18/07/2026
Kemeriahan dan Isak Haru Warnai Penutupan Matamuda 2026 di Sejumlah Madrasah Bandung
BANDUNG — Suasana penuh keceriaan sekaligus haru mewarnai acara penutupan Masa Ta'aruf Murid Madrasah (Matamuda) tahun ajaran 2026/2027 di sejumlah madrasah di Kota dan Kabupaten Bandung, Sabtu (18/7/2026). Setelah berlangsung selama sepekan, kegiatan orientasi resmi ditutup dengan berbagai unjuk bakat dan upacara pelepasan atribut peserta.
Matamuda tahun ini mengusung tema penguatan karakter, moderasi beragama, dan digitalisasi madrasah. Seluruh rangkaian kegiatan dirancang untuk membantu siswa baru beradaptasi dengan lingkungan sekolah yang agamis namun tetap adaptif terhadap perkembangan teknologi.
Ragam Kreativitas di Hari Penutupan
Di beberapa Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Madrasah Aliyah (MA) unggulan di Bandung, acara penutupan diisi dengan kegiatan yang meriah:
Pelepasan Tanda Peserta:
Dilakukan secara simbolis oleh kepala madrasah dengan menyematkan dasi atau atribut seragam resmi madrasah kepada perwakilan siswa baru.
Pentas Seni & Kreasi:
Para siswa baru unjuk gigi menampilkan berbagai kreativitas, mulai dari penampilan marawis, *nasyid*, pembacaan puisi, hingga demonstrasi baris-berbaris.
Deklarasi Anti-Bullying:
Sejumlah madrasah juga memanfaatkan momentum ini untuk mengajak siswa baru menandatangani komitmen bersama menolak perundungan (*bullying*) dan kekerasan di lingkungan sekolah.
Kesan Kepala Madrasah dan Siswa
Salah satu perwakilan kepala madrasah di Bandung menyatakan rasa syukur atas kelancaran acara ini. Beliau menekankan bahwa Matamuda bukan sekadar ajang pengenalan fisik sekolah, melainkan fondasi awal pembentukan akhlak mulia.
"Kami berharap melalui Matamuda ini, para siswa baru tidak hanya mengenal lingkungan fisiknya saja, tetapi juga siap secara mental dan spiritual untuk menuntut ilmu di madrasah. Madrasah maju, bermutu, dan mendunia harus dimulai dari karakter siswa yang kuat," ujarnya.