Album Sejarah Indonesia

Album Sejarah Indonesia Media Sejarah Indonesia
(7)

Operating as usual

Kami segenap keluarga besar Album Sejarah Indonesia mengucapkan :Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1442 H/2021 M. Mo...
12/05/2021

Kami segenap keluarga besar Album Sejarah Indonesia mengucapkan :

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1442 H/2021 M. Mohon maaf lahir batin ๐Ÿ™

Semoga sobat Album yang merayakan diberikan kesehatan selalu, bagi yang tidak bisa mudik tahun ini harap bersabar mengikuti anjuran pemerintah.
Jika selama ini Album Sejarah Indonesia melakukan kesalahan kepada kalian, baik dipostingan kami pernah menyinggung perasaan kalian. Sekali lagi mohon dimaafkan.. Terima Kasih sebesar-besarnya untuk sobat Album yang selalu mensupport kami, dan pastinya masih setia sampai detik ini. ๐Ÿ™๐Ÿ˜Š
.
"Sejarah tidak membuatmu kuno, Sejarah membuatmu maju"
- Album Sejarah Indonesia

Kami segenap keluarga besar Album Sejarah Indonesia mengucapkan :

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1442 H/2021 M. Mohon maaf lahir batin ๐Ÿ™

Semoga sobat Album yang merayakan diberikan kesehatan selalu, bagi yang tidak bisa mudik tahun ini harap bersabar mengikuti anjuran pemerintah.
Jika selama ini Album Sejarah Indonesia melakukan kesalahan kepada kalian, baik dipostingan kami pernah menyinggung perasaan kalian. Sekali lagi mohon dimaafkan.. Terima Kasih sebesar-besarnya untuk sobat Album yang selalu mensupport kami, dan pastinya masih setia sampai detik ini. ๐Ÿ™๐Ÿ˜Š
.
"Sejarah tidak membuatmu kuno, Sejarah membuatmu maju"
- Album Sejarah Indonesia

Dua orang remaja dari laskar Hizbullah bernama Ali (14 tahun) dan Mohammad (17 tahun) ditahan oleh pasukan Marinir Belan...
10/05/2021

Dua orang remaja dari laskar Hizbullah bernama Ali (14 tahun) dan Mohammad (17 tahun) ditahan oleh pasukan Marinir Belanda di Surabaya, Jawa Timur, terlihat seorang tentara Belanda berfoto dengan mereka. Menurut catatan Belanda, Marinir Belanda menyita persenjataan remaja tersebut berupa pisau, tombak, granat, dan secarik kertas doa-doa (terlihat disaku baju salah satu remaja). Foto ini tertanggal 22 Januari 1947, dan dipublikasikan disurat kabar Nieuwe Courant tanggal 4 Maret 1947. Dimana dalam surat kabar tersebut ditulis, "anak-anak yang tidak tahu perang telah dipaksa untuk melawan oleh pihak Republik dan dilindungi oleh Marinir."
.
Sumber : Nederlands Instituut voor Militaire Historie

Dua orang remaja dari laskar Hizbullah bernama Ali (14 tahun) dan Mohammad (17 tahun) ditahan oleh pasukan Marinir Belanda di Surabaya, Jawa Timur, terlihat seorang tentara Belanda berfoto dengan mereka. Menurut catatan Belanda, Marinir Belanda menyita persenjataan remaja tersebut berupa pisau, tombak, granat, dan secarik kertas doa-doa (terlihat disaku baju salah satu remaja). Foto ini tertanggal 22 Januari 1947, dan dipublikasikan disurat kabar Nieuwe Courant tanggal 4 Maret 1947. Dimana dalam surat kabar tersebut ditulis, "anak-anak yang tidak tahu perang telah dipaksa untuk melawan oleh pihak Republik dan dilindungi oleh Marinir."
.
Sumber : Nederlands Instituut voor Militaire Historie

Beberapa foto prajurit TNI yang ditahan oleh pasukan Belanda selama masa Operasi Trikora (konflik Irian Barat, saat ini ...
07/05/2021

