28/05/2026
Kabar duka menyelimuti keluarga besar lingkungan Keraton Yogyakarta dan UGM. Bagas Amar Hakiki,
fotografer yang menjadi bagian dari tim inti dokumentasi Kawedanan Tandha Yekti Keraton Yogyakarta sekaligus mahasiswa Sastra Prancis FIB UGM yang ditemukan meninggal dunia bersama keluarganya di Posong, Temanggung, Rabu (27/5/2026) dini hari.
Bagas, kedua orang tua dan adiknya diduga mengalami keracunan saat glamping di kawasan wisata tersebut. Sempat dibawa ke RSUD Temanggung untuk otopsi, empat jenasah kemudian dimakamkan selepas azhar pada Kamis (28/05) di Demolo, Ngaron, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah.
Pengajeng Hudyanawara Kawedanan Tandha Yekti Keraton Yogyakarta, Nyi RW Kartiutami Guritno, Kamis (28/5/2026) membenarkan Bagas juga merupakan bagian dari tim dokumentasi Kawedanan Tandha Yekti. Perjalanannya dimulai dari program magang di Keraton Yogyakarta pada tahun 2024. Bakat dan dedikasinya membuat Bagas kemudian dipercaya menjadi fotografer lepas yang masuk dalam tim inti dokumentasi Keraton.
“Bagas kami kenang sebagai pribadi yang senang membantu, bisa diandalkan, dan menyenangkan,” paparnya.
Di balik kameranya, Bagas dikenal sebagai sosok yang tenang namun hangat. Banyak momen budaya, tradisi, hingga aktivitas Keraton yang terekam lewat sudut pandang lensanya.
Teman-temannya mengenang Bagas sebagai pribadi yang selalu hadir ketika dibutuhkan dan bekerja dengan sepenuh hati.
Kepergian Bagas bersama ayahnya M. Ali Munawar, ibunya Maghfiroh Alfira, serta adiknya Alfino Evan Hakim meninggalkan luka mendalam bagi banyak orang.
“Kami sangat kehilangan sekali, bukan hanya kehilangan salah satu fotografer terbaik kami, tapi juga kolega, rekan, adik, sahabat baik,” ungkapnya.
Dekan Fakultas Ilmu Budaya UGM, Setiadi juga menyampaikan ucapan belasungkawa atas peristiwa tersebut.
“Kami sangat berduka atas meninggalnya mahasiswa kami,” ungkapnya.
Palupi Sastro/