Cacantikan

Directions Contact the business

Cacantikan 🗞️ Info, berita, dan isu sosial
🫂 Wadah netizen untuk mengadu & berbagi cerita
✍️ DM kami kalau mau kisahmu diangkat!

08/10/2026

Berdasarkan informasi yang dihimpun, sang suami pamit dari rumah untuk ikut meramaikan acara nobar pertandingan sepak bola. Seperti biasa, acara kumpul-kumpul seperti ini kerap membuat waktu berjalan lebih cepat hingga malam makin larut. Sang suami pun baru menjejakkan kaki di rumah pada pukul 3 pagi dalam kondisi lelah.
Namun, drama rumah tangga yang tak terduga justru dimulai keesokan harinya. Sang istri yang sedang menonton tayangan ulang berita televisi dikejutkan oleh sosok yang sangat ia kenal muncul di layar.
Tak hanya sekadar lewat, kecurigaan sang istri langsung memuncak saat melihat sang suami berdiri sangat akrab di samping seorang wanita penonton lain yang mengenakan jersey dengan warna senada. Sontak saja, penampakan live di televisi ini langsung menjadi "barang bukti" otentik yang sulit dihindari.

08/10/2026

Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Bekasi Raya memberikan tanggapan tegas terkait insiden yang melibatkan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bekasi, Syafri Donny Sirait, saat dikonfirmasi oleh awak media di kantornya.
Ketua PWI Bekasi Raya, Ade Muksin, S.H., menyayangkan adanya insiden ketidakharmonisan komunikasi antara pejabat publik dan jurnalis saat menjalankan tugas peliputan. Ia mengingatkan bahwa kerja jurnalistik dilindungi oleh Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.
PWI Bekasi Raya mendesak pihak terkait di Pemkab Bekasi agar senantiasa mengedepankan keterbukaan informasi dan profesionalisme dalam melayani publik maupun media massa.

08/10/2026

Aksi penertiban yang dilakukan oleh petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) terhadap sejumlah bangunan usaha di wilayah Kabupaten Cianjur menuai sorotan tajam dari warga, khususnya para pemilik usaha.
Kekecewaan ini mencuat setelah sebuah bengkel milik warga dilaporkan dibongkar secara paksa oleh petugas karena dianggap menggunakan badan atau bahu jalan. Pemilik usaha menyayangkan tindakan tersebut lantaran dilakukan secara mendadak tanpa adanya proses pendataan, surat peringatan, ataupun ruang mediasi terlebih dahulu.
"Tidak ada pendataan sama sekali, tidak ada dialog atau mediasi. Tiba-tiba langsung dibongkar begitu saja," ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya, mengungkapkan kekecewaannya atas tindakan aparat di lapangan.
Menurut ketentuan yang berlaku, penertiban terhadap bangunan liar atau tempat usaha yang melanggar batas fasilitas umum memang menjadi bagian dari penegakan Peraturan Daerah (Perda) ketertiban umum. Kendati demikian, berbagai pihak menilai bahwa proses penegakan hukum tetap harus mengedepankan asas humanis, kepatutan, dan prosedur administratif yang jelas.

Seorang pria menimbulkan kemarahan yang intensif di Taman Nara terkenal di Jepang setelah tertangkap memberi makan kemas...
08/10/2026

Seorang pria menimbulkan kemarahan yang intensif di Taman Nara terkenal di Jepang setelah tertangkap memberi makan kemasan camilan plastik kepada salah satu rusa yang berkeliaran bebas. Untungnya, seorang penonton segera menghadapinya di tempat kejadian, memaksa permintaan maaf seketika.
Rusa di Nara sebelumnya telah mati karena menelan kantong plastik yang ditinggalkan oleh wisatawan, yang membuat perilaku sembrono seperti ini sama sekali tidak dapat diterima.

