Cacantikan

Cacantikan 🗞️ Info, berita, dan isu sosial
🫂 Wadah netizen untuk mengadu & berbagi cerita
✍️ DM kami kalau mau kisahmu diangkat!
(1)

03/06/2026

Sebuah insiden kecelakaan lalu lintas terjadi di kawasan depan McD Jatinegara dan menjadi sorotan warganet setelah rekaman serta kronologi kejadian beredar di media sosial.

Dalam unggahan yang beredar, pengendara sepeda motor diduga melintas di jalur busway, tidak mengenakan helm, dan melaju dengan kecepatan tinggi. Pengendara tersebut kemudian terlibat tabrakan dengan kendaraan lain yang disebut telah memberikan lampu sein saat hendak berputar arah.

Unggahan tersebut juga menyebutkan bahwa setelah kejadian, pihak yang diduga menyebabkan kecelakaan disebut tidak menunjukkan tanggung jawab atas insiden tersebut. Namun, hingga saat ini belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai kronologi lengkap maupun penyebab pasti kecelakaan.

Peristiwa ini kembali menjadi pengingat bagi seluruh pengguna jalan untuk selalu mematuhi aturan lalu lintas, menggunakan perlengkapan keselamatan, serta mengutamakan kehati-hatian saat berkendara demi mengurangi risiko kecelakaan di jalan raya.

Belum ada informasi resmi dari pihak berwenang terkait detail kejadian maupun identitas pihak yang terlibat.

03/06/2026

Seorang perempuan bernama Siti Muhajiroh mendatangi Ruang Propam Polres Kebumen sambil menangis dan meminta pendampingan dari Tim Kantor Bantuan Hukum Kebumen Gedung Putih Kebumen.

Dalam keterangannya, Siti mengaku mengalami kerugian setelah tempat yang disebutnya disewa oleh seseorang berinisial N, yang dikaitkan dengan perkara dugaan investasi bodong yang saat ini sedang menjalani proses persidangan di Pengadilan Negeri Kebumen.

Siti menyebut lokasi tersebut sempat disita, disegel, dan dipasang garis polisi oleh pihak kepolisian. Namun, setelah proses tersebut berlangsung, ia mengaku mendapati sebagian barang miliknya hilang. Menurut pengakuannya, barang-barang yang hilang tersebut tidak berkaitan dengan perkara yang sedang ditangani.

Atas kejadian itu, Siti menyampaikan keluhannya kepada Propam dan berharap ada kejelasan mengenai keberadaan barang-barang yang dilaporkan hilang. Ia juga meminta pihak terkait untuk memberikan penjelasan dan pertanggungjawaban apabila terbukti terjadi kelalaian dalam pengamanan lokasi.

Hingga kini, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait tudingan tersebut. Kasus ini pun menjadi perhatian publik dan memunculkan berbagai tanggapan di media sosial.

Presiden Prabowo Subianto resmi melakukan pergantian pimpinan di Badan Gizi Nasional. Dalam keputusan yang diumumkan di ...
03/06/2026

Presiden Prabowo Subianto resmi melakukan pergantian pimpinan di Badan Gizi Nasional. Dalam keputusan yang diumumkan di Istana Kepresidenan, Dadan Hindayana dicopot dari jabatannya sebagai Kepala BGN bersama dua wakil kepala lembaga tersebut.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menjelaskan bahwa keputusan itu diambil setelah Presiden melakukan evaluasi terhadap kinerja lembaga dan pelaksanaan program-program yang berada di bawah BGN.

Sebagai pengganti, pemerintah menunjuk Nanik S. Deyang untuk memimpin BGN. Pemerintah memastikan pergantian pimpinan tidak akan mengganggu jalannya program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu program prioritas nasional.

Pergantian ini langsung menjadi perhatian publik dan memicu berbagai tanggapan di media sosial. Banyak pihak kini menantikan langkah pimpinan baru BGN dalam melanjutkan serta memperkuat pelaksanaan program gizi nasional di seluruh Indonesia.

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto, membuka peluang bagi perguruan tinggi untuk mengelola S...
03/06/2026

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto, membuka peluang bagi perguruan tinggi untuk mengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sebagai bagian dari kegiatan pendidikan dan penelitian yang terintegrasi dengan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Menurut Brian, sejumlah kampus telah mengembangkan SPPG sebagai sarana teaching factory yang memungkinkan mahasiswa memperoleh pengalaman praktik langsung sekaligus menjadi lokasi riset terkait pemenuhan gizi masyarakat.

