Ferdy Adiwijaya 02

Ferdy Adiwijaya 02 Komunitas Anti Riba (USS - SBRTEAM)
Bergabung Bersama:
➡️ WA 0856-4714-1277
Atau Klik Link 👇
https://wa.me/message/2LSRS3XLMKLNL1

03/08/2026

Saldo rekening minus. Cicilan numpuk. Tapi entah kenapa, ini bulan paling tenang yang pernah saya rasain setahun terakhir.

Bukan karena masalahnya selesai. Tapi karena saya berhenti pura-pura "baik-baik aja" di depan orang, sambil nangis tiap buka m-banking sendirian.

Selama ini saya pikir hutang itu yang bikin berat. Ternyata bukan. Yang bikin berat itu gengsi nahan cerita ke orang lain, takut dihakimi, takut dibilang gagal ngatur duit.

Begitu saya jujur—ke diri sendiri dulu, baru ke orang lain—rasanya kayak nurunin barang berat yang udah lama digotong sendirian.

Saldo masih minus. Tapi hati saya udah nggak lagi.

Kalau kamu juga lagi di fase ini—cicilan jalan, gaji numpang lewat, tapi masih maksa kelihatan oke di depan orang—kamu nggak sendirian.

Share ini ke temen yang juga lagi struggle, biar dia tau dia gak sendirian.

Follow .id buat saya kasih bocoran cara nambah sumber penghasilan biar pelan-pelan lunas, bukan cuma survive.

Like kalau caption ini ngena ke kamu.
Komen "SIAP" kalau kamu mau akses info solusinya.

Send a message to learn more

02/08/2026

"Dulu, tiap malam itu siksaan buat saya. Bukan karena sakit fisik. Tapi karena pikiran saya nggak pernah berhenti mikirin tagihan.

Saya punya 4 pinjaman online aktif. Setiap notif masuk, jantung saya langsung berdebar. Saya sampai minta obat tidur ke dokter, karena udah berbulan-bulan susah tidur sendiri.

Yang bikin parah—saya tahu itu riba. Saya tahu itu salah. Tapi saya pikir, 'ya udah, nanti juga lunas, yang penting sekarang ketolong dulu.'

Padahal yang sebenarnya terjadi: saya nggak cuma minjam uang. Saya minjam ketenangan saya sendiri, dan bayar bunganya tiap malam—lewat insomnia, lewat dada yang sesak, lewat tubuh yang capek tapi otak nggak bisa istirahat."

"Sampai suatu malam, saya nggak sengaja dengar ceramah soal riba. Satu kalimat yang nempel: bahwa riba itu bukan cuma soal hukum, tapi soal Allah cabut keberkahan dari hidup kita pelan-pelan.

Saya langsung sadar—pantas aja saya capek terus. Bukan capek kerja. Tapi capek hidup tanpa berkah.

Malam itu saya nggak minum obat tidur. Saya cuma duduk, istighfar, dan nangis. Pertama kalinya saya jujur sama diri sendiri soal seberapa hancur kondisi saya."

"Dari situ saya mulai, pelan-pelan. Saya susun ulang semua utang, saya cari jalan keluar dari riba satu-satu, saya mulai sholat malam yang dulu cuma jadi wacana.

Saya nggak bisa bilang semua langsung lunas dalam semalam. Tapi yang berubah duluan itu bukan rekening saya—itu hati saya.

Sekarang, saya masih nyicil. Tapi saya tidur tanpa obat. Karena yang bikin saya susah tidur dulu bukan utangnya—tapi rasa berdosa yang saya pendam sendirian."

"Kalau kamu sekarang lagi di posisi yang sama—dikejar utang riba, susah tidur, capek tapi nggak tahu harus mulai dari mana...

Ketik 'TENANG' di komen. Saya mau share gimana saya mulai langkah pertama keluar dari riba, step by step."

Send a message to learn more

01/08/2026

Saya pernah minjem pinjol lagi, cuma buat nutup pinjol sebelumnya.

Gali lobang tutup lobang, tapi lobangnya makin dalem tiap bulan. Saya tau itu salah. Saya tau itu bahaya. Tapi saat itu rasanya itu satu-satunya cara biar nggak ditelpon DC besok pagi.

Sampai suatu malam, anak saya liat saya lagi buka HP sambil mukanya kusut. Dia nanya, polos banget, "Ayah kenapa? Ayah lagi nyari uang ya?"

Saya cuma bisa senyum, jawab "iya nak."

Tapi dia lanjut nanya, "uangnya buat apa? Buat aku?"

Malam itu saya diem lama. Karena jujur, uang yang saya cari malam itu bukan buat dia. Bukan buat masa depan dia. Tapi buat nutup kesalahan saya sendiri yang berulang. Dan dia nanya itu tanpa tau, dia baru aja nampar saya lebih keras dari DC manapun.

Malam itu saya berhenti. Beneran berhenti. Bukan cuma berhenti minjem, tapi berhenti mikir kalau jalan keluarnya cuma "pinjam lagi." Saya mulai nyari cara lain, gimana caranya nambah penghasilan biar saya bisa jawab pertanyaan dia dengan jujur, "iya nak, ini buat kamu."

