Pena Salaf

Call Website

Pena Salaf Contact information, map and directions, contact form, opening hours, services, ratings, photos, videos and announcements from Pena Salaf, Digital creator, Jl Kalitanjung, .

Secarik Nasehat Penuh Ilmu, Penentram Qolbu,
Kumpulan Ceramah singkat dan Kajian Islam Ahlussunnah Waljama'ah
Mari menambah iman walau sejenak, Selamat datang di fp Pena Salaf

Belakangan ramai satu pertanyaan. Dibungkus candaan. Tapi mendarat seperti tamparan."Apakah wajib menaati suami yang gaj...
17/08/2026

Belakangan ramai satu pertanyaan. Dibungkus candaan. Tapi mendarat seperti tamparan.

"Apakah wajib menaati suami yang gajinya di bawah UMR?" Mari kita pelankan. Bukan untuk menyalahkan siapa pun."

Sebelum lanjut, satu hal perlu jelas dulu. Pertanyaan itu memang bercanda. Tidak ada yang benar-benar menanyakannya dengan serius. la diulang. Ditertawakan. Dibikin konten. Lalu perlahan berhenti terasa sebagai candaan dan mulai terasa sebagai standar. Dan standar itu, hari ini, sudah dipakai sebagian orang..

Coba perhatikan sekitar. Ada suami yang menunduk saat istrinya menyebut angka di depan teman-temannya. Ada yang menunda menikah bertahun-tahun bukan karena belum siap, tapi karena takut tidak akan pernah cukup.

Marwah seorang laki-laki hari ini diukur dengan angka yang bahkan bukan buatan agamanya. Dan yang menetapkan angkanya bukan syariat.

Dalam fiqih, ketaatan istri tidak pernah diikat pada penghasilan. la diikat pada satu hal saja: akad nikah. Begitu ijab kabul selesai diucapkan, hak dan kewajiban langsung melekat tanpa menunggu slip gaji dilihat.

Al-Qur'an menyebut akad itu mitsaqan ghalizha perjanjian yang berat. "...dan mereka (para istri) telah mengambil perjanjian yang kuat dari kamu." (QS. An-Nisa: 21)
_____

▪︎ Vandello & Bosson (Journal of Personality and Social Psychology, 2008) menemukan sesuatu yang menjelaskan banyak hal: Status "laki-laki" dipandang sebagai sesuatu yang sulit diraih dan mudah hilang. Harus terus dibuktikan di depan publik. Sementara status "perempuan" dianggap melekat tidak perlu dibuktikan pada siapa pun.

Dalam eksperimen mereka: ketika maskulinitas seorang pria diragukan, ia langsung merasa terancam. Perempuan yang diberi perlakuan serupa tidak bereaksi begitu.

Bosson dkk. (2021) mengujinya pada 33.000 orang di 62 negara. Polanya konsisten. Jadi saat seorang suami disindir soal gajinya, yang tersentuh bukan dompetnya. Tapi sesuatu yang ia rasa harus ia buktikan ulang setiap hari.

▪︎ Leon Festinger (1954): manusia menilai dirinya dengan membandingkan diri pada orang lain. Kalau tidak ada ukuran objektif, kita pakai orang di sekitar kita. Masalahnya "sekitar" hari ini adalah feed.

▪︎ McComb, Vanman & Tobin (Media Psychology, 2023) menganalisis 48 studi, 7.679 partisipan. Paparan pada perbandingan ke atas di media sosial merusak harga diri, kesehatan mental, dan kesejahteraan konsisten di semua usia dan gender.

Yang muncul di feed bukan rata-rata. Itu puncak. Yang sudah disaring, dipilih, dan dipoles. Membandingkan suamimu dengan itu bukan cuma tidak adil.

▪︎ John Gottman meneliti ribuan pasangan selama empat dekade, mencari apa yang paling akurat memprediksi perceraian.

