17/06/2026
Topo bisu (atau tapa bisu) adalah tradisi laku spiritual dan refleksi diri dalam budaya Jawa di mana peserta berjalan kaki tanpa mengeluarkan sepatah kata pun. Ritual ini paling populer di Yogyakarta (sering disebut Mubeng Beteng), di mana ribuan orang mengitari benteng keraton sejauh ≈ 4 km pada malam 1 Sura.
Praktik ini sarat akan makna budaya yang mendalam: Pengendalian Diri & Introspeksi: Membisu bukan sekadar menahan lapar atau tidak bicara, melainkan sarana menata rasa, evaluasi diri atas kesalahan masa lalu, dan menenangkan jiwa.
Bentuk Doa: Dalam tradisi Jawa, keheningan dipandang sebagai bentuk doa dan harapan yang khusyuk agar tahun yang akan datang lebih baik.
Simbol Perjuangan: Selain acara tahunan Keraton, ritual ini terkadang juga diadaptasi dalam aksi damai masyarakat.
Kirab Malam 1 Suro Yogyakarta.
Sumber caption mbah gugel