Hikmah dari sebuah kisah

Hikmah dari sebuah kisah Video youtube

12/08/2019

ERBARU
logo boombastis
Terbaru


About Us Privacy Policy Contact Us Disclaimer

Nabi Khidir, Sosok Pendamping Musa AS yang Dikabarkan Masih Hidup Hingga Detik ini

user profile 157w |

Nabi Muhammad dikatakan sebagai utusan Allah paling akhir alias pemungkas dari para nabi dan rasul. Jadi, setelah beliau takkan ada lagi nabi atau rasul, kecuali Nabi Isa yang nanti akan muncul menjelang hari kiamat. Meskipun demikian, ada satu Nabi yang menurut banyak orang masih hidup hingga hari ini. Ya, beliau ini adalah Nabi Khidir.

Tentang Nabi Khidir, hampir tak ada satu pun mushaf atau kitab yang menceritakan detail tentang kehidupan beliau. Meskipun demikian, kita masih bisa mendapatkan serpihan-serpihan cerita tentang Nabi yang namanya tidak wajib diketahui ini. Beberapa di antaranya adalah kisahnya dengan Nabi Musa atau soal eksistensi beliau yang katanya abadi sampai hari kiamat.

Lebih jauh tentang Nabi Khidir, berikut adalah deretan fakta-fakta tentang beliau yang pasti bakal membuatmu kagum dan tercengang.

Nabi Khidir Tak Pernah Diketahui Asal Usulnya
Seperti yang dijelas di atas, manusia benar-benar buta soal detail Nabi Khidir. Belum pernah ada satu kitab pun yang membahas secara lengkap soal sang Nabi. Siapa ayah dan ibunya, berapa jumlah putra-putrinya, lalu di mana beliau tinggal, hal tersebut masih belum diketahui hingga sekarang.

Lukisan Nabi Khidir dan Dzul Qarnain [Image Source]
Lukisan Nabi Khidir dan Dzul Qarnain [Image Source]
Namun, soal asal usul sang Nabi, pernah ada sebuah web yang menuliskannya dengan cukup detail. Di web tersebut dikatakan jika Nabi Khidir adalah sepupu Raja Dzul Qarnain yang diceritakan sebagai pencipta tembok Yakjuj Makjuj. Kedudukan Nabi Khidir sendiri ketika itu adalah sebagai penasehat raja. Sayangnya, fakta ini masih belum benar-benar bisa dibuktikan kebenarannya. Jadi, asal usul Nabi Khidir masih tetap belum terungkap.

Sosok yang Sangat Bijaksana dan Berilmu Tinggi
Nabi Khidir dikenal bukan hanya karena kemisteriusannya, tapi juga rumor soal beliau yang sangat berilmu tinggi dan juga bijaksana. Dikatakan jika Nabi Khidir menguasai ilmu Laduni di mana beliau bisa melakukan hal-hal apa pun yang tak bisa dilakukan oleh manusia. Salah satu yang paling terkenal adalah kemampuan beliau yang sanggup membaca masa depan.

Sosok berilmu dan bijaksana [Image Source]
Sosok berilmu dan bijaksana [Image Source]
Tak hanya berilmu tinggi, sosok Nabi Khidir juga sangat bijaksana. Setiap tutur katanya mengandung hikmah yang begitu dalam. Makanya, Allah pun sampai menyuruh Nabi Musa untuk berguru kepada Nabi Khidir sebagai bukti jika ilmu Allah itu tidak terbatas.
Ketika Nabi Musa Tak Sanggup Bersama Nabi Khidir
Cerita yang paling dikenal tentang Nabi Khidir adalah kisah beliau bersama Nabi Musa. Jadi, awalnya Allah menyuruh Nabi Musa untuk berguru kepada Nabi Khidir lantaran Nabi Musa mengatakan dirinya yang paling berilmu. Singkat cerita, bertemulah kedua Nabi ini. Kemudian Nabi Musa mengatakan ingin berguru dan Nabi Khidir pun menyanggupinya asal Nabi Musa tak banyak tanya. Nabi Musa mengiyakan dan keduanya pun melakukan perjalanan.