Beberapa foto prajurit TNI yang ditahan oleh pasukan Belanda selama masa Operasi Trikora (konflik Irian Barat, saat ini Papua antara Indonesia dan Belanda dari tanggal 19 Desember 1961-15 Agustus 1962)
.
Foto 1-4 : Seorang penyusup Indonesia yang ditahan oleh patroli Marinir Belanda, dimana ia di interogasi oleh seorang Sersan dan mengaku bukan seorang militer. Tetapi ketika diperiksa tasnya ditemukan dokumen militer serta bendera Merah Putih. Terlihat ia dibawa oleh patroli Marinir Belanda, lokasi sekitar Kaimanan antara tahun 1961-1962.
Foto 5 : Penahanan PGT Indonesia (Pasukan Gerak Tjepat) atau pasukan penerjun. Mereka berbaris dengan mengangkat tangan serta membawa bendera putih, yang di giring oleh pasukan Belanda lokal. Lokasi tidak diketahui sekitar tahun 1961-1962.
Foto 6 : Kemungkinan awak kapal KRI Macan Tutul yang dikomandoi oleh Yos Sudarso. Mereka ditahan oleh militer Belanda di Jayapura pada tanggal 18 Januari 1962, setelah insiden pertempuran laut Arafuru.
Foto 7 : Seorang Kapten TNI yang ditahan oleh Belanda, sedang menunjukan ke arah (lokasi ?) di peta. Didalam catatan Belanda ia bernama Kapten Jalaludin, foto tertanggal 12 Juni 1962.
Foto 8 : Lima prajurit Indonesia yang ditahan oleh Belanda di sekitar Jayapura, pada tanggal 28 Agustus 1962.
Foto 9 : Seorang prajurit Indonesia ditahan Belanda tanpa diketahui lokasinya sekitar bulan Januari 1962. Terlihat pasukan Belanda tersenyum dibelakangnya.
.
Sumber Foto : Nederlands Instituut voor Militaire Historie, Atlas van Stolk, Het Nationaal Archief, Spaarnestaad.

LIBUR PUASA ERA KOLONIALISME BELANDAAwal abad ke-20, Departemen Pendidikan dan Agama Hindia-Belanda memberikan libur pua...
05/05/2021

LIBUR PUASA ERA KOLONIALISME BELANDA

Awal abad ke-20, Departemen Pendidikan dan Agama Hindia-Belanda memberikan libur puasa Ramadhan dan Lebaran kepada sekolah binaan mereka. Mulai dari sekolah tingkat dasar HIS (Hollandsch-Inlandsche School) hingga sekolah menengah atas HBS (Hogereburgerschool) dan AMS (Algemeene Middelbare School) selama satu bulan penuh puasa Ramadhan dan beberapa hari setelah Lebaran. Kebijakan pemerintah Kolonial dengan meliburkan pendidikan ketika bulan Ramadhan dan Lebaran semata-mata cara pandang mereka kepada umat Islam. Kedudukan Islam ditanah jajahan tidak dapat diganggu gugat lagi oleh pemerintah Kolonial, pemerintah kolonial tidak main paksa melepaskan "Islam" dari penduduk yang menganut agama Islam terbesar di Asia Tenggara tersebut. Sepanjang menyangkut urusan peribadatan seperti puasa, lebih baik mereka kasih kesempatan luas bagi anak-anak sekolah yang beragama Islam untuk menjalankannya. (Istilahnya propaganda halus pemerintah Kolonial menarik simpati umat Islam)
.
Ketika masa libur puasa, anak-anak saat itu bersuka cita dengan melakukan kegiatan keagamaan seperti mengaji beramai-ramai saat malam hari di Masjid, melakukan sholat berjama'ah. Serta ronda keliling kampung dengan membangunkan penduduk memakai kaleng rombeng, siang harinya mereka bermain-main bersama. Namun ketika waktu berbuka puasa tiba, keriuhan anak-anak bermain mendadak hilang bak ditelan bumi karena mereka harus pulang ke rumah masing-masing untuk melakukan buka bersama keluarga. Sungguh indah sekali suasana saat itu meskipun dibawah pemerintahan Kolonialisme Belanda. Kebijakan libur puasa ini terus berlanjut hingga Jepang datang dan setelah Kemerdekaan.
.
Foto : Ilustrasi anak-anak sedang mengaji di tahun 1930an
Sumber :
- Universiteit Leiden
-Albumsejarah
- Asal Usul: Catatan-Catatan Pilihan (Mahbub Djunaidi)
- Kebijaksanaan Pendidikan di Hindia Belanda 1900-1940 (S.L. van der Wal)
- Memenuhi Panggilan Tugas: Kenangan Semasa Muda (A.H.Nasution)
- Historia

