23/01/2026
Awal Penciptaan Nabi Adam عليه السلام
Sebelum manusia ada, Allah ﷻ menciptakan langit dan bumi dengan segala isinya. Ketika kehendak-Nya menetapkan akan diciptakannya makhluk baru bernama manusia, Allah berfirman kepada para malaikat:
“Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di bumi.”
(QS. Al-Baqarah: 30)
Para malaikat bertanya, bukan karena membantah, tetapi karena ingin memahami hikmah:
“Apakah Engkau hendak menjadikan di sana orang yang akan berbuat kerusakan dan menumpahkan darah?”
Allah menjawab dengan ilmu-Nya yang sempurna:
“Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.”
Dari Tanah Menjadi Manusia
Allah menciptakan Adam dari tanah bumi, yang diambil dari berbagai penjuru dunia—ada yang keras, lembut, gelap, terang—itulah sebabnya keturunan Adam memiliki beragam rupa dan sifat.
Tanah itu dibentuk menjadi rupa manusia, lalu dibiarkan dalam waktu yang Allah kehendaki. Bentuk itu masih belum bernyawa, seperti patung dari tanah liat kering.
Kemudian, Allah meniupkan ruh ciptaan-Nya ke dalam jasad Adam.
Saat ruh itu masuk, Adam bersin dan mengucapkan:
“Alhamdulillah.”
Allah menjawab:
“Yarhamukallah.”
Sejak itulah Adam hidup sebagai manusia pertama.
Dimuliakan dengan Ilmu
Allah mengajarkan kepada Adam nama-nama segala sesuatu, ilmu yang tidak dimiliki para malaikat. Ketika Adam diminta menyebutkannya, para malaikat mengakui:
“Maha Suci Engkau, kami tidak mengetahui kecuali apa yang Engkau ajarkan kepada kami.”
Dengan ilmu itulah Adam dimuliakan dan ditetapkan sebagai khalifah di bumi.
Sujudnya Malaikat dan Iblis yang Membangkang
Allah memerintahkan seluruh malaikat untuk sujud sebagai bentuk penghormatan kepada Adam. Semua taat—kecuali Iblis.
Iblis menolak karena kesombongan:
“Aku lebih baik darinya. Engkau ciptakan aku dari api, dan dia dari tanah.”
Karena kesombongan itu, Iblis dilaknat dan berjanji akan menyesatkan anak cucu Adam hingga hari kiamat.