Clicky

Sindu dh

Sindu dh LIVE MEDIA
melaporkan dan memberitakan kejadian riil dan nyata serta terbuka, dengan live model, ta

Operating as usual

16/10/2022

Bapak Kaur Kuat Paparkan rencana kerja pemerintah Desa 2023 Desa Pasuruhan

15/10/2022

Sambutan Kades Watim Desa Pasuruhan

26/09/2022

Drainase Lapangan Desa Pemdes Widarapayung Kulon

Nama perempuan Aceh seperti Cut Nyak Dien, Laksamana Malahayati, dan Cut Muetia, sudah terbukti perjuanganya di Serambi ...
24/08/2022

Nama perempuan Aceh seperti Cut Nyak Dien, Laksamana Malahayati, dan Cut Muetia, sudah terbukti perjuanganya di Serambi Mekah. Tapi mereka bukan satu-satunya wanita hebat di negeri rencong. Jauh sebelum nama-nama besar itu muncul, Aceh sudah punya sosok perempuan hebat bernama Sulthanah Shafiatuddin. Dia merupakan pemimpin perempuan pertama di Kerajaan Aceh Darussalam. Kehadiran pemimpin perempuan saat itu memunculkan pro dan kontra. Namun, ketika sang suami, Sultan Iskandar Tsani, wafat, sangat sulit untuk mencari penggantinya. Apalagi di jalur keluarga Sultan Iskandar Tsani, tidak ada keturunan laki-laki.

untuk menggantikan Sultan Iskandar Tsani yang mangkat, muncul pertimbangan mengangkat sang istri, Ratu Shafiatuddin Syah sebagai Sulthanah di Kerajaan Aceh Darussalam yang pernah dipimpin Sultan Iskandar Muda memimpin Aceh sejak 1607-1636, sang ayah Shafiatuddin Syah. Dia merupakan putri tertua Raja yang memimpin Kerajaan Aceh Darussalam di era 1636-1641 tersebut. Sultan Iskandar Muda yang wafat pada 1636 tidak mempunyai putra mahkota dan digantikan oleh Sultan Iskandar Tsani, menantunya. Iskandar Tsani adalah putra Sultan Ahmad Syah, Sultan Pahang (kini wilayah Malaysia) yang menikah dengan Shafiatuddin Syah setelah Sultan Iskandar Muda menaklukkan Pahang pada 1617. Era Sultan Iskandar Tsani tidak lama, yaitu 1636-1641 yang juga merupakan tahun kematiannya. Situasi politik yang mendesak saat itu kemudian menempatkan Shafiatuddin sebagai pemimpin Kesultanan Aceh Darussalam berikutnya dengan gelar Paduka Sri Sultanah Ratu Safiatuddin Tajul-’Alam Syah Johan Berdaulat Zillu’llahi fi’l-’Alam binti al-Marhum Sri Sultan Iskandar Muda Mahkota Alam Syah. Debat soal boleh tidaknya pemimpin perempuan dalam pemerintahan Islam ternyata sudah terjadi ketika Ratu Shafiatuddin diajukan untuk memimpin Kerajaan Aceh Darussalam. Ada sejumlah kalangan yang tidak setuju atas naik tahtanya Ratu Safiatuddin. Terjadilah beberapa kali aksi pemberontakan juga upaya pengkhianatan untuk mendongkel kepemimpinan sang ratu. Kondisi saat itu bertambah rumit bagi dirinya karena Sulthanah Shafiatuddin juga harus menghadapi ancaman eksternal seiring menguatnya pengaruh VOC (Vereenigde Oostindische Compagnie) setelah berhasil merebut Malaka dari Portugis pada awal tahun 1641. Pengangkatan Shafiatuddin pemimpin Kerajaan Aceh bukan tanpa pertimbangan matang. Shafiatuddin dinilai pantas menduduki tahta kerajaan yang ditinggalkan suaminya karena dia memiliki visi cemerlang dalam menyebarkan Islam serta mengembangkan kebudayaan dan seni dalam masyarakat Islam di Aceh.

