Perempuan Mustanir

Perempuan Mustanir Komunitas dakwah Kajian Islam dan belajar tahsin Curup Rejang lebong, Bengkulu

11/07/2026

30/06/2026

*BAGAIMANA JIKA TIDAK ADA SAKIT?*

Oleh: Kurniawan

_Bagaimana jika di dunia ini tidak ada sakit?_
- Tidak ada demam.
- Tidak ada batuk.
- Tidak ada sakit gigi.
- Tidak ada penyakit yang membuat seseorang harus berbaring di rumah sakit.
Sekilas, dunia tampak lebih indah._Tetapi benarkah demikian?_

*1. Mungkin Kita Akan Lupa Bahwa Kita Lemah*

Saat tubuh sehat, manusia sering merasa kuat.
- Merasa mampu melakukan apa saja.
- Merasa hidup masih panjang.
Namun ketika sakit datang, satu langkah saja terasa berat. Bangun dari tempat tidur perlu bantuan. Saat itulah kita sadar ternyata selama ini bukan karena kita kuat, tetapi karena Allah yang memberi kekuatan.

Sakit mengajarkan bahwa manusia bukan makhluk yang perkasa. Kita hanyalah hamba yang bergantung kepada Allah setiap detik.

*2. Mungkin Kita Tidak Pernah Berdoa Dengan Sungguh-Sungguh*

Betapa banyak doa yang lahir dari ruang perawatan. Betapa banyak air mata yang jatuh di samping tempat tidur orang sakit.
- Saat sehat, doa sering terburu-buru.
- Saat sakit, setiap kalimat terasa lebih tulus.

Sakit mengajarkan kita untuk kembali mengetuk pintu langit.

*3. Mungkin Kita Akan Semakin Sombong*

Jika tidak pernah sakit, mungkin sebagian manusia akan berkata,
- _"Aku berhasil karena kekuatanku."_
- _"Aku sehat karena usahaku."_
Padahal kesehatan adalah nikmat yang Allah berikan, bukan sesuatu yang bisa kita ciptakan sendiri.

Sakit menghancurkan kesombongan. Ia mengingatkan bahwa satu virus yang tak terlihat pun mampu membuat manusia yang paling kuat terbaring lemah.

*4. Mungkin Kita Tidak Menghargai Nikmat Sehat*

- Air putih terasa biasa..._Sampai dokter melarang kita meminumnya._
- Berjalan terasa biasa..._Sampai kaki tidak mampu melangkah._
- Bernapas terasa biasa..._Sampai dada terasa sesak._
Sering kali kita baru menyadari mahalnya nikmat setelah nikmat itu berkurang. Sakit mengajarkan rasa syukur.

*5. Mungkin Kita Tidak Peduli Kepada Sesama*

Saat sakit, kita merasakan betapa berharganya;
- keluarga yang menjaga,
- sahabat yang menjenguk,
- tetangga yang mendoakan,
- orang yang membantu.
Sakit melahirkan empati. Orang yang pernah merasakan sakit biasanya lebih mudah memahami penderitaan orang lain.

*Sakit Bukan Selalu Musibah*

Dalam Islam, sakit dapat menjadi penghapus dosa bagi seorang mukmin yang bersabar. Rasulullah ﷺ bersabdaa "_bahwa tidaklah seorang Muslim tertimpa kelelahan, penyakit, kesedihan, atau kesusahan, melainkan Allah menghapus sebagian dosa-dosanya karenanya"_ (HR. Bukhari dan Muslim). Karena itu, sakit tidak selalu berarti Allah murka. Bisa jadi, justru Allah sedang membersihkan hamba-Nya.

*Yang Paling Berbahaya*

Bukan sakit badan.
Tetapi hati yang tidak pernah merasa sakit ketika berbuat dosa. Badan yang sakit masih bisa dibawa ke dokter. Tetapi hati yang mati karena maksiat hanya bisa disembuhkan dengan taubat, dzikir, Al-Qur'an, dan kembali kepada Allah.

*Renungan*

- Seandainya tidak ada sakit, mungkin kita akan lupa bersyukur.
- Seandainya tidak ada sakit, mungkin kita akan semakin sombong.
- Seandainya tidak ada sakit, mungkin kita tidak pernah menangis dalam doa.
- Seandainya tidak ada sakit, mungkin kita mengira hidup ini akan berlangsung selamanya.
Maka jangan hanya bertanya, _"Mengapa Allah memberi saya sakit?"_ Tetapi cobalah bertanya, _"Apa yang Allah ingin ajarkan kepada saya melalui sakit ini?"_
- Mungkin Allah sedang mengajarkan kesabaran.
- Mungkin Allah sedang menghapus dosa.
- Mungkin Allah sedang mengembalikan kita yang terlalu jauh dari-Nya.
- Mungkin Allah sedang mengingatkan bahwa tubuh ini akan kembali menjadi tanah, tetapi ruh akan kembali menghadap-Nya.
Karena terkadang, Allah tidak mengubah hidup kita melalui kenikmatan, tetapi melalui ujian yang membuat kita kembali mengenal-Nya.

Semoga setiap sakit yang Allah takdirkan menjadi jalan bertambahnya iman, gugurnya dosa, dan semakin dekatnya hati kita kepada-Nya.