Ternyata bukan pertengkaran. Bukan kekurangan uang. Tapi contempt meremehkan. Sarkasme, mata memutar, candaan yang menempatkan diri lebih tinggi. Gottman menyebutnya the number one predictor of divorce.

▪︎ Bertrand, Kamenica & Pan (Quarterly Journal of Economics, 2015) Saat penghasilan istri melewati suami, kepuasan pernikahan menurun dan risiko perceraian meningkat.

▪︎ Munsch dkk. (American Sociological Association, 2016) Saat pria jadi pencari nafkah tunggal, skor kesejahteraan psikologisnya turun 5% dan kesehatannya 3,5% lebih rendah.
_____

Dalam kitab-kitab fiqih, kewajiban istri berkisar pada empat hal:

1. Taat dalam perkara yang ma'ruf Bukan taat mutlak.

2. Taat dalam hal yang dibenarkan syariat.

3. Menjaga diri dan harta suami saat ia tidak ada "...perempuan salihah adalah yang taat kepada Allah lagi menjaga diri ketika (suaminya) tidak ada, karena Allah telah menjaga (mereka)." (QS. An-Nisa: 34)

3. Tidak memasukkan orang ke rumah tanpa ridha suami. Memenuhi hak suami sebagai pasangan kecuali ada uzur syar'i seperti sakit atau haid.

"Cukuplah seseorang itu berdosa jika ia menyia-nyiakan orang yang menjadi tanggungannya." (HR. Abu Dawud)

Nafkah bukan kebaikan hati. la utang yang melekat sejak akad diucapkan. Al-Qur'an dan hadits tidak pernah menyebut angka pasti. Yang dipakai para ulama adalah kaidah an-nafaqah bil ma'ruf nafkah yang patut, sesuai kemampuan dan kelayakan setempat.

Kesimp**an:

nilai seorang suami tidak pernah ditentukan oleh slip gaji, jabatan, atau standar hidup orang lain. Ketaatan dalam rumah tangga lahir dari akad dan harus berjalan dalam perkara yang ma’ruf, sementara nafkah menjadi tanggung jawab sesuai kemampuan. Begitu p**a suami wajib menjaga, menafkahi, dan memperlakukan istrinya dengan baik. Pernikahan bukan kompetisi ekonomi, melainkan amanah. Ketika penghormatan diganti perbandingan dan candaan berubah menjadi penghinaan, yang rusak bukan hanya harga diri, tetapi fondasi rumah tangga.

Like follow
Pena Salaf

Pernah terjebak Paralysis by Analysis?Logika kita sering mikir: "Kalau saya riset lebih banyak, mikir lebih lama, dan pe...
03/08/2026

Pernah terjebak Paralysis by Analysis?

Logika kita sering mikir: "Kalau saya riset lebih banyak, mikir lebih lama, dan pertimbangkan semua kemungkinan... nanti pasti bisa yakin 100%."

Padahal kenyataannya? Makin dipikirin, makin banyak skenario buruk yang bermunculan.

Dalam realita kehidupan (bahkan dalam ilmu Usul Fikih), data dan kepastian manusia atas masa depan itu maksimal cuma ada di level Zhan (~80-90%).

Artinya apa? Dalam keputusan paling matang sekalipun, akan selalu ada sisa 10-20% ruang ketidakpastian.

Sisa 10-20% ketidakpastian itu adalah hal yang sangat wajar.

Itu adalah batas kapasitas otak manusia yang memang terbatas. Kita tidak punya tombol untuk mengintip masa depan.

Masalahnya: banyak orang stres karena memaksa mikir keras untuk mengontrol sisa 20% itu.

Gimana cara menutup sisa 20% keraguan itu?

Bukan dengan melamun sampai jam 2 malam di kamar.

Ustadz Nuzul menjelaskan, sisa 20% itu dirancang bukan untuk dipikirkan melainkan ditutup dengan kombinasi ini:

Data & Riset
Musyawarah
Istikharah & Tawakal

Ingat: Keputusan yang baik itu BUKAN keputusan yang 100% tanpa risiko.

