Reyn Aldie

Reyn Aldie Youtuber Pemula Nama : Afrinaldi
Tetala : 13 April 1993
Hobby : menulis puisi, menggambar, dengar musik dll

Namanya Mochi, si kucing oren yang kini hanya punya sebuah boneka beruang kusam sebagai dunianya.Dahulu, boneka itu adal...
14/04/2026

Namanya Mochi, si kucing oren yang kini hanya punya sebuah boneka beruang kusam sebagai dunianya.

Dahulu, boneka itu adalah hadiah ulang tahun dari pemiliknya. Namun kini, boneka itu adalah satu-satunya benda yang tersisa setelah ia diturunkan dari mobil di pinggir jalan yang ramai.

Mochi tidak lari. Ia justru duduk diam, memeluk boneka itu erat-erat, takut jika ia bergeser sedikit saja, pemiliknya akan kesulitan menemukannya saat kembali menjemputnya nanti.

Matahari berganti hujan, dan hujan berganti malam yang dingin. Setiap ada mobil yang melambat, telinga Mochi tegak, jantungnya berdebar berharap itu adalah pelukan yang ia kenal.

Namun, mobil-mobil itu selalu pergi lagi, menyisakan cipratan air di bulu orennya yang mulai kusam.

Dalam tidurnya yang menggigil, Mochi terus memeluk bonekanya, seolah berkata pada benda mati itu, "Jangan takut, sebentar lagi kita pulang."

Padahal, jauh di lubuk hatinya yang hancur, ia tahu rumah itu sudah tidak ada lagi untuknya. Ia hanya menolak untuk percaya bahwa ia telah dibuang.

“Ia menunggu selama 67 hari di bahu jalan raya. Ketika akhirnya seseorang berhenti, ia sedang menggigit sesuatu di mulut...
06/04/2026

“Ia menunggu selama 67 hari di bahu jalan raya. Ketika akhirnya seseorang berhenti, ia sedang menggigit sesuatu di mulutnya.”
Pada musim panas tahun 2021, seorang sopir truk jarak jauh yang rutin melintasi hamparan lahan pertanian di Missouri bagian tengah melihat sesuatu di tepi jalan berkerikil yang belum pernah ia lihat sebelumnya. Seekor kucing oranye, duduk benar-benar diam, menghadap jalan, memperhatikan lalu lintas yang lewat.

Ia tidak terlalu memikirkannya.

Enam hari kemudian, rute yang sama, penanda mil yang sama, kucing yang sama. Posisi yang sama. Duduk tegak di atas kerikil, menghadap jalan, tidak bergerak.

Ia menyebutkannya kepada sopir lain saat berhenti mengisi bahan bakar. Sopir itu juga pernah melihat kucing tersebut. Tempat yang sama. Sikap yang sama. Setiap perjalanan selama lebih dari seminggu.

Memasuki minggu ketiga, empat sopir di jalur itu sudah tahu tentang kucing tersebut. Salah satu dari mereka mulai meninggalkan makanan dalam kantong kertas di dekat bahu jalan. Kucing itu memakannya. Namun ia tidak pernah berpindah dari tempat itu. Tidak sekali pun. Ia duduk di titik kerikil yang sama, hari demi hari, melewati hujan, panas 36°C, dan semburan air dari truk yang mencuci kotoran jalan yang mengenai tubuhnya setiap beberapa menit.

Pada hari ke-41, seorang wanita dari komunitas pertanian terdekat akhirnya berhenti. Ia mencoba mengangkat kucing itu. Kucing itu tidak mau bergerak. Ia menggeram — bukan dengan agresif, tetapi dengan putus asa, seperti hewan yang diminta meninggalkan sesuatu yang tidak bisa ia tinggalkan.

Saat itulah wanita itu melihat ke bawah.

Di bawah tubuhnya, tertekan di cekungan dangkal di kerikil, ada sebuah kalung kecil yang kotor. Nilon biru, memudar hampir menjadi putih karena matahari dan hujan. Pengaitnya rusak. Tidak ada tanda identitas. Namun kucing itu melingkupi kalung itu dengan tubuhnya, menutupinya sepenuhnya, seperti induk yang melindungi anaknya.

Ia menelepon petugas pengendalian hewan daerah. Seorang relawan datang. Mereka memeriksa kalung itu. Di dalam lipatan nilon, hampir tak terbaca, seseorang telah menuliskan sebuah nama dengan spidol permanen.

