12/08/2026
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mulai menjalankan program Revolusi Lahan Jawa Tengah melalui Optimalisasi Lahan Integrated Smart Farming atau Revola Jateng Optimis di Kabupaten Banjarnegara. Program ini diarahkan untuk mengembalikan fungsi lahan yang selama ini belum produktif sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Peluncuran program dilakukan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi bersama Bupati Banjarnegara Amalia Desiana di halaman MIS Maโarif Legoklangkir, Desa Susukan, Kecamatan Wanayasa, Senin (10/8/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Ahmad Luthfi menekankan perlunya perubahan cara pandang dalam mengelola lahan agar tidak hanya menghasilkan produk pertanian, tetapi juga mampu menciptakan sumber pendapatan yang berkelanjutan bagi masyarakat.
Menurutnya, konsep Revola Jateng Optimis mendorong pemanfaatan lahan secara terpadu. Berbagai sektor seperti kopi, cabai, tanaman pangan, perikanan, dan peternakan dapat dikembangkan dalam satu kawasan sehingga aktivitas ekonomi masyarakat menjadi lebih produktif.
โRevolusi lahan ini dimanfaatkan bagaimana lahan tidur itu โbangunโ terus. Di situ ada perkebunan kopi, cabai, padi, kemudian ada perikanan dan peternakan yang semuanya menyatu. Sehingga harapannya di wilayah kita, petani selalu berkarya dan produktif,โ ujar Ahmad Luthfi.
Program tersebut juga diharapkan menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam mengurangi kemiskinan ekstrem. Pelaksanaannya melibatkan berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, perguruan tinggi, lembaga perbankan, sektor swasta, hingga petani milenial dari sekolah kejuruan di wilayah setempat.
Ahmad Luthfi mengatakan, pendekatan tersebut diharapkan mampu meningkatkan taraf ekonomi masyarakat yang saat ini masih berada dalam kelompok desil empat.
โIni menjadi bagian dari upaya pengentasan kemiskinan. Lokasi ini kan berada di desil empat. Dengan cara seperti ini, mereka akan bisa naik kelas untuk tidak lagi berada dalam kategori miskin ekstrem,โ katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Jawa Tengah Defrancisco Dasilva Tavares menyebut Revola Jateng Optimis sebagai strategi untuk mengembangkan potensi lahan melalui sistem pertanian terpadu.
Konsep tersebut menggabungkan sejumlah subsektor, meliputi tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, peternakan, dan perikanan. Pengelolaannya juga didukung penerapan teknologi modern, termasuk Internet of Things (IoT) dan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).
Salah satu lokasi percontohan program berada di Desa Susukan dengan luas sekitar 10 hektare. Lahan tersebut sebelumnya tidak produktif dan disebut telah terbengkalai selama lebih dari 12 tahun.
Dalam dua bulan terakhir, masyarakat bersama berbagai pihak mulai melakukan gotong royong untuk mengembalikan produktivitas lahan tersebut. Kawasan yang sebelumnya menjadi lahan tidur kini diarahkan menjadi kawasan pertanian terpadu yang diharapkan mampu memberikan manfaat ekonomi bagi warga.