Keputusan yang baik adalah ketika kamu sudah menjalankan prosesnya dengan benar, lalu berani mengambil tindakan tanpa terus-menerus disiksa rasa takut akan masa depan.

Tugas kita sebagai hamba cuma mengeksekusi proses terbaik hari ini. Kepastian hasil akhir itu adalah ranah Allah.

Jadi kalau pertimbangannya sudah matang, ucapkan bismillah, lalu melangkah.

Niscaya hati akan jauh lebih tenang.

End of thread. 🌿

Ustadz Khalid Basalamah ceritaSuatu ketika, istri beliau butuh sesuatu di mall. Barangnya adanya di mall. Karena di mall...
01/08/2026

Ustadz Khalid Basalamah cerita

Suatu ketika, istri beliau butuh sesuatu di mall. Barangnya adanya di mall. Karena di mall pasti ada musik, beliau pasang headset di telinga.

Beliau bilang. Yg namanya racun, sengaj atau ga sengaja jika ketelan pasti akan ada efeknya di tubuh. Begitu juga musik. Memang bukan kita yg ingin denger. Bukan kita yg nyetel. Tapi mau ga mau pasti pengaruh di ibadah kita.

Habis denger musik atau liat yg haram, kelezatan ibadah pasti berkurang. Lezatnya sholat malam, khusyuknya sholat 5 waktu pasti berkurang.

***

Bener banget apa yg beliau katakan.

Eh tapi aku biasa aja tuh. Oya? Introspeksi aja. Kl biasa aja jangan2 ga pernah merasakan nikmat dan lezatnya baca al quran pas sholat? Berlama-lama murajaah hafalan saat sholat?

Jangan2 selama ini sholat hanya sekedar formalitas gugurin kewajiban?

Wallaahu a'lam

Ditulis:
Fadhila Khasana 🌸🩷

Beberapa hari lalu sebuah nomor asing menghubungi saya. Ternyata telepon dari seorang ikhwan. Setelah memperkenalkan dir...
23/07/2026

Beberapa hari lalu sebuah nomor asing menghubungi saya. Ternyata telepon dari seorang ikhwan. Setelah memperkenalkan diri, beliau menyampaikan maksud teleponnya. Beliau sedang mencari informasi tentang seorang pemuda yang saya kenal. Rupanya, pemuda itu sedang menjalani proses ta’aruf dengan putrinya.

Beliau bertanya dengan sangat hati-hati. Bukan tentang pekerjaan atau berapa besar penghasilannya. Bukan p**a tentang kendaraan atau status sosialnya.

Yang beliau tanyakan justru hal-hal yang jauh lebih penting. “Bagaimana agamanya?”
“Bagaimana akhlaknya?”
“Bagaimana muamalahnya dengan orang lain?”

Alhamdulillah, Allah menakdirkan saya cukup dekat dengan pemuda tersebut. Bahkan saya mengenalnya sejak masih kecil. Maka saya pun menyampaikan apa yang saya ketahui, tanpa menambah dan tanpa mengurangi. Sebatas yang memang saya lihat dan saya kenal.

Setelah sekitar 30 menit telepon itu selesai, saya termenung cukup lama. Betapa indahnya perhatian seorang ayah kepada putrinya.

Seorang ayah yang benar-benar mencintai anaknya tidak akan menyerahkan putrinya begitu saja kepada laki-laki yang belum ia kenal. Ia akan mencari tahu. Ia akan bertanya. Ia akan meminta informasi dari orang-orang yang pernah bergaul dengannya. Dari teman-temannya, tetangganya, guru-gurunya, bahkan jika perlu melihat bagaimana jejaknya di media sosial.

Karena baginya, ini bukan sekadar memilih menantu. Ini adalah memilih imam bagi putrinya.

Sayangnya, di zaman ini tidak sedikit ayah yang terlalu mudah melepaskan putrinya. Selama calon suaminya memiliki pekerjaan yang baik, penghasilan yang besar, atau tampak mapan, semuanya terasa cukup. Padahal, bagaimana jika ternyata ia jauh dari agamanya?

