28/08/2026
BANDUNG β Taman Kanak-Kanak (TK) di kawasan Bandung Timur menuai sorotan tajam setelah sejumlah wali murid mengeluhkan ketiadaan Nomor Induk Siswa Nasional (NISN) bagi anak-anak mereka yang telah lulus.
Dugaan tidak terdaftarnya institusi pendidikan tersebut di Data Pokok Pendidikan (Dapodik) wilayah Bandung menjadi pemicu utama protes yang berujung pada berhentinya operasional sekolah.
Kasus ini mencuat ke publik melalui sebuah utas di media sosial Threads yang diunggah oleh akun maisy.dsy.
Dalam unggahannya, ia mengungkapkan kekecewaannya karena setelah menyekolahkan anaknya selama dua tahun dengan biaya yang mahal, sang anak tidak mendapatkan NISN saat lulus.
Kondisi ini membuat riwayat pendidikan TK anak-anak tersebut seolah tidak terdata sama sekali oleh negara.
Berdasarkan keterangan pengunggah, pihak sekolah terkesan menutupi dan tidak proaktif mengurus permasalahan ini. Kasus ketiadaan NISN bagi lulusan TK tersebut diklaim sudah terjadi dari tahun ke tahun.
Saat wali murid terus mendesak, pihak sekolah akhirnya membuatkan NISN, namun nomor tersebut justru didaftarkan pada sebuah sekolah yang berlokasi di Pekanbaru, bukan di Bandung.
Dari penelusuran para wali murid, terungkap bahwa sekolah terkait diduga kuat tidak terdaftar dalam sistem Dapodik Bandung.
Melalui utas tersebut, pengunggah secara khusus memberikan peringatan kepada para orang tua di kawasan Bandung Timur, terutama di sekitar Jalan Subang, untuk lebih berhati-hati dan memastikan legalitas operasional sekolah sebelum mendaftarkan anak mereka.
Buntut dari rentetan protes para wali murid, TK tersebut kini dilaporkan sudah tidak lagi beroperasi.
Pada unggahan terbarunya, pengunggah menyampaikan rasa terima kasih kepada para orang tua yang telah berjuang bersama menuntut keadilan kepada manajemen sekolah.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para guru yang selama ini telah mengajar dengan tulus, sembari mendoakan agar para pendidik tersebut mendapatkan tempat kerja baru yang lebih baik.
Lebih lanjut, pengunggah meminta pihak pemilik sekolah untuk melakukan evaluasi besar-besaran