Yusi creator

Yusi creator Contact information, map and directions, contact form, opening hours, services, ratings, photos, videos and announcements from Yusi creator, Jalan Sariwangi, Bandung Rejosari.

halaman ini berisi tentang cinta dan kehidupan







like, komen dan share ya sahabat

20/04/2026

Selamat malam sahabat semuanya

16/04/2026

Kontenmu adalah ceritamu
Biarkan dunia mengenalnya
Jangan ragu jadi diri sendiri
Keaslian selalu bernilai

Yusi CreatorLANGKAH PERTAMA YANG TERHENTIEpisode 53 — “Orang Misterius di Balik Andi”Malam terasa sunyi di kamar Maya.La...
22/03/2026

Yusi Creator

LANGKAH PERTAMA YANG TERHENTI

Episode 53 — “Orang Misterius di Balik Andi”

Malam terasa sunyi di kamar Maya.
Lampu meja masih menyala.

Ponselnya tergeletak di atas meja dengan layar yang masih menampilkan dua pesan misterius.

“Kamu pikir semuanya sudah selesai?”
“Ini baru permulaan.”

Maya menatap pesan itu berkali-kali.
Nomor pengirimnya sudah tidak bisa dihubungi.

Ia menarik napas panjang.
“Siapa sebenarnya kamu…”

Cerita kepada Rani

Keesokan paginya di pabrik, Maya langsung menemui Rani.

Rani yang sedang minum kopi hampir tersedak ketika mendengar cerita Maya.
“Apa?! Kamu dapat pesan begitu?”

Maya mengangguk pelan.
“Aku yakin ini ada hubungannya dengan Andi.”

Rani mengernyit.
“Tapi Andi kan masih ditahan.”
“Itulah yang membuatku takut.”

Rani menatap Maya dengan serius.
“Berarti ada orang lain.”

Pak Arman Ikut Khawatir

Tidak lama kemudian, Maya dan Rani dipanggil oleh Pak Arman.

Wajah Pak Arman terlihat lebih serius dari biasanya.
“Ada perkembangan baru dari kantor polisi.”

Maya langsung tegang.
“Apa Andi dibebaskan?”

Pak Arman menggeleng.
“Belum.”
“Tapi… pengacaranya datang pagi ini.”

Rani bertanya,
“Pengacara biasa?”

Pak Arman menghela napas.
“Bukan.”
“Pengacara yang sangat mahal.”

Ruangan menjadi hening.
Siapa yang membayar pengacara itu?

Petunjuk Pertama

Pak Arman kemudian menunjukkan sebuah foto yang dikirim oleh penyidik.
Foto itu diambil dari kamera CCTV kantor polisi.

Terlihat seorang pria sedang berbicara dengan pengacara Andi.
Wajah pria itu sedikit tertutup topi.

Namun Maya merasa wajah itu tidak asing.

Ia memperhatikan foto itu lebih lama.
Tiba-tiba matanya membesar.
“Aku… pernah melihat orang ini.”

Rani langsung mendekat.
“Siapa dia?”

Maya berkata pelan,
“Dia pernah datang ke pabrik… beberapa bulan lalu.”

Pak Arman mengerutkan kening.
“Untuk apa?”

Maya mencoba mengingat.
“Waktu itu dia hanya melihat-lihat… seperti sedang mengawasi sesuatu.”

Nama yang Terungkap

Di kantor polisi…
seorang penyidik sedang membuka berkas baru.

Ia menuliskan sebuah nama di halaman depan.
“Raka Pratama.”

Nama itu disebut sebagai orang yang membayar pengacara Andi.

Namun tidak ada hubungan resmi antara Raka dan Andi.

Seolah pria itu hanya bergerak dari balik bayangan.

Ancaman Baru

Sore hari saat Maya pulang kerja…
ia merasa seperti sedang diikuti.
Ia menoleh ke belakang.

Sebuah mobil hitam berhenti tidak jauh dari tempatnya berdiri.

Kaca mobil itu gelap.
Tidak terlihat siapa yang ada di dalam.

Jantung Maya berdegup cepat.
Mobil itu perlahan berjalan melewatinya.
Namun ketika mobil itu lewat…
Maya melihat sesuatu.
Seseorang di dalam mobil sedang menatapnya.

Penutup Episode

Mobil hitam itu menghilang di tikungan jalan.

