22/07/2026
KEPALA YANG DIPENGGAL DEMI TANAH AIR YANG KINI KITA SIA-SIAKAN!
Bayangkan sebuah pagi di tahun 1947. Di pintu gerbang
Pasar Enrekang, sebilah bayonet berdiri tegak. Di ujungnya, menancap sebuah kepala yang berlumuran darah. Itu bukan kepala kriminal. Itu adalah kepala Kapten Andi Abubakar Lambogo.
Beliau adalah seorang bangsawan kaya raya. Beliau punya segalanya-harta, takhta, dan rasa aman jika memilih tunduk pada penjajah. Namun, beliau memilih menukar kenyamanan itu dengan peluru, darah, dan air mata. Beliau disiksa di luar batas kemanusiaan, ditembak, lalu dipenggal oleh KNIL Belanda demi memastikan anak cucunya-KITA SEMUA-bisa menghirup udara kemerdekaan!
Lalu, lihatlah Indonesia hari ini...
Corruption di mana-
mana, hukum yang bisa dibeli, rakyat kecil yang terhimpit di tanahnya sendiri, dan pemuda yang mulai lupa akan harga sebuah kemerdekaan.
Apakah darah yang tumpah di bumi Massenrempulu itu hanya untuk kita tukar dengan ego, ketamakan, dan rasa tak peduli?
• Pejuang kita memberikan kepala mereka
agar bangsa ini bisa tegak berdiri, bukan untuk tunduk pada kebodohan dan keserakahan bangsanya sendiri!
Kita semua bersaudara