Cacantikan

Cacantikan 🗞️ Info, berita, dan isu sosial
🫂 Wadah netizen untuk mengadu & berbagi cerita
✍️ DM kami kalau mau kisahmu diangkat!
(1)

Kisah sebuah keluarga di Kabupaten Indramayu yang dikaruniai anak kembar lima menjadi sorotan publik. Di balik kebahagia...
05/08/2026

Kisah sebuah keluarga di Kabupaten Indramayu yang dikaruniai anak kembar lima menjadi sorotan publik. Di balik kebahagiaan memiliki lima buah hati sekaligus, keluarga tersebut harus menghadapi perjuangan berat untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Demi mencukupi kebutuhan keluarga, mereka mengaku telah menjual berbagai aset berharga yang dimiliki. Mulai dari sawah, sepeda motor, hingga perhiasan emas rela dilepas agar kebutuhan rumah tangga dan anak-anak tetap terpenuhi.

Di sisi lain, sang kepala keluarga hingga kini belum memiliki pekerjaan tetap. Kondisi tersebut membuat beban ekonomi keluarga semakin berat, terlebih dengan kebutuhan lima anak yang terus bertambah seiring waktu.

Kisah perjuangan keluarga ini pun mengundang simpati masyarakat. Banyak pihak berharap ada perhatian dan dukungan, baik dari pemerintah maupun para dermawan, agar keluarga tersebut dapat memperoleh bantuan dan memiliki penghasilan yang lebih stabil untuk memenuhi kebutuhan anak-anak mereka.

Kisah seorang driver Maxim mengundang haru setelah perjuangannya mengasuh anak seorang diri sambil tetap mencari nafkah ...
05/08/2026

Kisah seorang driver Maxim mengundang haru setelah perjuangannya mengasuh anak seorang diri sambil tetap mencari nafkah menjadi sorotan di media sosial. Demi memastikan buah hatinya tetap aman saat ia bekerja, sang ayah memasang kamera CCTV di kamar kontrakan agar bisa memantau kondisi anaknya dari kejauhan.

Dalam kisah yang dibagikan, pria tersebut mengaku harus menjalani peran sebagai ayah sekaligus ibu bagi anaknya. Ia menyebut sang mantan istri memilih menjalani kehidupan baru dan tidak lagi mengurus anak mereka.

“Ibunya masa bodoh, tidak mau merawat dan sekarang sudah punya keluarga baru,” ungkapnya.

Ia juga menceritakan pengalaman menyakitkan ketika tanpa sengaja berpapasan dengan mantan istrinya bersama sang anak. Menurutnya, mantan istrinya bersikap biasa saja seolah tidak terjadi apa pun.

Lebih memilukan lagi, ia mengaku sejak lahir anaknya tidak pernah mendapatkan ASI dari sang ibu. Meski harus menghadapi berbagai kesulitan, pria tersebut tetap bertekad membesarkan buah hatinya dengan penuh kasih sayang.

Kisah perjuangan ayah tersebut pun menuai simpati dari banyak warganet. Mereka memberikan doa dan dukungan agar sang ayah diberikan kesehatan, rezeki yang lancar, serta kekuatan dalam membesarkan anaknya seorang diri.

Meski demikian, cerita yang beredar di media sosial ini merupakan pengakuan sepihak dan belum diketahui adanya keterangan atau tanggapan dari pihak ibu terkait kisah tersebut.

05/08/2026

Seorang warga Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, dilaporkan meninggal dunia setelah diduga mengalami penganiayaan yang melibatkan oknum anggota kepolisian. Peristiwa tersebut memicu perhatian publik usai keluarga korban menyampaikan dugaan adanya tindakan kekerasan yang menyebabkan korban kehilangan nyawa.