LIBUR PUASA ERA KOLONIALISME BELANDA

Awal abad ke-20, Departemen Pendidikan dan Agama Hindia-Belanda memberikan libur puasa Ramadhan dan Lebaran kepada sekolah binaan mereka. Mulai dari sekolah tingkat dasar HIS (Hollandsch-Inlandsche School) hingga sekolah menengah atas HBS (Hogereburgerschool) dan AMS (Algemeene Middelbare School) selama satu bulan penuh puasa Ramadhan dan beberapa hari setelah Lebaran. Kebijakan pemerintah Kolonial dengan meliburkan pendidikan ketika bulan Ramadhan dan Lebaran semata-mata cara pandang mereka kepada umat Islam. Kedudukan Islam ditanah jajahan tidak dapat diganggu gugat lagi oleh pemerintah Kolonial, pemerintah kolonial tidak main paksa melepaskan "Islam" dari penduduk yang menganut agama Islam terbesar di Asia Tenggara tersebut. Sepanjang menyangkut urusan peribadatan seperti puasa, lebih baik mereka kasih kesempatan luas bagi anak-anak sekolah yang beragama Islam untuk menjalankannya. (Istilahnya propaganda halus pemerintah Kolonial menarik simpati umat Islam)
.
Ketika masa libur puasa, anak-anak saat itu bersuka cita dengan melakukan kegiatan keagamaan seperti mengaji beramai-ramai saat malam hari di Masjid, melakukan sholat berjama'ah. Serta ronda keliling kampung dengan membangunkan penduduk memakai kaleng rombeng, siang harinya mereka bermain-main bersama. Namun ketika waktu berbuka puasa tiba, keriuhan anak-anak bermain mendadak hilang bak ditelan bumi karena mereka harus pulang ke rumah masing-masing untuk melakukan buka bersama keluarga. Sungguh indah sekali suasana saat itu meskipun dibawah pemerintahan Kolonialisme Belanda. Kebijakan libur puasa ini terus berlanjut hingga Jepang datang dan setelah Kemerdekaan.
.
Foto : Ilustrasi anak-anak sedang mengaji di tahun 1930an
Sumber :
- Universiteit Leiden
-Albumsejarah
- Asal Usul: Catatan-Catatan Pilihan (Mahbub Djunaidi)
- Kebijaksanaan Pendidikan di Hindia Belanda 1900-1940 (S.L. van der Wal)
- Memenuhi Panggilan Tugas: Kenangan Semasa Muda (A.H.Nasution)
- Historia

03/05/2021

Lagu ini bercerita tentang percakapan telefon antara ibu yang ada di Belanda dengan anaknya yang di Hindia-Belanda. Didalam lirik lagunya juga menggambarkan mahalnya tarif telefon kala itu, kira-kira 33 gulden per 3 menit. Setara dengan gaji satu setengah bulan pekerja kelas menengah atas. Di lagu ini juga tercermin bagaimana gaya sopan santun di masa lalu. Yaitu keturunan Belanda yang menyapa neneknya dalam bahasa Melayu, dengan kata "Tabรฉ" (Tabik). Namun berakhir dengan kematian sang Oma, karena saking bahagianya bisa mendengar suara anak dan cucunya yang belum sempat ia temui.
.
Lagu ini terinspirasi dari komunikasi pertama antara Ratu Emma (Ibunda Ratu Wilhelmina) dengan istri Gubernur Jenderal Hindia-Belanda pada tanggal 7 Januari 1929. Dimana kalimat pertama yang terucap dari Ratu Emma adalah "Hallo Bandoeng, Hier Den Haag" (Hallo Bandung, Disini Den Haag). Hubungan komunikasi ini pertama kali terjadi dalam jarak 12.000 km antara Stasiun Radio Kootwijk di Belanda dengan Stasiun Radio Malabar di Bandung, Jawa Barat.
.
Sumber : Universiteit Leiden dan penulis Walentina Waluyanti di Leiden, Belanda

Selamat Hari Pendidikan Nasional untuk Sobat Album semua ๐Ÿ™."Jadikan pendidikan sebagai tonggak utama kemakmuran bangsa d...
02/05/2021

Selamat Hari Pendidikan Nasional untuk Sobat Album semua ๐Ÿ™
.
"Jadikan pendidikan sebagai tonggak utama kemakmuran bangsa dan terima kasih untuk seluruh pengajar di Indonesia"
- albumsejarah

Selamat Hari Pendidikan Nasional untuk Sobat Album semua ๐Ÿ™
.
"Jadikan pendidikan sebagai tonggak utama kemakmuran bangsa dan terima kasih untuk seluruh pengajar di Indonesia"
- albumsejarah

WARNING !!! FOTO MENGANDUNG UNSUR KEKERASAN !(Foto sejarah tidak boleh disensor).29 Juli 1947,  pasukan Belanda melakuka...
30/04/2021

WARNING !!! FOTO MENGANDUNG UNSUR KEKERASAN !
(Foto sejarah tidak boleh disensor)
.
29 Juli 1947, pasukan Belanda melakukan Agresi Militer I di Perbaungan, Sumatera Utara. Terjadi pertempuran antara pihak Republik dan pasukan Belanda. Hasilnya bisa ditebak, saat itu pasukan TNI mengalami kekalahan. Ratusan pasukan TNI ditahan oleh militer Belanda dan banyak para pejuang yang gugur dalam pertempuran.
.
Foto 1-2 : Seorang perwira TNI dengan ajudannya ditahan oleh pasukan Belanda, dan dibawa ke markas Belanda.
Foto 3-6 : Seratusan pasukan pejuang republik ditahan oleh militer Belanda.
Foto 7 : Seorang pejuang dari Tionghoa ditahan oleh pasukan KNIL.
Foto 8-9 : Foto pejuang republik yang gugur dalam pertempuran.
Foto 10 : Seorang tentara Belanda memeriksa tubuh dari pejuang republik yang gugur dalam pertempuran.
.
Sumber : Fotocollectie Dienst voor Legercontacten Indonesiรซ
Fotografer : Onbekend (tidak diketahui)

Siapa yang penasaran dengan kuis di story albumsejarah tentang Kapal selam pertama buatan anak bangsa ? .Inilah beberapa...
29/04/2021