Tak sampai beberapa lama, Nabi Khidir pun membuat Nabi Musa bertanya-tanya ketika beliau merusak sebuah perahu. Tak lama kemudian, Nabi Khidir membunuh seorang anak kecil, lalu yang terakhir adalah membangun sebuah rumah yang rubuh. Sebenarnya masih banyak kejadian lanjutan yang akan terjadi, namun Nabi Musa sudah tak kuat untuk bertanya. Begitu diceritakan oleh Nabi Khidir, Nabi bani Israil tersebut pun tersentak karena ini tak seperti dugaannya.

Kisah Nabi Khidir dan Nabi Musa [Image Source]
Kisah Nabi Khidir dan Nabi Musa [Image Source]
Ada maksud lain di balik perilaku Nabi Khidir tersebut dan Nabi Musa pun mengakui kalau dirinya tak lebih berilmu. Akhirnya hubungan singkat guru dan murid ini pun berakhir dengan Nabi Musa yang semakin menyadari kesalahannya.
Nabi Khidir Dipercaya Masih Hidup
Selain cerita bersama Nabi Musa, hal yang paling diketahui manusia soal Nabi Khidir adalah kepercayaan kalau sang nabi ini berumur sangat panjang. Bahkan banyak yang mempercayai jika Nabi Khidir masihlah hidup sampai sekarang ini, meskipun keberadaannya tak pernah diketahui.

Nabi Khidir berumur panjang [Image Source]
Nabi Khidir berumur panjang [Image Source]
Soal Nabi Khidir yang berumur panjang, ternyata hal tersebut pernah diungkapkan oleh Ibnu Abbas. Beliau mengatakan jika Nabi Khidir adalah seseorang yang sangat taat kepada Allah dan ditangguhkan ajalnya. Dari ungkapan ini kita bisa simpulkan jika kemungkinan besar Nabi Khidir masih hidup sampai sekarang. Ibnu Abbas sendiri bukan orang sembarangan, beliau adalah paman dari Nabi Muhammad.
Keistimewaan Lain Seorang Nabi Khidir
Tak hanya berilmu tinggi, bijaksana, dan berumur panjang, Nabi Khidir masih memiliki satu keistimewaan lainnya. Hal tersebut tak lain adalah mukjizat beliau yang sanggup menghijaukan alam. Jadi, ke mana pun kaki beliau melangkah maka tanah di sekitarnya yang kering akan tumbuh rerumputan hijau.

Keistimewaan Nabi Khidir [Image Source]
Keistimewaan Nabi Khidir [Image Source]
Mukizat ini sendiri juga tak tertulis di buku mana pun, tapi kalau merujuk dari nama beliau sendiri, mungkin saja Nabi Khidir memang punya kemampuan tersebut. Nama Nabi Khidir berasal dari kata Al-Khidr yang secara harfiah berarti seseorang yang hijau.
Sebagai seorang Muslim, kita harus meyakini keberadaan Nabi Khidir. Pasalnya, kisah beliau dengan Nabi Musa sendiri ada dalam Al-Qur’an. Jadi, secara tak langsung kita turut meragukan Al-Qur’an kalau tidak meyakini keberadaan Nabi Khidir. Terlepas dari segala hal unik dan ajaib tentang beliau, yang jelas Nabi Khidir adalah sosok manusia yang bijaksana dan sangat taat kepada Allah.

Cordoba di Mata Ulama dan SastrawanShareTweetCordoba adalah kota yang indah. Kota yang kaya dengan nilai intelektual di ...
01/08/2019

Cordoba di Mata Ulama dan Sastrawan
Share
Tweet
Cordoba adalah kota yang indah. Kota yang kaya dengan nilai intelektual di mata para ulama. Kota yang indah menjadi pujian di lisan para sastrawan. Kota yang merupakan ibu kota Andalusia di masa kejayaannya.