Tertulis “Duncan.”

Itu bukan nama kucing oranye tersebut.

Sebuah laporan telah dibuat 67 hari sebelumnya. Sebuah keluarga yang sedang berkendara dari Illinois mengalami kecelakaan tunggal kurang dari setengah kilometer dari lokasi itu. Mobil mereka terguling ke parit. Semua selamat. Namun dalam kekacauan, pintu terbuka dan dua kucing mereka melarikan diri. Keluarga itu mencari selama berjam-jam. Mereka menemukan satu kucing di ladang terdekat malam itu juga.

Yang satunya lagi — kucing berbulu abu-abu bernama Duncan — tidak pernah ditemukan.

Kucing oranye dan Duncan telah bersama sejak lahir. Satu induk. Dibesarkan bersama. Diadopsi bersama. Selama empat tahun, mereka tidak pernah terpisah satu malam pun.

Kucing oranye itu tidak melarikan diri dari lokasi kecelakaan. Ia kembali ke tempat terakhir Duncan berada. Dan ia menolak pergi.

Ketika relawan akhirnya mengangkatnya dari kerikil pada hari ke-67, bantalan kakinya pecah-pecah dan berdarah akibat aspal panas. Ia mengalami dehidrasi. Bulunya kusut dan kotor oleh debu jalan. Ia kehilangan hampir sepertiga berat tubuhnya. Matanya bengkak karena berminggu-minggu terkena angin dan debu.

Namun di mulutnya, dijepit lembut di antara giginya, ada kalung itu.

Ia tidak mau melepaskannya. Tidak selama perjalanan dengan mobil. Tidak di klinik. Tidak saat diberi cairan infus. Ia hanya meletakkannya sekali, untuk makan, lalu segera mengambilnya kembali.

Keluarga itu dihubungi. Mereka berkendara kembali dari Illinois keesokan harinya. Tujuh jam perjalanan. Ketika sang wanita masuk ke klinik dan memanggil namanya, kucing oranye itu menatapnya, berjalan mendekat, menjatuhkan kalung itu di kaki wanita itu, lalu roboh bersandar pada kakinya.

Ia telah menjaganya selama 67 hari. Terpapar di tepi jalan raya, hanya ditemani lalu lintas, panas, dan debu. Menunggu seseorang kembali untuk Duncan. Atau menunggu untuk dibawa kembali kepadanya.

Keluarga itu membawanya pulang. Seorang dokter hewan setempat merawat kakinya, matanya, dan memulihkan berat badannya selama lima minggu berikutnya. Ia pulih sepenuhnya.

Ia tidur dengan kalung itu setiap malam. Kalung itu tetap di tempat tidurnya. Ia tidak pernah membiarkannya jauh dari pandangannya.

Duncan tidak pernah ditemukan.

Kucing oranye itu tidak pernah berhenti menatap ke arah pintu.

𝗠𝘂𝗹𝗮𝗶 𝗕𝗲𝘀𝗼𝗸, 𝗔𝗦𝗡 𝗪𝗙𝗛 𝗦𝗲𝘁𝗶𝗮𝗽 𝗝𝘂𝗺𝗮𝘁! 𝗜𝗻𝗶 𝗦𝗲𝗸𝘁𝗼𝗿 𝘆𝗮𝗻𝗴 𝗗𝗶𝗸𝗲𝗰𝘂𝗮𝗹𝗸𝗮𝗻Pemerintah resmi memberlakukan kebijakan bekerja dari ruma...
01/04/2026

𝗠𝘂𝗹𝗮𝗶 𝗕𝗲𝘀𝗼𝗸, 𝗔𝗦𝗡 𝗪𝗙𝗛 𝗦𝗲𝘁𝗶𝗮𝗽 𝗝𝘂𝗺𝗮𝘁! 𝗜𝗻𝗶 𝗦𝗲𝗸𝘁𝗼𝗿 𝘆𝗮𝗻𝗴 𝗗𝗶𝗸𝗲𝗰𝘂𝗮𝗹𝗸𝗮𝗻

Pemerintah resmi memberlakukan kebijakan bekerja dari rumah (WFH) satu hari dalam sepekan bagi aparatur sipil negara (ASN), tepatnya setiap hari Jumat. Kebijakan ini akan mulai berlaku pada 𝟭 𝗔𝗽𝗿𝗶𝗹 𝟮𝟬𝟮𝟲.

