Neneng Rosdiyana

Neneng Rosdiyana “semua kita awali dengan Bismillah”
(2)

Yang satu sibuk geledah, yang satu lagi sibuk mengamankan. Lalu bagaimana kisah drama selanjutnya? Kita tonton saja samb...
09/07/2026

Yang satu sibuk geledah, yang satu lagi sibuk mengamankan. Lalu bagaimana kisah drama selanjutnya? Kita tonton saja sambil nyabut kacang.

Di dunia nyata, orang kecil harus bergerak mencari kerja. Sementara sebagian pejabat, cukup duduk diam dan tetap kenyang...
29/06/2026

Di dunia nyata, orang kecil harus bergerak mencari kerja. Sementara sebagian pejabat, cukup duduk diam dan tetap kenyang meski tak pernah memperbaiki apapun.

"Makin besar Pemerintahan sebuah negara meminjam uang kepada bangsa lain, maka akan makin berkuasa Modal Asing di negeri...
25/06/2026

"Makin besar Pemerintahan sebuah negara meminjam uang kepada bangsa lain, maka akan makin berkuasa Modal Asing di negeri nya, makin habis tanah ditelan oleh Modal-Asing itu, makin besar uang yang mengalir ke luar negeri sebagai b**ga dan dividen uang pinjaman, dan berhub**g dengan itu makin dalam kemelaratan Rakyat dan makin hebat p**a krisis ekonomi yang akan datang. Selamanya Krisis ekonomi dalam negeri takkan bisa diobati." (Tan, semangat muda 1926).

DONGENG POHON BUNCIS4ribu buruh dibandung terancam PHK, 2 raksasa otomotif asal Jepang dikabarkan akan memindahkan pabri...
24/06/2026

DONGENG POHON BUNCIS

4ribu buruh dibandung terancam PHK, 2 raksasa otomotif asal Jepang dikabarkan akan memindahkan pabriknya ke Vietnam. Dan respon masyarakat kita kebanyakan sudah merasa ketakutan duluan. Alasannya sederhana; "Adanya PHK dan gelombang pengangguran yang bertambah."

Menurut pendapat Tan (thesis 1946); "Pengangguran adalah penyakit dalam sistem ekonomi kapitalis yang tidak bisa disembuhkan kecuali kapitalis runtuh."

Meski pada hakikatnya penjajahan secara langsung sudah lama dihapuskan dan banyak negara yang sudah merdeka, namun sebenarnya penjajahan tersebut tidak benar-benar hilang tetapi hanya berganti rupa. Antara negara tuan dan negara alat. Negara tuan memiliki industri berat sedangkan negara alat hanya diperbolehkan memiliki industri ringan. Ini salah satu alasan kenapa Suharto dilengserkan saat berambisi memiliki industri pesawat terbang dalam negri.

Tugas negara alat adalah memasok bahan baku dan sebagai tempat pemasaran hasil industri negara tuan. Jadi jangan kaget ketika PLN sampai kekurangan stok batubara untuk memenuhi kebutuhan listrik rakyat sendiri. Atau jangan heran jika harga minyak sayur masih tinggi ditengah masyarakat, meski kebun sawit seluas 16,83 juta hektar membentang dari Sabang sampai merauke. Karena seluruh hasil tambang dan kekayaan alam negara alat bukan untuk memenuhi kebutuhan rakyat sendiri, melainkan untuk memasok kebutuhan industri negara tuan. Tugas kita hanya sebagai konsumen.

Memang betul negara yang baru merdeka atau sedang berkembang membutuhkan modal asing untuk memulai pembangunan. Tapi seperti apa yang dikatakan b**g Karno; "Apapun jenis dan model investasi asing, hasil akhirnya harus sepenuhnya menjadi milik anak bangsa sendiri." Prinsip ini juga yang membuat b**g Karno dibenci asing dan dilengserkan.