"Ada beberapa kampus yang membuat SPPG dalam rangka teaching factory, dalam rangka mahasiswa praktik, dalam rangka itu juga sekaligus diteliti, yaitu kami mempersilahkan kepada kampus-kampus tersebut," kata Mendiktisaintek Brian Yuliarto dalam rapat kerja bersama Komisi X DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa.

Ia menilai keterlibatan perguruan tinggi dalam Program MBG merupakan bagian dari kontribusi sivitas akademika terhadap berbagai program strategis nasional. Menurutnya, dukungan kampus terhadap ekosistem gizi nasional tidak berbeda dengan keterlibatan perguruan tinggi dalam pengembangan teknologi mobil listrik, industri semikonduktor, maupun proyek tanggul laut raksasa.

Meski demikian, Brian menegaskan bahwa pemerintah tidak mewajibkan seluruh perguruan tinggi mendirikan SPPG. Ia memastikan tidak ada kebijakan ataupun surat edaran yang mengharuskan kampus membangun dapur MBG.

"Jadi, kami tidak pernah ada edaran kebijakan bahwa setiap kampus harus mendirikan SPPG, itu tidak pernah ada. Tapi yang kita dorong adalah kependidikan kampus dalam seluruh program-program nasional," ujarnya.

Lebih jauh, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi mendorong perguruan tinggi mengambil peran dalam aspek penelitian jangka panjang guna mengukur dampak Program MBG terhadap kesehatan masyarakat.

Menurut Brian, kampus dapat berkontribusi melalui kajian ilmiah terkait perbaikan status gizi, penurunan angka stunting, hingga evaluasi efektivitas program dalam jangka panjang.

"Jadi yang kami dorong adalah bagaimana lakukan riset-riset untuk misalnya stuntingnya bagaimana, dicek. Kan saya pernah mendapatkan paper itu di India, Program MBG ini berhasil menaikkan angka perbaikan gizi dan menurunkan stunting. Nah ini kan perlu jangka panjang, yang barangkali tidak terfikir oleh oleh para SPPG-nya," ucap Mendiktisaintek Brian Yuliarto.

Dengan pendekatan tersebut, pemerintah berharap perguruan tinggi tidak hanya menjadi pelaksana teknis dalam Program MBG, tetapi juga berperan sebagai pusat penelitian yang dapat memberikan data dan rekomendasi ilmiah untuk meningkatkan kualitas program pemenuhan gizi nasional.

02/06/2026

VIRAL 🔥 Diduga Tak Terima Ditagih Utang, Seorang Warga Datangi Rumah Penagih

Sebuah video yang beredar di media sosial memperlihatkan keributan antara pihak yang menagih utang dan seseorang yang diduga memiliki kewajiban pembayaran.

Menurut keterangan yang beredar, perselisihan bermula setelah upaya penagihan dilakukan melalui pesan. Namun, komunikasi tersebut disebut tidak mendapat respons sehingga berlanjut menjadi ketegangan.

Dalam video, pihak yang datang ke rumah terlihat meluapkan emosi hingga memicu keributan. Perekam video juga mengaku telah mengingatkan agar tidak membuat kegaduhan karena terdapat anggota keluarga yang memiliki riwayat sakit jantung.

Belum diketahui secara pasti penyebab utama perselisihan maupun identitas pihak-pihak yang terlibat. Hingga kini, video tersebut terus menjadi perbincangan warganet dan memunculkan beragam tanggapan di media sosial.

Warganet mengingatkan agar persoalan utang-piutang diselesaikan secara baik-baik dan mengedepankan komunikasi yang santun agar tidak berujung pada konflik yang lebih besar.

