26/05/2026
Si gemoy bilang; "Rakyat tidak mau kaya, tapi mereka bermimpi untuk bisa hidup layak."
Saya sebagai rakyat mencoba menjawab;
"Maaf bukan kami tidak mau kaya, logikanya saja siapa sih yang tidak mau kaya? Sementara mimpi untuk hidup layak? Maaf yang mulia, apapun mimpi rakyat itu harus mereka beli di negara dunia ketiga.
Blanqui pernah berkata; "Pada mulanya, kekayaan lahir dari kecerdasan dan kerja keras. Tetapi kedua kekuatan ini hanya dapat bertindak dengan bantuan unsur pasif yaitu tanah, yang mereka garap melalui upaya mereka sendiri. Dari tanah ini kemudian berkembang menjadi alat produksi. Beberapa orang rakus dan serakah menghalalkan berbagai macam cara untuk mengklaim bahwa dunia ini milik bapak moyangnya sendiri, akibatnya banyak orang yang tidak mendapatkan lahan atau diserobot lahannya. Dengan katalain, kepemilikan lahan dan alat produksi hanya dikuasai oleh segelintir orang. Sementara mayoritas tidak memilikinya hanya punya tenaga saja.
Dari sini lahirlah perbudakan. Sebenarnya, perbudakan tidak hanya terdiri dari menjadi milik seseorang, atau budak seorang tuan. Ia tidak bebas jika, setelah kehilangan alat-alat kerja, ia tetap berada di bawah kekuasaan orang-orang yang memiliki hak istimewa yang merupakan pemiliknya.
Serajin dan sepintar apapun seorang rakyat, jika tidak punya lahan ataupun alat produksi mereka akan sulit untuk hidup layak apalagi menjadi kaya. Karena regulasi kita tidak pernah mengijinkanya.