Tidak banyak yang tahu apabila pemilik nama asli Putri Sri Alam ini merupakan sultanah pertama yang memimpin kerajaan Islam Aceh Darusalam. Masa kepemimpinannya pun tidak main-main untuk sosok perempuan, yakni 31 tahun mulai dari tahun 1644-1675.

Kepemimpinannya tak kalah dengan raja-raja sebelumnya yang notabene seorang laki-laki. Terbukti ketika tahun 1639 terjadi Perang Malaka, Sulthanah Shafiatuddin membentuk sebuah barisan perempuan untuk menguatkan benteng istana. Banyak kebijakan bernilai positif yang dilakukan oleh ratu yang mempunyai nama asli Putri Sri Alam ini. Ia terbilang sukses membangkitkan kejayaan Kerajaan Aceh Darussalam yang mengalami periode gemilang pada era kepemimpinan sang ayah, Sultan Iskandar Muda, dan sempat redup semasa dipimpin oleh sang suami, Sultan Iskandar Tsani. Salah satu yang terkenal adalah tentang tradisi pemberian hadiah berupa tanah untuk pahlawan perang. Masa pemerintahan Sulthanah Shafiatuddin pun dinilai sangat bijak, di mana menyoal hukum serta adat istiadat dijalankan dengan baik. Dari visi infrastruktur adat istiadat inilah muncul pengembangan seni, budaya, dan ilmu pengetahuan di era kepemimpinanya. Selain itu, Ratu Shafiatuddin berhasil mempertahankan hubungan diplomasi dengan kerajaan-kerajaan lain sehingga nama besar Kesultanan Aceh Darussalam tetap terjaga. Tak hanya itu, di masa kekuasaannya, Aceh Darussalam mengalami kemajuan pesat dalam berbagai bidang, termasuk ekonomi, agama, hukum, seni dan budaya, hingga ilmu pengetahuan seperti dijelaskan sebelumnya. Sulthanah Safiatuddin bertahta hingga wafat pada 1675. Sepeninggal sang ratu pertama itu, Kesultanan Aceh Darussalam masih dipimpin oleh para perempuan tangguh sampai 24 tahun setelahnya, yaitu berturut-turut Sulthanah Naqi al-Din Nur al-Alam (1675-1678), Sultanah Zaqi al-Din Inayat Syah (1678-1688), sampai masa pemerintahan Sultanah Kamalat Syah Zinat al-Din (1688-1699). Perihal pengangkatan ketiga perempuan tersebut, uniknya hal itu merupakan gebrakan baru dalam kerajaan Islam. Dikarenakan Sulthanah Shafiatuddin tidak memiliki keturunan, sang ratu akhirnya mengangkat tiga orang perempuan tersebut untuk meneruskan tahtanya. Ketiga perempuan itu justru bukan berasal dari keturunan ningrat atau bangsawan Aceh, melainkan kalangan biasa. Setelah Shafiatuddin, Aceh pun dipimpin oleh ketiga sosok perempuan itu. Kendati tidak semua ratu sanggup membawa Kesultanan Aceh Darussalam merasakan era emas seperti pada masa Sultan Iskandar Muda dan Sulthanah Shafiatuddin, Serambi Mekkah yang menerapkan syariat Islam pernah memiliki rekam sejarah gemilang di bawah kepemimpinan perempuan. Ini merupakan fakta sejarah yang tidak terbantahkan. Bahkan, Aceh punya banyak lagi tokoh-tokoh pemimpin perempuan yang tidak melulu bertahta dengan label ratu atau sulthanah. Para wanita hebat asli tanah rencong ini bahkan tampil sebagai panglima perang dan memimpin perjuangan rakyat Aceh melawan penjajah Belanda, yakni Laksamana Malahayati, Cut Meutia, Pecut Baren, Pocut Meurah Intan, Cutpo Fatimah, hingga tentunya Cut Nyak Dien yang masyhur itu. Tantangan Berat Shafiatuddin

Sejarahwan Sher Banu A Latief Khan dalam tesisnya untuk London University “The Sultanahs of Aceh (2009)” menyebut, Shafiatuddin punya beban warisan kejayaan yang tergolong berat. Ayahnya, Iskandar Muda, adalah satu sultan paling berjaya dalam sejarah kesultanan.