Siapa yang penasaran dengan kuis di story albumsejarah tentang Kapal selam pertama buatan anak bangsa ?
.
Inilah beberapa foto rupa dari kapal selam mini tersebut, yang berukuran panjang 7x1 dengan bobot 5 ton bermesin mobil Fiat 4 PK. Yang hanya berisikan 1 awak dan satu buah torpedo dengan panjang 5 meter peninggalan pesawat Jepang. Kapal selam mini ini rancangan dari Djodoe Ginagan dan M. Susilo di pabrik besi Yogyakarta pada bulan Juli 1947. Sempat di ujicoba di Kalibayem, dan diawaki oleh Ginagan sendiri. Tetapi mengalami kegagalan di pengait torpedo, yang membuat kapal selam ikut terseret torpedo.
.
Setelah kegagalan tersebut, dan dalam proses perbaikan. Juga belum sempat digunakan di medan tempur, Belanda keburu melakukan Agresi Militer II pada bulan Desember 1948 dan menyita kapal selam tersebut. Kemudian Belanda menyindir di siaran radio : "Orang Indonesia membuat kapal selam dari drum di Kali". Nasib Kapal selam milik ALRI (Angkatan Laut Republik Indonesia) ini akhirnya tidak diketahui, besar kemungkinan dipreteli dan dimusnahkan seperti kebiasaan Belanda dalam menyita persenjataan Republik.
.
Foto 1 : Terlihat dua perwira Belanda disamping kapal selam mini yang telah disita Belanda.
Foto 2 : Bagian bawah kapal selam sebagai tempat torpedo.
Foto 3 : Bagian buritan kapal selam.
Foto 4 - 7 : Belanda juga menyita miniatur desain kapal selam.
Foto 8 : Djodoe Ginagan melakukan ujicoba di Kalibayem, Yogyakarta. Terlihat dilatar belakang, ratusan masyarakat melihat proses ujicoba tersebut. Bahkan juga dihadiri oleh Sri Sultan Hamengkubuwono IX.
.
Sumber : Fotocollectie Dienst voor Legercontacten Indonesiรซ
Fotografer : Onbekend (tidak diketahui)

28/04/2021

MAJAPAHIT.
.
Majapahit dan Gajah Mada. Dua nama ini sudah pasti bersandingan dan nggak asing lagi untuk kita, ya kan? Tapi kalian juga harus tau kalau Gajah Mada gak asal "hebat". Melewati selat dan lautan, Gajah Mada berhasil menyatukan banyak kerajaan di berbagai Kepulauan dengan kemampuan diplomasinya yang luar biasa. Politik Gajah Mada dimulai saat kerajaan Majapahit sudah diambang pemberontakan ketika tahta kepemimpinan dilanjutkan oleh Jayanegara.

Tapi nyatanya Gajah Mada mampu mempersatukan Nusantara. Seandainya Indonesia punya sosok seperti Gajah Mada, mungkin kejayaan Indonesia bisa seperti era Majapahit dulu. Mungkin kita bisa menyatukan Indonesia yang terpisahkan oleh lautan dengan digitalisasi, baik urusan ekonomi maupun birokrasi, nah, menurut kalian, siapa yang mampu mewujudkan Indonesia menjadi negara yang maju dalam era digital? Kalau ada, mungkin dialah sosok Gajah Mada masa kini yang kita butuhkan.

Note : Dengan senang hati, jika TNI AU menginginkan foto sejarah ini. Kami akan memberikan file aslinya. ๐Ÿ™.Beberapa foto...
27/04/2021

Note : Dengan senang hati, jika TNI AU menginginkan foto sejarah ini. Kami akan memberikan file aslinya. ๐Ÿ™
.
Beberapa foto dramatis penahanan kru pesawat PBY Catalina RI-006 pada tanggal 19 Desember 1948 saat Agresi Militer II di Lapangan terbang Maguwo, Yogyakarta. Pesawat Catalina yang baru saja tiba dari Tanjungkarang, tidak mengetahui jika Maguwo telah jatuh ke tangan Belanda. Para penumpang pesawat PBY catalina RI-006 yang dipiloti oleh James Fleming (warga Amerika Serikat), dan co-pilotnya Opsir Udara II Suharnoko Harbani (salah seorang penerbang AURI yang terlibat pengeboman di daerah musuh Ambarawa), lalu flight engineer Billani Valenova, Mayor Arif dan beberapa Staff Kementrian Keuangan RI, diantaranya Bung Basri serta Bintara juru radio yaitu Sersan Udara Harjanto.
.
Foto 1 : Pesawat Catalina RI-006 baru saja mendarat dan para kru ditahan oleh pasukan Belanda.
Foto 2 : Para kru terlihat mengangkat tangannya yang semula akan ditembak mati di tempat oleh para tentara Belanda, kemudian ditahan oleh perwira Belanda agar bisa menginterogasi dalam mencari informasi tentang Angkatan Udara Republik Indonesia. Terlihat Opsir Udara II Suharnoko Harbani (nomor 2 dari kiri).
Foto 3-4 : Para kru dan penumpang dipaksa ke dalam mobil jeep untuk dibawa ke penahanan di Semarang, terlihat pilot James Fleming seorang pilot Amerika Serikat yang kemudian dibebaskan Belanda (foto 4, paling kanan)
Foto 5 : Pesawat PBY Catalina RI-006, pihak Belanda menyebutnya "Smokkel-Cat" (kucing penyelundup) akhirnya jatuh ke tangan Belanda, dan kemudian dimusnahkan dengan dipreteli onderdilnya sebagai suku cadang pesawat Catalina Belanda di Surabaya, Jawa Timur.
Foto 6 : Dua pesawat Cureng (Yokosuka K5Y) milik AURI juga disita oleh Belanda, terlihat satu rongsokan pesawat Jepang jenis Guntei ?
Foto 7 : Pasukan Belanda merayakan kemenangannya di pesawat Cureng milik AURI setelah berhasil merebut Lapangan terbang Maguwo, Yogyakarta 19 Desember 1948.
.
Sumber : Fotocollectie Dienst voor Legercontacten Indonesiรซ
Fotografer : D. Hendrikse

