Wong Sugih

Wong Sugih Hiburan, Bisnis, Makan makan
(2)

Ketika itu…Papi, HP aku ngelag ga bisa kirim2 data.. pokoknya menghambat komunikasi kita Pi.. ucap seorang perempuan den...
31/05/2026

Ketika itu…

Papi, HP aku ngelag ga bisa kirim2 data.. pokoknya menghambat komunikasi kita Pi.. ucap seorang perempuan dengan alis tebal dan bulu mata tanam murahan yang di pasang di salon pinggir jalan.

Oh ya udah nanti ada orang papih kirim iphone terbaru ya. Begitu kata laki laki 50an tahun dengan kepala plontos.

Iih asiik, makasih ya papi sayang.. jadi kangen tauuuuu huhuhu, kapan papi mampir ke kost?
Eh iya Pi, kan mobil papi s**a ketauan ya kalo ke kost aku? Gimana ya Pi biar ada privasi buat kita? Ucap perempun yang hidungnya di filler 1 jutaan mencoba memanip**asi laki laki tua kurang hiburan.

Hmmmm, gini aja nanti kamu pindah ke apartemen di daerah pancoran yah, nanti Papi atur semuanya, kamu tinggal pilih tower dan type-nya sesuai yang kamu mau.. laki laki buncit itu semakin masuk dalam jebakan betmen.

Tapi jangan yang type studio ya, kan barang barang akuh banyak.. terus kalo bisa aku ambil apart yang menghadap patung pancoran ya papi, supaya kalo sore2 tuh bisa liat sunset di balik wajah patung.. kan indah Pi.. rayuan perempuan dengan bibir sedikit tebal semakin menjadi jadi..

Iya sayang, apasih yang nggak buat kamu.. rupanya laki laki dengan cucu 3 ini sudah tidak tahan untuk segera bertemu.

Oh iya Pi, aku sudah selesai haid nih Papi kapan mampir? Kata kata ini yang sering membuat laki laki bangkotan ga bisa ngeles.

Besok sore ya sayang setelah meeting sama seluruh staf papi.. kena!

Huhuhu udah ga sabar kangen Papi.. oh iya Pi itu tagihan sekolah anak sudah..

Habis ini Papi transfer 300jt ya sayang.. Papi meeting dulu ya. Laki laki itu mengakhiri obrolannya sama ani ani dengan rambut hasil rebounding yang sudah mulai lusuh..

Love you papiii…

ini hanya fiktif belaka dan terjadi di kota kota besar.

31/05/2026

Pernahkah kita mempertimbangkan kemungkinan bahwa seorang terdakwa tidak sedang menyusun kebohongan biasa, melainkan membangun sebuah realitas yang ia yakini sendiri? kita menyebutnya.. DELUSI.

1/ Dalam psikologi, delusi adalah keyakinan yang tetap dipertahankan meskipun bertentangan dengan fakta atau bukti yang tersedia.

2/ Masalahnya, seseorang yang mengalami delusi sering kali tidak merasa dirinya sedang berbohong. Ia benar-benar mempercayai konstruksi yang ada di dalam pikirannya.

3/ Akibatnya, lahirlah tokoh-tokoh baru, cerita baru, pelaku baru, bahkan konspirasi baru yang bagi dirinya terasa nyata.

4/ Semakin banyak pertanyaan diajukan, semakin kompleks p**a narasi yang dibangun untuk mempertahankan keyakinan tersebut.

5/ Dalam kondisi seperti ini, keterangan yang disampaikan bisa tampak konsisten, detail, bahkan meyakinkan. Namun konsisten tidak selalu berarti benar.

6/ Karena yang sedang dipertahankan bukan fakta objektif, melainkan realitas subjektif yang telah terbentuk di dalam pikirannya.

7/ Dari perspektif pembuktian hukum, yang diuji bukan seberapa yakin seseorang terhadap ceritanya, melainkan apakah cerita tersebut didukung alat bukti, fakta, dan keterangan lain yang saling bersesuaian.

8/ Itulah mengapa dalam perkara pidana, bukti harus selalu lebih kuat daripada narasi.

9/ Sebab ketika sebuah delusi berkembang menjadi teori konspirasi pribadi, batas antara keyakinan dan kenyataan bisa menjadi sangat kabur.

10/ Pada akhirnya, hukum tidak mencari cerita yang paling menarik. Hukum mencari peristiwa yang paling dapat dibuktikan.

Sugeng Ambal Warsa kaping 73, Mbah Nun.Mugi Gusti Allah tansah paring rahayu, sehat wal afiat, panjang yuswa ingkang keb...
31/05/2026

Sugeng Ambal Warsa kaping 73, Mbah Nun.