Ibnu Hauqal

Seorang pedagang asal Kota Mosul, Irak, Ibnu Hauqal pernah menginjakkan kaki di Cordoba tahun 350 H/961 M. Ia menyifati kota itu dengan mengatakan, “Kota terbesar di Andalusia adalah Cordoba. Tidak ada satu pun kota di Maroko yang serupa dengannya. Baik dari sisi kepadatan penduduk maupun keluasan wilayahnya. Ada yang mengatakan, kota ini mirip dengan salah satu wilayah pinggiran Baghdad. Kalaupun tidak semisal, setidaknya mendekati. Kota Cordoba ini dikelilingi benteng batu. Dan memiliki dua pintu yang menempel di pagar benteng dan mengantarkan ke arah lembah (wilayah rendah) dan ar-Rishafah. Rishafah adalah tempat tertinggi di Cordoba yang bersambung dengan hutan kota. Bangunan-bangunannya bersambung (memadat) dari wilayah timur ke utara, ke barat, hingga ke selatan. Hingga ke lembahnya. Di jalan-jalannya terdapat pedagang kaki lima. Sebagai tempat transaksi jual beli. Di tempat-tempat umum juga terdapat taman kota. Penduduknya adalah orang-orang kaya dan orang-orang penting (Yaqut al-Hamawi: Mu’jam al-Buldan 4/324).

Al-Idrisi

Namanya adalah Muhammad al-Idrisi. Salah seorang ahli geografi. Dan termasuk orang pertama yang membuat peta dunia. Menurutnya penghuni Cordoba adalah orang-orang spesial. Karena mereka adalah para ulama dan mereka yang berkedudukan di negara. Al-Idris berkata, “Cordoba tak pernah kosong dari para ulama terkemuka dan tokoh-tokoh utama. Pedagangnya adalah orang-orang kaya raya. Mereka memiliki cita-cita yang tinggi (al-Idrisi: Nuzhatul Musytaq fi Ikhtiraqil Afaq 2/575).

Al-Hamiri

Al-Hamiri mengatakan, “Cordoba adalah asasnya Andalus. Induk dari kota-kotanya. Tempat tinggal para khalifah Umayyah. Peninggalan dan pengaruh mereka begitu tampak pada kota tersebut. Keistimewaan Cordoba dan kedudukan penduduknya lebih terkenal dari cerita. Mereka adalah tokoh bangsa dan pemuka masyarakat. Mereka sangat dikenal dengan bagus pemikirannya. Baik profesinya. Indah pakaiannya. Memiliki semangat hidup yang tinggi. Akhlak mereka, akhlak yang indah. Kota ini dihuni para ulama dan para tokoh utama (al-Hamiri: ar-Raudh al-Mu’thar fi Khair al-Aqthar, Hal: 456).

Yaqut al-Hamawi

Yaqut al-Hamawi berkata tentang Cordoba, “Sebuah kota besar yang terletak di tengah Andalus. Kota ini bagaikan tempat tidur bagi rajanya karena posisinya di tengah negara. Di sanalah para raja Bani Umayyah tinggal. Tempat orang-orang utama menetap. Tempat lahirnya cerdas cendekia (Yaqut al-Hamawi: Mu’jam al-Buldan 4/324).

Abu al-Hasan bin Bassam

Diceritakan bahwa Abu al-Hasan bin Bassam berkata tentang Cordoba, “Cordoba adalah puncak tujuan. Pusat dari peradaban. Ibu dari kota-kota. Tempat tinggal orang-orang utama dan bertakwa. Negerinya para ilmuan. Jantung wilayah. Tempat lahirnya ilmu pengetahuan. Pusat peradaban Islam dan tempat para imam. Tempat berkumpulnya kajian keilmuan. Kebun yang membuahkan keunggulan. Lautan permata. Dari rahimnya keluarlah bintang-bintang dunia dalam para pakar di masanya. Lahir para penunggang kuda, ahli perundangan, dan sastra. Di Cordoba muncul karya tulisan yang mendalam. Hal ini disebabkan karena keunggulan penduduknya dulu dan sekarang (masa itu) dibanding kota selainnya. Yang menaklukkannya adalah orang-orang mulia dari kalangan Arab. Disertai pembesar prajurit Syam dan Irak turut tinggal di sana. Lahirlah dari keturunan mereka memenuhi wilayah ini. Mereka berasal dari leluhur yang mulia. Sehingga di setiap wilayah tidak kosong dari seorang penulis yang mahir. Dan seorang penyair yang handal (Abu al-Hasan Bassam: Adz-Dzakhiroh fi Mahasin Ahli al-Jazirah 1/33)

Ibnul Waridi

Dalam Kharidatul ‘Aja-ib, Ibnul Waridi menyifati Cordoba dan penduduknya dengan mengatakan, “Penduduknya adalah orang-orang terbaik. Orang terbaik dalam makanan, pakaian, kendaraan, dan cita-cita yang tinggi. Penduduknya adalah ulama-ulama besar dan tokoh-tokoh utama. Penduduknya adalah para ahli perang dan orang-orang mulia.” Setelah menyifati masjidnya, ia melanjutkan, “Kehebatan kota ini lebih besar lagi daripada apa yang diceritakan.” (Ibnul Waridi: Kharidatul ‘Aja-ib wa Faridatul Ghara-ib, hal: 12).

