29/06/2026
ANAK LEMAS DAN S**A NGANTUK PADAHAL TIDUR CUKUP??
CARI TAHU PENYEBABNYA YA BUNDA
Zat besi adalah salah satu mineral yang sangat penting bagi anak dalam masa pertumbuhan, karena fungsinya untuk membentuk hemoglobin yaitu protein dalam sel darah merah yang bertugas mengikat dan mengedarkan oksigen ke seluruh tubuh termasuk ke otak.
Anak yang kekurangan zat besi atau mengalami anemia defisiensi besi biasanya akan terlihat mudah lelah, lemas, tidak bersemangat, sulit konsentrasi saat belajar, daya ingat menurun, nafsu makan berkurang, kulit jadi pucat terutama di bagian kelopak mata dan telapak tangan, serta imunitasnya turun sehingga jadi sering sakit. Pada anak usia sekolah, kondisi ini bisa membuat prestasi belajarnya menurun karena otaknya kekurangan pasokan oksigen yang cukup untuk berpikir.
Kelompok anak yang paling berisiko butuh zat besi lebih banyak adalah anak usia 6 bulan - 2 tahun karena pertumbuhan otaknya cepat, anak remaja yang sudah mulai menstruasi karena kehilangan darah tiap bulan, anak yang pola makannya pilih-pilih atau ‘picky eater’, serta anak yang terlalu banyak minum teh setelah makan karena tanin dalam teh menghambat penyerapan zat besi.
Cara Mencegah Kekurangan Zat Besi pada Anak
*1. Penuhi dari makanan sumber zat besi*
Bagi zat besi jadi 2 jenis:
🌸 *Zat besi heme* = mudah diserap tubuh. Ada di daging merah, hati ayam/sapi, ikan, telur, dan daging unggas. Ini paling bagus untuk anak.
-🌸*Zat besi non-heme* = penyerapan lebih rendah. Ada di bayam, kacang-kacangan, tempe, tahu, dan sereal fortifikasi.
Tips:
1. Gabungkan makanan nabati dengan sumber Vitamin C seperti jeruk, jambu, stroberi, tomat, atau paprika. Vitamin C bisa meningkatkan penyerapan zat besi non-heme sampai 3-4 kali lipat.
2. Hindari penghambat penyerapan saat makan
Kurangi memberi teh, kopi, atau susu terlalu banyak bersamaan dengan makanan tinggi zat besi. Kafein dan kalsium bisa menghambat penyerapan. Beri jarak minimal 1-2 jam setelah makan baru minum teh/susu.
3. Fortifikasi dan camilan sehat
Pilih sereal, roti, atau biskuit anak yang sudah difortifikasi zat besi. Untuk camilan, ganti permen dengan kurma, kismis, atau kacang tanah sangrai yang kaya zat besi.
4. Rutin skrining ke dokter
Untuk anak usia