Beberapa foto yang memperlihatkan pasukan Belanda memasuki kota Solo pada tanggal 21 Desember 1948 saat melancarkan Agre...
26/04/2021

Beberapa foto yang memperlihatkan pasukan Belanda memasuki kota Solo pada tanggal 21 Desember 1948 saat melancarkan Agresi Militer II (Operatie Kraai), mereka terlihat sangat bangga memasuki kota tanpa sedikitpun halangan. Tetapi kemudian tertahan dan menunggu dibagian luar Keraton Surakarta Hadiningrat tanpa bisa memasuki istana Sri Susuhunan Pakubuwana XII tersebut.
.
Terlihat di foto slide 5, seorang tentara Belanda berada diatas motornya dengan ekspresi menunggu kepastian, persis seperti kamu yang sedang menanti kepastiannya.
.
Sumber : Nationaal Archief
Fotografer : T. Schilling

25/04/2021

Kami Keluarga Besar Album Sejarah Indonesia turut berduka cita atas tenggelamnya kapal selam KRI Nanggala-402. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan keikhlasan, terima kasih atas jasamu wahai Patriot Bangsa.
.
"Sekali menyelam, maju terus. Tiada jalan untuk timbul sebelum menang. Tabah sampai akhir"

- Presiden Ir. Soekarno, 6 Oktober 1966.
(Saat berada di Kapal Selam KRI Tjandrasa)

Foto tertanggal 12 April 1946, dimana pasukan Belanda berada di Stasiun Klender , Jakarta Timur sedang melakukan pemerik...
23/04/2021

Foto tertanggal 12 April 1946, dimana pasukan Belanda berada di Stasiun Klender , Jakarta Timur sedang melakukan pemeriksaan terhadap penumpang yang menaiki kereta dari arah Jakarta untuk mengantisipasi para "ekstremis" (bagi kita adalah pejuang) yang berusaha keluar dari Jakarta.
.
1. Kereta api diberhentikan oleh pasukan Belanda.
2. Terlihat di gerbong terakhir, petugas kereta memberikan isyarat kepada masinis untuk memberhentikan kereta.
3. Para penumpang dikumpulkan dan petugas kereta sedang berkomunikasi dengan perwira Belanda yang di dampingi oleh Polisi Militer Belanda.
4-7. Para penumpang diperiksa satu persatu oleh pasukan Belanda dengan mengecek badan dan kartu identitas masing-masing.
8. Anggota Polisi Militer Belanda juga terlihat memeriksa para penumpang.
9. Empat penumpang yang diduga "ekstremis" diperiksa di tempat terpisah, terlihat dari salah satu pejuang memberikan senyuman kepada fotografer.
.
Sumber : Fotocollectie Van de Poll
Fotografer : Willem Van de Poll

Address

Blitar

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Album Sejarah Indonesia posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Album Sejarah Indonesia:

