FunyFamily TV

FunyFamily TV Dibalik Tubuh Yang Sehat Ada Hati Yang Gembira.

26/03/2026
26/03/2026

“Bukan Sekadar Kenal, Tapi Dikenal"
Nats: Lukas 13:22-29

Pernahkah Anda mengantre sangat lama untuk sebuah konser atau acara penting, lalu tepat saat giliran Anda, pintunya ditutup? Rasanya sesak, bukan? Dalam Lukas 13:22-29, Yesus memberikan peringatan tentang sebuah "pintu" yang jauh lebih krusial daripada pintu konser mana pun—yaitu Pintu Kerajaan Allah.

Seseorang bertanya kepada Yesus tentang statistik: "Sedikit sajakah orang yang diselamatkan?" Tapi Yesus tidak menjawab dengan angka. Dia justru menjawab dengan sebuah urgensi pribadi.

Poin 1: Berjuang di Pintu yang Sesak (Ayat 22-24)

Yesus memerintahkan kita untuk "berjuang" (Agonizomai). Kata ini menggambarkan atlet yang berlatih keras atau prajurit di medan perang.

Masalahnya bukan pada lebarnya pintu, tapi pada besarnya ego kita. Pintu itu sesak bukan karena Tuhan pelit, tapi karena kita sering mencoba masuk sambil memikul "bagasi" dosa, kesombongan, dan rasa benar sendiri.

Mengikut Yesus bukan hobi sampingan di hari Minggu. Itu adalah perjuangan setiap hari untuk menanggalkan keinginan diri dan mengenakan kehendak Kristus.

Poin 2: Bahaya Menunda dan Formalitas (Ayat 25-26)

Di ayat 25, ada momen yang sangat menakutkan: Tuan rumah menutup pintu. Ini mengingatkan kita bahwa kesempatan itu ada batasnya.

Banyak orang dalam teks ini merasa aman karena mereka merasa "kenal" Yesus secara fisik: "Kami sudah makan dan minum bersama-Mu." Jika ditarik ke konteks sekarang, mungkin kita berkata:

"Tuhan, saya kan sudah dibaptis."

"Tuhan, saya kan rajin kasih persembahan."

"Tuhan, saya kan sudah dengar ribuan khotbah."

Mengetahui tentang Yesus tidak sama dengan mengenal Yesus. Menghadiri ibadah tidak otomatis membuat kita menjadi anggota keluarga Kerajaan-Nya.

Poin 3: Vonis yang Mengejutkan: "Aku Tidak Mengenalmu" (Ayat 27)

Inilah kalimat yang paling menyedihkan dalam Alkitab. Mengapa sang Tuan menolak mereka? Karena mereka disebut sebagai "pelaku kejahatan."

Dalam bahasa asli, ini merujuk pada orang yang hidup tanpa hukum Tuhan. Artinya, mereka mengaku kenal Yesus, tapi hidup mereka tidak mencerminkan karakter Yesus. Mereka ingin berkat-Nya, tapi menolak perintah-Nya. Iman yang sejati selalu membuahkan perubahan perilaku.

Poin 4: Kejutan di Meja Perjamuan (Ayat 28-29)

Yesus menutup bagian ini dengan sebuah "tamparan" bagi mereka yang merasa paling suci. Orang-orang dari Timur, Barat, Utara, dan Selatan—mereka yang mungkin dianggap "orang luar"—justru akan duduk di meja perjamuan.

Ini adalah pengingat bahwa:

Keselamatan adalah anugerah bagi siapa saja yang mau merespons dengan iman.

Status "orang lama" di gereja bukan jaminan keselamatan. Kerajaan Allah penuh dengan kejutan. Mereka yang merasa paling layak justru bisa tertinggal di luar karena kesombongannya.

Pintu itu masih terbuka hari ini, namun Yesus mengingatkan kita bahwa pintu itu sesak dan suatu saat akan tertutup.

Jangan puas hanya dengan menjadi "penonton" Kekristenan. Jangan puas hanya dengan tahu sejarah Yesus atau hafal ayat Alkitab. Pastikan bahwa saat pintu itu ditutup, Sang Tuan Rumah mengenal Anda sebagai sahabat-Nya, bukan sebagai orang asing yang melakukan kejahatan.

Pertanyaan untuk kita renungkan minggu ini:

"Jika hari ini pintu itu tertutup, apakah saya sedang berada di dalam bersama Sang Tuan, atau sedang mengetuk di luar dengan sejuta alasan?"

19/02/2025

Address

Pusian, Kecamatan Dumoga
Bolaäng
95752

Telephone

+6285656960742

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when FunyFamily TV posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to FunyFamily TV:

Share