03/12/2025
KISAH MISTIS DAN SEJARAH LAWANG SEWU
Kisah-kisah mistis di Lawang Sewu erat kaitannya dengan sejarah bangunan ini sebagai kantor perusahaan kereta api Belanda (Nederlandsch-Indische Spoorweg Maatschappij atau NISM), markas militer tentara Jepang, dan lokasi pertempuran selama Perang Dunia II.
Beberapa misteri yang paling populer:
Penampakan Noni Belanda:
Ini adalah salah satu penampakan paling terkenal. Konon, sering terlihat sosok wanita atau noni Belanda berpakaian gaun putih panjang.
Sosok ini dilaporkan sering berjalan pelan di lorong-lorong tua, dan kadang terdengar suara langkah kakinya, terutama di malam hari. Beberapa cerita juga menyebutkan penampakan noni Belanda dengan wajah pucat.
Penampakan Prajurit Jepang dan Belanda:
Mengingat bangunan ini pernah menjadi markas dan lokasi pertempuran, banyak yang mengaku melihat bayangan atau arwah prajurit dari kedua belah pihak.
Prajurit Jepang sering muncul dengan pakaian militer lengkap, sementara penampakan prajurit Belanda kadang disertai suara langkah sepatu bot yang berat.
Misteri Lorong Bawah Tanah dan "Penjara Berdiri":
Lorong bawah tanah Lawang Sewu dulunya berfungsi sebagai saluran air dan sistem pendingin udara alami. Namun, pada masa pendudukan Jepang, tempat ini diubah menjadi penjara yang mengerikan.
Di dalamnya terdapat penjara yang sangat sempit, termasuk "Penjara Berdiri", di mana para tahanan dipaksa berdiri berhimpitan dan terkadang direndam air hingga tewas.
Karena penyiksaan dan kematian yang terjadi di sana, lorong ini dikaitkan dengan aroma anyir seperti darah, serta suara tangisan dan teriakan kesakitan yang konon masih terdengar.
Sumur Tua di Halaman:
Terdapat sumur tua di halaman depan yang selalu tertutup dan terkunci rapat.
Mitos mengatakan bahwa sumur ini dahulu digunakan sebagai tempat eksekusi mati dan pembuangan mayat, terutama tentara Belanda yang disembelih oleh tentara Jepang.
🏛️ Fakta Sejarah Lawang Sewu
Misteri-misteri tersebut tidak terlepas dari sejarah kelamnya:
Awal Pendirian: Dibangun pada awal tahun 1900-an sebagai kantor pusat kereta api NISM.
Masa Jepang: Dijadikan markas dan penjara oleh tentara Jepang selama Perang Dunia II.
Pertempuran 5 Hari: Lawang Sewu menjadi saksi bisu Pertempuran 5 Hari di Semarang (15-20 Oktober 1945), yang memakan banyak korban jiwa.
Saat ini, Lawang Sewu sudah direnovasi dan berfungsi sebagai museum serta galeri sejarah perkeretaapian. Meskipun telah dipugar dan diterangi, suasana mistis, terutama di bagian-bagian tertentu seperti lantai atas dan lorong bawah tanah (yang tidak selalu dibuka untuk umum), masih terasa sangat kental.