Korban diketahui bernama Widi Nur Cahyono (43), warga Desa Gununggangsir, Kecamatan Beji. Menurut keterangan pihak keluarga, korban sempat mengalami insiden sebelum akhirnya meninggal dunia. Keluarga menduga terdapat unsur penganiayaan yang dilakukan oleh oknum polisi dan meminta kasus ini diusut secara transparan.

Hingga kini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan terkait peristiwa tersebut. Belum ada keterangan resmi yang menyimpulkan penyebab pasti kematian korban maupun menetapkan adanya pelanggaran yang dilakukan oleh anggota kepolisian.

Keluarga berharap proses hukum berjalan secara objektif dan transparan agar fakta-fakta yang sebenarnya dapat terungkap serta memberikan kepastian hukum bagi semua pihak.

Presiden Prabowo Subianto mengusulkan agar masyarakat kembali memanfaatkan atap rumah berbahan ijuk dan rumbai sebagai a...
05/08/2026

Presiden Prabowo Subianto mengusulkan agar masyarakat kembali memanfaatkan atap rumah berbahan ijuk dan rumbai sebagai alternatif pengganti seng. Menurutnya, material alami yang telah lama digunakan masyarakat Indonesia dinilai lebih baik dibandingkan seng yang mudah berkarat.

Usulan tersebut disampaikan saat peresmian renovasi bangunan c***r budaya Stasiun Semarang Tawang, Jawa Tengah. Dalam sambutannya, Prabowo mengatakan masyarakat Indonesia sejak dahulu telah menggunakan ijuk, rumbai, maupun genteng sebagai material penutup atap sebelum seng banyak digunakan.

Ia juga menilai genteng bukanlah teknologi baru karena telah lama menjadi bagian dari budaya pembangunan rumah di Indonesia. Menurutnya, masyarakat memiliki kemampuan untuk kembali memanfaatkan material lokal yang telah terbukti digunakan secara turun-temurun.

Selain itu, Prabowo menyebut penggunaan seng membuat rumah terasa lebih panas. Ia juga menyampaikan pandangannya bahwa seng yang berkarat dapat berdampak pada kesehatan sehingga perlu dipertimbangkan penggunaan material alternatif yang lebih sesuai dengan kondisi iklim Indonesia.

Pernyataan tersebut langsung menjadi sorotan publik dan memicu beragam tanggapan. Sebagian mendukung gagasan pemanfaatan kembali material tradisional yang dinilai lebih ramah lingkungan dan mampu menjaga suhu rumah tetap sejuk. Namun, ada p**a yang menilai penerapan usulan tersebut perlu mempertimbangkan ketersediaan bahan baku, biaya, serta ketahanannya untuk kebutuhan hunian masa kini.

05/08/2026

Sejumlah tenaga kesehatan akhirnya menyampaikan permintaan maaf setelah komentar mereka terhadap Yurizal Tri Chaerawan memicu kecaman luas dari masyarakat. Permintaan maaf tersebut muncul setelah Yurizal, yang sebelumnya mengeluhkan lamanya menunggu kamar rawat inap melalui media sosial, meninggal dunia.

Di antara tenaga kesehatan yang telah menyampaikan permintaan maaf adalah Dokter Benny Christian Sihombing, perawat Widhiyarini Pangestika, petugas perekam medis Hilda Clarissa Theopilus, tenaga kesehatan Norma Zahara, serta Dokter Elda Putri Rahardini. Mereka mengakui komentar yang disampaikan tidak mencerminkan empati dan tidak sesuai dengan etika profesi.

Sementara itu, masih terdapat puluhan tenaga kesehatan lain yang sebelumnya ikut memberikan komentar serupa namun hingga kini belum menyampaikan permintaan maaf secara terbuka.

Peristiwa ini bermula ketika Yurizal mengunggah keluhannya di platform Threads. Dalam unggahan tersebut, ia mengaku telah menunggu sekitar delapan jam untuk mendapatkan kamar rawat inap. Menurut keterangan sahabatnya, Firhan Arief, Yurizal baru memperoleh ruang perawatan setelah menjalani perawatan di Instalasi Gawat Darurat (IGD) selama dua hari.

