05/01/2026
Pemerintah Kabupaten Tangerang akan membangun kawasan Hutan Bambu di Kecamatan Cisoka. Proyek dengan nilai miliaran rupiah ini menuai sorotan warga dan viral di media sosial karena besarnya anggaran.
Proyek Hutan Bambu tersebut ramai diperbincangkan setelah diunggah sejumlah akun media sosial Instagram. Dalam unggahan itu, warganet mempertanyakan urgensi pembangunan Hutan Bambu di tengah kebutuhan masyarakat terhadap infrastruktur dasar.
Sejumlah komentar menilai anggaran daerah seharusnya diprioritaskan untuk kebutuhan yang lebih mendesak, seperti perbaikan jalan, drainase, dan penerangan umum.
Warganet juga mengaitkan proyek ini dengan sejumlah pembangunan lain di Kabupaten Tangerang yang sebelumnya sempat menjadi sorotan publik, seperti pembangunan Tugu Titik Nol dan Gerbang Pusat Pemerintahan Kabupaten Tangerang.
Proyek Hutan Bambu ini berlokasi di Kampung Cilaban, Desa Bojongloa, Kecamatan Cisoka, Kabupaten Tangerang, Banten.
Pantauan Kompascom di lokasi pada Senin (5/1/2026), proyek tersebut masih berada pada tahap awal pengerjaan berupa pengurukan dan pemerataan tanah.
Saat itu, tidak terlihat aktivitas pekerjaan maupun keberadaan pekerja di area proyek. Papan informasi proyek tampak roboh dan terbalik di saluran air dekat pintu masuk lokasi.
Berdasarkan papan informasi, proyek ini bernama Pembangunan Hutan Bambu dan merupakan milik Pemerintah Kabupaten Tangerang melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan.
Nilai kontrak proyek tercatat sebesar Rp 1.805.120.026 yang bersumber dari APBD Tahun Anggaran 2025.
Paket pekerjaan ini juga tercantum dalam laman Sistem Pengadaan Secara Elektronik (SPSE) Kabupaten Tangerang dengan nama Pembangunan Hutan Bambu Cisoka, yang diumumkan pada 15 Agustus 2025.
Camat Cisoka, Sumartono, membenarkan terdapat proyek pembangunan Hutan Bambu Cisoka di Desa Bojongloa.
Lokasi Hutan Bambu ini juga tidak jauh dari kantor Kecamatan Cisoka. Saat ini, proyek Hutan Bambu Cisoka, kata Sumartono, masih dalam tahap awal pembangunan.
Dia menjelaskan pembangunan Hutan Bambu dilakukan secara bertahap dan memiliki tujuan jangka panjang. “Pembangunan dilakukan tiga tahap.
Tahap pertama fokus pada pemerataan lahan dan penyesuaian saluran air untuk menghindari banjir karena lokasi ini merupakan jalur keluarnya air dari kawasan perumahan," kata Sumartono ditemui di kantor Camat Cisoka, Senin.
Menurut Sumartono, Hutan Bambu dirancang sebagai ruang terbuka publik yang dapat dimanfaatkan masyarakat secara gratis, sekaligus memiliki nilai ekonomi bagi warga sekitar.
“Ini bukan sekadar ruang terbuka hijau. Ke depan, ini ruang publik yang bisa menggerakkan ekonomi masyarakat. Di Cisoka, sekitar 27 hingga 28 persen wilayahnya ditumbuhi bambu sehingga bambu menjadi potensi sekaligus ciri khas daerah," ujarnya.
Di dalam kawasan Hutan Bambu nantinya akan dilengkapi sejumlah fasilitas publik, seperti jalur joging, saung-saung berbahan bambu, area pertunjukan masyarakat, penerangan kawasan, hingga spot swafoto.
Sementara itu, di bagian tengah kawasan juga direncanakan terdapat danau dengan air mancur. Adapun target penyelesaian pembangunan secara keseluruhan, kata Sumartono, diperkirakan rampung pada pertengahan 2026. (kompascom)