18/08/2026
TIGA PRESIDEN, KELEBIHAN DAN KEKURANGANNYA
Kalau kita mau jujur melihat sejarah Indonesia, tidak ada presiden yang sempurna.
Soeharto punya catatan pembangunan yang besar: stabilisasi ekonomi, pembangunan infrastruktur, pendidikan dasar, program KB, pembangunan pertanian, dan swasembada beras. Tetapi di sisi lain, pemerintahannya juga memiliki kelemahan serius: kekuasaan yang terlalu terpusat, kebebasan politik yang terbatas, KKN, serta berbagai persoalan HAM.
B.J. Habibie memimpin dalam masa yang sangat singkat dan sangat sulit. Namun di masa pemerintahannya lahir sejumlah perubahan penting menuju Reformasi: kebebasan pers yang lebih luas, pemilu yang lebih terbuka, desentralisasi, serta perubahan politik yang menjadi fondasi demokrasi setelah 1998. Kekurangannya, masa pemerintahannya terlalu singkat untuk menyelesaikan seluruh persoalan bangsa.
Susilo Bambang Yudhoyono membawa Indonesia melewati periode konsolidasi demokrasi dengan relatif stabil. Pertumbuhan ekonomi, pengurangan kemiskinan, program bantuan sosial, pendidikan, serta perluasan jaminan kesehatan menjadi bagian dari kebijakannya. Tetapi pemerintahannya juga tidak lepas dari kritik, terutama soal korupsi di lingkungan politik, birokrasi, dan sejumlah kasus yang penyelesaiannya dianggap lambat.
Lalu bagaimana dengan pemerintahan sekarang?
Menurut saya, kritik terhadap pemerintah hari ini juga harus disampaikan secara jujur. Pemerintahan sekarang tentu masih memiliki program yang layak diapresiasi, seperti pembangunan industri, hilirisasi, ketahanan pangan dan energi, serta berbagai program sosial.
Tetapi pemerintah juga harus berani menerima kritik ketika muncul persoalan mengenai ekonomi rakyat, lapangan pekerjaan, harga kebutuhan, tata kelola anggaran, korupsi, kebebasan sipil, maupun kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.
Bagi saya, membandingkan masa lalu dengan masa sekarang bukan berarti harus mengkultuskan Soeharto, Habibie, atau SBY.
Kita boleh mengakui keberhasilan masa lalu tanpa menutup mata terhadap kesalahannya. Begitu juga kita boleh mengkritik pemerintah sekarang tanpa harus membenci negaranya.
Dan kalau saya pribadi menilai secara keseluruhan, kekurangan pemerintahan masa lalu memang banyak dan tidak boleh dilupakan. Tetapi saya juga tidak melihat bahwa setiap persoalan pemerintahan hari ini otomatis lebih baik hanya karena kita hidup di era Reformasi.
Sejarah seharusnya menjadi cermin.
Ambil pembangunan terbaik dari masa lalu.
Pertahankan demokrasi dan kebebasan yang diperjuangkan Reformasi.
Perbaiki kesalahan pemerintah hari ini.
Dan jangan pernah menempatkan seorang presiden di atas kepentingan rakyat dan negara.
Karena yang kita cari bukan presiden yang sempurna.
Yang kita butuhkan adalah pemerintahan yang benar-benar bekerja untuk rakyat. 🇮🇩
DISCLAIMER
Konten ini dibuat berdasarkan rangkuman informasi dan data sejarah yang tersedia dari berbagai sumber publik, termasuk dokumen pemerintah, lembaga resmi, penelitian, serta sumber sejarah lainnya.
Penyajian mengenai kelebihan dan kekurangan masing-masing pemerintahan merupakan rangkuman untuk tujuan informasi dan diskusi, bukan untuk mengultuskan, menjatuhkan, atau membela tokoh politik tertentu.
Data dan interpretasi sejarah dapat memiliki perbedaan antar-sumber. Karena itu, pembaca disarankan untuk melakukan verifikasi dan melihat berbagai sumber sebelum mengambil kesimpulan.
Konten ini juga bukan pernyataan resmi dari pemerintah, partai politik, maupun tokoh yang disebutkan.
Tujuan utama konten ini adalah mengajak masyarakat melihat sejarah secara lebih seimbang: menghargai keberhasilan, mengakui kekurangan, dan mengambil pelajaran untuk masa depan Indonesia.
Catatan: Perbandingan dengan pemerintahan saat ini merupakan opini/analisis berdasarkan informasi yang tersedia dan tidak dimaksudkan sebagai klaim bahwa satu pemerintahan sepenuhnya baik atau buruk.