13/06/2026
Seorang siswa kelas 2 SD asal Nusa Tenggara Timur (NTT) bernama Caesar Archangels Hendrik Meo Tnunay berhasil meraih juara pertama dalam ajang International Abacus World Competition.
Bocah yang kerap disapa Nono ini menjadi satu-satunya wakil Indonesia yang mampu menduduki peringkat pertama di kompetisi tersebut. Ia mengalahkan sebanyak 7.000 peserta lain dari berbagai negara, termasuk Amerika Serikat.
Nono berasal dari keluarga sederhana. Ayahnya bekerja sebagai buruh sekaligus petani, sementara ibunya berprofesi sebagai seorang guru.
Selama mengikuti kompetisi matematika tingkat dunia itu, Nono mencatat prestasi luar biasa. Ia mampu menyelesaikan sebanyak 15.201 file, dengan setiap file berisi 10 soal. Artinya, Nono berhasil menyelesaikan total 152.010 soal dalam kurun waktu satu tahun. Semua soal disajikan secara virtual dengan format listening dalam bahasa Inggris.
Peserta dari Qatar berhasil meraih peringkat kedua dengan menyelesaikan 7.502 file atau setara dengan 75.020 soal, yang jumlahnya hanya separuh dari capaian Nono. Sementara itu, peringkat ketiga diraih oleh perwakilan dari Amerika Serikat dengan total 6.138 file atau 61.380 soal.
Sebagai penghargaan atas prestasinya, Nono menerima piala, sertifikat, serta hadiah uang tunai sebesar 200 dolar AS.
Kemampuan Nono memang patut diapresiasi tinggi. Di usia muda, ia mampu menghitung angka dalam jumlah besar tanpa menggunakan alat bantu. Hal tersebut merupakan tantangan yang sangat sulit, bahkan bagi banyak orang dewasa.
Dalam sebuah video singkat yang tersebar di Twitter, terlihat Nono diberi tantangan untuk menghitung angka tanpa alat bantu. Soal-soal yang diberikan terbilang rumit, namun hanya dengan gerakan tangan sederhana, anak jenius asal NTT ini dapat menjawab setiap soal dengan cepat dan akurat.