Bagaimana jika shalatnya masih sering ditinggalkan?

Bagaimana jika ia tidak menjaga shalat berjamaah, tidak iltizam pada sunnah, atau tidak memiliki akhlak yang baik?

Bukankah yang akan menemani putri kita seumur hidup bukan hartanya, melainkan agamanya? Bukan ketampanannya, melainkan ketakwaannya.

Perhatian seorang ayah tidak berhenti pada memberi makan, pakaian, pendidikan, dan tempat tinggal. Masih ada satu amanah besar yang kelak akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah, yaitu memastikan putrinya berada di tangan seorang laki-laki shalih yang layak menjadi pemimpin dalam rumah tangganya.

Sebelum kami menutup pembicaraan, saya berkata kepada beliau, “Suatu saat nanti, insya Allah saya juga akan berada di posisi antum. Saya pun akan melakukan hal yang sama. Saya akan mencari tahu tentang calon menantu saya. Saya akan menghubungi teman-temannya, tetangganya, orang-orang yang pernah berinteraksi dengannya. Dan hari ini saya berusaha menyampaikan apa yang saya ketahui tentang pemuda ini dengan jujur kepada antum. Semoga Allah memudahkan urusan saya ketika kelak saya harus menikahkan putri saya nanti.”

Percakapan yang hanya beberapa menit itu ternyata meninggalkan pelajaran yang sangat dalam.

Menjadi ayah bukan hanya tentang bekerja keras mencari nafkah. Bukan hanya tentang membesarkan anak hingga dewasa. Ada saatnya nanti, seorang ayah harus merelakan harta paling berharganya pergi bersama seorang laki-laki yang sebelumnya hanyalah orang asing.

Tidak ada emas, rumah, atau kendaraan yang lebih berharga bagi seorang ayah daripada putrinya.

Karena itu, sudah sepantasnya ia berhati-hati sebelum mengucapkan, “Aku nikahkan engkau dengan putriku.”

Semoga Allah menganugerahkan kepada anak-anak kita pasangan yang shalih dan shalihah. Pasangan yang mencintai Allah dan Rasul-Nya, menjaga agamanya, istiqamah di atas sunnah, memiliki akhlak yang mulia, dan menjadi sebab kebahagiaan dunia hingga akhirat.
_____
Sumber: Fitria Kurniawan

Wasiat Sang AyahUstadz Dr. Syafiq bin Riza Basalamah Dihadapan calon menantunya dan para hadirin (di lokasi dan live).“C...
08/07/2026

Wasiat Sang Ayah

Ustadz Dr. Syafiq bin Riza Basalamah

Dihadapan calon menantunya dan para hadirin (di lokasi dan live).

“Chaulah banyak kurangnya
Dia bukan wanita yang sempurna
Ana bersama ibundanya berusaha
- Untuk Mendidik
- Membersarkan dia
Tapi tetap, yang namanya wanita itu diciptakan dari tulang rusuk yang bengkok
Engkau tidak akan pernah bisa meluruskan dia
Dan sudah menjadi ketentuan wanita agar dimaklumi kekurangannya

Maka ana hanya berharap “Rizki” memaklumi kekurangannya Chaulah

Allah berfirman:

وَعَاشِرُوهُنَّ بِالْمَعْرُوفِ
Pergaulilah istrimu dengan cara yang ma’ruf (patut), dengan lembut, dengan senantiasa memandang kepada kelebihannya

فَإِن كَرِهْتُمُوهُنَّ

“Kalau kamu membenci dia…”

Dan ana tau, ada kekurangan wanita yang kemudian membuat lelaki jadi tidak nyaman hidup bersama dia.

Apakah kemudian engkau akan datang mengembalikan Chaulah kepadaku?

Aku berharap engkau bersabar.