02/06/2026

Pasangan suami istri (pasutri) Ardi dan Dian Lestari (33) diduga menjadi korban penyiraman air panas seorang ibu bhayangkari Polda Sulawesi Tenggara (Sultra) bernama Ridayani.
Akibatnya, pasutri itu mengalami luka bakar di beberapa bagian tubuhnya. Dian Lestari mengalami luka bakar di dada, perut dan paha kiri. Sementara suaminya luka bakar di paha hingga betis.
Ardi mengatakan, peristiwa itu bermula saat ia dan istrinya hendak menagih utang senilai Rp 80 juta di rumah Ridayani, di BTN Sahira, Kelurahan Ranomeeto, Kabupaten Konawe Selatan, Senin (25/5/2026) siang sekitar pukul 11.00 Wita.
"Awalnya saya bersama suami datang baik-baik untuk menagih uang Rp 80 juta lebih yang dipinjam. Tetapi kemudian terjadi pertengkaran," ujar Ardi saat ditemui di Polresta Kendari, pada Selasa (26/5/2026).
Korban menuturkan, di tengah cekcok tersebut, ibu bhayangkari itu tiba-tiba masuk ke dalam rumah lalu kembali sambil membawa gayung berisi air panas. la lantas mengancam korban sebelum melakukan penyiraman.
"Dia sempat berkata 'saya siram ko' sebanyak dua kali
kepada istri saya lalu menarik tangan dan langsung menyiramkan air panas ke badan istri saya," ujarnya.
Usai kejadian, korban langsung menuju Puskesmas Ranomeeto untuk mendapatkan penanganan medis sebelum melaporkan peristiwa tersebut ke Polresta Kendari.
Sementara itu, Ridayani tak menampik penyiraman air panas tersebut. la mengaku, tindakan itu bukan tanpa alesan. Sebab, pasutri itu datang ke rumahnya dengan cara yang kurang sopan.

02/06/2026

Sebuah video yang memperlihatkan seorang pengemudi ojek online (ojol) di kawasan Gelora B**g Karno (GBK), Jakarta, viral di media sosial dan menuai beragam tanggapan dari warganet.

Dalam rekaman yang beredar, pengemudi ojol tersebut diduga mengalami kebingungan saat mencari alamat tujuan di sekitar area acara yang sedang berlangsung. Namun, situasi itu menjadi perhatian publik setelah muncul dugaan adanya perlakuan kurang menyenangkan dari petugas keamanan di lokasi.

Video tersebut pun memicu perdebatan di media sosial. Sejumlah warganet menyayangkan tindakan yang terekam dalam video dan menilai seharusnya pengemudi yang mengalami kesulitan dapat dibantu dengan arahan yang lebih baik. Di sisi lain, ada p**a yang mengingatkan agar masyarakat tidak terburu-buru mengambil kesimp**an sebelum mengetahui kronologi secara lengkap dari semua pihak yang terlibat.

Hingga kini, belum ada keterangan resmi yang menjelaskan secara rinci mengenai kejadian tersebut. Meski demikian, video itu terus menjadi perbincangan dan mendapat berbagai respons dari pengguna media sosial.

Artis sekaligus presenter Melaney Ricardo akhirnya angkat bicara setelah dirinya mendapat kritik keras hingga disebut sa...
02/06/2026

Artis sekaligus presenter Melaney Ricardo akhirnya angkat bicara setelah dirinya mendapat kritik keras hingga disebut sakit jiwa dan tidak memiliki empati.

Kritik tersebut muncul usai dirinya mengundang korban kasus penipuan catering pernikahan ke dalam salah satu episode podcast miliknya tapi tidak memberikan bayaran.

Menanggapi hal tersebut, Melaney memilih untuk memberikan klarifikasi secara terbuka melalui unggahan di akun TikTok pribadinya. Ia menegaskan bahwa apa yang terjadi perlu diluruskan agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di publik.

“Wah dibilang sakit jiwa dan nggak ada empati, dalem sih. Oke kita buka-bukaan. Mari kita luruskan karena ini tentang nama baik,” kata Melaney Ricardo dalam video tersebut.

Dalam penjelasannya, Melaney menyinggung soal mekanisme kerja podcast yang ia jalankan. Ia menegaskan bahwa podcast miliknya bersifat personal, bukan bagian dari perusahaan besar, sehingga sistem pembayaran kepada narasumber atau tamu undangan bisa berbeda-beda tergantung kebutuhan konten.

“Apakah tamu podcast itu dibayar atau tidak? Jawabannya tergantung untuk podcast aku. FYI, podcast aku itu podcast perorangan bukan podcast perusahaan,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan bahwa tidak semua tamu mendapatkan bayaran yang sama, karena ada beberapa faktor yang menjadi pertimbangan, termasuk jenis konten dan siapa narasumber yang diundang.

“Tergantung tamunya siapa dan isi materi kontennya apa,” imbuhnya.

Melaney kemudian mengungkapkan bahwa dalam beberapa kesempatan, dirinya memberikan honor kepada bintang tamu dengan kisaran tertentu. Ia menyebut angka yang biasanya diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kehadiran narasumber.

“Fee transport yang aku berikan itu Rp1,5 juta dan Rp2 juta,” jelasnya.