Namun, tidak semua sektor terkena aturan ini. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, dalam konferensi pers virtual, Selasa (31/3), merinci sejumlah sektor yang justru harus tetap bekerja dari kantor atau lapangan.

𝗦𝗲𝗸𝘁𝗼𝗿 𝘆𝗮𝗻𝗴 𝗧𝗮𝗸 𝗕𝗶𝘀𝗮 𝗪𝗙𝗛

Menko Airlangga menyebut, sektor-sektor yang dikecualikan dari kebijakan WFH meliputi:

· 𝗟𝗮𝘆𝗮𝗻𝗮𝗻 𝗽𝘂𝗯𝗹𝗶𝗸 – seperti kesehatan, keamanan, dan kebersihan
· 𝗦𝗲𝗸𝘁𝗼𝗿 𝘀𝘁𝗿𝗮𝘁𝗲𝗴𝗶𝘀 – industri, energi, air, bahan pokok, makanan-minuman, perdagangan, transportasi, logistik, dan keuangan

Dengan pengecualian ini, pelayanan kepada masyarakat di sektor-sektor vital tetap berjalan normal meski sebagian ASN bekerja dari rumah.

𝗞𝗲𝗴𝗶𝗮𝘁𝗮𝗻 𝗕𝗲𝗹𝗮𝗷𝗮𝗿 𝗱𝗮𝗻 𝗢𝗹𝗮𝗵𝗿𝗮𝗴𝗮 𝗧𝗲𝘁𝗮𝗽 𝗡𝗼𝗿𝗺𝗮𝗹

Untuk dunia pendidikan, Airlangga menegaskan bahwa kegiatan belajar-mengajar bagi pendidikan dasar dan menengah tetap dilakukan secara luring (tatap muka) selama lima hari dalam seminggu. Tidak ada pembatasan untuk kegiatan olahraga maupun ekstrakurikuler.

Sementara untuk perguruan tinggi, kebijakan bagi mahasiswa semester 4 ke atas akan menyesuaikan dengan surat edaran dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.

𝗗𝗼𝗿𝗼𝗻𝗴 𝗗𝗶𝗴𝗶𝘁𝗮𝗹𝗶𝘀𝗮𝘀𝗶 𝗣𝗲𝗹𝗮𝘆𝗮𝗻𝗮𝗻

Airlangga menjelaskan bahwa kebijakan ini tidak hanya bertujuan menghemat energi, tetapi juga mendorong tata kelola pelayanan publik berbasis digital.

Kebijakan WFH satu hari dalam sepekan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk menyesuaikan pola kerja ASN dengan dinamika global, termasuk efisiensi energi dan optimalisasi teknologi.

Keputusan ini diambil di tengah krisis energi global yang dipicu konflik berkepanjangan di Timur Tengah, serta untuk menjaga stabilitas pasokan bahan bakar dalam negeri.

Tahun 2030 bakal jadi momen langka 🤯Dalam 1 tahun, Indonesia diprediksi mengalami 2 kali Ramadan… tapi cuma 1 kali Lebar...
27/03/2026

Tahun 2030 bakal jadi momen langka 🤯
Dalam 1 tahun, Indonesia diprediksi mengalami 2 kali Ramadan… tapi cuma 1 kali Lebaran.

Fenomena ini bukan kebetulan, tapi karena perbedaan sistem kalender.

Kalender Hijriah yang berbasis peredaran bulan hanya sekitar 354–355 hari, lebih pendek dari kalender Masehi yang 365–366 hari.
Akibatnya, tanggal Hijriah terus “maju” sekitar 10–11 hari setiap tahun.

Di tahun 2030, dampaknya jadi unik:

🕌 Ramadan pertama: 5–6 Januari 2030
🎉 Idul Fitri: 4 Februari 2030

🕌 Ramadan kedua: 26 Desember 2030
🎉 Idul Fitri berikutnya: baru jatuh 24–25 Januari 2031

Artinya, dalam kalender tahun 2030:
➡️ Ada 2 kali Ramadan
➡️ Tapi hanya 1 kali Lebaran

Fenomena ini disebut sebagai siklus langka yang terjadi karena pergeseran kalender Hijriah terhadap Masehi, dan hanya muncul dalam periode tertentu.

