Saudara Bugis

Saudara Bugis Kita semua bersaudara..

22/07/2026

KEPALA YANG DIPENGGAL DEMI TANAH AIR YANG KINI KITA SIA-SIAKAN!
Bayangkan sebuah pagi di tahun 1947. Di pintu gerbang
Pasar Enrekang, sebilah bayonet berdiri tegak. Di ujungnya, menancap sebuah kepala yang berlumuran darah. Itu bukan kepala kriminal. Itu adalah kepala Kapten Andi Abubakar Lambogo.
Beliau adalah seorang bangsawan kaya raya. Beliau punya segalanya-harta, takhta, dan rasa aman jika memilih tunduk pada penjajah. Namun, beliau memilih menukar kenyamanan itu dengan peluru, darah, dan air mata. Beliau disiksa di luar batas kemanusiaan, ditembak, lalu dipenggal oleh KNIL Belanda demi memastikan anak cucunya-KITA SEMUA-bisa menghirup udara kemerdekaan!
Lalu, lihatlah Indonesia hari ini...
Corruption di mana-
mana, hukum yang bisa dibeli, rakyat kecil yang terhimpit di tanahnya sendiri, dan pemuda yang mulai lupa akan harga sebuah kemerdekaan.
Apakah darah yang tumpah di bumi Massenrempulu itu hanya untuk kita tukar dengan ego, ketamakan, dan rasa tak peduli?
• Pejuang kita memberikan kepala mereka
agar bangsa ini bisa tegak berdiri, bukan untuk tunduk pada kebodohan dan keserakahan bangsanya sendiri!

Kita semua bersaudara

19/07/2026

Kamu belum tentu bisa bertahan hidup di
perjalanan haji zaman dahulu
Dulu, pergi haji dari Nusantara bukan sekadar ibadah-tapi perjalanan hidup dan mati. Berbulan-bulan di kapal penuh sesak, menghadapi badai, wabah, dan kemungkinan tak pernah pulang. Bahkan jika ada jamaah wafat di tengah laut, jenazahnya dimakamkan di samudra. Dan setelah semua itu... banyak yang menangis saat pertama kali melihat Ka'bah.

17/07/2026

Film dokumenter yang direkam pada masa pendudukan Jepang di Makassar tahun 1943 (tahun Jepang 2603), menampilkan suasana pasar malam yang diadakan di Lapangan Maccini, Makassar. Acara ini diselenggarakan sebagai bagian dari strategi propaganda Jepang untuk menarik simpati rakyat dan membangun citra positif, dengan harapan mendapatkan dukungan dalam memenangkan Perang Asia Raya.
Film ini menjadi bukti sejarah bagaimana Jepang berusaha mempengaruhi masyarakat melalui hiburan dan aktivitas
sosial di tengah situasi perang.

Sumber Video: Nippon Eigasha Djawa

06/07/2026

Sebuah momen langka dari tahun 1931, Pesta pernikahan di Desa Paccing dekat Watampone.
Berbagai tahapan upacara pernikahan
ditampilkan, mulai dari proses akad hingga pasca-nikah. Elemen tradisional seperti penggunaan songkok recca turut diperlihatkan, mencerminkan identitas budaya. acamata seja
Dokumentasi ini bertujuan untuk melestarikan
warisan budaya lokal serta memberikan wawasan kepada generasi muda tentang pentingnya adat
istiadat dalam kehidupan masyarakat Bugis.
Saksikan bagaimana tradisi ini tetap hidup dan
menjadi bagian dari sejarah yang berharga.

Sumber Video: Eye Film museum-Kolonial Institut
Amsterdam

04/07/2026

Salah satu kalimat bersejarah atau pesan terakhir yang diwariskan oleh Sultan Hasanuddin terkait hubungannya dengan Arung Palakka adalah:
"Aku dan Raja Bone bukanlah musuh"
Pesan yang sering disitir dalam catatan sejarah ini dimaknai sebagai penegasan sang Sultan bahwa perselisihan antara Gowa dan Bone (Arung Palakka) murni merupakan taktik politik penjajah untuk memecah belah. Secara mendasar, beliau menganggap masyarakat Bugis dan Makassar bersaudara. Kalimat ini juga sering disandingkan dengan nilai budaya lokal Sipakatau (saling memanusiakan) dan Siri' na Pacce.

Kita semua bersaudara

Address

Bulukumba

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Saudara Bugis posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share