Videos

Nearby media companies


Other Blitar media companies

Show All

Comments

HAMDANI MULYA PUTRA PASAI RILIS BUKU JEJAK DAKWAH SULTAN MALIKUSSALEH PERMATA ILMU DARI ACEH Aceh Utara- Hamdani Mulya kembali menoreh karya buku berjudul Jejak Dakwah Sultan Malikussaleh Permata Ilmu dari Aceh. Guru SMAN 1 Lhokseumawe ini menulis kisah jejak kegemilangan sejarah Kerajaan Samudra Pasai dalam sebuah buku yang terbilang bagus. "Buku Jejak Dakwah Sultan Malikussaleh saya tulis sebagai referensi pembelajaran sejarah, agar para generasi muda memahami bahwa nenek moyang kita dulu merupakan keturanan bangsa yang disegani dan dihormati oleh bangsa-bangsa luar," ungkap Pak Ham, sapaan akrab guru Bahasa dan Sastra Indonesia itu. Buku besutan Hamdani Mulya merupakan karya yang layak menjadi rujukan guru sejarah, siswa, dosen, dan mahasiswa sebagai panduan pembelajaran sejarah di tanah air. "Sultan Malikussaleh adalah seorang pemimpin, negarawan sejati. Dibawah kepemimpinannya Kerajaan Samudra Pasai mencapai puncak kemajuan, Aceh gemilang dengan kemajuan peradaban ilmu pengetahuan yang tinggi. Untuk melestarikan khazanah tamadun peninggalan bersejarah itulah buku ini saya tulis," Pak Ham menjelaskan. Buku ini diterbitkan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Aceh, setelah lulus seleksi naskah oleh para ahli. Mulai meluncur pada bulan November 2020. Hamdani Mulya sosok penulis buku ini merupakan putra asli Pasai, dilahirkan di desa Paya Bili, Kec. Meurah Mulia, Kab. Aceh Utara 10 Mai 1979 mengecap pendidikan di SMAN 1 Samudra Geudong tahun 1995-1998. Ia sangat tertarik menulis sejarah Samudra Pasai sebagai tanda cinta kepada tanah leluhurnya. Buku karya Hamdani lulusan Universitas Syiah Kuala tahun 2003 ini berjumlah 108 halaman dan diberikan kata pengantar oleh Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Aceh. "Terimakasih saya ucapkan kepada Bapak Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Aceh, kepada Bapak Imam Muhajir yang telah memproses buku sampai terbit, dan kepada semua pihak yang mendukung terbitnya buku ini," pungkas Pak Ham. Buku Jejak Dakwah Sultan Malikussaleh juga bercerita tentang tokoh dunia yang pernah berkunjung ke Samaudra Pasai seperti Ibnu Bathutah. Serta merekam jejak peninggalan sejarah seperti etnografika, filologika, numismatika, dan historika koleksi Museum Islam Samudra Pasai. Catatan: Harga buku: Rp. 70.000 Resselert/penulis buku Hp. 085277294646 Terimakasih
Menolak lupa G30SPKI Mata terpejam mulut terkatup Terisak tangis menahan sedu Dari kejauhan terdengar sayup 'Gugur mengalun pilu' Tenang dalam damai di surga nya๐Ÿ˜‡๐Ÿ˜ฅ Kapten ku, pahlawan ku, perisai bangsa ku ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉโค Yang mau vidio nya, ada di youtube https://youtu.be/Tj5HQTB4-Q8
Video bisu+hitam putih tentang Papua, produksi tahun 1954, sebelum menjadi bagian Indonesia.
#albumsejarah INDONESIA ๐Ÿ‡ฒ๐Ÿ‡จ๐ŸŒ 2020
MUSEUM ISLAM SAMUDRA PASAI DIRESMIKAN BUPATI ACEH UTARA Lhoksukon-Bupati Aceh Utara H.Muhammad Thaib meresmikan Museum Islam Samudra Pasai, Selasa (9 Juli 2019). Museum Islam Samudra Pasai merupakan museum Kabupaten Aceh Utara yang disahkan dengan SK Bupati Aceh Utara Nomor: 430/44/2017 tanggal 26 Juli 2017 yang dibangun secara bertahap mulai tahun 2011 sampai tahun 2016. Berlokasi di Gampong Beuringen, Kecamatan Samudra, Kabupaten Aceh Utara, daerah jejak peninggalan Kerajaan Islam pertama di Asia Tenggara, Samudra Pasai. Dari sinilah jalan dakwah bermula paling awal dan menembus ke seluruh penjuru nusantara. Dari Pasai Aceh juga para mubalig berdakwah sampai ke pulau jawa yang dilakukan oleh Maulana Malik Ibrahim seorang ulama dari Kerajaan Pasai sehingga lahir para wali songo (wali sembilan). Museum ini didirikan bertujuan sebagai sarana pelestari, pusat penelitian, pengembangan dan pemanfaatan C***r Budaya di Kabupaten Aceh Utara. Bupati Aceh Utara dalam sambutannya mengharapkan kepada semua pihak agar menjaga serta merawat Museum Islam Samudra Pasai yang telah dibangun dengan penuh perjuangan. "Museum ini kita bangun agar anak cucu kita tidak melupakan sejarah bahwa nenek moyang kita dulu adalah sebuah bangsa yang disegani dunia," ungkap Bupati Aceh Utara pada acara seremonial peresmian museum tersebut. Bupati