Maya masih berdiri diam.
Perasaan tidak nyaman menyelimuti dirinya.
Ia sadar satu hal.
Masalah dengan Andi mungkin sudah dimulai.

Namun orang di balik semua ini…
mungkin jauh lebih berbahaya.

🔥 Bersambung ke Episode 54 — “Mobil Hitam yang Mengawasi Maya”





Yusi CreatorLANGKAH PERTAMA YANG TERHENTIEpisode 52 — “Masa Lalu yang Belum Sepenuhnya Pergi”Pagi itu pabrik terasa lebi...
20/03/2026

Yusi Creator

LANGKAH PERTAMA YANG TERHENTI

Episode 52 — “Masa Lalu yang Belum Sepenuhnya Pergi”

Pagi itu pabrik terasa lebih sibuk dari biasanya.

Para pekerja sudah mulai bekerja sejak matahari baru naik.

Namun hari itu berbeda bagi Maya.
Ia berdiri di depan papan pengumuman dengan sedikit gugup.

Di sana tertempel sebuah kertas resmi.
“Pengangkatan Supervisor Produksi: Maya.”

Beberapa pekerja membaca pengumuman itu sambil tersenyum.

Rani berdiri di sampingnya.
“Gimana rasanya, Bu Supervisor?” katanya sambil bercanda.

Maya tertawa kecil.
“Masih terasa aneh.”

Hari Pertama Sebagai Supervisor

Maya berjalan ke area produksi.

Kini beberapa pekerja menunggu instruksinya.

Ia sempat ragu beberapa detik.

Namun kemudian ia berkata dengan tenang,
“Hari ini kita fokus menyelesaikan target pengiriman batch ketiga.”

Para pekerja mengangguk.
“Siap, Bu!”

Rani mendekat dan berbisik,
“Lihat? Kamu sudah cocok jadi pemimpin.”

Maya tersenyum.

Namun jauh di dalam hatinya, masih ada perasaan yang belum hilang.

Kabar dari Kantor Polisi

Siang hari, Pak Arman memanggil Maya ke ruangannya.

Di atas meja ada sebuah ponsel.

Pak Arman terlihat serius.
“Ada kabar dari kantor polisi.”

Jantung Maya langsung berdebar.
“Andi?”

Pak Arman mengangguk.
“Dia memang ditahan… tapi ada seseorang yang mencoba membantunya.”

Maya mengerutkan kening.
“Maksudnya?”

Pak Arman membuka sebuah pesan yang ia terima dari penyidik.

“Katanya ada seseorang yang berusaha membayar pengacara mahal untuknya.”

Rani yang ikut mendengar langsung berkata,
“Siapa yang mau bantu orang seperti dia?”

Pak Arman menggeleng.
“Itu yang masih dicari tahu.”

Bayangan Lama

Sore hari, Maya berjalan pulang sendirian.
Langit mulai berubah jingga.

Namun pikirannya penuh dengan pertanyaan.

Siapa yang membantu Andi?

Apakah masalah ini benar-benar akan selesai?

Saat ia hampir sampai di rumah…
ponselnya bergetar.

Sebuah pesan masuk dari nomor tak dikenal.

Maya membuka pesan itu perlahan.
Isinya hanya satu kalimat.

“Kamu pikir semuanya sudah selesai?”
Jantung Maya langsung berdetak keras.

Pesan Kedua

Beberapa detik kemudian pesan lain masuk.

“Ini baru permulaan.”

Maya menatap layar ponselnya dengan wajah pucat.

Nomor itu langsung tidak bisa dihubungi.

Angin sore tiba-tiba terasa dingin.
Seolah masa lalu yang ia coba tinggalkan…
kembali mengejarnya.

Seseorang di Balik Bayangan

Di tempat lain, seorang pria duduk di dalam mobil yang terparkir di pinggir jalan.
Ia melihat foto Maya di layar ponselnya.

Pria itu tersenyum tipis.

Di meja mobil ada berkas bertuliskan:
“Kasus Andi.”

Ia berkata pelan,
“Permainan baru saja dimulai.”

Penutup Episode

Malam datang perlahan.

Maya berdiri di depan jendela kamarnya.
Ia menatap kota yang dipenuhi lampu.

Langkah hidupnya memang sudah bergerak maju.

Namun kini ia sadar satu hal.
Masa lalu tidak selalu pergi begitu saja.
Kadang…
ia kembali dalam bentuk yang lebih besar.