Menurut kamu, ini momen langka atau justru bikin “berat”? 😅
Kalau 2030 nanti bener kejadian, siap puasa 2 kali dalam setahun?

💬 Tulis pendapat kamu di komentar & share ke teman kamu biar pada tahu!

Sumber: Detik | BRIN

5 Tanda Belum Siap jadi PemimpinSave ini buat pengingat: Jabatan bisa datang karena kerja keras, tapi wibawa lahir dari ...
14/11/2025

5 Tanda Belum Siap jadi Pemimpin

Save ini buat pengingat: Jabatan bisa datang karena kerja keras, tapi wibawa lahir dari kesadaran. Pernah lihat orang yang punya jabatan tinggi, tapi bikin suasana kerja makin kacau?

Mungkin dia belum siap jadi pemimpin. Yuk

kita bahas tandanya

09/10/2025

Sekedar Hiburan ya, Jangan Baper ya guys 🤣🤪🤭

Begitu berita acara sumpah dibacakan... kamu bukan lagi teman diskusi. Bukan lagi suara lantang di pojok warung kopi, bu...
16/09/2025

Begitu berita acara sumpah dibacakan... kamu bukan lagi teman diskusi. Bukan lagi suara lantang di pojok warung kopi, bukan lagi pundak yang kuketuk tiap kali hatiku panas melihat berita.

Dulu, kita duduk berdampingan-menghitung dosa sambil tertawa getir, menggugat sistem yang katanya hanya berpihak pada mereka yang punya kedudukan.

Kamu bicara soal idealisme, tentang harapan rakyat kecil, tentang keadilan yang katanya tidak boleh tunduk pada kekuasaan.

Lalu... namamu disebut dalam berita acara sumpah. Sebuah kalimat sakral. Bergetar ruangan, tapi lebih bergetar lagi hatimu... Karena sejak itu, kamu berubah.

Kamu mulai berbicara dengan diksi yang terlalu rapi. Kamu mulai menyapa dengan formalitas yang dulu kamu benci.

Dan yang paling menusuk-kamu mulai membela sistem... yang dulu pemah kita caci bersama.

Kini kamu duduk di belakang meja, dan aku... masih di barisan panjang pengaduan yang tak pernah selesai.

Kamu bukan lagi teman diskusi. Kamu bagian dari sistem... yang dulu kita sumpahi bersama.

DIAM VS BICARACeritakan di komentar. Cerita kamu mungkin sedang mewakili banyak yang tidak berani bicara.Pernahkah kamu ...
31/08/2025

DIAM VS BICARA

Ceritakan di komentar. Cerita kamu mungkin sedang mewakili banyak yang tidak berani bicara.

Pernahkah kamu diam, bukan karena tidak tahu, tapi karena sadar bicara bisa jadi bumerang. "Diam bukan berarti tidak tahu. Kadang, diam adalah satu-satunya cara untuk tetap selamat."

Dulu kita diajarkan:

"Kalau kamu tahu, bicaralah. Kalau kamu benar, suarakan."

Tapi hidup akan memperlihatkan bahwa di banyak ruang kerja,

yang bicara duluan sering dipotong, dan yang terlalu tahu sering dipatahkan.

Diam bukan kelemahan.

Itu pilihan sadar ketika kamu tahu:

kebenaran yang keluar dari mulut orang biasa, bisa terdengar seperti ancaman bagi yang duduk di kursi tinggi.

Mereka yang terlihat diam, bukan tidak mampu.

Mereka hanya lebih sibuk menjaga tempatnya, daripada membuktikan kepandaiannya.

Karena mereka tahu:

di dunia yang salah, suara yang benar bisa membuatmu kehilangan posisi.

Di ruang-ruang kantor, rapat, organisasi...

Kadang yang naik bukan yang paling bisa menjawab-

Tapi yang paling pintar memilih kapan harus tidak bicara.

Dan kita mulai paham,

bahwa menjadi bijak bukan tentang banyak bicara, tapi tahu kapan diam lebih menyelamatkan.

Jadi lain kali kamu melihat seseorang memilih diam,

jangan buru-buru menilai dia bodoh.

Mungkin dia hanya sedang mempertahankan satu-satunya ruang yang belum diambil darinya: tempatnya sendiri.

Disclaimer: Konten ini hanya satir, bukan untuk menyerang atau menyinggung pribadi.

Semua tokoh dalam gambar hanya fiktif dan inspirasi dari realita umum.

