30/06/2026
Perjalanan Lolosnya Jepang Di Piala Dunia 2018
Bayangkan tiket kelolosan Piala Dunia tidak ditentukan oleh papan skor, melainkan oleh catatan dosa di kantong wasit.
Tahun 2018, Jepang dan Senegal terjebak dalam persaingan paling kembar sepanjang sejarah. Poin, selisih gol, hingga jumlah gol mereka sama persis. Bahkan saat Jepang dan Senegal berhadapan, laga berakhir imbang 2-2.
Di laga ketiga, Jepang dan Senegal bermain di waktu yang sama.
Hal absurd muncul di 10 menit terakhir. Jepang lagi kalah 0-1 dari Polandia, dan di stadion sebelah, Senegal ternyata juga lagi kalah 0-1 dari Kolombia.
Dengan kondisi yang sama-sama kalah ini, Jepang langsung berhenti berjuang dan cuma oper-operan santai di belakang demi menghindari pelanggaran atau kartu tambahan.
Satu stadion murka dan menyoraki mereka karena dianggap pasrah. Padahal Jepang sedang melakukan taktik paling gila sepanjang sejarah sepak bola.
Begitu peluit panjang berbunyi, Jepang dan Senegal sama-sama menerima kekalahan 1 gol.
Dengan hasil itu, seluruh indikator performa kedua tim di klasemen masih tetap berimbang.
Di sinilah aturan Fair Play FIFA otomatis menjadi penentu akhir. Aturan ini menilai tim mana yang bermain lebih bersih di lapangan, dengan menghitung jumlah kartu kuning mereka.
Akhirnya Jepang menjadi negara pertama yang maju ke fase gugur dengan aturan ini, karena mereka hanya memiliki 4 catatan dosa di kantong wasit, sedangkan Senegal 6.
β β β β β β