Aceh Utara juga mengungkapkan bahwa Ibnu Bathutah seorang penjelajah asal Maroko pernah singgah di kerajaan Pasai, begitu juga Marcopolo penjelajah dari Eropa pernah menginjakkan kakinya di tanah Pasai ketika masa keemasan dan kegemilangan kerajaan Pasai ini mencapai puncaknya. Setelah memberikan sambutan Bupati Muhammad Thaib mengunting pita dan menandatangani prasasti sebagai tanda mulai dibukanya museum untuk masyarakat umum. Museum tersebut dibawah kontrol dan kendali bidang Kebudayaan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Aceh Utara. Saifullah, M.Pd Kepala Disdikbud Aceh Utara mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah berpartisipasi dalam pengembangan kebudaayaan dan sejarah Aceh. Saifullah mengapresiasi langkah baik pemerhati sejarah Aceh, peneliti, filolog, penulis, dan para jurnalis yang telah berjuang memajukan khazanah sejarah Aceh. Museum ini dibuka setiap hari kerja mulai hari Senin sampai Jum'at setiap jam kerja. Acara tersebut berlangsung sukses, juga dihadiri Wakil Bupati Aceh Utara Tgk. Fauzi Yusuf, para cerdikpandai, jurnalis, sastrawan, muspika, dan tokoh masyarakat Aceh Utara. Museum Islam Samudra Pasai mengoleksi berbagai benda c***r budaya seperti replika nisan Kesultanan Kerajaan Islam Samudra Pasai yang menjadi peletak pondasi dasar dalam gerak dakwah yang terorganisir dalam kesatuan politik Islam di bawah kuasa sultan-sultan agung (abad 7 H-10 H/13 M-16 M). Selain replika batu nisan juga mengoleksi keramik dan gerabah yang berasal dari mancanegara, mata uang emas atau dirham, manuskrip Shirat Al-Mustaqim sebuah karya agung dalam bidang Fiqih Islam karya Syaikh Nuruddin Ar-Raniry, manuskrip mushaf Al-Qur'an karya tulisan tangan intelektual Aceh di masa lampau. Selain itu, juga mengoleksi karya sastra, buku sejarah, alat seni tradisional Aceh, perhiasan, peralatan adat, dan senjata tradisional. Museum Islam Samudra Pasai memiliki luas bangunan 2.850 M2. Memiliki koleksi sejumlah 340 koleksi yang terdiri dari kelompok etnografika, filologika, numismatika, dan historika. (Laporan: Hamdani Mulya)
MUSEUM ISLAM SAMUDRA PASAI DIRESMIKAN BUPATI ACEH UTARA Lhoksukon-Bupati Aceh Utara H.Muhammad Thaib meresmikan Museum Islam Samudra Pasai, Selasa (9 Juli 2019). Museum Islam Samudra Pasai merupakan museum Kabupaten Aceh Utara yang disahkan dengan SK Bupati Aceh Utara Nomor: 430/44/2017 tanggal 26 Juli 2017 yang dibangun secara bertahap mulai tahun 2011 sampai tahun 2016. Berlokasi di Gampong Beuringen, Kecamatan Samudra, Kabupaten Aceh Utara, daerah jejak peninggalan Kerajaan Islam pertama di Asia Tenggara, Samudra Pasai. Dari sinilah jalan dakwah bermula paling awal dan menembus ke seluruh penjuru nusantara. Dari Pasai Aceh juga para mubalig berdakwah sampai ke pulau jawa yang dilakukan oleh Maulana Malik Ibrahim seorang ulama dari Kerajaan Pasai sehingga lahir para wali songo (wali sembilan). Museum ini didirikan bertujuan sebagai sarana pelestari, pusat penelitian, pengembangan dan pemanfaatan C***r Budaya di Kabupaten Aceh Utara. Bupati Aceh Utara dalam sambutannya mengharapkan kepada semua pihak agar menjaga serta merawat Museum Islam Samudra Pasai yang telah dibangun dengan penuh perjuangan. "Museum ini kita bangun agar anak cucu kita tidak melupakan sejarah bahwa nenek moyang kita dulu adalah sebuah bangsa yang disegani dunia," ungkap Bupati Aceh Utara pada acara seremonial peresmian museum tersebut. Bupati Aceh Utara juga mengungkapkan bahwa Ibnu Bathutah seorang penjelajah asal Maroko pernah singgah di kerajaan Pasai, begitu juga Marcopolo penjelajah dari Eropa pernah menginjakkan kakinya di tanah Pasai ketika masa keemasan dan kegemilangan kerajaan Pasai ini mencapai puncaknya. Setelah memberikan sambutan Bupati Muhammad Thaib mengunting pita dan menandatangani prasasti sebagai tanda mulai dibukanya museum untuk masyarakat umum. Museum tersebut dibawah kontrol dan kendali bidang Kebudayaan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Aceh Utara. Saifullah, M.Pd Kepala Disdikbud Aceh Utara mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah berpartisipasi dalam pengembangan kebudaayaan dan sejarah Aceh. Saifullah mengapresiasi langkah baik pemerhati sejarah Aceh, peneliti, filolog, penulis, dan para jurnalis