Sejatinya, pendidikan di atas bumi ini ialah untuk mempersiapkan anak dan pemudanya untuk memegang pekerjaan dan ideolog...
22/06/2026

Sejatinya, pendidikan di atas bumi ini ialah untuk mempersiapkan anak dan pemudanya untuk memegang pekerjaan dan ideologi dalam masyarakat di masa depan.

Pendidikan feodal, mempersiapkan pemudanya menjalankan pekerjaan dalam masyarakat feodal yang bersifat tinggi rendah menurut kasta. Sedangkan pendidikan kapitalisme, mempersiapkan kecakapan dan semangat pemerintah dan memimpin bagi anak-anak muda borjuis di satu pihak serta kecakapan dan ketabahan bekerja untuk kaum buruh di lain pihak.

Jadi tidaklah heran jika di negara dunia ketiga, pendidikan untuk kaum jelata selalu berada diposisi anak tiri.

Pura-pura percaya saja jika ada pejabat yang mengatakan;

"Omprengan bisa melahirkan doktor dan insinyur. Hidup omprengan!!"

Karena kita memang dilarang untuk cerdas.

Secara teori, setiap warga negara setara di mata hukum. Namun dalam prakteknya, hukum lebih peka dan bisa membedakan dom...
21/06/2026

Secara teori, setiap warga negara setara di mata hukum. Namun dalam prakteknya, hukum lebih peka dan bisa membedakan dompet siapa yang lebih tebal atau jabatan siapa yang lebih tinggi. Maka tidak heran jika dalam penegakannya, hukum sering kali tajam kebawah dan tumpul keatas.

Sebenernya setiap dari kita bisa memakan porsi soto lengkap, ada ayam suwir, ada mie bihun, ada sayur, taburan kacang go...
20/06/2026

Sebenernya setiap dari kita bisa memakan porsi soto lengkap, ada ayam suwir, ada mie bihun, ada sayur, taburan kacang goreng, irisan telur, dll. Namun terlalu lama dijajah dan berganti-ganti model penjajahan dari bangsa asing sampai dijajah oleh bangsa sendiri membuat sebagian dari kita menganggap makan satu porsi soto lengkap adalah barang mewah. Bisa menyesap seujung sendok kuahnya saja sudah dianggap sebuah anugerah, berkah, atau kemurahan hati penguasa.

Hal ini yang membuat bangsa kita sulit untuk merdeka 100% seperti apa yang dicita-citakan oleh Tan. Setiap ada yang meneriakkan perubahan dan perbaikan, pasti ada saja gerombolan penjilat yang menginginkan keberlanjutan. Kita sebenarnya kaya, sumber daya kita melimpah, namun pola pikir kita yang sudah disetting seperti tikus yang mati di lumb**g padi. Karena doktrin bahwa semua sumber daya itu bukan milik kita tapi milik para penguasa.

Jika ingin menjadi bangsa yang sepenuhnya merdeka, maka yang pertama harus diubah adalah pola pikir.

Rakyat itu raja, bukan budak atau hamba.
Pejabat dan penguasa itu pesuruh, bukan dewa.
Air bisa mengangkat perahu, air juga bisa menenggelamkan nya.

Berbicara tentang kebenaran dinegri ini seperti memegang ujung belati. Pilihannya hanya dua, masuk bui atau lenyap ditelan masa.

Hal yang paling kuat di dunia ini bukan uang atau kekuasaan, tetapi pola pikir.
20/06/2026

Hal yang paling kuat di dunia ini bukan uang atau kekuasaan, tetapi pola pikir.

Buncisnya sudah mulai berbuah
13/06/2026

Buncisnya sudah mulai berbuah

31/05/2026

Alam selalu ingin memberi, manusia punya arti.
Alam hanya ingin lestari, manusia ingkar janji.

Mati satu, mati seribu.
Hilang satu, hilang seribu.
Musnah satu, musnah seribu.
Punah satu, punah seribu.

Address

Pesawaran
Bandar
35361

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Neneng Rosdiyana posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share