🔥 Bersambung ke Episode 53 — “Orang Misterius di Balik Andi”





Yusi CreatorLANGKAH PERTAMA YANG TERHENTIEpisode 51 — “Awal Baru Setelah Badai”Malam semakin larut.Suara mobil polisi ya...
19/03/2026

Yusi Creator

LANGKAH PERTAMA YANG TERHENTI

Episode 51 — “Awal Baru Setelah Badai”
Malam semakin larut.

Suara mobil polisi yang membawa Andi perlahan menghilang di ujung jalan.
Gudang tua itu kembali sunyi.

Maya berdiri diam di depan pintu gudang.
Angin malam meniup pelan rambutnya.

Rani menepuk bahunya.
“May… semuanya sudah selesai.”

Maya menarik napas panjang.

“Semoga saja.”

Untuk pertama kalinya setelah sekian lama, ia merasa beban besar di dadanya mulai hilang.

Hari Baru

Keesokan paginya, matahari bersinar cerah.

Maya berjalan menuju pabrik seperti biasanya.

Namun hari itu terasa berbeda.
Langkahnya lebih ringan.

Saat ia masuk ke area kerja, beberapa pekerja menyapanya dengan senyum.

“Pagi, Maya!”

“Semangat kerja!”

Hal yang dulu jarang ia rasakan.

Rani berjalan di sampingnya sambil tersenyum lebar.

“Lihat? Dunia belum kiamat.”

Maya tertawa kecil.
“Iya… ternyata tidak.”

Dukungan yang Tak Terduga

Di ruang kerja, Pak Arman memanggil Maya.
“Maya, sebentar.”

Maya sedikit tegang.

Ia masuk ke ruangan Pak Arman dengan hati-hati.

Pak Arman duduk di kursinya sambil melihat beberapa berkas.

Kemudian ia menatap Maya.

“Kamu tahu… banyak orang yang akan menyerah dalam situasi seperti yang kamu alami.”

Maya menunduk.
“Tapi kamu tetap berdiri.”

Pak Arman tersenyum.
“Itu yang membuat saya percaya pada kamu.”

Ia kemudian menyerahkan sebuah map.
Maya membukanya perlahan.
Matanya membesar.

Kesempatan Baru

Di dalam map itu ada sebuah surat.
Surat promosi jabatan.

Maya terdiam beberapa detik.
“Saya… dipromosikan?”

Pak Arman mengangguk.
“Kamu pantas mendapatkannya.”
“Mulai bulan depan, kamu akan menjadi supervisor tim produksi.”

Maya hampir tidak percaya.
Air matanya kembali mengalir.
Namun kali ini bukan karena sedih.

Harapan Baru

Di luar ruangan, Rani menunggu dengan penasaran.
“Gimana?”

Maya keluar sambil masih memegang map.

Ia menunjukkan surat itu.

Rani langsung berteriak kecil.
“SERIOUS?!”

Mereka berdua tertawa bersama.

Beberapa pekerja lain ikut memberi selamat.

Untuk pertama kalinya…

Maya merasa masa depannya benar-benar mulai berubah.

Satu Bayangan yang Tersisa
Namun di sebuah ruangan kantor polisi…

Andi duduk di kursi pemeriksaan.
Tangannya disilangkan.

Wajahnya masih penuh kemarahan.

Seorang polisi menutup berkas di meja.
“Kamu akan menghadapi proses hukum.”

Andi hanya tersenyum tipis.

Ia menatap ke arah jendela.
“Cerita ini belum selesai…”

Penutup Episode

Sore hari, Maya berdiri di depan pabrik sambil melihat langit yang mulai berubah jingga.

Ia tersenyum kecil.

Langkahnya dulu pernah terhenti.

Namun sekarang…

ia mulai berjalan lagi.

Dan kali ini, tidak ada yang bisa menghentikannya.

🔥 Bersambung ke Episode 52 — “Masa Lalu yang Belum Sepenuhnya Pergi”





Yusi CreatorLANGKAH PERTAMA YANG TERHENTIEpisode 50 — “Pertemuan Berbahaya di Malam Hari”Malam itu terasa lebih gelap da...
18/03/2026

Yusi Creator

LANGKAH PERTAMA YANG TERHENTI

Episode 50 — “Pertemuan Berbahaya di Malam Hari”

Malam itu terasa lebih gelap dari biasanya.