SatirKerja Halus















©

Ilmuan menyebut istilah ini "Man Flu". Secara biologis, respons imun pria dan wanita memang berbeda. Wanita punya hormon...
18/08/2025

Ilmuan menyebut istilah ini "Man Flu". Secara biologis, respons imun pria dan wanita memang berbeda. Wanita punya hormon estrogen yang bisa memperkuat sistem kekebalan, sementara pria kebanyakan di bawah komando testosteron yang kadang lebih fokus ke otot ketimbang imun.

Makanya, saat virus flu dan demam menyerang, tubuh pria bisa lebih drama dalam merespons. Inflamasi lebih terasa, energi lebih cepat drop, lalu keluarlah akting Oscar, terkulai di kasur seolah sudah menandatangani kontrak episode terakhir kehidupannya.

Sementara perempuan? Ya Tuhan, mereka kayak punya mode multi-core processor. Demam 38 derajat tapi masih bisa nyapu, masak, cuci piring, sambil ngingetin anaknya pakai jaket. Itu karena secara biologi, tubuh perempuan memang disetting untuk tetap bisa berfungsi meski sakit, bayangin aja kalau ibu zaman purba sakit sedikit lalu nggak bisa ngurus anak, spesies kita mungkin udah punah.

Tapi yang lucu, kalau pria kena luka parah, jatuh dari motor, atau bahkan operasi kecil? Bisa-bisa malah masih bercanda, ketawa, atau posting status “Santuy, bro.” Bahkan setelah titit-nya dipotong pas sunat, pria langsung bisa berlari bahkan manjat. Jadi seolah tubuh pria itu pahlawan kalau luka fisik, tapi begitu flu datang, langsung downgrade jadi drama korea episode pamungkas.

Tuhan memang bikin pria dan wanita berbeda, supaya saling melengkapi. Kalau semua sama-sama tahan banting pas demam, siapa yang bakal ngelus-ngelus dahi dan bikinin teh jahe buat si suami? Dan kalau semua sama-sama multitasking, siapa yang rela jadi pasien spesial biar istrinya merasa jadi wonder woman?

Jadi, jangan dibawa serius. Anggap saja itu cara Tuhan bikin hubungan lebih… menggemaskan. 😌

-----
Now I Know
Ah.. pria tidak bercerita, tapi diam-diam buat surat wasiat pas demam.

17/08/2025
"Pahlawan sejati berkorban bukan untuk dikenal namanya, tetapi membela cita-cita" Dirgahu Republik Indonesia Ke-80 🇮🇩   ...
17/08/2025

"Pahlawan sejati berkorban bukan untuk dikenal namanya, tetapi membela cita-cita" Dirgahu Republik Indonesia Ke-80 🇮🇩

🇮🇩

Pernahkah kamu merasa aneh...Ketika kamu mulai semangat, berkarya, berinisiatif,bukannya dipuji—malah mulai dijauhi?Tiba...
01/08/2025

Pernahkah kamu merasa aneh...
Ketika kamu mulai semangat, berkarya, berinisiatif,
bukannya dipuji—malah mulai dijauhi?

Tiba-tiba kamu dianggap "cari muka".
Dianggap “sok bisa sendiri”.
Padahal kamu cuma ingin melakukan yang terbaik.
Tapi rupanya, terlalu bersinar bisa dianggap ancaman—bukan inspirasi.

Di beberapa tempat, kehadiranmu yang terang
bisa menyilaukan mereka yang sudah lama nyaman dalam gelap.
Gelapnya rutinitas tanpa arah,
gelapnya sistem yang lebih menghargai diam daripada hasil,
gelapnya zona nyaman yang penuh kepura-puraan.

Jadilah kamu...
Terlalu aktif, dianggap ambisius.
Terlalu jujur, dianggap membahayakan.
Terlalu bersinar, dianggap sok menonjol.

Akhirnya kamu belajar,
bahwa kadang bukan kualitasmu yang salah—
tapi ruangnya yang belum siap terang.

Dan itulah ironi dunia kerja:
Yang nyala sering dimatikan,
Yang biasa-biasa malah dibiarkan.
Tapi jangan kecilkan cahayamu.

Kalo satu ruangan tak siap, mungkin ruangan lain sedang menunggumu

Address

Jalan Takawa
Buton
93752

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Reyn Aldie posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Reyn Aldie:

Share