15/03/2026
Yusi Creator
LANGKAH PERTAMA YANG TERHENTI
Episode 47 — “Konfrontasi di Gerbang Pabrik”
Sore itu langit mulai gelap.
Angin bertiup pelan di depan gerbang pabrik.
Beberapa pekerja berdiri di belakang Maya, menatap ke arah seorang pria yang berdiri di dekat motor hitamnya.
Andi.
Tatapannya masih sama seperti dulu—penuh tantangan.
Satpam berdiri di sampingnya dengan wajah kesal.
“Kalau tidak ada urusan, silakan pergi,” kata satpam itu tegas.
Namun Andi hanya tersenyum tipis.
“Aku cuma mau bicara dengan seseorang.”
Matanya langsung tertuju pada Maya.
Pertemuan yang Tak Terhindarkan.
Maya melangkah maju.
Rani langsung memegang lengannya.
“May… kamu yakin?”
Maya mengangguk pelan.
“Aku harus menyelesaikan ini.”
Ia berjalan sampai hanya beberapa langkah dari Andi.
Suasana menjadi sunyi.
Beberapa pekerja memperhatikan dengan tegang.
Andi menatap Maya dari atas sampai bawah.
“Hebat juga,” katanya sinis.
“Sekarang kamu punya banyak pendukung.”
Maya tetap diam.
Andi melanjutkan,
“Kamu pikir cerita kecilmu tadi bisa menghapus masa lalu?”
Rani langsung terlihat kesal.
Namun Maya mengangkat tangannya sedikit, menahan Rani.
Ia ingin menghadapi ini sendiri.
Maya Tidak Lagi Takut
Maya menatap langsung ke mata Andi.
“Aku tidak mencoba menghapus masa lalu.”
Andi sedikit terkejut.
“Lalu?”
“Aku menerimanya.”
Jawaban itu membuat Andi terdiam sesaat.
Maya melanjutkan,
“Masa lalu itu bagian dari hidupku. Tapi itu bukan masa depanku.”
Beberapa pekerja di belakangnya mulai mengangguk.
Andi tertawa kecil.
“Kata-kata bagus.”
Ia kemudian berkata pelan,
“Tapi kalau aku sebarkan semuanya ke internet… bagaimana?”
Suasana langsung tegang.
Balasan yang Tidak Diduga
Tiba-tiba Rani maju satu langkah.
“Silakan.”
Andi menoleh.
Rani mengangkat ponselnya.
“Kami juga punya rekaman ancaman kamu.”
Wajah Andi langsung berubah.
Pak Arman yang sejak tadi berdiri di dekat gerbang ikut berbicara.
“Kalau kamu terus mengganggu pekerja kami, kami tidak akan ragu melapor ke polisi.”
Beberapa pekerja lain ikut berdiri lebih dekat ke Maya.
Kini Andi benar-benar sendirian.
Kemarahan Andi.
Andi mengepalkan tangannya.
Ia tidak menyangka keadaan akan berubah seperti ini.
“Jangan merasa menang,” katanya dingin.
Ia menatap Maya sekali lagi.
“Cerita ini belum selesai.”
Ia kemudian naik ke motornya.
Mesin motor menyala keras.
Beberapa detik kemudian ia pergi meninggalkan gerbang pabrik.
Kelegaan yang Datang
Suasana yang tegang perlahan mulai mencair.
Rani langsung memeluk Maya.
“Kamu hebat, May.”
Maya tersenyum kecil, walaupun matanya masih sedikit berkaca-kaca.
Pak Arman menepuk bahunya.
“Kamu sudah melakukan hal yang benar.”
Untuk pertama kalinya sejak lama…
Maya merasa benar-benar bebas dari bayangan masa lalu.
Namun di kejauhan, motor Andi menghilang di tikungan jalan.
Dan tidak ada yang tahu…
bahwa pria itu masih menyimpan sesuatu yang bisa mengubah semuanya.
Bersambung ke Episode 48 — “Rahasia Terakhir Andi” 🔥