Lampu jalan hanya menerangi sebagian kecil dari jalan yang sepi.

Maya berdiri di depan gerbang pabrik sambil memegang ponselnya.

Alamat yang dikirim Andi masih terpampang di layar.

Rani berdiri di sampingnya dengan wajah penuh kekhawatiran.

“May… aku masih merasa ini bukan ide yang bagus.”

Maya menatap jalan di depannya.
“Aku tahu.”

“Tapi kalau aku nggak datang… dia bisa terus menyebarkan video itu.”

Rani menggenggam tangan Maya.
“Kalau begitu aku ikut.”

Maya tersenyum kecil.
“Kita hadapi ini bersama.”

Tempat Pertemuan

Sekitar tiga puluh menit kemudian, mereka tiba di sebuah tempat yang agak jauh dari keramaian kota.

Sebuah gudang tua yang sudah lama tidak dipakai.

Lampu di dalam gudang menyala redup.
Pintu besarnya setengah terbuka.

Rani berbisik pelan,
“Aku nggak s**a tempat ini.”

Maya menarik napas panjang.
“Cepat selesai… lalu kita pergi.”

Mereka masuk perlahan.

Langkah kaki mereka bergema di dalam gudang yang kosong.

Andi Sudah Menunggu

Dari balik bayangan, seseorang muncul.
Andi.

Ia berdiri sambil menyandarkan diri pada sebuah meja kayu.

Senyumnya terlihat licik.
“Akhirnya kamu datang juga.”

Rani langsung berdiri di depan Maya.
“Apa yang kamu mau?”

Andi tertawa kecil.
“Aku cuma ingin bicara dengan Maya.”

Maya maju satu langkah.
“Kalau soal videonya… hapus sekarang juga.”

Andi mengangkat alisnya.
“Langsung ke inti masalah, ya?”

Ia mengeluarkan ponselnya.

Di layar terlihat video yang sama.

Permintaan Andi

Andi menatap Maya dengan serius.
“Aku akan menghapus video ini.”

Maya menatapnya tajam.
“Sebagai gantinya?”

Andi tersenyum.
“Aku ingin kamu kembali.”

Rani langsung bereaksi.
“Apa?!”

Andi tetap tenang.
“Kembali seperti dulu.”
“Bekerja denganku lagi.”

Maya langsung menggeleng.
“Itu tidak akan pernah terjadi.”

Wajah Andi berubah dingin.
“Kalau begitu… video ini akan terus menyebar.”

Situasi Semakin Tegang

Suasana di dalam gudang menjadi sangat tegang.

Rani menggenggam ponselnya dengan kuat.

Maya menatap Andi tanpa berkedip.
“Aku sudah bilang… aku tidak akan kembali ke masa lalu itu.”

Andi berjalan mendekat beberapa langkah.

“Kamu tidak punya pilihan.”
Namun tiba-tiba…

suara pintu gudang terbuka keras.
Semua orang menoleh.

Kejutan yang Tak Terduga

Beberapa orang masuk ke dalam gudang.
Di depan mereka berdiri Pak Arman.
Di belakangnya ada dua polisi.

Andi langsung membeku.

Pak Arman berkata dengan suara tegas,
“Andi, kamu sudah cukup membuat masalah.”

Salah satu polisi melangkah maju.
“Kami mendapat laporan tentang pemerasan dan penyebaran video pribadi.”

Andi terlihat panik.

“Ini salah paham!”

Namun polisi sudah berdiri tepat di depannya.

Penutup Episode

Andi akhirnya dibawa keluar dari gudang.
Wajahnya masih penuh kemarahan saat menatap Maya.
“Ini belum selesai!”

Namun kali ini Maya tidak takut lagi.
Ia berdiri dengan tenang.

Rani memeluknya dari samping.

Pak Arman berkata pelan,
“Kamu sudah melewati bagian tersulit.”

Maya menatap langit malam di luar gudang.

Untuk pertama kalinya…
ia merasa masa depannya mulai terbuka kembali.

Namun jauh di dalam hatinya, Maya tahu satu hal.

Perjalanan hidupnya belum benar-benar selesai.

🔥 Bersambung ke Episode 51 — “Awal Baru Setelah Badai”





Yusi CreatorLANGKAH PERTAMA YANG TERHENTIEpisode 48 — “Rahasia Terakhir Andi”Malam mulai turun.Lampu-lampu pabrik satu p...
16/03/2026

Yusi Creator

LANGKAH PERTAMA YANG TERHENTI

Episode 48 — “Rahasia Terakhir Andi”

Malam mulai turun.