Aamiin 3x.

27/06/2026

*HATI-HATI 'PENYAKIT KURUS "*

Oleh: Kurniawan

Ada penyakit yang tidak selalu terdeteksi oleh dokter.
- Tidak muncul di hasil laboratorium.
- Tidak terlihat di foto rontgen.
Tetapi gejalanya banyak kita temui dalam kehidupan.
Namanya "penyakit kurus." Bukan kurus badannya. Tetapi *"kurang terus".*

Ada yang berkata:
_"Ustadz, saya ini kurus."_ Saya lihat badannya sehat. Ternyata yang dimaksud bukan tubuhnya. Katanya:
- Gaji kurang.
- Waktu kurang.
- Libur kurang.
- Rumah kurang besar.
- Mobil kurang bagus.
- Pengikut di media sosial kurang banyak.
- Uang tabungan kurang.
Bahkan setelah makan satu piring, katanya masih kurang!. Sepertinya penyakit ini bukan di badan, tetapi di hati.

*Penyakit "Kurang Terus"*

- Naik gaji, masih merasa kurang.
- Punya motor, ingin mobil.
- Punya mobil, ingin yang lebih mewah.
- Punya rumah, ingin yang lebih besar.
- Punya satu usaha, ingin lima usaha.
Keinginan memang tidak salah. Islam tidak melarang seseorang bekerja keras dan mencari rezeki yang halal. Namun ketika hati tidak pernah merasa cukup, hidup menjadi perlombaan yang tidak ada garis akhirnya.

*Lucunya Manusia*

Kalau ditanya:
_"Sudah makan?"_ _"Sudah, dua piring."_ _"Masih lapar?"_ _"Masih ingin es krim."_

Kalau ditanya:
_"Sudah punya sepatu?"_ _"Sudah lima pasang."_
_"Masih beli?" _"Yang ini model 2026."_
Tetapi kalau ditanya _"Sudah baca Al-Qur'an hari ini?"_ _"Hmm... belum sempat."_ Ironis, bukan?
- Yang sudah banyak masih ingin ditambah.
- Yang justru menjadi bekal akhirat sering ditunda.
Padahal...
Kita sering berkata:
- _"Rezeki saya kurang."_ Padahal mungkin yang kurang bukan rezekinya, tetapi rasa syukurnya.
- _"Waktu saya kurang."_ Padahal layar ponsel bisa bercerita berapa jam yang habis untuk hal-hal yang tidak penting.
- _"Uang saya kurang."_ Padahal pengeluaran untuk keinginan kadang lebih besar daripada untuk sedekah.

*Obat Penyakit Kurus*

Rasulullah ﷺ mengajarkan bahwa kekayaan yang hakiki bukanlah banyaknya harta, melainkan kaya hati. Orang yang kaya hati tetap berusaha, tetapi tidak diperbudak oleh keinginan.
- Ia bersyukur ketika mendapat.
- Ia bersabar ketika belum mendapat.
- Ia bekerja keras, tetapi tidak lupa shalat.
- Ia mencari rezeki, tetapi tidak meninggalkan kejujuran.

*Kurang yang Justru Harus Kita Rasakan*

Kalau ada rasa "kurang", arahkan kepada hal yang benar.
- Merasa kurang ilmu, sehingga semangat belajar.
- Merasa kurang amal, sehingga rajin beribadah.
- Merasa kurang sedekah, sehingga ringan berbagi.
- Merasa kurang istighfar, sehingga sering bertobat.
- Merasa kurang membaca Al-Qur'an, sehingga memperbaiki diri.
Rasa kurang seperti ini akan mengangkat derajat kita.

*Renungan dengan Senyum*

Kalau setiap hari kita hanya menghitung apa yang belum kita miliki, kita akan merasa miskin meskipun harta melimpah. Tetapi kalau kita menghitung nikmat yang sudah Allah berikan, kita akan merasa kaya meskipun hidup sederhana.

Jadi, kalau ada teman berkata: _"Saya kena penyakit kurus."_ Jangan langsung sarankan makan sate sepuluh tusuk. Tanya dulu: _"Kurus badannya... atau kurang terus hatinya?"_ Karena badan yang kurus masih bisa diobati dengan makanan.
Tetapi hati yang selalu merasa kurang hanya bisa disembuhkan dengan syukur, _qana'ah_ (merasa cukup), dan keyakinan bahwa Allah adalah sebaik-baik Pemberi rezeki.

Semoga Allah menjadikan kita hamba yang rajin bekerja, pandai bersyukur, dan tidak terjangkit penyakit *"kurang terus"* yang membuat nikmat sebesar apa pun terasa tidak pernah cukup.

21/06/2026

Masya Allah Alhamdulillah acara rihlah Muharram pengajian perempuan mustanir berjalan dengan lancar selain mendapatkan ilmu juga bisa self healing dan silah ukhuwah bersama teman-teman sefrekunsi. Semoga selalu Istiqomah dan bisa saling memberi syafaat di Yaumil akhir nanti aamiin

17/06/2026

Semoga kita semua termasuk golongan keluarganya Allah aamiin

17/06/2026

Address

Curup
39111

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Perempuan Mustanir posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share