08/10/2026

Aksi maling amatiran kembali bikin geleng-geleng kepala. Rekaman CCTV di kawasan Cidodol, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, mendadak jadi sorotan setelah memperlihatkan aksi pencurian spion mobil yang terjadi di tengah sepinya waktu istirahat warga.
Dalam video tersebut, si pelaku dengan santainya mendekati mobil yang terparkir di pinggir jalan, lalu plop—dalam hitungan detik spion standar kendaraan langsung digondol kabur. Wah, gercep banget ya? Sayang banget keahlian "gercep"-nya malah dipake buat maling, bukan buat nyari kerja yang halal.
Kejadian ini makin ngebuktiin kalau maling zaman sekarang kayaknya hobi banget nyari jalan pintas buat nambah pemasukan tanpa peduli susahnya orang cari uang. Parkir di pinggir jalan sebentar, eh, spon ilang. Emangnya spion itu gantungan kunci, tinggal comot langsung copot?
Buat para pemilik kendaraan, kejadian ini jadi tamparan keras buat lebih waspada. Kalau bisa, jangan kasih ruang buat tangan-tangan jahil ini beraksi. Jangan sampe kendaraan kita malah dijadiin "lahan amal" dadakan buat maling-maling yang kurang modal hidup!

Pertanyaan klasik "kapan nikah?" seringkali menjadi momen yang paling dihindari oleh pasangan kekasih yang sudah lama me...
08/10/2026

Pertanyaan klasik "kapan nikah?" seringkali menjadi momen yang paling dihindari oleh pasangan kekasih yang sudah lama menjalin hubungan. Namun, reaksi unik dan cerdas ditunjukkan oleh sebuah pasangan kekasih viral yang sukses mengocok perut sekaligus menuai simpati warganet.
Sudah berpacaran selama 6 tahun, pasangan ini memilih bungkam dan hanya menjawab pertanyaan tersebut menggunakan gestur tangan sederhana yang langsung dipahami oleh seluruh penonton.

Sempat terjadi insiden yang meresahkan di kawasan Tegal Alur, Kalideres, Jakarta Barat, di mana dua orang anak perempuan...
08/10/2026

Sempat terjadi insiden yang meresahkan di kawasan Tegal Alur, Kalideres, Jakarta Barat, di mana dua orang anak perempuan kakak-adik berinisial KI (9) dan CI (8) diduga menjadi korban penculikan saat hendak berangkat menuju tempat les menggunakan sepeda.
Sepeda korban sempat ditemukan tertinggal di sebuah gang karena keduanya tidak kunjung sampai di tujuan. Setelah dilakukan pencarian intensif oleh keluarga dan warga setempat, puji Tuhan kedua anak tersebut akhirnya berhasil ditemukan di lokasi yang berbeda dalam kondisi selamat namun masih syok, sementara perhiasan kalung emas milik mereka dilaporkan hilang.

08/10/2026

pendidikan zaman now makin lama makin bikin elus dada. Alih-alih mendukung guru mendidik anak agar jadi orang benar, segelintir orang tua justru menjelma jadi "pengacara dadakan" yang siap pasang badan tiap kali anaknya disentuh atau ditegur di sekolah. Dikit-dikit ngadu, dikit-dikit bikin drama, seolah anak mereka adalah makhluk suci yang haram hukumnya dimarahi.
Padahal, kalau mau jujur pakai nurani, generasi zaman dulu ditempa dengan didikan yang jauh lebih keras. Masih ingat rasanya dilempar penghapus papan tulis? Atau betis yang nyaris belang pas kena hantaman rol? Belum lagi cubitan maut di pinggang kalau ketahuan bandel. Hasilnya apa? Bukannya trauma atau benyek, anak-anak zaman dulu tumbuh jadi manusia tangguh, tahan banting, dan punya rasa hormat setinggi langit ke guru.
Lha, generasi orang tua siswa sekarang? Kelakuannya malah bikin geleng-geleng kepala. Baru ditegur dikit, langsung pasang status galau di medsos, lapor polisi, atau bawa rombongan ke sekolah seolah gurunya kriminal besar. Mental "baperan" dan over-protective koplak inilah yang justru merusak mental anak itu sendiri.
Akibat didikan rumah yang selalu membela anak meski jelas-jelas salah, anak-anak zaman sekarang jadi melunjak, kurang ajar, dan hilang rasa hormat pada pendidik. Guru yang harusnya di-gugu dan ditiru, sekarang malah diperlakukan seperti pesuruh yang tak boleh bersuara. Padahal, coba tengok ke belakang—banyak tokoh sukses, bahkan jenderal-jenderal besar di negeri ini, dulunya adalah anak-anak yang pernah kena jewer atau dimarahi guru, dan mereka tidak pernah sedikit pun membuat drama murahan seperti yang diobral orang tua zaman sekarang.
Sudahlah, kalau memang anak Anda tidak mau disentuh atau ditegur sama sekali, didik saja sendiri di rumah! Jangan disekolahkan kalau mentalnya masih selembut agar-agar, lalu giliran dididik guru malah sibuk cari panggung bikin sinetron air mata. Muak nengok drama lebay!