Lampu-lampu pabrik satu per satu menyala, menerangi halaman yang mulai sepi.

Para pekerja sudah pulang.

Namun Maya masih duduk di bangku depan gerbang pabrik bersama Rani.

Angin malam terasa dingin.

Rani menatap Maya dengan khawatir.
“Kamu nggak apa-apa, May?”

Maya tersenyum kecil.

“Untuk pertama kalinya… aku merasa sedikit lega.”

Hari itu terasa seperti beban besar yang akhirnya terangkat dari bahunya.

Namun Rani masih terlihat gelisah.
“Aku cuma takut Andi nggak berhenti sampai di sini.”

Andi yang Tidak Terima

Di tempat lain, Andi menghentikan motornya di sebuah jalan yang sepi.
Ia melepas helmnya dengan kasar.

Wajahnya penuh amarah.

“Berani sekali mereka mempermalukan aku…”

Ia mengambil ponselnya dan membuka sebuah folder.

Di dalamnya ada beberapa foto lama Maya.

Namun bukan hanya itu.
Ada juga sebuah video.

Andi menatap video itu dengan senyum tipis.

“Kalau mereka pikir ini sudah selesai… mereka salah.”

Ia menekan tombol play sebentar.

Suara dalam video terdengar samar.
Namun jelas terlihat sosok Maya di masa lalu.

Andi lalu menghentikan videonya.

“Ini yang akan menghancurkan semuanya.”

Peringatan Tak Terduga
Sementara itu, Maya dan Rani sudah bersiap pulang.

Namun tiba-tiba ponsel Rani berbunyi.
Sebuah pesan masuk dari nomor yang tidak dikenal.

Rani membukanya.

Wajahnya langsung berubah tegang.
“Apa?” tanya Maya.

Rani memperlihatkan layar ponselnya.
Pesannya berbunyi:
“Hati-hati dengan Andi. Dia masih punya sesuatu yang lebih berbahaya.”

Maya mengerutkan kening.
“Siapa yang kirim?”
Rani menggeleng.

“Nomornya nggak dikenal.”

Beberapa detik kemudian pesan kedua masuk.

“Kalau kalian tidak menghentikannya sekarang, semuanya akan terlambat.”

Jantung Maya mulai berdetak lebih cepat.

Pertanyaan Baru

Rani langsung mencoba menelepon nomor itu.

Namun tidak bisa dihubungi.
“Dimatikan,” kata Rani.

Maya menatap jalan yang mulai gelap di depan mereka.

Perasaan tidak enak kembali muncul.
“Menurut kamu… siapa yang kirim pesan ini?”

Rani berpikir sejenak.
“Mungkin seseorang yang tahu rencana Andi.”

Maya terdiam.

Jika benar Andi masih menyimpan sesuatu…

maka masalah mereka belum benar-benar selesai.

Seseorang Mengawasi

Di seberang jalan, sebuah mobil hitam terparkir dalam keadaan mesin mati.

Di dalam mobil itu ada seseorang yang sedang melihat ke arah Maya dan Rani.

Orang itu memegang ponsel.

Dialah yang mengirim pesan tadi.

Namun wajahnya masih tertutup bayangan.

Ia berkata pelan pada dirinya sendiri,
“Aku tidak bisa membiarkan Andi menghancurkan hidupnya lagi…”

Mobil itu perlahan menyalakan mesin.

Beberapa detik kemudian pergi meninggalkan tempat itu.

Penutup Episode

Maya dan Rani akhirnya berjalan pulang.
Namun langkah mereka terasa lebih berat dari sebelumnya.

Mereka tahu satu hal sekarang.
Andi belum menyerah.

Dan rahasia yang ia simpan bisa menjadi masalah besar.

Di tempat lain, Andi kembali menatap video di ponselnya.

Ia tersenyum dingin.

“Besok… semuanya akan berubah.”

Lampu layar ponselnya menyala di tengah gelap malam.

Sebuah rahasia besar masih menunggu untuk terbuka.

