20/10/2025
Persepsico — Jakarta.
Pernyataan Luhut Binsar Pandjaitan yang menyebut proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung (KCJB) “busuk sejak awal” justru memantik balik pertanyaan publik.
Bagaimana mungkin proyek yang dulu ia pimpin sendiri kini dicap gagal sejak lahir?
Direktur Eksekutif CBA, Uchok Sky Khadafi, menyebut pernyataan Luhut janggal. Berdasarkan Perpres No. 93 Tahun 2021, Luhut adalah Ketua Komite Proyek KCJB.
“Kalau memang busuk sejak awal, kenapa tidak dibongkar waktu masih di bawah kendali beliau?” sindir Uchok.
Data yang beredar menunjukkan dugaan pembengkakan biaya cukup besar. Dari estimasi awal US$5,5 miliar, proyek melonjak menjadi sekitar US$7,2 miliar.
Sementara Anthony Budiawan dari PEPS menilai biaya proyek mencapai US$52 juta per km — jauh di atas rata-rata proyek serupa di China, hanya US$17–30 juta per km.
Ia juga menyoroti bunga pinjaman dari China Development Bank hingga 3,4%, yang dianggap memperberat beban BUMN.
Keduanya, Uchok dan Anthony, mendorong BPK dan KPK untuk membuka audit penuh proyek bernilai lebih dari Rp118 triliun ini.
Publik menilai, jika benar ada “barang busuk”, maka aroma pertanggungjawabannya seharusnya tak berhenti di ucapan.