11/08/2026
Gelombang kemarahan melanda jagat maya setelah beredar video kontroversial yang menampilkan aksi tak terpuji di salah satu booth sponsor, yakni brand minuman keras Newport, dalam rangkaian acara The Sounds Project, pada 9 Agustus 2026. Video tersebut memperlihatkan tantangan yang dinilai sangat biadab dan menistakan agama: pengunjung diminta menghafalkan ayat suci Al-Qur’an demi mendapatkan hadiah berupa minuman beralkohol.
Dalam rekaman yang viral itu, terlihat seorang perempuan melantunkan Surat Ad-Dhuha di hadapan petugas booth. Begitu selesai menghafal, sorak-sorai terdengar dari para petugas dan pengunjung di lokasi. Sebagai "hadiah", perempuan tersebut mendapatkan sebotol minuman keras. Aksi ini seolah menjadikan ayat suci sebagai alat tukar sekaligus hiburan semata, yang langsung memicu kemarahan luas di tengah masyarakat.
Warganet memprotes keras langkah tersebut, menilainya sebagai pelecehan terang-terangan terhadap nilai-nilai agama. Di mana Surat Ad-Dhuha yang penuh kemuliaan justru dijadikan syarat untuk memperoleh sesuatu yang jelas-jelas diharamkan dalam agama Islam. "Menjadikan ayat suci sebagai syarat mendapat miras? Ini bukan sekadar tidak sopan, ini pen*staan agama!" tulis salah satu warganet di Threads yang mengunggah video tersebut.
Kritik membanjiri media sosial. Masyarakat menuntut pihak brand Newport segera meminta maaf secara terbuka dan menghentikan segala bentuk promosi yang melukai perasaan serta sensitivitas umat beragama. Aksi itu dinilai sangat tidak etis, memanfaatkan kemurnian ayat Al-Qur’an untuk kepentingan komersial yang justru berisi barang haram.
Menanggapi gelombang protes yang meluas, pihak penyelenggara acara pun akhirnya mengeluarkan pernyataan resmi. Dalam pesan tertulisnya, pihak penyelenggara menyatakan turut merasa marah dan kecewa, serta mengecam keras perilaku tersebut. "Kami tidak pernah, tidak akan pernah membenarkan perbuatan yang menjadikan agama sebagai bahan challenge atau promosi produk dalam bentuk apa pun," tegas pernyataan itu.
Pihak penyelenggara juga menegaskan bahwa kejadian tersebut sepenuhnya di luar arahan, persetujuan, serta kendali mereka.