Bersambung ke Episode 49 — “Video yang Mengancam Masa Depan Maya” 🔥





Yusi CreatorLANGKAH PERTAMA YANG TERHENTIEpisode 47 — “Konfrontasi di Gerbang Pabrik”Sore itu langit mulai gelap.Angin b...
15/03/2026

Yusi Creator

LANGKAH PERTAMA YANG TERHENTI

Episode 47 — “Konfrontasi di Gerbang Pabrik”

Sore itu langit mulai gelap.

Angin bertiup pelan di depan gerbang pabrik.

Beberapa pekerja berdiri di belakang Maya, menatap ke arah seorang pria yang berdiri di dekat motor hitamnya.
Andi.

Tatapannya masih sama seperti dulu—penuh tantangan.

Satpam berdiri di sampingnya dengan wajah kesal.

“Kalau tidak ada urusan, silakan pergi,” kata satpam itu tegas.

Namun Andi hanya tersenyum tipis.
“Aku cuma mau bicara dengan seseorang.”

Matanya langsung tertuju pada Maya.
Pertemuan yang Tak Terhindarkan.

Maya melangkah maju.

Rani langsung memegang lengannya.
“May… kamu yakin?”

Maya mengangguk pelan.

“Aku harus menyelesaikan ini.”

Ia berjalan sampai hanya beberapa langkah dari Andi.

Suasana menjadi sunyi.

Beberapa pekerja memperhatikan dengan tegang.

Andi menatap Maya dari atas sampai bawah.

“Hebat juga,” katanya sinis.
“Sekarang kamu punya banyak pendukung.”

Maya tetap diam.

Andi melanjutkan,
“Kamu pikir cerita kecilmu tadi bisa menghapus masa lalu?”

Rani langsung terlihat kesal.

Namun Maya mengangkat tangannya sedikit, menahan Rani.
Ia ingin menghadapi ini sendiri.

Maya Tidak Lagi Takut

Maya menatap langsung ke mata Andi.
“Aku tidak mencoba menghapus masa lalu.”

Andi sedikit terkejut.
“Lalu?”
“Aku menerimanya.”

Jawaban itu membuat Andi terdiam sesaat.

Maya melanjutkan,
“Masa lalu itu bagian dari hidupku. Tapi itu bukan masa depanku.”

Beberapa pekerja di belakangnya mulai mengangguk.

Andi tertawa kecil.
“Kata-kata bagus.”

Ia kemudian berkata pelan,
“Tapi kalau aku sebarkan semuanya ke internet… bagaimana?”

Suasana langsung tegang.

Balasan yang Tidak Diduga

Tiba-tiba Rani maju satu langkah.
“Silakan.”

Andi menoleh.

Rani mengangkat ponselnya.

“Kami juga punya rekaman ancaman kamu.”

Wajah Andi langsung berubah.

Pak Arman yang sejak tadi berdiri di dekat gerbang ikut berbicara.

“Kalau kamu terus mengganggu pekerja kami, kami tidak akan ragu melapor ke polisi.”

Beberapa pekerja lain ikut berdiri lebih dekat ke Maya.

Kini Andi benar-benar sendirian.
Kemarahan Andi.

Andi mengepalkan tangannya.
Ia tidak menyangka keadaan akan berubah seperti ini.

“Jangan merasa menang,” katanya dingin.

Ia menatap Maya sekali lagi.

“Cerita ini belum selesai.”

Ia kemudian naik ke motornya.
Mesin motor menyala keras.

Beberapa detik kemudian ia pergi meninggalkan gerbang pabrik.
Kelegaan yang Datang
Suasana yang tegang perlahan mulai mencair.

Rani langsung memeluk Maya.
“Kamu hebat, May.”
Maya tersenyum kecil, walaupun matanya masih sedikit berkaca-kaca.

Pak Arman menepuk bahunya.
“Kamu sudah melakukan hal yang benar.”
Untuk pertama kalinya sejak lama…

Maya merasa benar-benar bebas dari bayangan masa lalu.
Namun di kejauhan, motor Andi menghilang di tikungan jalan.
Dan tidak ada yang tahu…
bahwa pria itu masih menyimpan sesuatu yang bisa mengubah semuanya.

Bersambung ke Episode 48 — “Rahasia Terakhir Andi” 🔥





Address

Jalan Sariwangi
Bandung Rejosari

Opening Hours

Monday 09:00 - 17:00
Tuesday 09:00 - 17:00
Wednesday 09:00 - 17:00
Thursday 09:00 - 17:00
Friday 09:00 - 17:00

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Yusi creator posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share