12/05/2026
N!xau, manusia termahal yang dibayar paling murah. Kisah N!xau ini salah satu tragedi eksploitasi paling nyesek di dunia film.
Bayangin, kamu bikin dunia ketawa ngakak, filmnya untung $60 juta atau sekitar Rp900 miliar lebih, tapi kamu cuma dibayar $300 sekitar Rp4,7 juta, buat tiga bulan syuting.
Nama aslinya, N!xau ǂToma. Dia berasal dari suku San/Bushmen dari Namibia, hidup nomaden di Gurun Kalahari.
Tahun 1980, umurnya kira-kira tiga puluh enam tahun. Sehari-hari bekerja sebagai pemburu. Nggak sekolah, nggak kenal uang, nggak pernah lihat gedung. Dunianya cuma pasir, api unggun, sama bintang.
Suatu hari sutradara Jamie Uys lagi nyari orang pedalaman asli buat dijadiin pemeran dalam film komedi The Gods Must Be Crazy. Dia keliling Kalahari pakai pesawat. Tanpa sengaja dia ngeliat N!xau, langsung benaknya berkata, ini dia bintangnya!
Filmnya meledak! Tapi N!xau nggak ngerti.
Modal $5 juta. Untung $60 juta di seluruh dunia. Di Jepang doang bahkan film ini jadi film asing terlaris sepanjang masa. Total penonton 200 juta orang.
N!xau jadi superstar. Wajahnya terpampang di poster dari Tokyo sampai New York. Tapi dia pulang ke Kalahari, dengan uang $300-nya yang langsung habis kebeli sapi. Soalnya di budaya San, kekayaan sama dengan ternak, bukan kertas.
Dia nggak ngerti konsep royalti. Dia nggak tau filmnya bikin miliaran. Dia nggak bisa baca kontrak karena buta huruf. Kontraknya pun cuma dibayar sekali, putus.
Kalau ditanya, jadi itu termasuk eksploitasi apa nggak?
Secara hukum 1980 mungkin nggak. Kontraknya sah, dia setuju $300 itu. Tapi secara moral, iya banget. Sutradara dan studio tahu film ini bakal meledak, tapi bayar aktor utama setara harga kambing. Ironisnya, mereka juga tau N!xau buta huruf dan nggak ngerti royalti.
Meski pada akhirnya N!xau main di dua film berikutnya dan dibayar SEDIKIT lebih mahal, tetap aja itu nggak sebanding sama bayaran aktor Hollywood lainnya.