11/06/2026
*TIBA-TIBA*
Oleh: Kurniawan
Ada satu kata yang sering membuat manusia terdiam, yakni *"Tiba-tiba."*
- Tiba-tiba sakit.
- Tiba-tiba kecelakaan.
- Tiba-tiba kehilangan pekerjaan.
- Tiba-tiba kehilangan orang yang dicintai.
Dan yang paling pasti *"Tiba-tiba mati."*
- Tidak ada seorang pun yang pada pagi hari yakin bahwa ia masih hidup sampai malam.
- Tidak ada yang bisa memastikan bahwa setelah menutup pintu rumah, ia akan kembali membukanya.
- Tidak ada yang tahu bahwa langkah yang sedang dijalani sekarang bukanlah langkah terakhir dalam hidupnya.
Allah SWT berfirman _"Dan tidak seorang pun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati."_ (QS. Luqman: 34). Kematian sering datang tanpa pemberitahuan.
- Tidak mengirim surat.
- Tidak membuat janji.
- Tidak menunggu seseorang selesai membangun rumah.
- Tidak menunggu seseorang selesai kuliah.
- Tidak menunggu seseorang menikahkan anak.
- Tidak menunggu seseorang selesai mengumpulkan harta.
*Mati, Tapi Belum Sholat*
Betapa banyak orang yang berkata;
- _"Nanti saya sholat kalau sudah tua."_
- _"Nanti saya mulai rajin ke masjid."_
- _"Nanti setelah usaha saya mapan."_
- _"Nanti kalau sudah pensiun."_
Tetapi kematian tidak mengenal kata _"nanti"._ Malaikat maut tidak pernah bertanya;
- _"Apakah Anda sudah siap?"_
- _"Apakah Anda sudah sempat sholat?"_
- _"Apakah Anda sudah melunasi hutang ibadah?"_
Tugasnya hanya satu, yaitu "Mencabut nyawa" ketika waktu yang ditetapkan Allah telah tiba.
- Lalu bagaimana jika seseorang meninggal ketika adzan berkumandang tetapi ia tidak memenuhi panggilan Allah?
- Bagaimana jika seseorang meninggal sementara sholat Subuh terus-menerus ditinggalkan?
- Bagaimana jika seseorang meninggal saat asyik dengan dunia tetapi lalai terhadap kewajiban yang pertama kali akan dihisab?
Rasulullah ﷺ bersabda; _"Amalan yang pertama kali dihisab dari seorang hamba pada hari kiamat adalah sholatnya."_ (HR. Tirmidzi)
*Mati, Tapi Belum Tobat*
Lebih menggetarkan lagi adalah ketika seseorang meninggal sebelum sempat bertobat.
- Masih menyimpan dosa.
- Masih memelihara kebencian.
- Masih memakan harta haram.
- Masih berbuat maksiat secara sembunyi-sembunyi.
- Masih menzalimi orang lain.
Padahal setiap hari ia berkata;
- _"Besok saya akan berubah."_
- _"Minggu depan saya akan bertobat."_
- _"Romadhon nanti saya akan hijrah."_
Namun kematian datang lebih cepat daripada rencana taubatnya. Setan selalu membisikkan satu kalimat yang sangat berbahaya _"Masih ada waktu."_ Padahal tidak ada satu manusia pun yang tahu berapa sisa waktunya.
*Kuburan Penuh Dengan Rencana Yang Belum Selesai*
Jika kuburan bisa berbicara, mungkin banyak penghuni kubur akan berkata;
- _"Aku ingin satu hari lagi untuk sholat."_
- _"Aku ingin satu jam lagi untuk bersedekah."_
- _"Aku ingin satu kesempatan lagi untuk meminta maaf kepada orang tuaku."_
- _"Aku ingin satu kesempatan lagi untuk bertobat."_
Tetapi kesempatan itu telah berakhir. Karena dunia adalah tempat beramal. Sedangkan kubur adalah tempat menunggu hasil amal.
*Jangan Menunggu Tua*
Sebagian orang mengira bahwa kematian hanya dekat dengan orang tua. Padahal berita kematian setiap hari membuktikan;
- Ada bayi yang meninggal.
- Ada remaja yang meninggal.
- Ada mahasiswa yang meninggal.
- Ada pengusaha yang meninggal.
- Ada ulama yang meninggal.
- Ada orang sehat yang meninggal mendadak.
Usia bukan jaminan panjangnya hidup. Yang muda tidak lebih aman daripada yang tua.
*Jika Malam Ini Adalah Malam Terakhir*
Kita bisa bertanya kepada diri sendiri; Jika malam ini adalah malam terakhir kita hidup;
- Sudahkah kita sholat dengan benar?
- Sudahkah kita bertobat dari dosa-dosa kita?
- Sudahkah kita meminta maaf kepada orang yang pernah kita sakiti?
- Sudahkah kita berbakti kepada orang tua?
- Sudahkah kita menyiapkan bekal untuk alam kubur?
Pertanyaan-pertanyaan ini bukan untuk menakut-nakuti. Tetapi untuk menyadarkan.
Karena orang yang paling cerdas bukanlah yang paling banyak hartanya. Bukan p**a yang paling tinggi jabatannya. Melainkan yang paling siap bertemu Allah.
*Renungan*
- Jangan menunggu sakit untuk bertobat.
- Jangan menunggu tua untuk sholat.
- Jangan menunggu pensiun untuk mengaji.
- Jangan menunggu kematian orang lain untuk sadar.
Karena bisa jadi orang yang kita takziyah hari ini adalah orang yang kemarin masih berbicara, tertawa, bekerja, dan membuat rencana seperti kita.
- Hari ini ia telah pergi.
- Besok mungkin giliran kita.
Maka sebelum datang saat yang *"tiba-tiba"* itu, perbaikilah sholat, perbanyaklah istighfar, lunasilah hak-hak manusia, dan dekatkan diri kepada Allah. Sebab ketika kematian datang, yang kita bawa bukan rumah, kendaraan, jabatan, atau gelar. Yang ikut masuk ke liang lahat hanyalah iman dan amal shalih. _"Ya Allah, jangan Engkau cabut nyawa kami kecuali dalam keadaan beriman, bertobat, dan sedang berusaha taat kepada-Mu. Aamiin.