15/01/2026
S**A, DUKA, LARA, PATI
BEKAL HIDUP MANUSIA DI DUNIA
Om Swastyastu.
Suatu kebenaran universal dalam ajaran dharma, yaitu bahwa setiap manusia pasti mengalami s**a, duka, lara, dan pati. Tidak seorang pun dapat menghindar dari keempat kenyataan hidup ini. Ia adalah hukum alam, hukum Tuhan, dan hukum karma yang bekerja dalam kehidupan.
Makna S**a dan Duka
Dalam kehidupan duniawi, s**a dan duka bagaikan dua sisi mata uang yang tidak dapat dipisahkan.
S**a datang ketika keinginan terpenuhi, harapan tercapai, dan cita-cita terwujud.
Duka hadir ketika keinginan tidak terpenuhi, kehilangan orang tercinta, kegagalan, atau penderitaan batin.
Dalam ajaran Hindu ditegaskan bahwa keterikatan berlebihan pada rasa s**a akan melahirkan duka. Oleh karena itu, umat diajarkan untuk tidak terikat (asakti), melainkan menjalani hidup dengan keseimbangan batin.
Bhagavad Gita mengajarkan:
“Sukha-duhkhe same kṛtvā…”
Artinya: Samakanlah s**a dan duka, karena keduanya bersifat sementara.
Makna Lara (Penderitaan)
Lara adalah penderitaan yang lebih dalam, baik jasmani maupun rohani.
Penyakit, usia tua, konflik batin, kecemasan, dan kegelisahan adalah bentuk lara yang kerap dialami manusia.
Namun dalam pandangan dharma, lara bukan hukuman, melainkan:
- Pengingat agar manusia kembali ke jalan
kebenaran
- Sarana penyucian karma
- Proses pendewasaan jiwa
Dengan lara, manusia belajar tentang kesabaran, ketulusan, dan keikhlasan.
Makna Pati (Kematian)
Pati atau kematian adalah kepastian mutlak. Tidak ada yang lahir tanpa mati.
Namun kematian bukan akhir segalanya, melainkan perubahan wujud perjalanan atma.
Dalam ajaran Hindu:
- Badan bersifat fana
- Atma bersifat abadi
Oleh karena itu, yang terpenting bukan lamanya hidup, melainkan bagaimana cara hidup itu dijalani sesuai dharma.
Sikap Dharma Menghadapi S**a, Duka, Lara, dan Pati
Ajaran dharma menuntun umat agar:
- Bersyukur saat s**a, tanpa lupa daratan
- Sabar saat duka, tanpa putus asa
- Teguh saat lara, tanpa menyalahkan Tuhan
- Siap menghadapi pati, dengan bekal karma baik
Semua itu dijalani melalui:
+ Tri Kaya Parisudha (pikiran, perkataan, perbuatan
yang suci)
+ Bhakti kepada Ida Sang Hyang Widhi
+ Karma yang dilandasi ketulusan
Jadi S**a, duka, lara, dan pati bukan untuk ditakuti, melainkan untuk dipahami dan disadari sebagai bagian dari perjalanan hidup manusia. Dengan pemahaman dharma, manusia akan mampu menjalani hidup dengan ketenangan batin, kebijaksanaan, dan kesadaran spiritual.
Semoga dharma selalu menjadi pelita dalam setiap langkah kehidupan kita.
Om Santih, Santih, Santih Om. 🙏
Gs_Suardika