Alih-alih mendapatkan dukungan, unggahan Yurizal justru dibanjiri komentar bernada merendahkan dari sejumlah tenaga kesehatan. Firhan menyebut Yurizal sempat menangis setelah membaca ribuan komentar yang ditujukan kepadanya. Beberapa hari setelah peristiwa itu, Yurizal dikabarkan meninggal dunia.

Kasus ini memicu perbincangan luas di media sosial mengenai pentingnya empati, etika komunikasi, dan profesionalisme tenaga kesehatan dalam berinteraksi dengan pasien, baik secara langsung maupun di ruang digital.

Sebuah kisah mengharukan dibagikan oleh seorang sopir travel bernama Bang Fazilur Rahman melalui akun Facebook miliknya....
05/08/2026

Sebuah kisah mengharukan dibagikan oleh seorang sopir travel bernama Bang Fazilur Rahman melalui akun Facebook miliknya. Cerita yang terjadi dalam sebuah perjalanan itu menyentuh hati banyak warganet setelah memperlihatkan perjuangan seorang gadis kecil yang harus berpindah tempat tinggal demi melanjutkan hidup bersama ayahnya.

Dalam perjalanan tersebut, Bang Fazilur Rahman bertemu dengan seorang gadis kecil yang menempuh perjalanan dari Jambi. Ia kemudian menyapa sang anak dan menanyakan tujuan perjalanannya serta alasan tidak berada di sekolah.

Dengan suara pelan, gadis kecil itu menjawab bahwa dirinya hendak pergi ke rumah ayahnya. Ia juga mengungkapkan bahwa ibunya telah menikah lagi sehingga dirinya diminta pindah ke rumah sang ayah sekaligus berpindah sekolah.

Jawaban singkat itu membuat suasana perjalanan berubah haru. Bang Fazilur Rahman mengaku tak menyangka akan mendengar kisah yang begitu menyentuh dari seorang anak seusia itu.

Rasa haru kembali muncul saat mereka berhenti untuk sarapan. Ketika ditawari makan, gadis kecil tersebut menolak dengan halus. Setelah sopir itu selesai sarapan dan kembali ke mobil, sang anak memberanikan diri bertanya apakah ada jajanan seharga Rp5 ribu karena uang yang dimilikinya hanya sebesar itu.

Mendengar permintaan sederhana tersebut, Bang Fazilur Rahman langsung mengajak gadis kecil itu ke sebuah minimarket dan mempersilahkannya memilih makanan atau jajanan yang diinginkan tanpa perlu memikirkan harganya.

Perjalanan kemudian dilanjutkan hingga mereka tiba di rumah tujuan. Namun, sesampainya di sana, yang menyambut kedatangan gadis kecil itu hanyalah kakak dari sang ayah. Ayahnya sendiri belum berada di rumah.

Kisah ini pun mengundang simpati warganet. Banyak yang mengaku terharu dengan ketabahan sang anak serta kebaikan hati sopir travel yang berusaha membuat perjalanan gadis kecil tersebut terasa sedikit lebih hangat di tengah situasi yang berat.

05/08/2026

PT TransJakarta menyampaikan permohonan maaf setelah seorang penumpang lanjut usia diturunkan dari bus di Halte Kampung Melayu, Jakarta Timur, usai dikeluhkan memiliki aroma badan yang menyengat.

Berdasarkan keterangan TransJakarta, penumpang tersebut diketahui merupakan seorang tunawisma. Pihak TransJakarta menjelaskan bahwa petugas telah melakukan pendekatan secara persuasif sebelum lansia tersebut bersedia turun dari bus.

Kepala Departemen Humas dan CSR TransJakarta, Ayu Wardhani, mengatakan pihaknya menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan atas ketidaknyamanan yang terjadi. Ia juga menegaskan bahwa insiden tersebut menjadi perhatian serius perusahaan.

