12/06/2026
GAGAH DI PODIUM, TAPI BAGAIMANA DENGAN NASIB UANG RAKYAT? 🇮🇩⚖️👥
Tangkapan layar dari akun Begini Britanya pada gambar 1000440164.jpg memperlihatkan pidato Presiden Prabowo yang mengklaim dirinya presiden paling gagah, dibarengi dengan pernyataan bahwa jika menterinya meminta anggaran 5 triliun, ia akan memberikan 10 triliun.
Mari kita bersikap kritis demi menjaga kepentingan dan kemaslahatan rakyat banyak:
Anggaran Negara Bukan Uang Saku: Pernyataan mengenai pelipatan anggaran dari 5 triliun menjadi 10 triliun untuk anak buah perlu dikritisi secara objektif. Setiap sen dalam APBN adalah uang rakyat yang dikumpulkan dari pajak. Pengalokasiannya harus berdasarkan analisis kebutuhan riil publik, bukan sekadar asas kemudahan atau loyalitas kepada bawahan.
Kemaslahatan Rakyat adalah Tolok Ukur Utama: Keberanian melipatgandakan anggaran harus dibarengi dengan jaminan sistem pengawasan yang super ketat. Jangan sampai anggaran yang membengkak dua kali lipat hanya berujung pada pemborosan birokrasi, sementara fasilitas publik, pendidikan, dan kesehatan di akar rumput masih memprihatinkan.
Kewibawaan yang Sejati: Menjadi presiden yang gagah tentu membanggakan bagi NKRI. Namun, kegagahan sejati seorang pemimpin di mata rakyat bukan diukur dari kelonggaran memberikan anggaran kepada menteri, melainkan dari keberaniannya memastikan bahwa hak-hak rakyat kecil terpenuhi tanpa ada yang dikorupsi.
Kita harus terus mengawal penggunaan uang negara agar sepenuhnya kembali untuk kemakmuran rakyat, bukan demi kepuasan segelintir elite di lingkaran kekuasaan.
Bagaimana tanggapan kritis kawan-kawan melihat model pembagian anggaran yang disebutkan dalam pidato ini? Berikan opini objektif Anda di kolom komentar! 👇