Annashr News

Annashr News Salah media. Begitulah benang merah yang bisa diambil dari komentar dari publik mayantara (netizen) Assalaamualaikum wa rahmatullah wa barakatuh

Salah media.

Begitulah benang merah yang bisa diambil dari komentar dari publik mayantara (netizen) yang tak terima oleh perlakuan media mainstream belakangan ini. Tak bisa dipungkiri, media memang telah dicucuk hidungnya oleh sang pemilik demi kekuasaan politik, kesampingkan norma agama. Bicara tentang agama, politik dan media massa memang tak akan ada ujung. Ketiganya merupakan trio-entitas yang saling berko

relasi satu sama lain, bergumul dalam kamar sosial yang sama, pergumulan yang menyebabkan kita 'kadang' mengalami kesukaran dalam menarik batas jelas antara satu dan yang lain bahkan memang lebih harus bercampur satu sama lain, karena agama telah mengatur hal itu secara terintegrasi, tidak memisahkan urusan satu dengan yang lain. Pembauran agama (Islam), politik dan media kerap merambah hingga memasuki kamar literasi atau linguistik sehingga ke tiga kata tersebut sering dipertautkan dalam satu istilah, jadi kita tidak perlu heran jika mendengar istilah: islam politik, politik islam, politik media, media islam. Yang terakhir kami sebut adalah poin terpenting: media Islam. Media apapun itu, ketika menulis berita, jurnalis harus berlaku layaknya penjual bawang merah yang melayani pembeli. Ia harus menimbang: apakah hak informasi publik terakomodir dengan baik? Sesuai dengan Undang-Undang Dasar? Loyalitas utama seorang jurnalis adalah kepada warga-- tanpa menafikkan agama, bukan loyalitas kepada pemilik modal, apalagi kepada aparat! Oleh sebab itu, seorang jurnalis harus menggunakan hati nurani ketika mencatat fakta-fakta, mewawancarai sumber, mencantunkan narasumber bila itu dari salin-tempel, menulis atau menyiarkan berita. Kita manusia, bukan robot! Nah, mana ada media yang tidak berpihak. Semua media berpihak, semua media punya pemilik. Yang perlu diberi penekanan adalah ke mana media tersebut berpihak; pada kebenaran atau pembenaran? Anda lebih tahu jawabannya. Hadirnya Qawwam.com mencoba untuk memberi kontribusi kepada negeri ini. Menjadikan Indonesia lebih punya arti, yang berpijak pada keteladanan para nabi.

https://annashr.id/detailpost/peristiwa-peristiwa-di-alam-kubur
03/04/2021

https://annashr.id/detailpost/peristiwa-peristiwa-di-alam-kubur

Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan. [Ali Imrân/3:185]

https://annashr.id/detailpost/ta-ziyah-melayat
03/04/2021

https://annashr.id/detailpost/ta-ziyah-melayat

Kata “ta`ziyah”, secara etimologis merupakan bentuk mashdar (kata benda turunan) dari kata kerja ‘aza. Maknanya sama dengan al aza’u. Yaitu sabar menghadapi musibah kehilangan.

https://annashr.id/detailpost/karakter-ulama-su-dan-fitnah-akhir-zaman
01/04/2021

https://annashr.id/detailpost/karakter-ulama-su-dan-fitnah-akhir-zaman

KATA ulama adalah bentuk jama’ dari ‘alim yang artinya ahli ilmu atau ilmuwan. Sementara kata su’ adalah masdar dari sa’a-yasu’u-saw’an yang artinya jelek, buruk dan jahat. Secara bahasa arti ulama su’ adalah ahli ilmu atau ilmuwan yang buruk dan jahat.

Address

Digital Innovation Lounge (DILo) Bogor Jalan Raya Pajajaran No. 39
Bogor
16128

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Annashr News posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share