Cordoba adalah salah satu kota peradaban Islam. Kota yang memiliki sejarah dan nilai yang dikenal oleh manusia. Dan Cordoba bukanlah satu-satunya kota yang seperti ini dalam sejarah Islam. Kita belum bercerita tentang bagaimana hebatnya Baghdad, Damaskus, Kairo, Bashrah, dll. Kalau kita mengetahui bagaimana kota-kota itu, kekagumana kita akan semakin jauh melejit. Keyakinan kita bahwa Islam itu tidak bertentangan dengan ilmu pengetahuan, modernitas, dan kemajuan peradaban akan semakin kokoh menancap. Apalagi setelah mengetahui kalau nilai-nilai peradaban Islam tidak merusak tatanan social, kita akan semakin yakin agama ini adalah solusi untuk semua permasalahan manusia.

Diterjemahkan dari tulisan Raghib as-Sirjani dengan judul Qurthubah fi ‘Uyunil Ulama wal Udaba

Oleh Nurfitri Hadi (IG:

Read more

Cordoba adalah kota yang indah. Kota yang kaya dengan nilai intelektual di mata para ulama. Kota yang indah menjadi pujian di lisan para sastrawan. Kota yang merupakan ibu kota Andalusia di masa kejayaannya. Ibnu Hauqal Seorang pedagang

16/07/2019
07/07/2019

Ibran bin Khattan yang Berwajah Buruk tapi Wajahnya Bersinarkan Surga

Kisah dua orang yang bersinarkan surga

_Mukhammad Lutfi Mukhammad Lutfi 21 Juni 2019 4246_
Share
Tweet
Sabar dan syukur bagaikan dua kendaraan yang apabila kita naiki kita tidak akan susah. Kita harus bersabar menghadapi musibah, bala, yang diberikan Allah kepada kita. Para nabi yang mendapatkan gelar ulul azmi karena mereka bersabar dan tegar dalam menghadapi cobaan. Di sisi yang lain para nabi juga senantiasa merawat kesyukuran atas nikmat yang Allah berikan.

Membicarakan sabar dan syukur memang lebih ringan dan gampang jika dibandingkan dengan melakukan kedua hal tersebut. Ada sebuah kisah hikmah yang sangat menyentuh hati perihal sabar dan syukur ini. Ceritanya begini;

Alkisah, Imran bin Khattan adalah sosok lelaki yang memiliki wajah pas-pasan, berkulit hitam, serta berperawakan agak pendek. Sedangkan istrinya adalah wanita yang berparas cantik. Pada suatu ketika Imran bin Khattan melihat istrinya sedang bersolek, berhias diri, sehingga membuat Imran menatapnya tiada henti.

Kemudian sang istri bertanya kepada Imran bin Khattan “Ada apa denganmu?” Lantas Imran bin Khattan pun menimpalinya “Hari ini kau terlihat sangat cantik dengan dandanan seperti ini.”

Istrinya pun kembali menimpali “Bergembiralah! Sesungguhnya baik aku maupun kamu akan masuk surga.” Mendengar hal itu sang suami merasa heran dan mulai timbul pertanyaan kepada istrinya.

“Dari mana kamu mengetahui hal itu wahai istriku?” tanya Imran bin Khattan. “Karena kamu diberi istri secantik diriku sehingga kamu bersyukur, sedangkan aku diberi suami seperti dirimu (berwajah pas-pasan) sehingga aku bisa bersabar, orang yang bersyukur dan bersabar akan dimasukkan ke dalam surga” jawab sang istri menjelaskan.

Lantas Imran bin Khattan pun tersenyum seraya berkata “Segala puji hanya kita panjatkan kepada Allah”.

Wallahu a’lam

Address

Bitung
Bitung

Telephone

+6285960367549

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Hikmah dari sebuah kisah posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Hikmah dari sebuah kisah:

Share

Category