10/09/2026
Ini lah hasil positive yang diterima anak2..dari hasil program MBG gratis...
DULU SISWI BERPRESTASI, KINI HARUS BERJUANG MEMULIHKAN KONDISINYA
Febiola Br Purba, pelajar asal Kabupaten Karo, Sumatera Utara, kini tengah menjalani perawatan setelah mengalami gangguan kesehatan yang diduga berkaitan dengan konsumsi makanan MBG.
Kondisinya dilaporkan berubah drastis. Keluarga menyebut Febiola mengalami gangguan ingatan dan perubahan perilaku hingga kesulitan mengenali orang-orang di sekitarnya.
Dari pemeriksaan medis, disebut ada kemungkinan infeksi bakteri atau paparan racun jamur yang perlu ditelusuri lebih lanjut. Tim medis juga memperkirakan proses pemulihannya membutuhkan waktu panjang dan perawatan rutin.
Di balik perjuangan Febiola untuk pulih, ada persoalan lain yang tak kalah berat.
Keluarganya harus menghadapi beban biaya pengobatan, kebutuhan nutrisi, serta pendampingan selama masa perawatan. Bahkan, orang tua disebut harus mengurangi aktivitas pekerjaan demi fokus merawat anaknya.
Kasus ini tentu menimbulkan pertanyaan besar:
Jika benar gangguan kesehatan tersebut terbukti berkaitan dengan makanan MBG, siapa yang harus bertanggung jawab?
Dan yang tak kalah penting, apakah sistem pengawasan dan keamanan pangan dalam program MBG sudah cukup untuk melindungi para siswa?
Jangan langsung menyimpulkan penyebab sebelum hasil pemeriksaan dan investigasi selesai. Tetapi jika memang ditemukan kelalaian, harus ada evaluasi dan pertanggungjawaban yang jelas.
Menurut kalian, MBG perlu dihentikan sementara sampai standar keamanannya benar-benar dipastikan, atau program tetap berjalan dengan pengawasan yang diperketat?