13/04/2026
Konsolidasi internal partai-partai politik di Sulawesi Utara mulai menunjukkan kematangannya menjelang Pemilu 2029. Atmosfer politik pun perlahan memanas, bukan sekadar karena persaingan elektoral, tetapi juga karena hadirnya sejumlah tokoh besar yang memiliki pengaruh kuat dan dikenal luas oleh masyarakat.
Beberapa nama mencuat sebagai figur sentral yang akan mewarnai kontestasi politik mendatang. Di antaranya adalah Tatong Bara sebagai Ketua Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Sulawesi Utara. Selain itu, peran strategis juga dipegang oleh Yulius Selvanus Komaling yang saat ini menjabat sebagai Gubernur Sulawesi Utara sekaligus Ketua Partai Gerindra Sulawesi Utara—posisi yang memberinya pengaruh besar baik dalam pemerintahan maupun dalam peta politik daerah.
Di sisi lain, Olly Dondokambey tetap menjadi figur kunci di tubuh PDI Perjuangan Sulawesi Utara dengan basis dukungan yang solid. Tak kalah menarik, kepemimpinan baru Partai Golkar Sulawesi Utara kini berada di tangan Michaela Elsiana Paruntu yang membawa semangat dan warna baru dalam dinamika politik daerah.
Keempat tokoh ini merepresentasikan kekuatan partai-partai besar dengan basis massa yang signifikan di Sulawesi Utara. Pertarungan politik yang akan terjadi tidak hanya menguji kekuatan mesin partai, tetapi juga kecerdasan dalam merancang strategi, membangun komunikasi politik, serta menawarkan gagasan yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat.
Dalam konteks politik modern, keberhasilan dalam pemilu tidak lagi semata ditentukan oleh popularitas, tetapi juga oleh rekam jejak, integritas, serta kemampuan membangun kepercayaan publik. Masyarakat kini semakin kritis dan rasional dalam menentukan pilihan, sehingga setiap langkah politik akan terus berada dalam sorotan.
Di tengah kompetisi tersebut, harapan masyarakat tetap sama: menghadirkan politik yang lebih sehat, edukatif, dan beradab. Perbedaan pilihan semestinya tidak lagi menjadi sumber perpecahan, melainkan menjadi ruang pembelajaran demokrasi.
Redaksi: volk BMR