Allah berfirman:
فَعَسَىٰ أَن تَكْرَهُوا شَيْئًا وَيَجْعَلَ اللَّهُ فِيهِ خَيْرًا كَثِيرًا

Boleh jadi yang engkau benci, dibalik itu Allah jadikan banyak kebaikan yang kita tidak mengetahuinya.”

………………

Saya pribadi juga ikut brebes mili (nangis haru), kelak bakal menikahkan putri kami, namanya sama juga Khaulah.

Semoga kedua mempelai mendapatkan ridho dari Allah dalam mengarungi ibadah panjang yang bernama pernikahan.

Abu Yusuf Akhmad Ja’far

NORWAY VS ENGLANDKetika Norwegia berhadapan dengan Inggris di lapangan hijau, mungkin gak banyak orang kita yang tahu ka...
07/07/2026

NORWAY VS ENGLAND

Ketika Norwegia berhadapan dengan Inggris di lapangan hijau, mungkin gak banyak orang kita yang tahu kalau dua bangsa Eropa ini benar-benar saling berperang pakai pedang, tombak dan kapak.

Pada abad ke-8 hingga ke-11, para Viking dari Skandinavia, terutama Denmark dan juga Norwegia berulang kali menyerang Inggris.

Awalnya mereka datang cuma ingin merampok, tetapi kemudian menetap dan menguasai sebagian besar wilayah utara dan timur Inggris.

Jejak mereka masih terlihat hingga sekarang. Banyak nama kota di Inggris yang berakhiran -by, berasal dari bahasa Norse Kuno býr yang berarti "kampung atau pemukiman".

Contohnya kota Grimsby, Derby, Selby, Whitby, Appleby, Crosby, dan Kirkby. Nama-nama itu menjadi saksi bahwa daerah tersebut pernah menjadi permukiman bangsa Viking.

Tentang akhiran kota-kota di Inggris, sudah pernah saya bahas. Link nya ada di komentar.

Perlawanan Inggris dimulai oleh Raja Alfred Agung pada abad ke-9, tetapi babak terakhir baru terjadi pada tahun 1066.

Saat itu Raja Norwegia, Harald Hardrada (bukan Halaand ya om) memimpin invasi besar ke Inggris. Namun ia tewas dalam Pertempuran Stamford Bridge di tangan Raja Harold Godwinson.

Sejak kekalahan itulah berakhir sudah ambisi raja-raja Viking dari Norwegia untuk menguasai Inggris.

Dalam salah satu bukunya, Robin Sharma menjelaskan salah satu “kekayaan yang tidak bisa dibeli dengan uang”, adalah Kelu...
19/06/2026

Dalam salah satu bukunya, Robin Sharma menjelaskan salah satu “kekayaan yang tidak bisa dibeli dengan uang”, adalah Keluarga. Dia disebutkan tepat setelah kesehatan. Artinya sesuatu yang amat penting. Bukan keluarga sebagai status. Bukan foto liburan yang rapi di feed. Tapi keluarga sebagai tempat, tempat anak merasakan bahwa dunia ini aman, tempat suami istri p**ang. Karena rumah sejatinya adalah tempat ternyaman untuk p**ang.
Kita begitu sibuk membangun masa depan anak, sampai lupa hadir di masa kecil mereka.

Saat ini saya punya dua anak perempuan.
Keduanya punya karakter yang unik dan cukup berbeda. Punya kelebihan dan kekurangan masing-masing. Salah satu tantangan kami sebagai orang tua adalah kurangnya rasa percaya diri pada mereka. Saya lama mengira itu soal karakter saja. Soal bawaan. Soal "memang anaknya begitu."
Sampai akhirnya saya menyadari, semua bisa jadi karena sikap saya, dan kesalahan saya dalam membersamai masa kecil mereka.
Ada satu momen yang tidak bisa saya hapus.
Saat itu bisnis sedang di titik yang menekan. Pikiran penuh, tanpa kesadaran yang utuh. Dan anak saya yang waktu itu masih kecil sedang tidak mau diatur.
Saya kehilangan kendali.
Saya kunci dia di kamar mandi.
Sebentar. Tapi cukup untuk membekas.
Dan sampai hari ini, saya masih menyimpan pertanyaan yang sama setiap kali mengingatnya:
Kok bisa. Setega itu. Dan saya yakin itu menjadi luka bagi dia. (Astaghfirullah..)

