17/04/2026
Jika memang dalam anyaman takdir ini akulah yang menjadi sebab retaknya rasa, maka aku terima segala konsekuensi sebagai bagian dari hukum-Mu yang tak pernah keliru..bahwa setiap luka memiliki asal, dan setiap kesalahan memiliki gema yang kembali pada pelakunya.
Biarlah aku belajar dari pahitnya akibat, hingga jiwaku lebih jernih membaca batas antara mencintai dan melukai.
Namun jika bukan aku yang sepenuhnya bersalah dalam kisah yang rapuh ini, maka lapangkanlah jalan kami masing-masing dengan hikmah yang tak selalu harus dipahami.
Temukanlah dia pada seseorang yang lebih utuh dalam menjaga, lebih lembut dalam mencintai, dan lebih mampu menetap tanpa menyisakan retak.
Dan atas segala luka yang mungkin pernah singgah karena kehadiranku, ampunilah aku… bukan hanya dari dosanya, tapi juga dari ketidaktahuanku dalam mencinta.
Sembuhkanlah dia, ya Tuhan..bukan sekadar dari ingatanku, tapi dari segala rasa yang pernah tumbuh tanpa arah.
Dan jika suatu hari kami saling mengingat, biarlah itu bukan lagi sebagai luka..melainkan sebagai pelajaran yang diam-diam mendewasakan.
Tidak semua yang pergi adalah kehilangan, dan tidak semua yang bertahan adalah kebaikan.Kadang Tuhan memisahkan, bukan untuk menghukum,tapi untuk menyelamatkan.
Belajarlah ikhlas, bukan karena semuanya mudah…
tapi karena kamu percaya,
yang ditetapkan-Nya selalu punya arah yang lebih baik... ✍🏻 AndDarra Glovicia