12/02/2024
Terlalu aku membiarkan semuanya...
Menyederhanakan kecewa yg berulang-ulang dilakukan oleh orang yg sama, entah karena sebodoh itu....atau secinta itu, sebab lagi2 aku tidak dapat membedakan keduanya
Kau tahu ?
Berkali-kali kau buatku jatuh pada luka yg seharusnya sudah sembuh. Berkali-kali mataku dpenuhi haru sebab terlalu rapuh menghadapimu. Mengapa harus sekejam itu...seolah di dadamu tak pernah bergetar namaku, seolah mencintai hanya inginku sejak dulu
Hubungan ini memang tak ada artinya lagi, bukan apa-apa bagimu yg harus kau selamatkan seperti seorang pahlawan. Namun dalam hidupmu aku pun pernah menjadi perempuan itu, yg kau perebutkan mati-matian. Sampai setelah juangmu kau anggap sebagai kemenangan, kau kandaskan aku dengan berita kehilangan
Bahkan tuhan tidak pernah sekejam dirimu...entah kau ini manusia seperti apa?? Aku tak mengenalimu sama sekali, tidak juga dengan perasaan ini. Entah mengapa kau begitu mahir memainkan peran mu, bersikap seperti tidak ingin kehilangan, namun menahan seseorang hanya untuk merasakan sakit yg berulang-ulang