08/10/2026
pendidikan zaman now makin lama makin bikin elus dada. Alih-alih mendukung guru mendidik anak agar jadi orang benar, segelintir orang tua justru menjelma jadi "pengacara dadakan" yang siap pasang badan tiap kali anaknya disentuh atau ditegur di sekolah. Dikit-dikit ngadu, dikit-dikit bikin drama, seolah anak mereka adalah makhluk suci yang haram hukumnya dimarahi.
Padahal, kalau mau jujur pakai nurani, generasi zaman dulu ditempa dengan didikan yang jauh lebih keras. Masih ingat rasanya dilempar penghapus papan tulis? Atau betis yang nyaris belang pas kena hantaman rol? Belum lagi cubitan maut di pinggang kalau ketahuan bandel. Hasilnya apa? Bukannya trauma atau benyek, anak-anak zaman dulu tumbuh jadi manusia tangguh, tahan banting, dan punya rasa hormat setinggi langit ke guru.
Lha, generasi orang tua siswa sekarang? Kelakuannya malah bikin geleng-geleng kepala. Baru ditegur dikit, langsung pasang status galau di medsos, lapor polisi, atau bawa rombongan ke sekolah seolah gurunya kriminal besar. Mental "baperan" dan over-protective koplak inilah yang justru merusak mental anak itu sendiri.
Akibat didikan rumah yang selalu membela anak meski jelas-jelas salah, anak-anak zaman sekarang jadi melunjak, kurang ajar, dan hilang rasa hormat pada pendidik. Guru yang harusnya di-gugu dan ditiru, sekarang malah diperlakukan seperti pesuruh yang tak boleh bersuara. Padahal, coba tengok ke belakang—banyak tokoh sukses, bahkan jenderal-jenderal besar di negeri ini, dulunya adalah anak-anak yang pernah kena jewer atau dimarahi guru, dan mereka tidak pernah sedikit pun membuat drama murahan seperti yang diobral orang tua zaman sekarang.
Sudahlah, kalau memang anak Anda tidak mau disentuh atau ditegur sama sekali, didik saja sendiri di rumah! Jangan disekolahkan kalau mentalnya masih selembut agar-agar, lalu giliran dididik guru malah sibuk cari panggung bikin sinetron air mata. Muak nengok drama lebay!