Sahabat saya pernah bilang, bisnis bisa memakan tumbal, kalau kita tidak berbisnis dengan kesadaran.
Saya kira tumbalnya adalah waktu. Tenaga. Mungkin uang.
Ternyata ada yang lebih mahal dari itu.
Tumbalnya adalah momen-momen kecil yang tidak bisa dikembalikan. Saat anak mengulurkan tangan, dan tangan kita sedang menggenggam hal lain. Saat mereka butuh rasa aman, dan yang mereka dapat justru sebaliknya.

Di momen menjelang libur sekolah ini, ini bukan jeda. Ini ujian.
Ujian apakah kita mampu menjadi tempat yang nyaman. Mampu memberikan contoh nilai-nilai kebaikan. Mampu menjadi madrasah utama bagi mereka.
Banyak di antara kita, termasuk saya sendiri, pernah menganggap pendidikan anak adalah kewajiban sekolah. Ternyata itu keliru besar. Sekolah adalah pelengkap, pendukung. Kitalah yang paling bertanggung jawab.
Karena sekolah bisa mengajari banyak hal. Tapi karakter tidak tumbuh dari kurikulum. Softskill tidak lahir dari rapor. Yang paling membekas pada anak adalah cara kita hadir, atau tidak hadir. Semuanya tumbuh dari rumah. Dari percakapan ringan saat makan. Dari cara kita merespons saat anak melakukan kesalahan. Dari saat kita memberi mereka tanggung jawab kecil di rumah. Dari apakah anak merasakan, "Bapak ada. Dan aku aman."
Kitalah madrasah pertama mereka.

Tentu bukan berarti kita harus ikut libur dari pekerjaan. Tapi setidaknya kita hadir dalam perencanaan. Kita yang menyusun bagaimana hari-hari mereka diisi. Bukan diserahkan begitu saja pada layar. Libur sekolah bukan berarti bebas main gadget seharian. Justru ini momen kita menciptakan keseruan lain, project kecil di rumah, memasak bersama, berkebun, atau sekadar jalan pagi tanpa tujuan yang jelas.
Anak-anak tidak butuh agenda yang padat. Mereka butuh kita yang ada dalam agenda itu.
Dan kalau ada waktu lebih, ambil. Bermainlah lebih banyak. Karena bermain bukan pengisi waktu. Bermain adalah belajar. Bermain adalah pembentukan.

Saya tidak menulis ini sebagai orang yang sudah selesai.
Saya masih sering temperamental. Masih belajar. Masih sering gagal lebih dulu sebelum sadar.
Tapi saya percaya, kesadaran yang jujur lebih berguna dari penyesalan yang diam.
Mengakui luka yang pernah kita buat adalah langkah pertama untuk tidak mengulanginya. Dan mungkin pelan-pelan, itu juga bagian dari cara kita memulihkan kepercayaan diri anak yang dulu pernah kita lukai tanpa kita sadari sepenuhnya.

Penutup..
Anak kita tidak peduli siapa kita di luar sana.
Jabatan apa yang kita pegang. Berapa omzet bulan ini. Seberapa banyak orang mengenal nama kita.
Mereka hanya ingin satu hal,
Ketika kita p**ang ke rumah, kita menjadi seorang Bapak.

Pelatih kepala tim nasional Senegal, Pape Thiaw, menjadi topik pembicaraan di Amerika karena pernyataan yang dibuatnya s...
15/06/2026

Pelatih kepala tim nasional Senegal, Pape Thiaw, menjadi topik pembicaraan di Amerika karena pernyataan yang dibuatnya saat konferensi pers, terkait dengan ibadah sholat Jum'at

Wartawan :
"Hari ini ada angin yang sangat kencang di negara bagian New Jersey, dan petugas keamanan menyarankan anggota delegasi untuk tidak keluar demi keselamatan kalian... mengapa Anda tetap keluar untuk menunaikan sholat...?"

