16/03/2026
👍
"9 Cara Berdagang Rasulullah yang Berkah dan Sukses, Yuk Tiru!"
1. Jujur
Cara berdagang Rasulullah SAW yang pertama adalah meneladani sikap jujur.
Jujur merupakan sifat Nabi Muhammad SAW (Shiddiq) dalam perkataan maupun perbuatannya. Termasuk dalam berbisnis.
Beliau tidak pernah berbohon atau berisfat munafik. Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya para pedagang (pengusaha) akan dibangkitkan pada hari kiamat sebagai para penjahat, kecuali pedagang yang bertakwa kepada Allah SWT, berbuat baik dan jujur” (HR.Tirmidzi).
2. Menjual Barang dengan Kualitas yang Bagus
Cara berdagang menurut Islam yang berkah adalah menjual barang-barang dengan kualitas yang bagus. Sehingga, tidak merugikan pembeli.
Dalam sebuah hadis riwayat Ibnu Majah, Uqbah bin Amir mereka pernah mendengan Rasulullah SAW berkata:
“Seorang muslim adalah saudara bagi muslim yang lain, tidak halal bagi seorang muslim untuk menjual barang yang ada cacatnya kepada temannya, kecuali jika dia jelaskan. (HR. Ibnu Majah.)
3. Reputasi yang Dijaga
Berikutnya cara berdagang Nabi Muhammad SAW adalah menjaga reputasi yang didapat dari jaminan mutu barang. Sebelum dibeli beliau menjelaskan semua kondisi barang-barang tersebut kepada pelanggannya.
4. Tegas Melarang Adanya Monopoli
Berikutnya, cara berbisnis Nabi Muhammad SAW adalah tidak melakukan monopoli dagang.
Monopoli dalam hal ini adalah penahanan barang komoditi oleh pihak-pihak tertentu yang ingin meraup keuntungan lebih tinggi dan menjual saat barang-barang dibutuhkan
Nabi Muhammad bersabda, “Pedagang yang mau menjual barangnya dengan spontan akan diberi kemudahan, tetapi penjual yang menimbun barang akan mendapat kesusahan.” (HR. Ibnu Majah dan Thusiy).
5. Berani Mewujudkan Mimpi
Cara agar dagangan laris terus adalah selalu berani mewujudkan mimpi dengan kondisi apapun.
Contohnya, Rasulullah SAW adalah seorang penggembala kambing. Namun, beliau ingin mengubah hidupnya jadi lebih baik lagi.
Lalu, manajer tempat kerjanya sebagai pedagang membantu Rasulullah SAW menjadi owner sebuah perusahaan.
6. Tabligh
Cara berdagang Rasulullah SAW yang harus kamu teladani selanjutnya adalah menjelaskan kekurangan dari barang tersebut jika ada.
Dalam hadis yang diriwayatkan Ibn Majah, suatu ketika Uqbah bin Amir mendengar Rasulullah berkata:
“Seorang muslim adalah saudara bagi muslim yang lain, tidak halal bagi seorang muslim untuk menjual barang yang ada cacatnya kepada saudaranya, kecuali jika dia mejelaskan (kekurangan itu)”.
Beliau adalah Enterpreneur yang Cerdas.
7. Ambillah Keuntungan Sewajarnya
Cara berdagang menurut Islam selanjutnya adalah memiliki keuntungan.
Semasa berdagang, beliau ingin memberitahukan modal dengan jujur. Sebab, menurut Rasulullah SAW usaha tidak semata-mata untuk materi, tetapi bisa mendapat berkah Allah SWT.
8. Lakukan Strategi Pemasaran
Baginda Nabi pun ternyata sudah menerapkannya sejak dulu.
Cara berdagang Rasulullah antara lain, membidik target pasar. Sedangkan untuk berpikir kreatif dan inovati menjual barang, beliau menjalin hubungan baik dengan pelanggan maupun kolega-koleganya
9. Bersifat Fathanah
Cara berdagang Rasulullah SAW yang terakhir adalah tidak mudah putus asa. Ini merupakan sikap beliau dalam berbisnis.
Perlu diingat, apapun yang dijalankan dalam berdagang semua itu adalah proses. Hal ini disebut dalam Q.S Yusud ayat 87 yang berbunyi:
“Yaa baniyyaz habuu fatahassasuu miny Yuusufa wa akhiihi wa laa tai’asuu mir rawhil laahi innahuu laa yai’asu mir rawhil laahi illal qawmul kaafiruun.”
Artinya:
Dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya yang berputus asa dari rahmat Allah, hanyalah kaum yang kafir.
Selain itu, dalam Al-Qur’an Allah SWT berfirman:
“Barangsiapa yang menghendaki keuntungan akhirat, akan Kami tambahkan keuntungan itu baginya, dan barangsiapa yang menghendaki keuntungan dunia, Kami berikan kepadanya sebagian dari keuntungan dunia dan tidak ada baginya suatu kebahagiaan pun di akhirat .” (QS. Asy-Syuraa: 20)
Cobalah mulai teladani sifat Rasulullah SAW dalam berdagang, Insya Allah sifat-sifat baik yang kamu pelajari akan membuat bisnismu sukses besar.