12/06/2026
Kerbau, salah satu hewan penting dalam sistem pertanian dan budaya pedesaan Indonesia, kini menghadapi ancaman serius. Berdasarkan proyeksi akademisi IPB, jika penurunan populasi terus berlanjut, kerbau di Indonesia berpotensi mendekati kepunahan pada tahun 2031.
Data menunjukkan tren penurunan yang konsisten selama dua dekade terakhir. Dari lebih dari 1,1 juta ekor pada 2021, jumlahnya kembali turun menjadi sekitar 1,08 juta ekor pada 2022. Penurunan juga terjadi di hampir seluruh provinsi di Pulau Jawa, dengan hanya sebagian kecil wilayah yang masih mencatat peningkatan populasi.
Penyebabnya tidak tunggal, mulai dari rendahnya tingkat reproduksi, keterbatasan pakan, perubahan fungsi lahan, hingga berkurangnya sistem pemeliharaan tradisional. Di sisi lain, kerbau sebenarnya memiliki ketahanan biologis yang tinggi dan berpotensi menjadi sumber protein hewani yang adaptif terhadap perubahan iklim.
Ironisnya, di tengah keunggulan tersebut, perhatian terhadap keberlanjutan populasi kerbau justru masih terbatas. Padahal, hewan ini bukan hanya bagian dari produksi pangan, tetapi juga bagian dari ekosistem pertanian dan identitas pedesaan yang mulai tergerus zaman.
Jika tren ini terus berlanjut, bukan tidak mungkin generasi mendatang hanya mengenal kerbau dari cerita dan gambar. Lalu, menurut Anda, apa langkah paling penting yang harus dilakukan untuk mencegah hilangnya kerbau dari ekosistem Indonesia?
Sumber: Mongabay Indonesia