TransJakarta menyebut telah berkoordinasi dengan Dinas Sosial untuk memberikan penanganan dan pendampingan kepada lansia tersebut. Selain itu, perusahaan memastikan peristiwa ini akan dijadikan bahan evaluasi guna meningkatkan pelayanan serta penanganan terhadap situasi serupa di masa mendatang.

Denny Sumargo akhirnya angkat bicara setelah menjadi sorotan publik terkait sikapnya dalam polemik yang melibatkan Ruben...
05/08/2026

Denny Sumargo akhirnya angkat bicara setelah menjadi sorotan publik terkait sikapnya dalam polemik yang melibatkan Ruben Onsu dan Sarwendah. Presenter sekaligus YouTuber itu mendapat kritik dari sejumlah pihak karena dianggap tidak bersikap netral.

Menanggapi tudingan tersebut, Denny menegaskan bahwa dirinya tidak membela salah satu pihak. Ia menjelaskan, baik Ruben Onsu maupun Sarwendah sama-sama menyampaikan keberatan terhadap konten yang beredar sehingga posisinya hanya berupaya mendengarkan kedua belah pihak.

Menurut Denny, tujuannya bukan untuk memperkeruh keadaan, melainkan memberikan ruang bagi masing-masing pihak untuk menyampaikan pandangan mereka. Ia berharap persoalan tersebut dapat diselesaikan dengan baik tanpa menimbulkan kesalahpahaman yang semakin meluas.

Pernyataan Denny Sumargo itu pun memicu beragam tanggapan dari warganet. Sebagian menilai sikapnya sudah tepat karena berusaha menjadi penengah, sementara sebagian lainnya tetap menilai dirinya cenderung memihak dalam konflik yang masih menjadi perhatian publik.

05/08/2026

Nama Ruben Onsu kembali menjadi perbincangan di media sosial setelah muncul unggahan yang menuding dirinya ikut melontarkan komentar bernada menghina terhadap seseorang yang sebelumnya pernah ia bantu.

Narasi yang beredar menyebutkan bahwa orang tersebut pernah mendapat bantuan dari Ruben Onsu saat anaknya sedang sakit. Namun, belakangan justru muncul tudingan bahwa Ruben ikut memberikan komentar yang dianggap merendahkan, sehingga memicu beragam reaksi dari warganet.

Puluhan warga mendatangi sebuah warung babi guling di Jalan Roviga, Kelurahan Tondo, Kecamatan Mantikulore, Kota Palu, S...
05/08/2026

Puluhan warga mendatangi sebuah warung babi guling di Jalan Roviga, Kelurahan Tondo, Kecamatan Mantikulore, Kota Palu, Sulawesi Tengah. Aksi tersebut dipicu karena warung dinilai terlalu mencolok berada di tepi jalan utama dan dianggap kurang memperhatikan kondisi lingkungan yang mayoritas penduduknya beragama Islam.

Salah satu tokoh masyarakat, Ismail, menjelaskan bahwa aksi tersebut bukan bertujuan menghalangi pemilik usaha mencari nafkah maupun merupakan bentuk intoleransi. Menurutnya, warga sebelumnya telah melakukan mediasi dengan pemilik usaha untuk mencari solusi bersama.

Dalam mediasi itu, warga meminta agar pemilik usaha memenuhi sejumlah persyaratan, di antaranya memasang penanda non-halal, mengelola limbah secara mandiri, serta memperoleh persetujuan dari warga sekitar.

Namun, hingga aksi berlangsung, persyaratan tersebut disebut belum dipenuhi. Warga berharap persoalan ini dapat diselesaikan secara musyawarah sehingga tercapai solusi yang dapat diterima semua pihak, tanpa mengganggu ketertiban maupun kerukunan di lingkungan setempat.

Address

Bandung

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Cacantikan posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Cacantikan:

Shortcuts

Share