05/06/2026
Pembangunan dan perbaikan jalan di Jawa Tengah akan dipercepat hingga akhir tahun 2026. Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi memerintahkan agar Anggaran Perubahan 2026 direvisi dengan memprioritaskan pembangunan infrastruktur jalan. Ia juga menegaskan bahwa pokok-pokok pikiran (Pokir) yang diusulkan DPRD Jateng harus difokuskan pada perbaikan jalan.
Menurut Ahmad Luthfi, kondisi jalan rusak merupakan masalah utama yang harus segera dituntaskan. Ia tidak ingin masyarakat terus mengeluhkan jalan berlubang yang membahayakan keselamatan. Targetnya, pada akhir 2026 jumlah jalan rusak dapat berkurang secara signifikan.
โPrioritas infrastruktur jalan. Di anggaran perubahan nanti kita ubah. Pokir akan direvitalisasi untuk infrastruktur jalan,โ tegas Ahmad Luthfi usai menghadiri Rakor Pengendalian Alih Fungsi Lahan Sawah di Hotel Gumaya Semarang, Kamis (4/6/2026).
Ia menambahkan bahwa revitalisasi Pokir sangat penting karena banyak aspirasi masyarakat yang meminta pembangunan dan perbaikan jalan, tidak hanya di Kabupaten Blora, tetapi juga di berbagai kabupaten dan kota lainnya di Jawa Tengah.
Faktor cuaca turut memperburuk kondisi jalan. Musim hujan yang panjang sejak tahun lalu hingga awal 2026 menyebabkan penurunan kualitas jalan. Saat ini memasuki musim kemarau, pemerintah provinsi akan segera melakukan pengecekan dan perbaikan.
Pada tahun 2025, Pemprov Jateng telah mengalokasikan anggaran Rp75 miliar untuk perbaikan jalan provinsi dan kabupaten/kota. Luthfi juga menekankan agar seluruh pekerjaan dilakukan dengan kualitas tinggi, tidak boleh asal-asalan.