Pape Thiaw :
"Apakah ada yang lebih penting daripada sholat? saya rasa itu bukan urusan Anda... kalian takut pada angin, sementara kami takut kepada Allah, Zat yang menciptakan angin... kita datang ke sini untuk sebuah pertandingan hiburan, lantas kita lupa bahwa kita diciptakan untuk menyembah Allah...

Bahkan kalo final Piala Dunia FIFA digelar hari ini dan kami adalah salah satu tim finalisnya, kami tetap akan keluar untuk menunaikan sholat Jum'at, meski itu berarti kehilangan gelar juara...

Jangan ceramahi kami tentang ritual dan kewajiban agama kami..."

Dengerin kajian Ustadz Firanda Waktu beliau ngisi kajian, beliau bertanya kepada jamaah. Siapa yang di sini punya istri ...
24/05/2026

Dengerin kajian Ustadz Firanda

Waktu beliau ngisi kajian, beliau bertanya kepada jamaah. Siapa yang di sini punya istri ga pernah istrinya ini meninggikan suara di hadapannya? Nanti dikasih HP sama beliau.

Setelah ditunggu, ternyata ada 1 bapak yang angkat tangan. Ustadz Firanda kaget dan setelah kajian dipanggil itu si bapak.

Benerankah pak istrinya ga pernah meninggikan suara?

Benar ustadz. Istri sy tidak pernah meninggikan suara di hadapan saya. Hanya saja, kami memang belum dikaruniai keturunan sudah bertahun-tahun.

Sampe di sini, Ustadz bilang. Nikmat luar biasa punya istri seperti itu. Tapi di satu sisi, ada ujian lain yang harus dia hadapi.

Jangan hasad kepada orang lain hanya karena kita melihat sebagian kecil nikmat orang lain yang tampak di mata kita. Setiap nikmat itu ada ujian yang menyertai. Yang itu sudah ditakar oleh Allaah ta'ala sesuai dengan keadaan dan kemampuan kita.

Jika terasa sulit, minta tolong sama Allaah. Tidak ada kemudahan kecuali yang Allaah buat mudah.

Wallaahu a'lam

Fadhila Khasana 🩵🌸

Link kajian
https://youtu.be/e-rDxtYjECU?si=-xkOzq6MiyeyPBld

Ibu…maafkan anakmu iniyang sampai hari inimasih sering kalah oleh keadaan.Saat rambutmu mulai memutihdan langkahmu tak l...
21/05/2026

Ibu…
maafkan anakmu ini
yang sampai hari ini
masih sering kalah oleh keadaan.
Saat rambutmu mulai memutih
dan langkahmu tak lagi sekuat dulu,
aku justru belum mampu
memberikan hidup yang benar-benar membuatmu tenang.
Kadang aku menangis diam-diam,
takut waktu berjalan terlalu cepat,
takut suatu hari nanti
aku hanya tinggal penyesalan.
Aku sadar…
sejak kecil engkau selalu berjuang untukku,
menahan lelah, menahan sakit,
bahkan sering mengorbankan kebahagiaanmu sendiri.

Sedangkan aku…
sampai hari ini
masih sibuk berjuang dengan hidupku
dan belum bisa membalas semua ketulusanmu.
Ibu…
Ibu semoga Allah slalu menjagamu memberikan kesehatan dan umur yang diberkahi..
izinkan anakmu ini
membahagiakanmu walau hanya sedikit.
Karena sebesar apa pun dunia memberiku kebahagiaan,
hatiku tetap akan kosong
kalau suatu hari nanti
aku kehilanganmu.

Address

Jl Kalitanjung

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Pena Salaf posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

  • Want your business to be the top-listed media company?

Share