Jenario Pujangga Jalanan

Jenario Pujangga Jalanan Puisi

08/01/2025

Terima kasih kepada pengikut terbaru saya! Senang Anda bergabung! Umbinip Lanny Enggilek, Giban Enemalik Jr.

09/10/2024

Terima kasih kepada pengikut terbaru saya! Senang Anda bergabung! Ina, Leltib Bou, Nellax Sjh, Kumir Magai

09/03/2023

PUISI

Bisa jadi garis-garis adalah puisi
Bisa jadi titik-titik adalah puisi
Bisa jadi air, mata dan darah adalah puisi
Bisa jadi batu, api, hutan dan lautan adalah puisi
Bisa jadi segala wujud dan warna adalah puisi
Tak peduli asli atau palsu
Tak peduli nyata atau fiksi

Ketika aksara tak dapat dirangkai
Ketika angka-angka tak dapat dihitung
Ketika hukum bertindak tidak adil
Ketika perang dan kelaparan dimana-mana
Puisi tetaplah puisi
Berdiri dengan kaki sendiri
Lahir dari kepekaan para pujangga

Karena bisa jadi
bagi para pujangga
Puisi adalah warna s**a duka kehidupan
Terbagi dalam berjuta ruang emosi
Polos dan jujur apa adanya
Sesuai ruang, waktu dan kondisi...

Oleh: Jenario.

(Akar Tuba) "Untuk menjemput rindumu, aku harus membiarkan cinta yang ku tanam di kota ini, layu bersama senja"
22/09/2022

(Akar Tuba)

"Untuk menjemput rindumu, aku harus membiarkan cinta yang ku tanam di kota ini, layu bersama senja"

19/09/2022

(PUISI)

Dua ribu

Hari yang terselimuti senja
Dilapisi mendung tipis kelabu
Perlahan tersapu lentik jemari malam
Diiringi bisingnya riuh hiruk-pikuk jalanan
Ratusan kendaraan saling mendahului
Seperti berlomba-lomba di arena balapan.

Jayapura, malam itu...
Waktu baru saja mendekati kosong tujuh
Di pinggir jalan, di parkiran Gramedia
Tampak seorang lelaki tua
Melangkah penuh letih
Duduk sederet di atas teras toko buku itu

Sejenak kemudian
Sepotong keluh keluar dari bibirnya
Sembari menghitung recehan digenggamannya
"Ah, dua ribu se.... Kitong jaga helm, jaket,
Dari pagi sampai malam
Tapi cuma dua-dua ribu"...

Mungkin, Jenuh telah menjalar di nadinya
Ratusan menit dalam sehari
Dilalui dengan penuh setia
Tanpa peduli pada dirinya sendiri
Menuntun keluar masuk setiap kendaraan
Dengan bermodalkan sebuah peluit tua

Ah, lelaki tua tukang parkir
Betapa jasamu sangat berarti
Walaupun upahmu tak seberapa
Tetapi kau adalah lelaki sejati
Berjuang untuk sesuap nasi anak istri
Berjuang demi keselamatan pengendara
Yang pergi dari parkiran itu...

Terima kasih lelaki tua, tukang parkir...

Jayapura
Selasa, 14 September 2022

19/09/2022

Kutipan

"Janganlah menanamkan harapan
Di telapak tangan orang lain"

Dari Puisi "Pelarian sesal"
Dari Kumpulan Puisi
"Perlawanan"...

19/09/2022

(PUISI)

Gadis Kecil Pencari Koin

Aku sepintas menatap mu
Dan kemudian melanjutkan langkah
Masuk ke dalam toko mini itu,....

Setelah sebungkus Esse Change Juicy
Ada di Genggaman ku
kembali Aku melangkah keluar
Sembari membuka rokok dan mengeluarkan korek gas di kantong celana...

Tiba-tiba Kau datang dan berkata...
"Om... Sa cari uang koin"...
Sepintas melihat wajahu,
Aku teringat anak gadis ku
Yang hampir sebaya dengan mu...

Tanpa berpikir panjang,
Selembar uang lima ribu
Keberikan kepadamu
Dengan penuh berat hati, sedih, bercampur keprihatinan yang menyayat...

Ah, gadis kecil pencari koin...
Apakah kau membohongi ku...?
Ataukah kaulah yang dibohongi
Diperalat untuk meminta-minta
Secara halus, di malam Minggu itu...

By : Jenario
Abepura, 13 Agustus 2022.

Panorama keindahan alam Danau Paniai...
19/09/2022

Panorama keindahan alam Danau Paniai...

"Panorama Keindahan Alam Danau Paniai"Videonya diambil dengan menggunakan Kamera Dron DJI MAVIC 2 PRO, Oleh : Yapanani Jack : https://www.youtube.com/channel...

26/04/2022

Tragedi Sugapa, Luka Lama Pribumi...

10/04/2022

Ketika prinsip dan pola pikir kita tidak dapat dipengaruhi oleh orang lain untuk menyimpang dari keputusan, kehendak dasar bahkan pilihan kita untuk apapun atas dasar keyakinan pribadi, maka bersiaplah untuk menerima asumsi negatif, kesan buruk bahkan hinaan dari orang lainnya yang pola pikirnya sudah diracuni dengan paham apapun yang direkayasa dan kemudian dijadikan senjata untuk menyerang pribadi kita, sebagai kebalikan dari pengaruh sebelumnya yang tidak berhasil dilakukan.

Tetapi jadilah orang berbesar hati dan rendah hati untuk menerima setiap tantangan, hinaan dan sebagainya tanpa harus berbalik menyerang dengan cara yang sama kejam atau lebih kejam....

Berdamailah dengan kenyataan yang ada, apapun bentuknya, jika tidak berbaliklah untuk melawan dan merubah kenyataan itu dengan bijak dan santun.

10/04/2022

Jangan hanya menulis semua perihal kebaikan yang dipikirkan di media sosial, tapi tunjukkan itu dalam perbuatan sehari-hari, agar tetap hidup selamanya karena dikisahkan orang lain.

24/01/2022

INSOMNIA, KEKASIH GELAP KU...

Kau selalu membiarkan
Selangkangan mu terbuka luas merayu
Sembari menyudutkan diriku
Pada tatapan hampa yang membeku
Hingga dengan hembus nafas birahi mu
Malam kau tukar menjadi siang untuk ku
Di dalam Kimono seksi nafsumu
Yang penuh gincu sisa masak-memasak
Yang bukan atas dasar cinta...

Di atas perut mu
Kau membiarkan batin ku terkapar
Lunglai terapit dua gunung kembarmu
Yang adalah tempat pembungkaman
Imam-imam jalanan kota
Yang dimana pada waktu pagi
Mereka menggenggam petuah untuk menyinari
Tetapi pada malam hari
Rebah di atas pangkuan mu
Yang penuh jilatan kenikmatan
Bersama rembulan berkaki dua...

Insomnia, Kekasih gelap ku...
Cinta mu terlalu tulus dan ikhlas
Dengan penuh kesetiaan
Kau datang dalam pelukan anjing mu
Bau pengap di bawah ketiak gelap mu
Kau jadikan aroma surga
Yang kian memenjarakan hasrat ku
Untuk beristirahat,

Penyakit Babi ini...

Waena, 25 Januari 2022

Address

Biak
98541

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Jenario Pujangga Jalanan posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share