, Tyson dikenal sebagai pemain yang sangat ganas dan memilikki pukulan yang mematikan serta mampu menghempaskan lawannya di atas ring. Bahkan, dalam banyak pertandingan yang ia lakoni, pukulan-pukulan yang diberikan Tyson mampu memukul jatuh lawannya di ronde pertama. Hal ini seringkali membuat penonton tinju dan penggemar Tyson kecewa karena pertandingan melawan Tyson banyak yang berlangsung kurang dari 3 menit.
Gaya bertinju Tyson yang seperti ini, tentu jauh berbeda dengan petinju yang menjadi idolanya, Muhammad Ali. Jika Ali gemar mendikte lawan dan memperpanjang waktu pertandingan supaya penonton terhibur. Sebaliknya, Tyson lebih senang untuk datang ke dalam pertandingan, memukul lawannya, dan membuat KO dalam waktu singkat.
Source by Tompo.co
Ikuti Halaman Ini :)