Namun di sisi lain, Melaney juga menegaskan bahwa tidak semua tamu podcast menerima bayaran. Untuk beberapa kasus, terutama yang melibatkan rekan sesama artis atau teman dekat, ia lebih memilih sistem barter.

“Ada memang beberapa tamu podcast aku, teman-teman artis, kita barter. Dia datang ke podcast gue, dan kapanpun dia ngundang gue ke podcast dia, I would love to go and support,” bebernya.

Ia juga memberikan contoh bahwa beberapa artis yang pernah hadir di podcastnya tidak menerima bayaran karena hubungan pertemanan yang sudah terjalin cukup lama.

“Baru-baru ini, Ririn Ekawati, Citra Idol itu nggak dibayar karena dasarnya adalah pertemanan,” tambahnya.

Terkait sorotan publik mengenai korban penipuan catering yang diundang tanpa mendapatkan uang transport, Melaney memberikan penjelasan bahwa hal tersebut tidak didasari oleh unsur keuntungan sepihak, melainkan kebutuhan konten dan ruang berbagi cerita.

Menurutnya, dalam dunia podcast, terdapat dua kepentingan yang berjalan bersamaan, yaitu kebutuhan kreator akan konten serta kebutuhan narasumber untuk menyampaikan cerita mereka ke publik.

“Kenapa? Karena masing-masing pihak punya kepentingan. Aku sebagai podcaster butuh berita, butuh narasumber. Dari pihak narasumber juga butuh display dan tempat untuk menyampaikan informasi atau berita kejadian yang baru saja menimpa mereka,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa dalam kasus tersebut, narasumber dan pihak yang terlibat bahkan sempat menyampaikan ucapan terima kasih karena telah diberikan ruang untuk berbicara.

“Mereka sama sekali nggak meminta uang transport,” tutupnya.

02/06/2026

Seorang kurir paket diduga menjadi korban penganiayaan saat menjalankan tugas mengantarkan barang di wilayah Desa Kadu, Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang.

Menurut informasi yang beredar, peristiwa bermula ketika seorang pria memprotes paket yang diantarkan. Situasi kemudian memanas hingga terjadi cekcok antara keduanya.

Pria tersebut diduga merusak paket yang telah dibuka sebelum melakukan tindakan kekerasan terhadap kurir menggunakan benda tumpul. Korban juga disebut menerima ancaman dari pelaku saat insiden berlangsung.

Setelah kejadian, terduga pelaku dilaporkan melarikan diri dari lokasi. Saat ini, pihak kepolisian masih melakukan pencarian dan penyelidikan untuk mengungkap fakta-fakta terkait peristiwa tersebut.

Kasus ini menarik perhatian masyarakat dan warganet yang berharap pelaku segera ditemukan serta diproses sesuai hukum yang berlaku.

Sosok Mpok Atiek mendadak menjadi perbincangan panas setelah sebuah video memperlihatkan dirinya duduk di kursi roda sam...
02/06/2026

Sosok Mpok Atiek mendadak menjadi perbincangan panas setelah sebuah video memperlihatkan dirinya duduk di kursi roda sambil menahan tangis.

Dalam rekaman yang beredar luas, komedian senior itu mengungkapkan betapa sederhananya harapan seorang ibu kepada anak-anaknya.

"Bukan materi yang dicari orang tua. Mereka hanya ingin diperhatikan, ditanya kabarnya, dan merasa masih dianggap ada," ucapnya dengan suara bergetar.

Potongan video tersebut langsung memicu gelombang emosi netizen. Banyak yang mengira Mpok Atiek benar-benar ditelantarkan hingga harus tinggal di panti jompo.

Narasi yang beredar bahkan menyebut sang artis dibuang oleh anaknya sendiri, membuat publik tersentak dan ramai-ramai mengungkapkan kesedihan.

Namun kenyataannya jauh berbeda dari yang dibayangkan. Video yang membuat publik heboh itu ternyata merupakan bagian dari promosi film terbaru berjudul "Jangan Buang Ibu".

Dalam film tersebut, Mpok Atiek memerankan seorang lansia yang harus menghadapi kenyataan pahit dititipkan oleh anaknya.

Fakta lainnya, kehidupan Mpok Atiek di dunia nyata justru jauh dari isu penelantaran. Hingga saat ini ia masih tinggal bersama keluarga dan menjalani aktivitas seperti biasa.

Bahkan beberapa waktu lalu ia sempat menjalankan ibadah umrah bersama anggota keluarganya.

Address

Bandung

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Cacantikan posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Cacantikan:

Share