Ia ternama dengan ekspedisi-ekspedisi militer yang berhasil meluaskan rentangan wilayah kerajaan Aceh dari pesisir Minangkabau hingga semenanjung Malaysia. Sepanjang masa kepemimpinan Iskandar Muda dari 1607 hingga 1936, Kesultanan Aceh mengalami kejayaan yang belum pernah mereka capai sebelumnya. Kawasan Selat Malaka tengah tak jenak kala Safiatuddin naik singgasana. Perusahaan-perusahaan kolonialis dari Belanda dan Inggris sedang gencar-gencarnya merebutkan jalur dagang di Selat Malaka. Berbagai blokade jalur dagang dan pelabuhan dilakukan, darah-darah ditumpahkan. Menurut Tiar Anwar Bachtiar, dosen Sejarah Islam pada STAI Persis Garut, Shafiatuddin tak ahli di bidang kemiliteran dan tak gemar berperang. Namun, ia mengkompensasi hal itu dengan diplomasi yang cermat. Membangun aliansi dan mencari dukungan untuk menghalau ancaman-ancaman terhadap kerajaan. Surat-surat Shafiatuddin untuk berbagai pihak banyak yang masih bertahan hingga saat ini dan menggambarkan kelihaiannya berdiplomasi. Negara-negara Eropa seperti Portugis, Inggris, Spanyol, dan Belanda, dan Turki Utsmani, seluruhnya memiliki catatan tentang Shafiatuddin menyusul kebiasaannya bersurat tersebut. Kecakapannya berdiplomasi berhasil mencegah Aceh dirongrong kekuatan-kekuatan kolonialis selama 34 tahun masa pemerintahannya. “Seperti yang dikata orang, ingatlah dua hal dalam hidup, yakni Tuhanmu dan kematian. Lupakan dua hal dalam hidup, yakni kebaikan yang telah engkau lakukan dan keburukan yang dilakukan orang-orang terhadapmu, agar kesadaranmu tetap jernih dan tenang,” tulisnya dalam surat kepada Gubernur Jenderal Batavia Joan Maetsuyker pada 1659 untuk menawarkan perdamaian dengan pihak Belanda. Kendati dalam sejumlah kesempatan, Ratu juga tak ragu menggunakan jalan perang guna menegaskan kedaulatan wilayahnya. Dua peristiwa yang menggambarkan hal itu adalah saat Sultanah memerangi VOC di Perak dan pantai barat Sumatra karena menganggap VOC telah melanggar kedaulatan Aceh. Sultanah juga dikenal karena mendorong kemajuan lewat budaya dan ilmu pengetahuan. Ia tercatat memajukan Jami’ Baiturrahman di Banda Aceh. Demikian juga dayah-dayah (pesantren-pesantren) di seluruh daerah wilayah kekuasaan Aceh. Di bantu Ar-Raniry dan Abdurrauf Singkil sebagai m***i kerajaan, Safiatuddin tercatat sebagai pemimpin yang adil dan cerdas. Shafiatuddin juga disebut tak sedemikian represif terhadap para penentangnya. Tiar menuliskan, para ulama yang sempat menolak kepemimpinannya, yang jumlahnya sekira 300 orang, dibiarkan pindah dari Banda Aceh untuk mendirikan lembaga-lembaga pendidikan. Di antaranya, Syekh Abdul Wahhab diizinkan hijrah ke Tiro dan mendirikan dayah di sana. Dayah Syekh Abdul Wahhab ini berkembang sangat pesat menjadi salah satu dayah terbesar di Aceh. Shafiatuddin tidak mengganggu perkembangan dayah ini walaupun pendirinya berseberangan dengannya. Shafiatuddin berpulang pada 1675 pada usia 63 tahun. Pemerintahannya yang relatif tenteram membuat para tokoh tak ragu kembali menunjuk seorang perempuan guna memimpin kesultanan, yaitu Putri Naqiah.