Sektor pariwisata Bali kembali menjadi perbincangan hangat setelah anggota DPD RI asal Bali, Arya Wedakarna (AWK), membe...
08/10/2026

Sektor pariwisata Bali kembali menjadi perbincangan hangat setelah anggota DPD RI asal Bali, Arya Wedakarna (AWK), memberikan pandangannya terkait etika wisatawan domestik saat berlibur ke Pulau Dewata.
Dalam pernyataannya, AWK mengajak para pelancong nusantara untuk melakukan introspeksi diri dalam menikmati jasa pariwisata. Ada dua hal utama yang disoroti, yaitu kebiasaan menawar harga yang dinilai terlalu rendah serta budaya memberikan tip kepada pekerja pariwisata lokal.
Menurutnya, wisatawan mancanegara (bule) umumnya sudah terbiasa memberikan tip sebagai bentuk apresiasi atas pelayanan yang diterima. Hal tersebut terkadang membuat para pekerja pariwisata tampak lebih antusias saat melayani turis asing. Oleh karena itu, ia berharap wisatawan domestik juga bisa turut menghargai kerja keras para pekerja lokal melalui apresiasi serupa sesuai kemampuan.
Selain soal tip, kebiasaan sebagian wisatawan domestik yang gemar menawar harga secara berlebihan turut menjadi perhatian. Praktik tawar-menawar yang terlalu sadis dinilai terkadang kurang berpihak pada nilai tenaga kerja maupun produk dari para pelaku usaha kecil dan pekerja pariwisata di Bali.
Isu ini pun mengundang beragam tanggapan dari warganet di media sosial. Sebagian pihak sepakat bahwa apresiasi terhadap pekerja pariwisata perlu ditingkatkan, sementara yang lain berpendapat bahwa kebiasaan menawar adalah bagian dari dinamika belanja yang lumrah di pasar tradisional, serta anggaran setiap wisatawan tentu berbeda-beda.
Bagaimana menurut Sahabat semua? Apakah wisatawan domestik perlu menyesuaikan standar etika seperti membiasakan diri memberi tip saat berlibur ke destinasi wisata? Yuk, bagikan pendapatnya di kolom komentar dengan bijak dan santun!

08/10/2026

Kelakuan siapa nih yang model begini? Niat hati nitip barang berharga ke mertua karena lagi berjuang di ruang bersalin—kondisi badan masih lemah, pikiran fokus ke bayi—eh, barangnya malah dijual diam-diam tanpa seizin pemiliknya! The real ujian hidup punya keluarga toxic.
Giliran ditanya baik-baik dan diajak ngobrol dewasa, bukannya ngaku atau minta maaf, malah ngotot paling benar. Urat rasa bersalahnya kayaknya udah putus total.
Tapi puncak dari segala keviralan tega ini: menantu yang baru 2,5 bulan melahirkan (masih masa nifas, masih butuh disupport mentalnya) malah dipulangkan dengan bonus hinaan!
Hellooo, inget umur nggak sih? Itu anak orang dirawat, disayang, lah ini malah dizalimi mentalnya pas lagi rapuh-rapuhnya. Emang nggak takut karma? Harta yang didapat dari hasil "jual barang titipan" orang lain nggak bakal bikin berkah, yang ada malah bawa sial.
Buat para mertua di luar sana, kalau nggak bisa bantu atau support menantu yang lagi bunting/lahiran, seenggaknya nggak usah zolim. Karma itu nyata banget putarannya.
Buat si menantu, semoga tabah, rezekinya diganti berlipat-lipat sama Allah, dan lekas pulih mentalnya. Semangat!

Address

Bandung

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Cacantikan posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Cacantikan:

Shortcuts

Share