04/08/2026
PELANGGAN GAK BISA CANCEL DAN BIKIN KESAL
Saya cocol order pancoran - batujajar bandung,
Pas sudah sampai di titik jemput, saya menelpon orangnya, saya tanyakan dimana tempat pickupnya?
Pelanggan menjawab "saya sudah cancel mas!!"
"Ini masih aktif ordernya di hape saya" kata saya.
" Masa sih?, tapi saya sudah cancel, kan situ tadi minta nego 800!"
Saya melongo, dan heran
"Nego apa mas?" Saya bertanya lagi
"Ini saya baru nelpon sampean, coba sampean cek lagi ordernya di hape sampean" kata saya sambil mengakhiri panggilan,
Ternyata ada driver sebelumnya yang ambil orderan ini, dan minta nego.
Setelah beberapa saat saya telpon lagi,
"Iya mas ini masih ada ordernya, ok tunggu ya, saya mau cancel," kata pelanggan
"Ok saya tunggu" jawab saya
Karena di area jalur sempit dan macet, saya majukan mobil ke area halte feeder transjakarta,
Saya masih menunggu orderan di cancel, dan saya berjalan maju ke arah jalan tendean.
Di jalan tendean saya menelpon lagi pelanggan untuk segera membatalkan order, karena saya tidak bisa mengambil order yang lainnya.
"Iya tunggu mas, sedang dalam proses" katanya.
Setelah sepuluh menit orderan masih belum batal juga,
Berkali kali saya telpon dan chat, si pelanggan cuma nyuruh nunggu dan nunggu, katanya sedang dalam proses pembatalan.
Karena saya kesal lalu saya kasih batas waktu 20 menit pelanggan untuk membatalkan order.
Dan saya kasih waktu hitungan mundur, jika pelanggan tidak berhasil membatalkan order maka saya akan melanjutkan pickup order, dan saya akan tetap melakukan perjalanan ke batujajar.
Setelah dua puluh menit pelanggan tidak berhasil membatalkan order, saya pun memberi tahu kalau saya sudah pickup order dan menyuruh pelanggan untuk mempersiapkan uang pembayaran di tambah biaya toll.
Si pelanggan protes, kenapa harus ada biaya toll? Karena dia order tidak menggunakan toll katanya.
Lalu saya jelaskan, kalau ke bandung tanpa toll itu hanya menghabiskan waktu di jalan,
Setelah debat panjang si pelanggan kekeuh tidak memesan toll,
Okelah saya mengalah, dan saya memberitahu lagi kalau saya sekarang sedang menuju ke bandung,
Si pelanggan masih menyuruh saya untuk menunggu, katanya proses pembatalan sedang berlangsung,
Saya ingatkan lagi, proses pembatalan sudah tidak bisa karena saya sudah klik tombol pickup,
Si pelanggan yang kepala batu ini tetep saja menyuruh saya untuk menunggu, padahal waktu sudah hampir satu jam saya menunggu.
Lima menit kemudian saya telpon lagi, dan memberi tau kalo sekarang saya sudah berangkat, ke bandung, saya akan datang ke alamat yang tertera di aplikasi.
"Jangan mas, sayanya juga sedang di cililitan". Kata pelanggan,
Sayapun kaget lagi, bingung, gak tau apa yang harus saya lakuin,
"Mas karena ini saya sudah pickup dan gak bisa batal, saya tetep harus menyelesaikan order ini minimal sejauh 50km dari tempat pickup, saldo saya juga akan di potong aplikasi, ada biaya bbm dan toll, saya akan menyelesaikan ini di karawang" kata saya lewat telpon,
"Sampean gak perlu bayar full, tinggal transfer saja ke saya 400rb untuk mengganti saldo yang terpotong, bensin yang terbuang dan biaya toll" lanjut saya.
"Tunggu aja mas, sedang dalam proses pembatalan" katanya
Karena saya kesal dan gak bisa ngomong apa apal lagi, karena jawabannya selalu begitu, akhirnya saya melanjutkan perjalanan, dan saya selesaikan order di sekitaran karawang barat.
Setelah order selesai, saya kirim no rekening dan sejumlah tagihan, sebesar 400rb.
Chag saya tidak di baca lagi sama pelanggan.
Setelah dua hari si pelanggan membalas lagi
"Iya mas tunggu ya masih dalam proses di lalamovenya" balas pelanggan.
Saya pun bengong dan makin aneh aja.
NOTE: pelanggan mempersilahkan saya untuk mempublish no teleponnya
Bagian 16