Mugi Gusti Allah tansah paring rahayu, sehat wal afiat, panjang yuswa ingkang kebak berkah, lan ngluberaken kawicaksanan dhateng panjenengan. Mugi saben lampah lan pitutur panjenengan tansah dados pepadang tumrap umat, ngiyataken manah, lan nuntun dhateng dalan kabecikan.

Maturnuwun sanget awit sampun ngasta kawruh, ngrembakakaken budaya, lan nyebar katresnan saha pangajab dhateng masyarakat. Mugi panjenengan tansah pinaringan kakiyatan, kabagyan, lan kanugrahan ing saben wekdal.

Sugeng Ambal Warsa kaping 73, Mbah Nun.
“Dawuh panjenengan dados suluh, kawicaksanan panjenengan dados pandom urip.”

25/05/2026

Tahun 1978–1990, Uni Soviet pernah diguncang kasus kriminal mengerikan dari seorang pria bernama Andrei Chikatilo.
Dari luar ia terlihat seperti orang biasa: pendiam, punya keluarga, pernah jadi guru, dan hidup layaknya masyarakat normal lainnya.

Tapi di balik kehidupan itu, ia menyimpan sisi gelap yang akhirnya membuat namanya dikenal sebagai salah satu serial killer paling mengerikan dalam sejarah.

Yang bikin kasus ini menyeramkan bukan cuma kejahatannya…
tapi karena selama bertahun-tahun tidak ada yang menyangka pelakunya adalah sosok yang terlihat “normal”.

Kasus Chikatilo jadi bukti bahwa tidak semua monster terlihat menyeramkan.
Kadang mereka hadir dengan wajah tenang, tutur kata biasa, dan topeng yang sulit dibaca.

Dan dari sana banyak orang sadar…
manusia paling berbahaya sering kali adalah mereka yang paling pandai menyembunyikan dirinya 🙂

**atif

THE MONIKERDi balik wajah tenang dan tutur kata yang meyakinkan… tersembunyi sosok manip**atif yang memainkan kepercayaa...
23/05/2026

THE MONIKER

Di balik wajah tenang dan tutur kata yang meyakinkan… tersembunyi sosok manip**atif yang memainkan kepercayaan seperti senjata. Saat satu keluarga ditemukan tewas secara misterius, semua petunjuk mengarah pada seseorang yang tak pernah terlihat bersalah,.. seorang pria dengan banyak wajah, banyak nama, dan satu tujuan mematikan.

21/05/2026
21/05/2026

Anjaay

21/05/2026

Kadang dalam sebuah kasus pemboenuh4n, yang terlihat di permukaan hanyalah “pelaku”.
Sementara motif, konstruksi, dan arah permainan bisa saja dikendalikan oleh pihak yang tidak pernah terlihat.

Karena dalam hukum pidana, konspirasi bukan hanya tentang siapa yang melakukan…
tetapi juga siapa yang merencanakan, mengarahkan, dan memperoleh keuntungan dari akibat yang terjadi.
Wait and see..

19/05/2026

Kadang yang menarik dalam sebuah perkara bukan cuma isi keterangannya… tapi pola bahasanya.

Karena setiap orang punya “sidik jari linguistik” sendiri. Pilihan diksi, struktur kalimat, sampe gaya komunikasi biasanya konsisten.

Maka ketika sebuah pernyataan tertulis terasa terlalu legalistik, terlalu rapi, atau kontras dengan karakter komunikasinya… muncul pertanyaan akademis yang wajar.. Siapa yang benar-benar menyusun narasi itu?
Hayo siapa hayo??

18/05/2026

Just asking, no judging.

Tapi pernah sadar tidak…
kadang ada kontras yang terlalu jauh antara karakter seseorang dengan redaksi pernyataan tertulis yang muncul atas namanya.

Pilihan diksi tiba-tiba sangat formal.
Struktur kalimat terasa legalistik.
Pembendaharaan katanya jauh melampaui pola komunikasi sehari-hari pihak yang bersangkutan.

Dalam perspektif hukum maupun linguistik forensik, hal seperti ini sering memunculkan pertanyaan sederhana.. Apakah pernyataan itu murni lahir dari kehendak dan formulasi pribadi? Atau ada influence, drafting, maupun konstruksi dari pihak lain?

Karena dalam banyak perkara, substansi bukan hanya soal siapa yang menandatangani… tetapi juga siapa yang menyusun narasi di belakangnya.

No conclusion.
No accusation.
Just critical thinking.

Address

Bandung

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Wong Sugih posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Wong Sugih:

Share