Kalau kamu sekarang lagi di siklus yang sama, gali lobang tutup lobang, coba berhenti sebentar dan tanya ke diri sendiri pertanyaan yang sama kayak anak saya tanyain.

Saya share gimana saya keluar dari siklus itu di akun ini.

→ Follow .id
→ Like reels ini
→ Comment "BERHENTI" di bawah

Nanti saya kirim info lengkapnya buat kamu yang mau keluar dari lingkaran ini.

Share ke temen atau saudara kamu yang masih di siklus gali lobang tutup lobang. Mungkin ini yang bisa nyadarin dia sebelum makin dalam.

Send a message to learn more

31/07/2026

Hutang riba saya bukan karena saya boros.

Tapi karena satu kalimat yang saya percaya selama 7 tahun: "yang penting kebutuhan terpenuhi dulu, soal hutang nanti dipikirin belakangan."

Kedengeran wajar kan? Itu yang bikin bahaya. Kalimat itu bukan dari orang jahat. Itu dari diri saya sendiri, tiap kali ngeyakinin diri buat ambil pinjol lagi, gesek paylater lagi, demi hal yang sebenernya bisa ditunda.

7 tahun saya jalanin hidup dengan logika itu. Dan 7 tahun juga saya nggak pernah nanya ke diri sendiri, "kebutuhan ini emang segenting itu, atau saya cuma males nahan diri sebentar?"

Sampai akhirnya saya sadar, kalimat itu bukan solusi. Itu cara saya nunda masalah sambil pelan-pelan ngebesarinnya. Dan yang hancur bukan cuma rekening, tapi cara saya percaya sama diri sendiri.

Kalau kamu lagi pegang kalimat yang sama, "nanti aja dipikirin", coba jujur ke diri sendiri malam ini. Karena saya baru berubah pas berhenti nyari alasan, dan mulai cari cara nambah penghasilan biar hutang ini bener-bener selesai, bukan cuma keubah jadi hutang baru.

Saya share gimana caranya di akun ini.

Kalau kamu ngerasa relate sama cerita ini:
→ Follow .id
→ Like reels ini
→ Comment "SIAP" di bawah

Nanti saya kasih akses info lengkapnya.

Share ke temen kamu yang masih percaya kalimat itu. Mungkin ini yang bisa nyadarin dia lebih cepat dari saya.

Send a message to learn more

30/07/2026

Banyak orang mengira akibat terbesar dari hutang riba adalah uang yang habis. 💸

Padahal ada satu akibat yang jauh lebih berbahaya...

Karena datang pelan-pelan.

Tidak terlihat.

Tapi bisa mengubah hidupmu tanpa kamu sadari. 😔

⚠️ Yaitu: Kamu mulai menurunkan standar hidup dan impianmu karena merasa "nggak mungkin."

Awalnya kamu punya banyak rencana.

Mau buka usaha.

Mau bantu orang tua.

Mau menikah.

Mau punya rumah.

Mau hidup lebih tenang.

Tapi setelah bertahun-tahun bergelut dengan cicilan dan hutang...

Kalimat yang sering muncul berubah menjadi:

"Nanti aja deh..."

"Belum mampu..."

"Kayaknya nggak mungkin..."

"Yang penting bisa bertahan dulu." 😢

Dan di situlah masalah sebenarnya dimulai.

Bukan saat uangmu berkurang.

Tapi saat keyakinanmu terhadap masa depan ikut berkurang.

Karena tanpa sadar, hutang riba membuatmu berhenti mengejar kehidupan yang dulu kamu inginkan.

Setiap hari sibuk menyelesaikan masalah.

Sampai lupa membangun masa depan. 😶

Yang lebih menyakitkan...

Banyak orang tidak sadar sedang mengalaminya.

Mereka mengira hanya sedang realistis.

Padahal sebenarnya mereka sudah terlalu lama hidup dalam tekanan finansial.

Kalau kamu merasa relate dengan cerita ini...

Ingat, kondisi hari ini tidak harus menjadi kondisi selamanya. 💪🔥

Selama masih ada kemauan untuk berubah, belajar, dan mencari sumber penghasilan baru, selalu ada jalan untuk memperbaiki keadaan.

📌 SHARE konten ini ke teman atau keluarga yang sedang berjuang dengan hutang. Bisa jadi mereka sedang kehilangan mimpi mereka tanpa sadar.

❤️ Like kalau konten ini mewakili apa yang pernah atau sedang kamu rasakan.

💬 Komentar "SOLUSI" kalau kamu ingin mendapatkan informasi tentang cara keluar dari hutang dengan menambah sumber penghasilan.

🔔 Follow akun ferdyadiwijaya02.id untuk konten tentang pelunasan hutang, penghasilan tambahan, dan strategi memperbaiki kondisi finansial.

Send a message to learn more

Address

Bandung
40374

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Ferdy Adiwijaya 02 posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share