Catatan Sejarah: Bukti Otentik yang tidak akan bisa dirubah oleh siapapun,dan untuk sejarah bangsa harus tetap diingat dan dikenali oleh seluruh generasi bangsa

Dimana mana sampah jadi berkah
09/07/2022

Dimana mana sampah jadi berkah

05/07/2022
Liburan Lebaran Di Wisata Hutan Limpakuwus Kawasan Baturaden 2022

Pernah liburan lebaran? yang pastinya pernah ya gaes, atau pasti hampir setiap tahun kita mengikuti ritual libur lebaran di setiap liburan lebaran, atau pasca lebaran.

Liburan lebaran bisa dipilih adalah liburan wisata alam, seperti di wisata hutan Limpakuwus yang sudah mulai viral di media sosial.

Begini kondisi jalur dan masuk wisata hutan Limpakuwus - Banyumas Purwokerto Jawa Tengah
video_20220516_114429

04/07/2022
Pertashop Widarapayung Kulon

Pemerintah Desa Widarapayung Kulon memberikan kelola Pertashop kepada BUMDES Payung Baru yang diketuai oleh Kodim, Pertashop di didikan di depan Balai Desa Widarapayung Kulon Kecamatan Binangun Kabupaten Cilacap Provinsi Jawa Tengah

04/07/2022
Pelatihan Pengolahan Sampah Tingkat Kecamatan Binangun

Kegiatan Pelatihan Pengolahan Sampah Tingkat Kecamatan Binangun dilaksankan di Pendopo Kantor Kecamatan Binangun Kabupaten Cilacap.

Kegiatan difasilitsai oleh Kantor Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Cilacap dilaksanakan pada tanggal 11 Oktober 2021

video_20211011_092405

04/07/2022
Sitam, S.Sos. Siapkan Pasukan Upacara HUT RI 76 Tahun

Kegiatan Upacara PErayaan Hari Ulang Tahun Ke 76 Tingkat Kecamatan Binangun Kabupaten Cilacap dikoordinir oleh Bapak Sitam, S.Sos. sebagai Kasi Trantibun di Kantor KEcamatan Binangun KAbupaten Cilacap Provinsi Jawa Tengah

04/07/2022
Upacara HUT RI Ke 76 Tahun Tingkat KEcamatan Binangun

Kegiatan Upacara perayaan HUT RI Ke 76 Tahun dilaksanakan di tingkat KEcamatan Binangun Kabupaten Cilacap Provinsi Jawa Tengah

kegiatan dilaksanakan dengan penuh hikmat dan penuh makna bertempat di halaman Kantor Kecamatan Binangun

04/07/2022
Gladi-Upacara Bendera HUT RI ke 76

Pemerintah Kecamatan Binangun laksanakan Gladi Upacara Bendera dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke 76 Tingkat Kecamatan Binangun Kabupaten Cilacap Provinsi Jawa Tengah

04/07/2022
Gladi Bersih Upacara 17 Agustus 2021

Gladi Bersih-Pemerintah Kecamatan Binangun laksanakan Gladi Upacara Bendera dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke 76 Tingkat Kecamatan Binangun Kabupaten Cilacap Provinsi Jawa Tengah

video_20210816_152121

04/07/2022
Bocil Senengnya Main Bunglon

Bocil kucir senengnya main hewan liar, sebutan untuk hewan ini adalah Bunglon, karena warga kulitnya bisa berubah ubah sesuai dengan media dimana dia menetap.

video_20210103_083823

04/07/2022
Mountain Slide di Wisata Hutan Limpakuwus | 2022

Wahana wisata yang ada di Limpakuwus salah satunya adalah Mountain Side, untuk kelompok umur dewasa, karena kalau anak anak takut pingsan....

Baturaden - Purwokerto - Banyumas

video_20220516_124122

Address

Jln. Raya Pejuang No 171 Desa Klumprit Kecamatan Nusawungu Kabupaten Cilacap 532
Cilacap Regency
53283

Telephone

+62817778667

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Sindu dh posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Sindu dh:

Videos

Nearby media companies


Other News & Media Websites in Cilacap Regency

Show All
x

Other News & Media Websites in Cilacap Regency (show all)

BoniGandok Sampitvgram Iksaaj Center Mataaceh.com Forum Publik Sergapye.com Berita Lasem Jakarta.IDN Himpun.id KIM POJOK KATA Be'ja ti sepuh KNPBintanjayanews Warta Komodo Kawasan Sumbar Island durian aceh