yang telah berjuang memajukan khazanah sejarah Aceh. Museum ini dibuka setiap hari kerja mulai hari Senin sampai Jum'at setiap jam kerja. Acara tersebut berlangsung sukses, juga dihadiri Wakil Bupati Aceh Utara Tgk. Fauzi Yusuf, para cerdikpandai, jurnalis, sastrawan, muspika, dan tokoh masyarakat Aceh Utara. Museum Islam Samudra Pasai mengoleksi berbagai benda c***r budaya seperti replika nisan Kesultanan Kerajaan Islam Samudra Pasai yang menjadi peletak pondasi dasar dalam gerak dakwah yang terorganisir dalam kesatuan politik Islam di bawah kuasa sultan-sultan agung (abad 7 H-10 H/13 M-16 M). Selain replika batu nisan juga mengoleksi keramik dan gerabah yang berasal dari mancanegara, mata uang emas atau dirham, manuskrip Shirat Al-Mustaqim sebuah karya agung dalam bidang Fiqih Islam karya Syaikh Nuruddin Ar-Raniry, manuskrip mushaf Al-Qur'an karya tulisan tangan intelektual Aceh di masa lampau. Selain itu, juga mengoleksi karya sastra, buku sejarah, alat seni tradisional Aceh, perhiasan, peralatan adat, dan senjata tradisional. Museum Islam Samudra Pasai memiliki luas bangunan 2.850 M2. Memiliki koleksi sejumlah 340 koleksi yang terdiri dari kelompok etnografika, filologika, numismatika, dan historika. (Laporan: Hamdani Mulya)
Haul ke-107 Cut Nyak Meutia: Perempuan, Pejuang dan Pahlawan Oleh Hamdani Mulya Pengamat Sejarah Aceh Judul di atas merupakan sebuah judul sejarah singkat Cut Nyak Meutia yang dipaparkan dalam buku peringatan hari ulang tahun (haul) Cut Nyak Meutia ke-107. IMG20171025092135.jpg Foto: Buku Haul 107 Tahun Pahlawan Nasional Cut Nyak Meutia Cut Nyak Meutia merupakan pejuang tangguh, pahlawan nasional asal Aceh. Cut Nyak Meutia lahir hampir satu setengah abad yang lalu. Cut Nyak Meutia lahir di Pirak, Aceh Utara tahun 1870 dan gugur pada 24 Oktober 1910 di Alue Kurieng, Aceh Utara. Pada tanggal 22 Oktober 2017 haul ke-107 tahun diperingati dengan doa bersama dan silaturrahmi bersama keluarga besar ahli waris Cut Nyak Meutia dan Teungku Chik Ditunong. Di hari yang cerah itu mentari bersinar garang. Rumah adat Aceh jadi saksi bisu ribuan masyarakat memadati areal acara hari ulang tahun Cut Nyak Meutia yang syahid dalam pertempuran melawan penjajah Belanda. Di rumah itulah Cut Meutia kecil lahir dan tumbuh sebagai seorang pahlawan yang berparas anggun. Cut Nyak Meutia lahir di Pirak, Kec. Matang Kuli, Aceh Utara. Ia adalah putri Uleebalang Pirak, Teuku Ben Daud, seorang tokoh terkemuka yang menentang upaya Belanda menguasai Aceh. Semangat juang yang membara dari ayahnya Teuku Ben Daud diwariskan kepada Cut Nyak Meutia. Sehingga ia menjadi seorang pahlawan yang tak pernah mengenal kata menyerah. Cut Nyak Meutia rela mengorbankan jiwa dan raganya demi membela agama Islam, nusa, dan bangsa. Semangat patriotisme yang mengalir dari darah ayahnya mengendap dalam jiwa dan darah Cut Nyak Meutia membangkitkan spirit juang rakyat Aceh dalam menyergap dan menggempur pos-pos patroli Belanda. Perempuan itu, pahlawan kita. Sudahkan kita berkorban sebanyak Cut Nyak Meutia? Dalam buku Haul 107 Pahlawan Nasional Cut Nyak Meutia dipaparkan bahwa di mata teman sejawat maupun musuhnya, nama Cut Nyak Meutia amat harum. Jiwanya yang mencintai kemerdekaan dan anti penjajahan menandai lekuk liku kehidupannya yang singkat. Cut Nyak Meutia juga dikagumi oleh penulis Belanda, seperti yang terungkap dalam kalimat berikut: "Wanita Aceh gagah dan berani merupakan perwujudan lahiriah yang tak kenal kata menyerah yang setinggi-tingginya dan apabila mereka ikut bertempur maka akan dilakukan dengan energi dan semangat berani mati yang kebanyakan lebih dari kaum laki-laki bahkan tidak ada bangsa yang berani dari kaum wanita dimanapun tidak ada satu romanpun yang mampu menggambarkan pengorbanan dan keberanian perempuan Aceh." (H.Z. Zentgraaf, Penulis Belanda). Begitulah hebatnya pahlawan Aceh yang dilukiskan dengan tinta emas oleh penulis Belanda sebagai rasa kagum terhadap pahlawan Aceh seperti sosok Cut Nyak Meutia. Kutipan kalimat tersebut tertulis di sampul buku Haul ke-107 Pahlawan Nasional Cut Nyak Meutia yang disusun dan disunting oleh Cut Dara Meutia Uning dan Marilyn Larahati. Buku kecil ini diluncurkan pada acara tersebut dan penulis mendapat satu buah hadiah buku tersebut.